
Keenan Ferdian sebenarnya bisa saja melawan Tara, namun saat itu pikirannya tengah melayang mengingat kembali kejadian antara dirinya dan juga Aleena, sehingga membuat dia tidak fokus dan akhirnya keadaan itu dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Tara untuk memberikan beberapa kali serangan dengan sekuat tenaga ke arah wajah Keenan Ferdian, hingga akhirnya wajah Tampan itu pun menjadi babak belur di tangan Tara.
Seluruh anggota keluarga Ferdian akhirnya segera keluar dari dalam kediamannya dan langsung berhambur ke arah Putra kesayangan mereka, yang saat ini tersungkur di atas jalanan aspal, mereka benar-benar tak menyangka jika ke-27 orang wanita yang saat ini berdiri di depan kediaman mereka, merupakan orang-orang yang terlatih dan memiliki ilmu bela diri, sehingga akhirnya dengan hanya beberapa kali tinjuan tangan wanita itu, Keenan pun ambruk terjatuh dengan wajah yang langsung tersungkur ke atas aspal.
"Berhenti! Apa yang kalian lakukan? Apakah ini yang diajarkan oleh orang tua kalian? membuat masalah dengan keluarga lain? Apalagi menyerang kediamannya pada malam hari? Jika kalian memang memiliki kemampuan dan juga keberanian, Kenapa tidak mendatangi kediaman kami di tengah hari saja?" tanya tuan besar Ferdian sambil menatap nyalang ke arah 27 orang wanita yang saat ini berdiri sembari melipat kedua tangan mereka di depan dada.
"Diam kau, kakek tua bangka! Ini bukan urusanmu, kau tanyakan saja pada cucu kesayanganmu itu, apa yang telah dia lakukan terhadap bos kami?" teriak Rima.
Sepertinya wanita yang selalu kalem itu pun akhirnya merasa kesal dengan tindakan dari keluarga Ferdian, yang malah membantu Keenan yang saat ini masih meringis menahan sakit, setelah sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Jika kalian memang ingin menyelesaikan masalah ini baik-baik, datang kembali besok." ucap tuan besar Ferdian.
"Menyelesaikan baik-baik katamu? Apa kau tahu kakek tua bangka? Cucu kesayanganmu itu telah menjadi seorang pecundang! yang telah melecehkan seorang gadis kemudian pergi begitu saja tanpa bertanggung jawab." teriak Tara dengan sangat kencang.
Dia tak lagi memikirkan apapun saat ini, yang ada di hati dan juga pikirannya hanyalah melampiaskan seluruh kekesalan dan juga sakit hatinya kepada seorang Keenan Ferdian yang telah menghancurkan kehidupan Aleena, Dewi penolong mereka.
"Cucuku tak pernah berniat untuk meninggalkan Aleena, hanya saja dia hingga saat ini belum bisa menemukan keberadaan calon istrinya itu. Jika kau memang benar-benar sahabat dan juga saudaranya, katakan pada kami di mana Aleena? Jika perlu besok pagi kami akan segera mendatangi kediamannya untuk melamar dan juga menjadikan dia sebagai seorang Nyonya muda Ferdian mendampingi cucuku keenan." ucap tuan besar Ferdian.
__ADS_1
Sepertinya saat ini dia merasa memiliki kesempatan untuk bisa bertemu dengan Aleena, karena ternyata ke-27 orang wanita yang saat ini datang menyerang kediamannya merupakan orang-orang atau anak buah dari Aleena.
"Huh..! Dasar kakek tua bau tanah! tahu apa kau? cucumu itu memang tak tahu diri! Dia pantas untuk kami hajar hingga mati." ucap Shinta.
Kali ini wanita itu pun ikut mengeluarkan suaranya, sepertinya dia juga mulai merasa sangat jengah melihat keluarga Ferdian yang seolah-olah merupakan orang baik-baik.
Tiba-tiba saja 20 mobil berwarna hitam muncul di depan rumah kediaman keluarga Ferdian dan sekitar 80 orang pria bertubuh besar pun keluar dari dalam mobil.
Mereka adalah anak buah Keenan yang merupakan perkumpulan mafia yang cukup ternama dan sangat ditakuti di seluruh kota C, ke-27 orang wanita itu pun memicingkan matanya, meski malam ini mereka harus mati, mereka tak akan pernah mundur dan pasti akan terus meminta pertanggungjawaban pada pria brengsek seperti seorang Keenan Ferdian.
Keenan akhirnya berdiri, meskipun saat ini dia masih merasakan perih dan juga kebas di wajahnya, kemudian dia pun segera memerintahkan kepada 80 orang anak buahnya untuk tidak melakukan apapun, terhadap perkumpulan wanita yang saat ini masih berdiri dengan sangat angkuh di hadapan mereka semua.
"Keenan!"Panggil Nyonya Ferdian, sepertinya wanita paruh baya itu tidak ingin ke-27 orang wanita yang saat ini ada di hadapan mereka, melangkahkan kaki masuk ke dalam kediaman, setelah melakukan penyerangan hingga membuat rumah mereka berantakan, bahkan kaca-kaca rumah itu pun saat ini terlihat pecah dan berserakan di atas lantai.
"Kita selesaikan masalah ini di dalam! Masuklah!" ucap Keenan.
"Jadi kau tak berani melawan kami di luar dan kau ingin kami masuk ke dalam rumahmu, agar ke-80 orang anak buahmu itu bisa menghajar kami? Benar-benar pria yang sangat licik!" ucap Tara.
__ADS_1
Keenan pun segera berbalik, dia menatap Tara dengan pandangan yang tak bisa diartikan begitu saja.
"Aku tak memiliki niat buruk terhadap kalian, tapi sepertinya kedatangan kalian akan membuat langkahku untuk bisa menemukan calon istriku lebih mudah, karena itulah kita bicarakan masalah ini di dalam. Apapun kompensasi yang kalian inginkan dariku ,akan aku berikan." ucap Keenan.
"Oke." jawab Tara.
Mereka pun segera mengambil berbagai macam senjata yang ada di dalam mobil mereka, kemudian membawanya masuk ke dalam kediaman Ferdian, sebagai tindakan untuk berjaga-jaga kalau-kalau Keenan berubah pikiran dan langsung memerintahkan ke 80 orang anak buahnya untuk menyerang mereka.
Keenan hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan, sepertinya ke-27 orang wanita ini terlalu berwaspada pada dirinya, padahal dia hanya ingin berbicara baik-baik agar bisa segera menemui Aleena.
Akhirnya mereka pun segera melangkah ke dalam rumah keluarga Ferdian, setelah berada di dalam, Keenan segera memerintahkan pada para pelayan untuk menyiapkan minuman dan juga beberapa cemilan untuk menyambut kedatangan tamu mereka, kemudian mempersilahkan ke-27 orang wanita itu untuk duduk di atas sofa besar yang ada di ruang tamu rumahnya.
Dhea dan kawan-kawan akhirnya mendudukkan diri mereka di dalam ruang tamu milik keluarga Ferdian, mereka saat ini merasa sangat aneh dengan sifat Keenan Ferdian yang tidak membalas serangan yang diberikan oleh Tara, tapi justru menyambut mereka di dalam kediamannya.
Tak lama para pelayan pun segera datang dan menyajikan minuman beserta beberapa kue kecil di atas meja, Keenan segera mempersilahkan ke-27 orang tamunya untuk menikmati minuman dan juga cemilan ala kadarnya yang sudah disajikan oleh para pelayan di rumah itu.
Sedangkan ke 80 orang anak buah Keenan saat ini terlihat berdiri di luar rumah mereka berjaga kalau-kalau ke 27 orang wanita itu kembali membuat ulah di dalam kediaman keluarga Ferdian.
__ADS_1
"Katakan padaku, dimana Aleena saat ini?" tanya Keenan tanpa basa-basi. Hingga membuat ke 27 orang wanita itu melotot dan spontan menodongkan senjata mereka ke arah Keenan.