Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 65


__ADS_3

Akhirnya anggota kelompok mafia Black Eagle segera berbalik dan melihat seorang wanita yang saat ini tengah berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada, pandangannya terlihat begitu tajam dengan raut wajah yang sangat dingin, kontras dengan bentuk wajahnya yang mungil dan juga sangat cantik.


"Siapa kau?" tanya salah seorang anggota kelompok mafia itu.


Wanita itu pun tertawa terbahak-bahak, "Apakah kalian merasa jika pertanyaan itu tidak terbalik? Harusnya aku yang bertanya! Siapa kalian dan apa yang kalian lakukan di rumahku?" ucap wanita itu dengan sangat dingin.


Mendengar hal itu tentu saja membuat anggota kelompok mafia Black Eagle pun segera berwaspada, sepertinya saat ini mereka telah berhadapan dengan salah seorang anggota keluarga Ferdian.


"Oh... Jadi rupanya kau adalah salah seorang anggota keluarga Ferdian? Itu sangat bagus! Sekarang juga, cepat buka pintunya dan biarkan kami masuk." ucap salah seorang dari anggota mafia Black Eagle dengan sangat sombong.


"Cih! Ingin masuk kerumahku? Memangnya siapa kalian? sehingga aku harus membiarkan kalian semua menginjakkan kaki di rumahku?" tanya wanita itu kembali.


"Apa kau belum tahu siapa kami? Kami adalah anggota mafia Black Eagle, yang datang untuk menghabisi seluruh anggota keluarga Ferdian! Apa kau tahu? Sekarang juga buka pintunya atau Aku akan segera membunuhmu di tempat ini." ucap salah seorang anggota mafia itu sambil menodongkan senjata api di depan wanita yang saat ini terlihat menyunggingkan senyuman sinis.


"Ingin membunuhku? Sepertinya kalian salah orang!" ucap wanita itu tanpa memperdulikan senjata api yang saat ini telah ditodongkan di kepalanya.


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Bak! Buk!


Duagh...


Tanpa basa-basi wanita itu segera melayangkan tinjunya kepada beberapa orang anggota mafia Black Eagle, hingga membuat mereka terhuyung ke belakang.


Mata mereka terlihat menatap nyalang pada wanita yang saat ini berdiri angkuh, setelah berhasil memberikan serangan kepada beberapa orang di antara mereka.


"Apa kau sudah bosan hidup, sehingga berani menyerang kami?" tanya salah seorang anggota mafia Black Eagle.


"Sepertinya kalianlah yang telah bosan hidup, sehingga berani datang ketempat ini dan berniat menyerang kediamanku." ucap wanita itu sambil bertepuk tangan tiga kali.


Prok...

__ADS_1


Prok...


Prok...


Sebuah layar lebar tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka semua, tak lama terlihat sebuah rekaman yang berisi keluarga mereka yang saat ini berada dalam sebuah tempat yang lebih mirip dengan penjara, hal itu tentu saja membuat anggota mafia Black Eagle langsung memelototkan mata.


Bagaimana mungkin wanita di hadapannya itu mengetahui identitas asli mereka? sehingga menculik dan juga menyekap seluruh anggota keluarga yang selama ini mereka jaga. Bahkan mereka melihat sendiri bagaimana anak, istri dan juga orang tua mereka yang dikurung dalam sebuah ruangan yang sekelilingnya dipenuhi oleh jeruji besi.


"Sial! Lepaskan keluarga kami! Atau aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu!" teriak salah seorang anggota mafia Black Eagle setelah melihat rekaman yang berisi tentang istri dan juga bayinya yang terus menangis.


Meskipun selama ini dia bekerja dengan cara yang kotor, namun semua itu dia lakukan demi untuk memenuhi kebutuhan hidup anak dan juga istri yang sangat dicintainya, melihat keadaan keluarganya yang seperti itu tentu saja membuat pria itu semakin berang dan ingin segera melampiaskan kekesalannya pada wanita yang saat ini menyunggingkan seringaian keji di wajahnya.


''Jika kau pikir kau bisa menyentuhku, maka kau salah! Bahkan saat ini seluruh anggota mafia Black Eagle telah kami musnahkan!" ucap wanita itu.


Tak lama layar pun berganti, mereka dengan mata sendiri melihat bagaimana orang-orang mereka dibunuh, dengan cara yang sangat sadis. Bahkan Aditya sang Bos terpaksa meregang nyawa setelah disiksa berkali-kali oleh seorang pemuda, setelah tubuhnya mendapatkan beberapa kali tusukan dan juga tembakan sehingga darah mengucur dengan sangat deras, dan membuatnya mati karena kehilangan banyak darah.


Mereka juga bisa melihat, bagaimana markas yang selama ini dijadikan tempat mereka bernaung untuk mencari nafkah, akhirnya dihancurkan hingga perlahan-lahan keegoisan dan juga kesombongan mereka mulai turun, tak ada lagi yang bisa menolong keluarga mereka, terlebih saat ini keberadaan anggota kelompok mafia Black Eagle seakan telah menghilang dari peradaban.


"Apakah sambutanku ini cukup menyenangkan untuk kalian semua? aku hanya ingin menunjukkan bagaimana keadaan keluarga kalian, sebelum akhirnya kalian semua mati." ucap wanita itu dengan suara yang semakin dingin dan juga datar.


Beberapa orang anggota mafia Black Eagle terlihat berlutut di hadapan wanita itu, mereka memohon agar seluruh anggota keluarganya dilepaskan. Bahkan mereka juga berjanji untuk tidak mengganggu keluarga Ferdian lagi di masa depan.


"Tolong ampuni kami dan lepaskan seluruh keluarga kami, kami berjanji tidak akan mengganggu keluarga kalian lagi di masa depan." ucap mereka.


Namun hal itu tidak membuat si wanita menjadi kasihan, dia bahkan terlihat semakin menikmati permainan yang dibuatnya.


"Hahaha..." wanita itu tertawa terbahak-bahak, kepuasan begitu nampak di wajahnya yang sangat dingin.


"Karena kalian, suamiku harus masuk rumah sakit dan aku harus melepaskan kalian? Ciiih! Jangan pernah bermimpi." ucap wanita itu.


Tak lama 27 orang wanita pun muncul di belakang wanita yang saat ini masih tetap berdiri dengan kesombongan penuhnya, mereka juga turut menyaksikan kepedihan dan juga kesedihan yang kini dirasakan oleh anggota kelompok mafia Black Eagle.


"Bagaimana rasanya menyaksikan keluarga kalian dalam bahaya? Itu juga yang dirasakan oleh orang-orang yang telah kalian sakiti. Jika berfikir bahwa aku akan mengampuni kalian, maka jawabannya adalah tidak! Tapi sebelum itu, aku ingin kalian menyaksikan sendiri bagaimana jika melihat anggota keluarga kalian kami siksa dan bunuh terlebih dahulu!" ucap wanita itu lagi.

__ADS_1


Tentu saja saat ini, ke 500 orang anggota kelompok mafia black eagle pun semakin kalang kabut, mereka terus memohon bahkan telah bersujud dihadapan wanita itu.


"Cih! Dasar pecundang! Dimana keberanian kalian tadi hah? Setelah melihat keluarga kalian kami sekap, apakah masih ada yang berani menunjukkan taringnya dihadapanku?" tanya wanita itu.


Mereka hanya bisa pasrah sambil menggelengkan kepala, namun tak memiliki keberanian untuk melawan ataupun membantah ucapan wanita yang saat ini ada dihadapannya.


"Seret dan bunuh mereka! Setelah itu lemparkan mayatnya kehutan." ucap wanita itu sambil berjalan masuk kedalam rumahnya diikuti oleh kedua puluh tujuh orang wanita yang lain.


Tap...


Tap...


Tap...


500 orang pria tiba-tiba saja muncul dari tempat gelap, membuat anggota kelompok mafia black eagle melotot horor saat melihat jubah yang mereka gunakan.


"Kelompok mafia red tiger." cicit mereka dengan pelan, tak menyangka jika di akhir hidupnya harus berurusan dengan anggota mafia yang paling kejam.


''Sial..!" rutuk mereka sebelum akhirnya diseret secara paksa oleh 500 orang pria yang baru saja muncul.


.


.


.


"Jadi dia, wanita yang sangat di cintai oleh Keenan Ferdian?" tanya seorang pria paruh baya sambil melihat photo yang baru saja diberikan oleh anak buahnya.


"Benar bos." ucap anak buahnya.


"Bagus! Culik wanita itu! Akan ku buat Keenan Ferdian menderita karena telah berani merebut tender besar itu dariku!" ucap pria paruh baya itu sambil tertawa terbahak-bahak karena merasa niatnya untuk membalas dendam pada Keenan akan segera terwujud.


"Baik bos.." ucap anak buahnya.

__ADS_1


__ADS_2