Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 48


__ADS_3

Setelah memberitahu hal itu, akhirnya ke-27 orang wanita itu pun segera keluar dari kediaman keluarga Ferdian dan kembali menuju rumah mereka.


Setidaknya setelah berbicara dengan Keenan Ferdian, mereka telah menyimpulkan bahwa apa yang terjadi pada Aleena saat itu bukanlah atas keinginan Keenan, melainkan karena keadaan yang membuat Keenan melakukan hal yang tak terpuji itu kepada Aleena.


Tara pun berniat untuk mengatakan hal itu, namun sepertinya dia harus menimbang berbagai hal agar tak semakin membuat Aleena terpuruk, dia tak ingin sahabat sekaligus bosnya itu kembali menjadi rapuh, hanya karena selama ini berpikir jika Keenan tidak ingin bertanggung jawab terhadapnya.


Keenan sendiri saat ini tengah berdiskusi dengan seluruh anggota keluarganya, dia pun mengungkapkan kekesalannya terhadap keluarga Alexander, yang ternyata diam-diam telah menikungnya dari belakang.


Aleena tidaklah menghilang melainkan memang saat ini berada di bawah perlindungan keluarga Alexander, yang memiliki kekayaan jauh di atas keluarga Ferdian bahkan merupakan salah satu keluarga terkaya di kota A maupun di kota C.


Mengingat hal itu membuat Keenan semakin meradang, entah apa yang harus dia lakukan agar bisa kembali merebut Aleena dari Pria tua yang bernama Lukman Alexander itu, sedangkan hingga saat ini bahkan Keenan maupun seluruh anggota mafianya belum mengetahui wajah dari seorang Lukman Alexander.


Meskipun keluarga Ferdian memiliki perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan milik keluarga Alexander, nyatanya hingga saat ini Keenan hanya bisa bertemu dengan seorang pria yang bernama Markus yang merupakan orang kepercayaan dari Lukman Alexander sebagai pemilik perusahaan.


Bahkan berkali-kali dia mencoba untuk melacak keberadaan dari Lukman Alexander, nyatanya Keenan lagi-lagi menemui jalan buntu, entah apa yang telah diperbuat oleh pria tua bangka itu sehingga akhirnya Aleena bersedia dipersunting olehnya.


Dia harus segera menyelamatkan Aleena dan juga putra kecilnya, karena dia tak ingin Kenzy memanggil Lukman sebagai ayahnya, Keenanlah yang lebih berhak sebagai ayah kandungnya.


Tuan besar Ferdian berkali-kali mengingatkan kepada Keenan untuk tidak gegabah dalam menghadapi keluarga Alexander, walau bagaimanapun keluarga itu merupakan keluarga tersembunyi, sehingga bisa saja salah seorang diantara mereka menyamar dan menjadi orang lain, mengingat hingga saat ini tidak ada satu orang pun yang pernah melihat wajah dari Lukman Alexander tersebut.


Namun sepertinya saat ini Keenan telah dibutakan oleh rasa cemburu, sehingga dia lagi dan lagi terus saja mencoba untuk mencari tahu keberadaan dari Lukman Alexander, dia sangat yakin jika saat ini Aleena dan juga putranya pasti berada di tangan pria tua bangka itu.


Apalagi ke 27 orang wanita itu tidak mau mengatakan hubungan antara Aleena dengan Lukman Alexander, sehingga membuat kekesalan di hati Keenan semakin menumpuk terhadap Lukman Alexander.


.


.


.


Tara berkali-kali mengunjungi kota A hingga akhirnya dia memiliki keberanian untuk mengungkapkan hal yang sebenarnya tentang Keenan Ferdian kepada Aleena, meski dia belum yakin bagaimana tanggapan dari bosnya itu, tapi Tara tetap berniat untuk menyatukan kembali Aleena dan juga Keenan Ferdian demi putra mereka yaitu Kenzy.

__ADS_1


Tara tak ingin Kenzi hidup tanpa mengetahui siapa ayahnya dan dia pun berpikir untuk segera memberitahukan Kenzy setelah dia beranjak besar nanti, namun ternyata tanggapan dari Aleena tidak seperti yang diharapkan oleh Tara, wanita itu tetap saja diam tanpa mengeluarkan satu patah kata pun untuk menjawab ucapan dari Tara.


Saat ini Aleena masih memikirkan kebenaran dari apa yang telah diucapkan oleh Tara sehingga dia tetap diam dan tak bereaksi sama sekali.


Tap...


Tap...


Tap...


Sari Baru saja melangkahkan kakinya ke lantai dua, tepat di mana saat ini Tara tengah berbicara dengan Aleena, diam-diam wanita paruh baya itu pun mendengarkan pembicaraan kedua orang yang sudah dianggap sebagai putrinya itu.


Sari menganggukkan kepalanya perlahan, sepertinya wanita paruh baya ini mulai mengerti situasi yang dialami oleh Aleena dan juga Keenan Ferdian, sehingga dia juga memiliki pemikiran yang sama untuk mencoba mendekatkan kembali Keenan dengan Putri angkatnya itu.


"Bagaimana kabarmu, Tara?" tanya Sari tiba-tiba saja muncul di belakang kedua orang wanita yang tengah mengobrol itu.


"Aku baik bu. Bagaimana kabar ibu?" tanya Tara.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Sari.


"Hanya sedikit masalah kecil." jawab Tara.


Dia tak ingin mendahului Aleena untuk menceritakan masalah yang saat ini tengah dialaminya kepada Sari, namun sepertinya wanita paruh baya itu mengerti dengan jalan pikiran Tara yang memang jauh lebih dewasa dibandingkan dengan Aleena yang baru saja menginjak usia 23 tahun.


"Ikuti kata hatimu, Aleena. Ibu yakin kamu akan segera mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan yang saat ini tengah memenuhi pikiranmu, percayakan semuanya pada yang di atas, jangan terlalu memaksakan diri untuk mencari tahu! Suatu saat nanti kamu akan mendapatkan kebenarannya sendiri, Aleena." ucap Sari.


Aleena segera melirik ke arah ibunya, kemudian dia pun menyunggingkan senyuman tipis, pertanda mengerti apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu.


Sedangkan Tara bergegas untuk turun ke lantai 1 dia akan segera membuat minuman segar untuk dinikmati bersama bos dan juga Ibu Bosnya itu.


.

__ADS_1


.


.


3 tahun kemudian.


Aleena melangkahkan kakinya menuju ke dalam pesawat terbang dengan Putra kecilnya Kenzy yang saat ini telah berusia hampir 5 tahun. Raut wajah bocah itu terlihat sangat dingin, jauh berbeda dengan anak-anak lain yang seusianya.


Selama tinggal di kota A, Kenzy sering kali diajak oleh Markus yang merupakan orang kepercayaan dari Lukman Alexander, untuk datang ke markas mafia milik kakeknya.


Dia selalu melihat ratusan anggota mafia itu berlatih ilmu beladiri dan juga menggunakan senjata, sehingga sejak Kenzy berusia 4 tahun, dirinya sudah tak asing lagi dengan berbagai macam senjata tajam maupun senjata api.


Meski dia tak pernah mengetahui siapa ayahnya, namun sepertinya Kenzy sangatlah acuh, dia bahkan tak pernah bertanya sekalipun pada Aleena, meskipun seringkali dia melihat anak-anak seusianya berjalan bersama kedua orang tuanya.


Kenzy seolah sudah mengetahui apa yang terjadi dengan ayah dan juga ibunya sehingga terpisah, jadi bocah itu tak ingin ibunya kembali menitikan air mata, karena merasa sedih atas apapun yang telah menimpa hidupnya di masa lalu.


baru saja Aleena melangkah keluar dari dalam pesawat sambil menggandeng tangan mungil Kenzy, tiba-tiba dari arah jauh seorang pria mengambil ponsel dan segera merekam mereka, kemudian segera mengirimkannya kepada seseorang.


Tak lama ponsel orang itu pun bergetar pertanda ada panggilan masuk dari orang yang tadi dia kirimi video itu.


📱"Dimana dia sekarang?" tanya suara dari seberang panggilan.


📱"Saat ini nyonya muda telah turun dari pesawat tuan, haruskah kami mengikutinya?" tanya pria itu.


📱"Tak perlu! Tahan saja dia sebentar! aku akan datang dalam 10 menit." ucap pria di seberang panggilan itu seraya menutup panggilan teleponnya.


Baru saja Aleena akan keluar dari bandara, tiba-tiba beberapa orang pria berpakaian hitam segera berbaris rapi dan membungkukkan badan di hadapan nya seraya menyapa Alena yang baru saja kembali dari kota A.


"Selamat datang kembali di kota C, nyonya." ucap mereka serempak.


Alena terlihat bingung dengan kelakuan pria berpakaian hitam itu, sedangkan Kenzy langsung mengarahkan tatapan tidak sukanya, karena saat ini perjalanan mereka terganggu.

__ADS_1


"Siapa badjingan yang menyuruh kalian mengganggu perjalanan kami?" tanya Kenzy dengan dingin.


__ADS_2