
Setelah mendapatkan perintah dari Rama Ferdian, akhirnya anggota mafia blue diamond segera bergegas menuju ke alamat rumah dari masing-masing anggota mafia Black Eagle, mereka akan mulai menculik satu persatu anggota keluarganya dan mempersiapkan tempat untuk menyekap semuanya.
Tentunya hal itu juga yang membuat seluruh anggota blue diamond akhirnya bersorak girang, karena setelah sekian lama, Rama Ferdian kembali muncul dan memberikan sebuah perintah kepada mereka.
Semenjak kelompok mafia itu dipegang oleh Keenan Ferdian, ini adalah untuk kali pertama mantan pimpinan besar mereka memberikan perintah kembali, sehingga membuat seluruh anggota kelompok mafia blue diamond menjadi sangat bahagia. Mereka akan segera menjalankan perintah yang diberikan oleh tuan besar mereka dengan sebaik-baiknya dan tanpa menyisakan satu orang pun saksi ataupun bukti, agar di masa depan tidak menjadi batu sandungan untuk keutuhan kelompok mereka.
Bruuum...
Bruuum...
Terdengar suara mobil menderu, saat ini ada sekitar 200 mobil yang mulai keluar dari sebuah rumah besar yang berada tak jauh dari hutan. Mereka merupakan anggota dari kelompok mafia blue diamond, yang telah bersiap untuk berpencar menuju ke beberapa alamat, untuk segera melakukan penculikan.
Bahkan ada beberapa orang yang memisahkan diri, sepertinya mereka akan segera mencari tempat yang sekiranya cocok untuk dijadikan tempat penyekapan.
Para anggota mafia Black Eagle telah bersiap untuk melakukan penyerangan menuju kediaman Ferdian, mereka telah melengkapi diri dengan berbagai macam senjata tajam maupun senjata api, jumlah anggota yang dikerahkan sekitar 500 orang, mengingat Keenan Ferdian merupakan seorang ketua mafia, kemungkinan besar kediaman mereka akan dijaga dengan sangat ketat oleh anggotanya.
Hal itu diketahui oleh sang ketua mafia Black Eagle berdasarkan bocoran dari Benny Aryanto, yang memang telah berkawan semenjak masih duduk di Sekolah Menengah Pertama dengan Keenan Ferdian, tentunya sedikit banyaknya Beny mengetahui tentang seluruh keluarga Keenan, karena merwka berteman hampir 5 Tahun lamanya.
Mafia Black Eagle diketuai oleh Aditya, dia merupakan salah seorang pengusaha kuliner yang cukup ternama, namun dibalik usaha besarnya yang dilihat oleh semua orang, dia juga memiliki sebuah kelompok mafia yang telah didirikan lebih dari 5 tahun yang lalu dan telah berhasil merekrut anggota sebanyak 2000 orang.
Selama ini anggota kelompok mafia Black Eagle seringkali menerima berbagai macam permintaan dari klien mereka, seperti membunuh, menculik, merampok ataupun menyiksa orang-orang yang diinginkan oleh klien mereka, dengan bayaran yang cukup besar dan Beny adalah salah seorang klien terpenting bagi mafia Black Eagle, karena selama 5 tahun terakhir ini Beny selalu menggunakan jasa mereka dan juga mampu membayar jauh lebih besar dibandingkan dengan klien yang lainnya.
__ADS_1
Sehingga apapun permintaan dari Beni Aryanto pasti akan dipenuhi oleh Aditya beserta anak buahnya, bahkan meskipun mereka memiliki pekerjaan yang lain tetap saja permintaan dari Beni Aryanto adalah yang diutamakan.
"Apakah semuanya sudah siap?" tanya Aditya kepada salah seorang wakilnya di kelompok mafia Black Eagle yang bernama Bram.
"Sudah bos." jawab Bram.
Aditya pun mulai memperhatikan kesiapan yang dilakukan oleh anak buahnya, mulai dari mobil yang akan membawa mereka hingga persenjataan yang sudah dipersiapkan. Dia tak ingin anak buahnya mengalami kendala apapun, mengingat orang yang saat ini akan mereka basmi merupakan keluarga dari mafia nomor 1 di kota C.
''Jangan sampai ada barang yang tertunda dan pastikan apa yang diminta oleh klien kita tercapai." ucap Aditya.
"Baik bos." jawab Bram.
"Ingat untuk tetap berhati-hati! Jangan sampai kalian menarik perhatian orang-orang, pastikan bisa memasuki kediaman itu dengan selamat." ucap Aditya.
Semua orang pun langsung menganggukkan kepala, setelah beberapa saat, akhirnya mereka pun segera berangkat dari markas.
Saat ini Aditya hanya tinggal dengan 300 orang anggota di markasnya, karena ada 700 orang yang telah dia kirim untuk menjalankan beberapa tugas, sedangkan sisa yang 500 orang saat ini tengah berada di markas utama yang ada di tempat lain.
***
Lukman Alexander saat ini sudah mempersiapkan anggota mafia milik mereka, ada sekitar 1000 orang yang telah bersiap untuk segera menuju ke markas mafia Black Eagle, mengingat mereka semua telah mendapatkan perintah untuk meratakan markas itu, termasuk membunuh semua anggota kelompoknya.
__ADS_1
Lukman sendiri mempercayakan penyerangan itu pada salah seorang wakilnya yang bernama Ken, Dia adalah seorang yang sangat ahli dalam penggunaan senjata tajam, namun bukan berarti tidak mahir menggunakan senjata api, bahkan hingga hari ini sudah tak terhitung lagi berapa banyak nyawa yang telah diambil oleh tangan Ken saat dia telah memegang senjata.
Selain selalu bersikap masa bodoh terhadap orang lain, Ken merupakan orang yang paling kejam di antara seluruh anggotanya, bahkan setiap kali Ken turun, tidak ada satu orang musuh pun yang tersisa, Ken akan selalu menyelesaikan seluruh pekerjaannya tanpa meninggalkan jejak, bahkan cctv yang berada di jalan dan juga tempat kejadian akan selalu dia rusak sebelum melaksanakan pembantaian.
Anggota mafia milik Lukman yang bernama red Tiger, kali ini akan dibagi dua. 1000 orang menuju markas utama dan 1000 orang lagi menuju markas cabang yang dimiliki oleh kelompok Black Eagle, tentu mereka memiliki niat dan tujuan yang sama, namun berbeda tempat pengeksekusiannya.
Mereka juga telah melakukan pengintaian selama beberapa saat, bahkan cctv yang berada di jalan dan juga markas itu telah berhasil dibobol sejak siang tadi oleh Susan, kemudian segera dia sambungkan ke laptop milik salah seorang anggota mafia red Tiger.
Hal itu tentu saja semakin mempermudah pergerakan para anggota mafia red Tiger, mengingat saat ini mereka telah mengetahui Berapa banyak jumlah anggota yang berada di tempat itu, sehingga untuk membantai dengan jumlah yang hanya sedikit itu, Ken memutuskan untuk turun tangan sendiri.
Saat ini mereka telah berdiri di luar mobil masing-masing, ada sekitar 400 mobil yang dipersiapkan untuk mengantar kepergian dari 2000 orang anggota mafia red tiger.
"Pastikan seluruh persenjataan kalian telah lengkap." ucap Ken pada seluruh anak buahnya. Mereka pun langsung menganggukkan kepala.
"Haruskah kita membawa bom?" tanya salah seorang anak buahnya.
Ken hanya menganggukan kepala, dia memang berniat untuk menghancurkan markas mafia milik kelompok Black Eagle. "Bawa saja beberapa, mungkin kita akan membutuhkannya untuk menghancurkan markas mereka." ucap Ken memberikan instruksi.
Akhirnya anak buahnya pun langsung bergegas ke dalam untuk mengambil beberapa bahan peledak seperti bom dan juga granat, wajah anggota mafia red tiger terlihat berseri-seri, sepertinya mereka memang telah merindukan masa-masa di mana tangan mereka dipenuhi dengan darah segar yang mengucur.
Apalagi setelah mendengar bahwa mereka juga akan berpesta untuk menghancurkan markas milik kelompok mafia itu, membuat semua orang akhirnya bersorak gembira, dengan cara ini maka di masa depan tak ada satu orang pun yang akan berani untuk mencari masalah dengan kelompok mafia red tiger
__ADS_1