Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 74


__ADS_3

Di kediaman keluarga Ferdian saat ini, terlihat semua orang tengah berkumpul. Susan baru saja kembali dari kafe tempat di mana dirinya tadi mendapatkan berita buruk, dia pun segera memberitahukan semua orang yang saat ini hadir di ruang tamu, untuk segera menyusun rencana pembalasan dendam terhadap Beny Aryanto yang ternyata diam-diam telah menjalin kerjasama dengan seorang Indra Hermawan dan juga Robert Darmawan.


Awalnya Keenan Ferdian merasa tidak memiliki masalah dengan Robert, namun setelah mendengar penjelasan yang diucapkan oleh Susan bahwa Robert merupakan teman dekat dari seorang Indra dan juga Beny Arianto, sehingga membuat pria itu akhirnya meyakini bahwa ketiganya memiliki kerjasama dan harus segera mereka lenyapkan dengan sangat cepat.


Akhirnya mereka pun memutuskan untuk segera menggerakkan tiga kelompok mafia, agar segera membantai orang-orang yang telah membuat masalah itu. Apalagi setelah Susan melacak berbagai macam informasi, akhirnya dia mengetahui bahwa saat ini ada sebuah kelompok mafia besar yang bernama Black Bat ikut bergabung dan menjadi bekingan bagi kedua orang pengusaha.


Hal itu tentu saja membuat anggota mafia blue diamond mulai menyeringai, sepertinya saat ini mereka ingin segera melakukan sebuah pembantaian, sehingga dengan sangat cepat mereka pun menggerakkan tangan untuk berselancar di atas keypad laptop miliknya dan mencari keberadaan markas mafia Black bat tersebut.


Setelah melakukan pencarian selama hampir 3 jam, akhirnya anggota blue diamond mendapatkan titik terang, tentang di mana keberadaan markas mafia yang menjadi lawan bos mereka saat ini.


Hanya dengan satu kali anggukan kepala dari Keenan Ferdian, akhirnya anggota mafia blue diamond pun segera undur diri dari rumah milik keluarga Ferdian, untuk segera kembali dan memberitahu anggotanya agar bersiap untuk melakukan penyerangan terhadap markas mafia black bat yang berada di tengah hutan.


Sementara 500 orang anggota kelompok blue diamond akan tetap berada di kediaman milik keluarga Ferdian untuk tetap berjaga-jaga, mereka tidak bisa melonggarkan pengawasan begitu saja, mengingat saat ini begitu banyak musuh yang tengah dihadapi oleh Keenan Ferdian.


Keenan bahkan saat ini telah menghubungi Arya, sepertinya orang kepercayaannya itulah yang akan segera memimpin penyerangan terhadap markas mafia yang menjadi backingan musuhnya itu.


Arya yang memang selama ini merasa sangat suntuk dengan berbagai pekerjaan kantor yang ditinggalkan oleh Keenan, tentu saja merasa sangat senang hati, dirinya telah lama merindukan pertempuran dan juga darah, akhirnya dia bisa mendapatkan waktu yang sangat tepat sebagai sasaran amukan atas kepenatan yang dirasakannya selama 2 bulan terakhir.


Arya pun langsung bergerak menuju markas mafia blue diamond, dia akan segera menjadi komando utama dan satu-satunya pemimpin penyerangan pasukannya.

__ADS_1


Kedatangan Arya langsung disambut dengan sangat baik oleh anggota kelompok mafia blue diamond, mereka sangat senang karena akhirnya wakil ketua mereka akan memimpin penyerangan. Mengingat selama ini Arya yang selalu berpenampilan seperti seorang pria cupu itu, memiliki jiwa psikopat yang tersembunyi di dalam tubuhnya, sehingga terkadang membuat anggota mafia blue diamond bergidik ngeri jika harus berurusan dengan Arya.


"Bagaimana pasukan kita? Apakah sudah siap?" tanya Arya kepada salah seorang anggota mafianya.


Mereka pun segera menganggukkan kepala, kemudian menunjuk ke arah garasi di mana saat ini 300 mobil telah bersiap untuk diberangkatkan. Arya segera melangkahkan kakinya ke arah sebuah ruangan yang berada di ujung markas milik mafia blue diamond, dia sengaja akan mengambil beberapa senjata yang tersimpan dengan sangat rapi di sana.


Mengingat selama ini Keenan selalu memperingatkan, agar seluruh anggota kelompoknya, menata seluruh persenjataan milik mereka dengan sangat baik.


Arya saat ini memilih beberapa senjata yang dia rasa cukup untuk menunjang penampilannya, bahkan wajah cupu yang selalu menjadi andalannya, kini telah berubah. Pemuda itu segera menyimpan kacamata bulat miliknya dan berganti pakaian, rambutnya di sugar dengan sangat rapi.


Dia pun menggunakan pakaian serba hitam dan juga penutup wajah, Arya sengaja melakukan hal itu sebagai sebuah penyamaran, dia tak pernah mau menunjukkan identitas aslinya di hadapan musuh-musuh yang harus dibabat habis olehnya. Siapapun pasti akan terkecoh, apalagi penampilan Arya yang selalu terkesan sebagai seorang pria cupu dalam kesehariannya, membuat semua orang berpikir jika pemuda itu adalah seseorang yang sangat polos dan tanpa dosa.


Mereka tidak tahu saja jika orang yang mereka pikir sebagai seorang yang bodoh, merupakan wakil ketua mafia terbesar yang ada di kota C bahkan memiliki kekejaman yang sama dengan bosnya Keenan Ferdian.


Arya tidak akan memperdulikan apapun yang terjadi di kota C, saat ini masih ada dua kelompok mafia lagi yang bisa mengurus keberadaan dari Indra dan juga rekan-rekannya. Dirinya hanya harus fokus untuk segera menghancurkan markas mafia black bat dan juga melenyapkan seluruh anggota kelompoknya.


Dia tak ingin di masa depan kelompok mafia itu membuat pembalasan dendam terhadapnya, mengingat saat ini Arya telah diam-diam jatuh hati pada seorang wanita yang merupakan anak buah dari Aleena dan berniat untuk meminangnya dalam waktu dekat.


Arya begitu menyukai Rima yang selalu terkesan ketus terhadap dirinya, namun entah kenapa pemuda itu merasa jika dirinya tak bisa berpaling dari wanita yang telah membuatnya tak nyenyak tidur dan juga tak kenyang makan. Dia bahkan selalu mencari cara untuk bisa bertemu dengan Rima, meskipun pada akhirnya usaha yang dia lakukan tetaplah sia-sia.

__ADS_1


Bruuuum...


Bruumm...


Bruuum....


300 mobil langsung berangkat menuju ke hutan, Arya saat ini berada di mobil yang paling depan sebagai pemimpin jalan, dia tentu saja tidak akan membiarkan kelompok mafia black bat melakukan penyerangan terlebih dahulu, terhadap majikannya.


Walau bagaimanapun dia harus segera melenyapkan kelompok itu, sebelum akhirnya menjadi batu sandungan untuk jalannya di masa depan dalam membina hubungan pernikahan dengan Rima.


.


.


.


Di dalam markas mafia black bat saat ini, terlihat ada sekitar 1000 orang anggota kelompok yang tengah mendengarkan rencana yang telah dibuat oleh Bos Besar mereka, setelah mendapatkan sejumlah uang yang sangat banyak dari Indra Hermawan dan juga Beny Arianto, sang Bos besar pun segera mengumpulkan seluruh anggota kelompoknya untuk membahas rencana penghancuran keluarga besar Ferdian.


Hal itu tentu saja disambut baik oleh seluruh anggota kelompok, apalagi setelah mereka mendengar upah besar yang telah diberikan oleh Beny Arianto untuk kerja keras mereka dalam melenyapkan seluruh anggota keluarga Ferdian.

__ADS_1


Boooom...


Tiba-tiba saja terdengar sebuah ledakan besar di salah satu ruangan, yang ada di dalam markas milik anggota kelompok mafia black bat, hal itu tentu saja membuat seluruh anggota kelompok yang saat ini tengah menyusun rencana akhirnya segera berdiri dan bersiap untuk menyambut serangan yang datang ke markas mereka.


__ADS_2