Dihamili Kembaran Suami

Dihamili Kembaran Suami
DKS ^ Bab 32


__ADS_3

Berbeda dengan sikap sebelumnya yang tampak menggebu-gebu, sekarang Birru seakan mati kutu. Senjata yang sebelumnya dia tujukan untuk Cakra, kini berada tepat di kening Aizena.


Mana mungkin Birru bisa menarik pelatuknya untuk Aize. Jantungnya masih berdegup dengan kencang saat melihat mata wanita yang telah menjadi istri adiknya itu.


Secara perlahan, tangan kanan Birru mulai turun karena jelas dia tidak punya nyali untuk menembak Aize. Laki-laki itu merasa lemah dan seluruh keberaniannya lenyap. Mungkin tidak apa-apa jika Aize bahagia dengan Cakra, toh dia sekarang sudah memiliki Arka yang menjadi bukti gilanya perasaan Birru untuk seorang Aize.


Melihat Birru yang mendadak lemah, hati Cakra mulai tersentuh. Dia mulai memahami alasan kenapa Birru sangat membencinya. Dengan langkah besar, Cakra menghampiri saudara kembarnya itu dan merangkulnya.


“Bicarakan semua baik-baik, Birru! Aku minta maaf kalau punya salah sama kamu! Tolong jangan begini! Kita bisa sama-sama membesarkan Arka!” Cakra merasa sangat sedih menyadari hubungannya dengan Birru yang belum bisa akur.


Birru semakin merasa lemah. Lalu, Aize datang mendekat dan berkata, “Dendam itu nggak akan pernah bikin kamu bahagia. Meskipun dendammu terbalaskan, kamu nggak akan sepenuhnya merasa bahagia!”


Di saat yang bersamaan, Arka yang berhasil lolos dari penjagaan pengasuhnya pun keluar dari ruang kerja Birru. Cakra melihat Arka dan dengan sigap menyingkirkan senjata api yang dibawa oleh Birru.


“Mama!” celetuk Arka yang cukup syok saat menyaksikan langsung kedua ayahnya dalam satu waktu.


Aize langsung merangkul Arka yang sebentar lagi mungkin akan kembali padanya. Dia memeluk Arka dengan sangat erat karena rasa takut kehilangan yang begitu tinggi.


Sementara itu, Cakra belum bisa memeluk Arka yang sudah beberapa hari ini tidak berkumpul dengannya. Dia harus memastikan bahwa saat ini Birru sudah tenang.

__ADS_1


“Lihatlah Arka dan Aize, Birru! Apa kamu nggak kasihan sama mereka? Mereka nggak salah apa-apa! Memangnya kamu mau Arka merasakan apa yang kamu rasakan dulu?” tanya Cakra dengan lembut, berharap Birru mau mendengarkannya kali ini.


“Mama, aku boleh peluk Papa?” tanya Arka yang saat ini tengah berada dalam dekapan Aize.


Aize merasa ragu. Entah papa yang mana yang Arka maksud, tapi pada akhirnya dia mengizinkannya.


Arka menghambur dan memeluk kaki Birru. Di tidak memeluk Cakra dan mencari perlindungan, tapi justru memeluk Birru yang beberapa hari ini juga membuatnya nyaman.


Birru segera mengatur napas dan menggendong Arka. Dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa di depan putranya itu.


“Papa, jangan benci Mama sama Papa Cakra. Arka janji akan ikut Papa, tapi Papa harus berbaikan dulu sama Mama sama Papa Cakra!”


Kata-kata Arka juga membuat Aize sedih. Bahkan, anak sekecil Arka sudah memutuskan untuk berpisah dengan kedua orang tuanya. Itu membuat hati Aize sungguh-sungguh hancur.


“Kamu mau pulang sama Mama?” tanya Birru yang berhasil meredam emosinya.


Cakra dan Aize menatap Birru dengan tegang. Mereka pikir, Birru mungkin akan melakukan tindakan yang tidak terduga.


“Aku kangen sama Mama sama Papa Cakra. Tapi, aku kasihan sama Papa Birru karena Papa kesepian!” jawab Arka yang kemudian merangkul leher Birru dan menyandarkan kepalanya di pundak sang ayah kandung.

__ADS_1


“Kalau gitu, Arka bisa pulang sama Mama, tapi Arka masih mau ketemu Papa, ‘kan? Arka nggak takut sama Papa, ‘kan?”


Birru merasa takut kehilangan Arka. Putranya itu sudah melihat bagaimana sifat aslinya dan juga jati dirinya yang dia sembunyikan selama ini. Birru sudah kehilangan masa kecil bersama saudara dan kedua orang kandung, dia juga sudah kehilangan Aizena. Oleh karena itulah dia tidak mau kehilangan Arka juga.


***


Bab ini udah agak adem kan ya? 🤣🤣


Inpo lagi ya gaess nupel baru Kakchung.



Sebagai sword master, Arnette Bavaria bertanggung jawab atas invasi iblis menyerupai monster yang akan menghancurkan wilayahnya.


Arnette melakukan perjalanan lintas waktu untuk mencari anak yang lahir di bulan merah dan bertemulah dia dengan sosok Agam yang ternyata mempunyai stigma iblis.


"Aku mau menikah asal kau bisa memberiku 400 anak sapi, 900 kambing, 100 uang perak, 300 lembar kain sutra, dan 2 kotak harta karun!" tegas Agam.


Selanjutnya langsung cuss ke sana ya

__ADS_1


***


__ADS_2