
Keenan tertawa terbahak-bahak melihat tingkah ke-27 orang wanita yang kini menodongkan senjata ke arahnya, dia tak menduga jika Aleena memiliki anggota yang ternyata begitu setia dan juga siap untuk membalaskan dendam atas namanya terhadap Keenan.
Namun hal itu tentu saja tak membuat si pemuda patah semangat, dia masih terus mendesak agar ke-27 orang wanita yang saat ini tengah duduk dengan posisi mengacungkan senjata itu bersedia untuk membuka mulut dan memberitahu keberadaan Aleena.
"Untuk apa kami memberitahumu? Bukankah selama ini kau juga tak berniat untuk mencari keberadaan dari bos kami?" tanya Dhea seraya menarik turunkan alisnya.
Keenan melirik ke arah wanita konyol itu, kemudian menjawab dengan santai "Aku sudah mencari dia selama dua setengah tahun ini, hanya saja identitas dan keberadaannya seolah telah disembunyikan oleh seseorang, sehingga hacker terbaikku sekalipun tak mampu untuk melacaknya." jawab Keenan.
"Jika hanya bicara saja, semua orang juga pasti bisa melakukannya." ucap Tara mencibir.
Keenan tak menjawab ucapan dari wanita itu, dia hanya mengeluarkan sebuah ponsel dari saku jas yang dipakainya kemudian segera menghubungi Arya untuk segera datang ke rumahnya dan membawa bukti-bukti bahwa selama ini Keenan memang telah mencari keberadaan Alena.
Hanya dalam waktu 10 menit, tiba-tiba saja terdengar suara deru mobil yang berhenti tepat di halaman rumah itu, seorang pemuda berkacamata muncul, di tangannya ada beberapa map dan juga sebuah kotak hitam kecil.
Tanpa berbasa-basi, Arya segera menyimpan map dan juga kota kecil itu di atas meja, agar ke-27 orang wanita yang saat ini sedang berhadapan dengan bosnya itu melihat apa saja yang dibawanya.
Tara menurunkan senjatanya dan langsung saja mengambil map yang ada di sana, matanya terbelalak begitu melihat banyaknya tempat yang telah didatangi oleh orang-orang Keenan untuk mencari Aleena, bahkan terlihat beberapa salinan pembayaran yang dilakukan oleh Keenan saat dia menyewa beberapa orang detektif untuk mencari keberadaan Aleena.
Tara pun beralih ke kotak berwarna hitam, begitu dia membuka kotak itu, Tara lagi-lagi dibuat terkejut karena ternyata isi dari kotak itu adalah foto-foto Aleena.
Akhirnya Keenan pun menceritakan apa yang terjadi malam itu sehingga dia merenggut kehormatan Aleena, dan bagaimana perjuangannya selama ini dalam mencari keberadaan wanita itu, sehingga dia harus mengerahkan seluruh anak buahnya dan juga menyewa beberapa orang detektif untuk melacak keberadaan Aleena.
Namun ternyata sebesar apapun usaha yang dilakukan oleh Keenan,nyatanya tak mampu menemukan keberadaan Aleena yang seperti menghilang bagaikan ditelan bumi.
Akhirnya ke-26 orang wanita yang sejak tadi masih menodongkan senjata pada Keenan pun segera kembali menyimpan senjata mereka dan mulai membaca satu persatu isi dari map yang telah dibawa oleh Arya.
Susan tertawa terbahak-bahak, ternyata kemampuannya jauh di atas kemampuan para hacker kepercayaan Keenan, sehingga hasil kerjanya tak bisa dibobol meski Keenan telah mengerahkan seluruh orang-orangnya untuk bisa mendapatkan informasi tentang Aleena.
__ADS_1
"Kalian sudah mengetahui seluruh kejadian yang sebenarnya, sekarang katakan padaku! di mana Aleena?" tanya Keenan.
Sedangkan ke-27 orang wanita itu terlihat saling berpandangan, kemudian mereka pun saling melemparkan senyum.
"Apakah yang ada di otak kecilmu itu hanya Aleena dan Aleena saja tuan keenan Ferdian? Tidakkah kau ingin bertanya padaku, Siapa nama putra kecilmu itu?" tanya Tara.
Wajahnya terlihat sinis seolah dia tidak menyukai pertanyaan yang dilontarkan oleh Keenan.
"Baiklah! Katakan padaku siapa nama putraku?" tanya Keenan kembali.
"Jika aku menjawabnya, maka katakan padaku apa yang akan aku dapatkan?" tanya Tara.
"Apapun yang kalian inginkan! Asalkan aku bisa menemukan anak dan juga calon istriku, aku akan dengan senang hati memberikannya." ucap Keenan dengan yakin.
"Bahkan jika aku menginginkan seluruh harta kekayaanmu?" tanya Tara.
Arya langsung saja berlari menuju ke lantai atas, tempat di mana kamar Keenan berada, tak sampai 5 menit, Arya pun sudah kembali ke ruang tamu dan menyerahkan beberapa dokumen yang isinya merupakan surat-surat kepemilikan rumah, tanah, perusahaan dan juga beberapa deposito milik Keenan Ferdian.
Ke-27 orang wanita itu tak menyangka jika Keenan bersedia melepaskan seluruh harta miliknya hanya demi mendapatkan berita tentang Aleena. Dhea terlihat mulai memasang sifat rakusnya, tangan wanita itu segera terulur untuk memeriksa dokumen-dokumen yang saat ini ada di atas meja, dia pun segera berceloteh kepada Susan.
"Apa kau yakin jika surat-surat ini asli?" tanyanya.
Keenan mendelik ke arah Dhea "Apa kau meragukan semua berkas yang ada di hadapanmu?" tanya Keenan.
"Jangan tersinggung! Hanya saja aku merasa sedikit aneh dengan tindakanmu, bahkan saat kami meminta seluruh harta kekayaanmu, kau dengan sangat santainya langsung mengeluarkan seluruh surat-surat penting ini di hadapan kami. Bukankah itu patut untuk dicurigai?" ucap Tara, tangannya terlihat menyimpan kembali berkas-berkas itu diatas meja dengan perlahan.
"Aku bukan seorang pecundang! Jika aku mengatakan Iya maka jawabannya tetap Iya. bahkan jika kalian menginginkan nyawaku, selama itu untuk kebahagiaan Aleena dan juga anakku, aku bersedia memberikannya." jawab Keenan bersungguh-sungguh.
__ADS_1
"Baiklah! Aku mengalah, nama putramu adalah Kenzy." jawab Dhea.
"Hanya itu? Apakah Aleena memberikan nama yang sesingkat itu untuk putra Kecilku?" tanya Keenan, dia benar-benar tak mengerti kenapa Aleena memberikan nama yang begitu pendek untuk putranya.
"Tentu saja tidak! Tapi jika aku mengatakannya, mungkin kau akan terkena serangan jantung." jawab Dhea acuh tak acuh. Tangannya segera mengambil kue yang telah tersaji sejak tadi.
"Apa maksudmu?" Keenan mendelik ke arah Dhea.
"Jika aku memberitahukan nama putramu secara lengkap, aku tak yakin jantungmu masih berada di tempatnya." ucap Dhea kembali.
"Baiklah! Aku tak peduli apapun maksudmu. Sekarang katakan, Siapa nama panjang dari Putraku?" tanya Keenan.
"Namanya Kenzy Pratama Alexander." ucap lima orang wanita bersamaan sambil tersenyum ke arah kanan.
Deg...
Deg...
Deg...
Jantung Keenan seolah akan segera melompat dari tempatnya begitu mendengar nama Alexander disebut oleh kelima orang wanita itu secara bersamaan, dia tak menduga jika putranya itu akan menyandang nama Alexander di belakang nama kecilnya.
Itu merupakan suatu penghinaan untuknya, Kenzy adalah darah dagingnya, seharusnya anak itu menyandang nama Ferdian, dibelakang nama kecilnya. Tak lama Keenan pun segera menggebrak meja dengan sangat kencang, hingga membuat semua orang melotot ke arahnya.
Brak...
Bahkan nyonya Ferdian hampir saja melompat dari tempatnya, karena kaget dengan kelakuan putra semata wayangnya itu.
__ADS_1
"Sial! jangan katakan jika Aleena menikahi bandot tua Alexander itu! Jika tidak, aku pasti akan segera menghancurkan pria tua yang telah berani merebut calon istriku itu!" ucap Keenan Dengan berang, bahkan saat ini deru nafas pria itu terdengar sangat kencang.