Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 36


__ADS_3

Booom...


Duar...


Rumah yang dihuni oleh Andi dan juga seluruh keluarganya itu akhirnya hancur dilahap sijago merah setelah Rima melemparkan granat beberapa kali.


Wanita itu seolah telah kehilangan kewarasannya, hingga terus menerus melemparkan granat ke arah rumah Andi hingga akhirnya, rumah itu pun hancur menjadi debu.


Ratusan orang kini berbondong-bondong keluar dari rumah mereka, setelah mendengar suara ledakan yang sangat kuat, dan menyaksikan bagaimana rumah keluarga Andi hancur berkeping hanya meninggalkan debu yang tertiup angin.


Bahkan api itu mulai merambat ke arah rumah para tetangga, hingga akhirnya mereka pun kembali berbondong-bondong untuk memadamkannya.


"Astaga! Ada apa ini? Bagaimana mungkin rumah itu bisa hancur begitu saja? Apakah ini Karma karena Pak Andi selalu saja berbuat kejahatan terhadap orang lain? dan terlalu sering melecehkan para gadis dan juga memalak para pedagang?" tanya salah seorang warga di sana kepada orang yang ada di sebelahnya.


"Psst... Diam! Jangan banyak bicara! mungkin ini adalah hukuman dari yang di atas, karena dia terlalu sombong dan juga sering kali menyakiti orang lain, semoga saja neraka menerimanya!" ucap kawannya ikut menimpali.


"Kuharap mulai hari ini kita semua bisa hidup tenang tanpa gangguan dari preman biadab seperti pak Andi itu." jawab yang lainnya.


"Apakah kita harus menelpon polisi?" tanya salah seorang yang bernama A.


"Untuk apa? Biarkan saja! toh dia sudah mati! Emangnya siapa yang peduli dengan manusia laknat seperti dia? Kita justru harusnya bersyukur karena tak perlu lagi capek-capek mengurus jasad pria tua jahat itu dan menguburnya."


"Tuhan Memang adil! orang jahat seperti Pak Andi memang pantas mendapatkan kematian yang sangat tragis!" ucap yang lainnya.


Beberapa orang terlihat sangat kasihan terhadap nasib yang menimpa keluarga Andi, namun tak sedikit juga yang bersyukur, karena dengan kematian preman yang selalu meresahkan Kampung mereka, akhirnya mereka pun bisa bernafas dengan lega, tak perlu merasa takut lagi terlebih untuk orang-orang yang pernah dilecehkan oleh pria tua itu.


Mereka pun langsung bersyukur karena akhirnya Tuhan menjawab doa mereka dan membuat pria tua badjingan itu mati tanpa mendapatkan penghormatan dan juga penguburan yang layak.


Dhea dan yang lainnya saat ini sudah berada di dalam mobil hitam, mereka pun kembali melaju ke arah yang berlawanan menuju rumah yang ditempati oleh sepasang adik kakak yang bernama Anto dan Mark.


Keempat wanita itu sengaja menjadikan kedua orang pria itu sebagai target terakhir, karena mereka memang tinggal dalam satu atap yang sama, jadi tidak akan sulit jika mereka ingin membabat habis kedua orang pria badjingan itu dalam sekali penyerangan.


Hari semakin pagi, jam sudah menunjukkan pukul 02:00 dini hari saat mobil yang ditumpangi oleh keempat orang wanita itu sampai di sebuah rumah yang sangat mewah.

__ADS_1


Meskipun rumah itu terletak di kawasan yang sangat kumuh, namun keberadaan mereka sebagai seorang preman, tentu sangat diketahui oleh warga dan membuat mereka takut, sehingga tidak ada satupun yang berani menunjukkan kekayaan miliknya agar tidak dirampas oleh Anto dan juga Mark.


Sepasang kakak beradik itu terlihat sangat mendominasi, bahkan mereka juga mendirikan berbagai macam usaha judi dan juga pelacuran di tempat itu.


Anto terkenal sebagai seorang rentenir yang sangat kejam, siapapun yang berhutang terhadap dirinya, dipastikan harus membayar bunganya berkali-kali lipat daripada pinjaman pokoknya.


Dia juga tak segan untuk merampas gadis-gadis muda yang tidak bisa membayar hutang ataupun dijadikan jaminan hutang oleh orang tuanya, kemudian dijadikan sebagai wanita penghibur di salah satu klub malam milik Anto.


Sedangkan Mark terkenal karena memiliki usaha perjudian, berbagai macam jenis perjudian ada di tempat miliknya, selain sangat terkenal, tempat itu juga menyediakan para wanita muda untuk dijadikan sebagai pemuas hasrat para pria hidung belang.


Berbagai macam minuman keras pun dijajakan di sana dengan harga yang variasi, Anto dan Mark meraup banyak sekali keuntungan dari hasil usahanya, selain menjadi seorang preman yang sangat sadis, keduanya juga memiliki usaha ilegal, namun tak ada satu orang pun yang berani melaporkannya pada pihak yang berwajib.


Karena mark dan Anto bukanlah orang yang bisa disinggung begitu saja, keduanya memiliki perlindungan tersendiri dari beberapa orang koruptor, sehingga keberadaan mereka tak terendus sedikitpun oleh pihak yang berwajib.


Bruuum...


Akhirnya mobil yang ditumpangi oleh keempat orang wanita itu pun sampai, mereka segera saja berpencar untuk mencari keberadaan target yang mereka cari.


"Hahaha... " Anto dan Mark tertawa terbahak-bahak, sambil tangan kedua pria tua itu terus saja mengelus-ngelus bagian sensitif dari tubuh kedua orang gadis muda, yang terlihat sangat ketakutan, keduanya telah sepakat untuk membawa kedua gadis itu ke kamar milik mereka untuk dijadikan penghangat malamnya.


Brak...


Tiba-tiba saja pintu ruangan itu terbuka setelah ditendang oleh Rima, sigadis yang memiliki kekuatan fisik paling tinggi diantara yang lainnya.


Mata Andi dan Mark melotot tak percaya melihat keempat orang gadis cantik yang saat ini berdiri didepan pintu, apalagi keempat orang itu terlihat sangat sexy karena menggunakan pakaian yang sedikit terbuka.


Mereka seakan lupa jika tadi salah seorang dari wanita itu telah menendang pintu dengan sangat kasar. Akibat pengaruh alkohol, akhirnya Anto dan Mark pun segera berjalan dengan sempoyongan kearah keempat wanita yang tampil bak bidadari yang baru turun dari kahyangan.


"Hai cantik! Kenapa kalian terus berdiri disana? Ayo kemari! Mendekatlah, kami akan memberikan kesenangan yang tidak akan pernah bisa kalian dapatkan dari pria lain." ucap Anto dengan wajah mesumnya.


"Kakakku benar! Kemarilah... aku akan memberikan bayaran yang lebih besar, asalkan kalian mau memuaskanku.'' ucap Mark tak kalah frontal.


Keempat orang wanita itu pun saling memandang, kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Mereka berjalan dengan sangat anggun sambil sesekali bertingkah centil untuk semakin memancing nafsu kedua orang pria tua itu.

__ADS_1


Bahkan Dhea menyimpan salah satu kakinya diatas meja dengan posisi berdiri, dan mempertontonkan pa*a mulusnya dihadapan kedua pria tua itu.


Rima berjalan dengan anggun dan mengambil 2 gelas kosong kemudian menuangkan whisky ke dalamnya, dia pun segera menyodorkannya pada kedua pria tua itu sambil sedikit membungkuk menunjukkan bel*han da*anya yang montok.


Kedua pria itu terlihat menelan salivanya dengan kasar, 4 orang wanita cantik itu seolah telah membangunkan hasrat mereka yang tertahan sejak tadi.


Gluk...


Gluk...


Gluk...


Kedua orang pria itu pun segera meminum whisky yang ada di tangan mereka, hingga tandas tak bersisa.


Bruk...


Bruk...


Kedua pria itu terjatuh dari kursi dengan kulit yang membiru dan juga terlihat busa putih keluar dari sudut bibirnya. Dada mereka langsung panas dan sangat sakit.


"Sepertinya whisky dicampur sianida cukup keren untuk membunuh kedua kecoa ini! Ayo kita pergi!" ajak Rima pada ketiga sahabatnya.


"Tunggu..!"


...----------------...


Mohon maaf sebelumnya, berhubung author mengikuti tantangan marathon menulis karya baru selama 1 bulan, novel ini kemungkinan akan up 1 bab perhari, namun jika kedepannya author memiliki waktu yang cukup, insya allah akan di up 2 bab lagi perharinya.


Jangan lupa untuk mampir di novel terbaru author yang berjudul "Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa" yang mengusung tema kerajaan masa lalu, dan mengambil genre petualangan-transmigrasi.


Pecinta time travel, yuks merapat kembali ☺️☺️.


__ADS_1


__ADS_2