
Kelompok mafia red tiger mulai membagi tugas, mereka bergerak dengan sangat cepat untuk segera melakukan penghancuran di markas mafia black eagle. Hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam akhirnya Ken beserta anak buahnya sampai di tempat yang dituju dan mulai melakukan penyerangan secara terbuka.
Ken berada di barisan terdepan dimana dia langsung menembak satu persatu anggota mafia Black Eagle yang berjaga, sehingga membuat anak buahnya bisa bergerak bebas dan segera masuk ke dalam markas itu tanpa kendala.
Dor...
Dor...
Dor...
Suara tembakan menggema di tempat itu, sehingga membuat Aditya beserta seluruh anak buahnya yang saat ini tengah berpesta di dalam sebuah ruangan mulai berdiri dan mengawasi sekitar tempat mereka, bahkan Aditya langsung memberikan instruksi pada anak buahnya.
"Persiapkan senjata kalian! Sepertinya saat ini ada seseorang yang telah berani mengusik keberadaan kelompok kita." ucap Aditya.
Anak buahnya pun langsung keluar dari tempat itu dan mempersiapkan seluruh senjata milik mereka, setelah itu segera membuat barisan untuk menyambut para penyerang yang tiba-tiba saja datang ke dalam markas mafia mereka.
Hanya berselang 10 menit, Ken beserta anak buahnya sudah berhasil masuk ke dalam markas dan langsung disambut dengan tatapan tajam dari Aditya beserta anak buahnya. Mereka bahkan telah mengacungkan senjata di hadapan Ken, namun hal itu tak membuat wakil kelompok mafia red tiger gentar, dia bahkan memprovokasi musuhnya dengan sangat santai.
"Apakah hanya segini saja anak buahmu, tuan Aditya? sepertinya mafia Black Eagle akan segera gulung tikar." ucap Ken.
"Jaga mulut busukmu! Siapa kau sebenarnya? dan apa keperluanmu di tempat ini?" tanya Aditya dengan berang.
"Aku? Hahaha... Aku adalah musuhmu! yang datang untuk menghancurkan tempat ini dan juga membunuh kalian semua." jawab Ken.
Tak lama kemudian seluruh anggota kelompok mafia red tiger pun segera masuk ke tempat itu, mereka berbaris dengan sangat rapi. Kini nampak jika jumlah anggota milik Aditya hanyalah 30% dari jumlah anggota yang dibawa oleh Ken, hal itu tentu saja membuat Aditya semakin naik pitam.
"Apa yang kau lakukan terhadap anak buahku? apa kau membunuh mereka?" tanya Aditya.
Mendengar pertanyaan itu sontak Ken langsung tertawa terbahak-bahak, Bukankah pria di hadapannya ini terlalu bodoh?
"Dasar idiot! Bukankah aku telah mengatakannya padamu, jika kami semua datang untuk menghabisi nyawa kalian dan juga menghancurkan markas ini?" jawab Ken.
Aditya kini semakin marah, dia pun segera memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyerang anggota mafia red tiger yang saat ini terlihat berdiri dengan sangat congkak di hadapan mereka semua.
"Serang dan Bunuh mereka! Jangan sisakan satupun yang masih hidup." ucap Aditya.
__ADS_1
Namun Ken juga segera memberikan perintah untuk anak buahnya. "Berikan kematian yang pedih untuk mereka semua, karena telah berani bermain-main dengan Nyonya muda kita." ucap Ken.
Hal itu sontak membuat Aditya mengerutkan dahi, "Nyonya muda? Siapa nyonya mudamu? Apakah aku berbuat sesuatu, sehingga membuat kalian semua mendatangi tempat ini dan berniat untuk menghancurkan kelompok kami?" tanya Aditya.
"Sepertinya kau terlalu banyak bertanya, pria tua! Tapi karena kau akan segera mati, maka aku akan memberikan jawabannya. Benar! Nyonya mudaku telah memberikan perintah untuk menghancurkan kalian semua, karena perbuatan kalian telah membuat dia banyak mengalami kerugian dan juga sakit hati." jawab Ken.
Aditya semakin tak mengerti, bahkan hingga saat ini dia tak pernah bersinggungan dengan seorang wanita pun, namun apa yang saat ini dia dengar dengan telinganya? seorang nyonya muda menginginkan kematian dan juga kehancuran kelompok mafianya karena merasa jika dia telah menyakitinya?
"Siapa nyonya mudamu itu? Aku tak pernah berurusan dengan satu orang wanita pun selama ini." ucap Aditya dengan sangat lantang.
"Kau memang tidak pernah berhubungan dengan nyonya mudaku! Akan tetapi klien mu yang memberikan perintah agar membunuh suaminya." ucap Ken.
Aditya memelototkan matanya, sepertinya pria tua itu baru saja menyadari jika orang yang dimaksud nyonya muda oleh Ken, merupakan bagian dari keluarga Ferdian.
"Jadi kalian semua cecunguk yang sudah dibayar oleh keluarga Ferdian?" tanya Aditya meremehkan.
Dor...
Dor...
Tanpa aba-aba Ken langsung saja mengambil pistol yang berada dipinggangnya, dan menembak betis Aditya, kiri dan juga kanan.
Terdengar suara ringisan dari pria tua itu, dia hampir saja terjatuh dari posisi berdirinya saat merasakan sakit dan panas di kakinya. Bahkan darah segar kini mulai merembes keluar dari lukanya.
Aditya langsung kembali berteriak pada anak buahnya, untuk segera melakukan serangan balasan.
"Serang mereka!" teriak Aditya.
Dor...
Dor...
Dor...
Buak...
__ADS_1
Bak...
Buk...
Duagh...
Akhirnya kedua kubu itu saling menyerang dengan senjata masing-masing, bahkan beberapa diantara mereka ada juga yang menggunakan serangan fisik, beradu pukulan dan juga tendangan, membuat suara pertarungan ditempat itu semakin terasa mengerikan.
Dor...
Dor...
Bruk...
Bruk...
Akhirnya anggota mafia black eagle pun mati setelah melewati pertempuran selama kurun waktu satu jam, dan hanya meninggalkan Aditya yang semakin melotot tak percaya, jika saat ini seluruh anak buahnya telah mati bergelimpangan.
Wajah pria tua itu terlihat semakin pucat, selain takut, dia juga telah kehilangan banyak darah karena luka bekas tembakan yang ada di kedua betisnya.
"Sial!" rutuk Aditya yang baru saja menyadari jika dirinya berada dalam bahaya besar. Dia mulai mengedarkan pandangannya, untuk mencari senjata yang bisa dia gunakan diantara tumpukan mayat anak buahnya.
Sedangkan Ken mulai tertawa terbahak-bahak menyaksikan semua yang dilakukan oleh Aditya. Dia merasa sangat lucu, karena pada akhirnya pria tua yang sejak tadi bersikap sombong dan juga sangat angkuh di hadapannya itu, akhirnya menunjukkan wajah yang ketakutan.
"Apa kau mulai takut, tuan Aditya? Lalu dimana sikap sombongmu tadi? Kau malah terlihat seperti anak kucing yang menyedihkan dibanding harimau tua yang ganas.
Aditya hanya bisa menggertakkan giginya, jika bukan karena kedua kakinya yang terluka karena tembakan yang dilakukan oleh Ken, mungkin saat ini pria tua itu telah membunuh semua anggota kelompok mafia red tiger yang berdiri di hadapannya.
Dia benar-benar sangat kesal terhadap Ken yang membawa anak buah dalam jumlah yang sangat banyak, sedangkan di dalam markas mafianya sendiri saat ini hanya tersisa dirinya saja.
"Dasar cecunguk sampah! Berani sekali kau mengata-ngataiku seperti itu! Bahkan meskipun saat ini kau membawa sebegitu banyak anak buah, tetap saja kau hanyalah secunguk yang hidup di bawah perintah orang lain."
"Sangat jauh berbeda denganku, yang merupakan ketua dari sebuah kelompok mafia besar. Meskipun dalam keadaan yang seperti ini, kau tetap tidak akan pernah bisa membunuhku, karena aku bisa saja menggunakan kekuasaan untuk bisa mengerahkan lebih banyak orang lagi agar memburumu hingga ke ujung lubang semut sekalipun." ucap Aditya penuh kesombongan.
"Tapi sayangnya aku tak pernah takut dengan ancamanmu, pria tua!" jawab Ken.
__ADS_1
Dooor...
Dooor...