Dihamili Kembaran Suami

Dihamili Kembaran Suami
DKS ^ Bab 37


__ADS_3

Semua orang berada di meja makan sekarang. Mereka tampak tegang karena kabar yang disampaikan oleh Birru bahwa dia akan ke Amerika dan meminta izin untuk membawa Arka menginap di rumahnya.


“Kalian pasti keberatan, ‘kan?” tanya Birru saat melihat ketegangan di wajah Cakra dan Aize.


Cakra melirik istrinya yang tampak gelisah, mungkin karena takut Birru membawa kabur Arka. Namun, sebenarnya Cakra sendiri meyakini bahwa Birru tidak akan bersikap macam-macam.


“Nggak apa-apa kok, kalau Arka juga mau. Kalian akan berpisah lama, mungkin memang lebih baik kalian menghabiskan waktu yang tersisa sama-sama!” jawab Cakra berusaha bersikap netral.


Aize mengangguk dan mengikuti keputusan suaminya untuk mengizinkan sang putra menginap di rumah Birru. Arka juga terlihat sangat antusias untuk menginap di rumah sang ayah. Bocah itu tahu bahwa sebentar lagi dia akan berpisah lama dengan Birru, tapi Birru berjanji akan selalu memberi kabar pada Arka.


Setelah makan malam usai, Arka dan Birru berpamitan. Kini, tinggal Aize dan Cakra berdua di rumah mewahnya.


“Birru nggak mungkin bawa Arka pergi, ‘kan?” gumam Aize yang terus mengkhawatirkan putranya.

__ADS_1


Cakra mendekati sang istri yang kini sudah berbaring di tempat tidur. Dia langsung merangkul istrinya itu agar menyandarkan kepala di dada bidangnya.


“Aku yakin Birru sudah berubah. Kamu jangan khawatir, Sayang. Lagi pula, kalau Birru berani membawa anak kita pergi, aku pasti akan menemukannya meskipun aku harus mencari mereka di lubang semut!” Cakra mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala Aize agar istrinya itu sedikit lebih tenang.


Aize menatap suaminya yang kini telah kembali menyayangi dan melindunginya. Rasa bersalah itu masih ada, tapi rasa cinta Aize untuk Cakra jauh lebih besar.


“Kamu memang papa terbaik, Mas!” puji Aize yang kemudian melayangkan kecupan manis di bibir sang suami.


Cakra tersenyum kecut. Setelah mengetahui kekurangannya, rasanya dia tidak akan bisa disebut papa terbaik seperti yang Aize bilang.


“Mas! Jangan pikirkan itu! Aku yakin, kita masih bisa kasih Arka adik. Kita hanya perlu berusaha lebih keras lagi!” Aize tahu suaminya sedang banyak masalah dan pikirannya jadi ke mana-mana.


Untuk itulah, wanita itu akan melakukan sesuatu untuk menghibur suaminya. “Kamu tunggu di sini, Mas!”

__ADS_1


Cakra terlihat bingung, tapi ekor matanya mengikuti arah istrinya pergi. Rupanya, Aize masuk ke ruang ganti yang terdapat kamar mandi di dalamnya. Cakra pikir, Aize mungkin akan ke kamar mandi saja.


Kata-kata Aize sebelumnya membuat Cakra memikirkan sesuatu. Dia langsung menghubungi orang kepercayaannya untuk membuat janji dengan dokter. Sepertinya dia harus mengetahui lebih dalam kelainan apa yang dia derita sampai sulit memiliki anak.


Saat Cakra sedang serius menyuruh seseorang untuk mengatur jadwal dengan dokter, Aize sudah selesai dengan misinya. Wanita itu memakai pakaian yang cukup seksi. Dia memiliki beberapa koleksi baju dinas bersama suami, tapi setelah memiliki Arka, wanita itu sangat jarang memakainya. Bahkan, beberapa pakaian tipis itu masih berlabel karena tidak sempat memakainya.


Aize tiba-tiba duduk di samping Cakra dan menyentuh pundak suaminya itu. “Mas!”


Suara lirih yang terdengar manja dari bibir Aize, membuat Cakra tidak bisa mengabaikannya. Apalagi, melihat lekuk tubuh Aize yang sempurna dengan balutan baju seksi membuat jiwa lelakinya tak terkendali. Tanpa basa-basi Cakra langsung menutup teleponnya dan menyerang Aize.


‘Mas, aku harap kamu bisa terus bahagia. Meskipun aku nggak bisa bantu masalahmu. Tapi, aku akan terus berusaha membuat pikiranmu rileks!’


***

__ADS_1


Kembang kopinya jangan lupa.. Baris yang rapi, yang akur ya pendukungnya Birru pendukungnya Cakra 🤣🤣🤣 pendukungku mana 😭😭😭


__ADS_2