Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 52


__ADS_3

Tap...


Tap...


Tap...


Akhirnya Keenan pun sampai di kediaman milik Aleena, dengan segera dia pun mengetuk pintu sambil menggendong tangannya. Sepertinya saat ini ayah satu anak ini ingin memberikan kejutan pada Aleena, sehingga membawa sesuatu yang sekiranya akan menyenangkan hati ibu dari anaknya itu.


Tak lama pintu pun terbuka, Tara menatap datar ke arah Keenan yang saat ini masih berdiri di depan pintu. "Dimana Aleena?" tanya Keenan.


Tara menunjuk Aleena yang saat ini tengah duduk di ruang tv, sambil sesekali mengunyah keripik kentang yang menjadi cemilan kesukaannya. Sedangkan Keenan langsung saja berjalan ke hadapan Aleena, kemudian dia pun mencontoh drama-drama yang sering dilihatnya di tv dengan melakukan sesuatu yang dirasa memang bukan Keenan banget.


Keenan segera bersimpuh dengan satu kaki ditekuk di hadapan Aleena, kemudian menyerahkan sebuah buket bunga mawar merah yang cukup besar padanya, Aleena melirik perlahan, dia tak menyangka jika usaha yang dilakukan oleh Keenan ternyata bisa sampai sejauh ini.


Selama ini Aleena memang telah banyak mendengar tentang Keenan yang terus menggerakkan orang-orangnya untuk mencari tahu keberadaan dirinya, dan juga penjelasan yang diutarakan oleh Keenan di hadapan ke-27 orang anggota mafianya.


Namun masih ada sedikit keraguan di hati Aleena sehingga membuat wanita itu masih menutup hatinya dan belum mau bertemu atau pun berbicara dengan Keenan, namun melihat usahanya saat ini, membuat perlahan-lahan hati Aleena pun mulai luluh, dia mengambil buket bunga itu dari tangan Keenan dan menyimpannya di pangkuan.


Tiba-tiba saja Kenzy berlari dari lantai 2 dan langsung mengarah ke Aleena, nampak bocah berusia 5 tahun Itu menggembungkan pipinya melihat Apa yang dilakukan oleh Keenan saat ini.


Namun Keenan tak habis akal, dia pun segera mengajak Kenzy untuk mengambil beberapa hadiah yang sudah dipersiapkan olehnya tadi. Kenzy sebenarnya tak ingin berdekatan dengan Keenan, namun melihat Aleena yang mengganggukan kepalanya, akhirnya bocah itu pun mau berjalan beriringan dengan Keenan menuju ke mobil yang saat ini telah terparkir di halaman rumah.


Keenan pun segera membuka bagasi dan menunjukkan beberapa hadiah yang telah dibelinya, beberapa mobil-mobilan dan juga robot yang memang sengaja telah dia siapkan sebagai hadiah pertemuan untuk putra kecilnya itu.

__ADS_1


Kenzy menatap Keenan dengan tatapan yang sulit diartikan, anak itu hanya menggelengkan kepala perlahan melihat begitu banyaknya hadiah yang dibawa oleh ayah kandungnya itu, sebenarnya Kenzy tidak memiliki kebencian terhadap Keenan, hanya saja melihat perlakuan Keenan saat di bandara terhadap mommy nya, membuat bocah itu berusaha untuk menjauhkan Keenan dari Aleena, karena dia tak ingin ada seorangpun yang berani menyakiti hati mamanya.


"Apa kau senang, Boy?" tanya Keenan.


Kenzi hanya menganggukkan kepalanya pelan, namun dari raut wajahnya, Keenan jelas bisa melihat ketidaksukaan Kenzy terhadap barang-barang yang dibawanya, sehingga dia pun segera bertanya.


"Katakan pada Dady, Apa yang kau suka?" tanya Keenan.


Kenzy sejenak berfikir untuk mengutarakan apa yang saat ini ada di dalam pikirannya, kemudian bocah itu pun segera memperlihatkan tangannya, dia melipat jari kelingking dan juga jari manisnya kemudian membentuk tangannya seperti sebuah pistol dan mengarahkannya ke arah Keenan.


Melihat hal itu tentu saja membuat Keenan terpaku sejenak, bagaimana mungkin bocah kecil seperti Kenzy menginginkan sebuah pistol? Akhirnya dia pun berinisiatif untuk membelikan pistol mainan untuk Kenzy.


"Baiklah.. Besok saat Dady ke sini akan Dady belikan pistol mainan untukmu!" ucap Keenan.


Namun tentu saja bocah itu tak ingin menjelaskan kepada sang ayah, dia langsung berbalik badan dan kembali ke arah sang ibu. Kenzy mendudukkan dirinya di pangkuan Aleena sambil sesekali berdengus melihat buket bunga yang dibawa oleh ayahnya itu.


Dia benar-benar tak habis fikir dengan Keenan yang terkadang bersikap kasar namun terkadang dia juga akan bersikap sangat manis, sehingga membuat Kenzy berfikir jika ayahnya itu memiliki dua kepribadian.


Keenan segera masuk kembali ke dalam rumah itu sambil membawa begitu banyak mainan yang telah dibelinya untuk Kenzy, dia pun menyimpan mainan itu di atas meja. Tak lama 27 orang wanita yang merupakan anggota mafia Queen Devil masuk ke dalam rumah dan melihat Apa yang dibawa Keenan, kemudian mereka pun segera tertawa terbahak-bahak.


Nampaknya pemuda yang saat ini berada di hadapan mereka belum mengetahui apa saja yang disukai oleh Kenzy, sehingga memperlakukan bocah itu sebagaimana layaknya seorang anak kecil pada umumnya.


"Astaga... Apa kau gila? Kenapa kau membeli begitu banyak mainan untuk Kenzy?" tanya Dhea dengan konyol, dia bahkan tak mengindahkan tatapan mata dari rekan-rekannya yang saat ini tengah memelototinya.

__ADS_1


Keenan melirik kearah Dhea, kedua alis pemuda itu nampak bertaut, menandakan jika saat ini dirinya tengah berfikir tentang apa yang diucapkan oleh wanita itu.


Kemudian dia pun segera bertanya padanya. "Memangnya kenapa? Apa yang salah dengan semua mainan itu? Bukankah Kenzy memang seorang anak laki-laki? Tak mungkin jika aku akan membawakan boneka untuk putraku." ucap Keenan yang belum mengerti maksud dari ucapan Dhea sehingga akhirnya membuat wanita konyol itu kembali tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban yang diutarakan oleh Keenan.


"Dasar naif.." ucap Dhea sambil melangkahkan kakinya ke lantai 2, sementara Keenan melirik kearah Aleena, tatapan matanya seolah ingin meminta penjelasan dari wanita itu.


Aleena hanya menarik nafasnya lelah, dia tak mungkin menceritakan kepada Keenan saat ini jika sebenarnya putra kecilnya itu sangat suka bermain senjata tajam dan juga senjata api, apalagi dengan usia Kenzy yang masih belum genap 5 tahun, pasti akan membuat Keenan sangat marah, jika mengetahui kebenaran tentang putranya.


Namun Kenzy tak sependapat dengan Aleena, dia pun segera menarik tangan ayahnya menuju ke sebuah tempat di mana banyak sekali senjata tajam maupun senjata api disimpan dengan sangat rapi di sana.


"Ini..?" tanya Keenan.


Kenzy menganggukkan kepalanya, "Ruang senjata milik mommy." ucap Kenzy, kemudian tangan bocah kecil itu pun segera mengambil salah satu pistol yang memang berada di tempat paling bawah, sehingga tangan kecilnya bisa menjangkaunya.


Dengan sangat cepat bocah itu pun segera membidik sasaran, di mana dalam jarak 5 meter dari keduanya saat ini, ada sebuah apel yang sengaja disimpan di atas meja, Kenzy segera membidik apel itu hingga akhirnya hanya dalam 5 hela nafas, apel itu pun segera terjatuh dan meninggalkan lubang di tengah-tengahnya, karena Kenzy memang sengaja menggunakan pistol yang masih ada pelurunya.


Melihat hal itu Keenan langsung saja terbengong di tempatnya, dia tak menyangka jika putra kecilnya ternyata memiliki kemampuan yang sangat menakjubkan, namun tak lama kemudian pemuda itu pun segera bertepuk tangan, dia mengangkat tubuh kecil Kenzy dan menggerakkan tubuhnya untuk berputar sambil sesekali dia pun melempar-lemparkan tubuh putranya itu.


Keenan nampak sangat bangga dengan kemampuan yang dimiliki oleh Kenzy, sehingga dia pun tak segan-segan langsung mengungkapkan perasaan senangnya dan berjanji akan segera memberikan apa yang Kenzy inginkan.


"Baiklah... Jika seperti itu, besok dady akan segera membelikanmu sebuah senjata yang sangat bagus, oke?" ucap Keenan.


Mendengar hal itu tentu saja Kenzy sangat gembira, bocah kecil itu pun segera menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Keenan.

__ADS_1


__ADS_2