
Danu Subroto hanya bisa mengusak kepalanya dengan sangat kasar, sambil sesekali dia pun menghembuskan nafas panjang. Sepertinya saat ini pria paruh baya itu tengah merasa sangat frustasi, setelah mendengar kabar dari pembantu yang dipekerjakan di rumahnya, mengenai istri dan juga ketiga orang anaknya yang telah diculik oleh beberapa orang tidak dikenal.
Hal itu tentu saja membuatnya sangat marah, terlebih dia takut jika orang-orang suruhan itu memiliki niat buruk terhadap keluarganya. Walau bagaimanapun Danu sangat menyayangi keluarga yang telah lama dibinanya itu, terlebih untuk ketiga orang anaknya, Danu memiliki impian yang sangat besar untuk bisa menyekolahkan ketiganya, hingga ke jenjang yang paling tinggi.
Pria tua itu terlihat tengah berpikir, saat ini kepalanya dijatuhkan di atas meja, kedua tangannya terus saja menggaruk-garuk rambut dan kepalanya yang tak gatal.
Haruskah dia saat ini datang ke kantor polisi dan melaporkan peristiwa yang menimpa anak dan juga istrinya itu? Namun jika orang-orang suruhan itu merupakan kelompok mafia ,maka akan sangat riskan bagi keselamatan Keempat orang yang paling dicintainya itu.
Tiba-tiba saja Danu mengingat wanita simpanannya, mungkinkah jika orang-orang itu merupakan suruhan dari Shila, sang pelakor? Mengingat selama ini wanita itu terus saja mendesak dirinya, agar segera menceraikan istrinya dan menikahi dia yang saat ini tengah hamil 2 bulan.
Danu seringkali berkelit, dia bahkan menggunakan banyak sekali uang untuk menyogok wanita itu, agar segera menggugurkan kandungannya, tapi sepertinya Shila tidak menginginkan hal itu, hingga hari ini dia masih tetap mempertahankan anak yang masih ada di dalam kandungannya.
Danu berkali-kali menarik nafas, sebelum akhirnya pria paruh baya itu pun segera mengambil ponsel dan mencoba untuk menghubungi Shila yang saat ini tengah berada di sebuah tempat perbelanjaan bersama dengan teman-temannya.
Tuuuut...
Terdengar suara panggilan tersambung, tak lama kemudian terdengar bunyi klik pertanda panggilan diterima, sebuah suara yang sangat merdu dan juga manja tiba-tiba terdengar dari seberang panggilan.
📱" Halo papa!"
Mendengar itu, Danu tersenyum kecil. Itulah yang membuat dia betah dengan Shila, karena selalu membuatnya nyaman. Terlebih wanita berusia 28 tahun itu tahu bagaimana caranya bermanja, sehingga Danu selalu merasa 20 tahun lebih muda dari usianya.
📱"Lagi dimana ma?" tanya Danu tak kalah mesra.
Wanita yang berada di ujung panggilan itu pun tertawa kecil, mendengar panggilan dari Danu. Meskipun perbedaan usia diantara mereka cukup jauh, tapi nyatanya Shila merasa begitu nyaman berada di sisi Danu.
__ADS_1
📱"Mama lagi di mall kumpul sama kawan-kawan Pah, Papa di mana? Papa pulang ke rumah kan?" tanya Shila.
Danu pun segera memberitahukan Shila tempatnya saat ini, ternyata keduanya tidak jauh, hanya berjarak sekitar 50 meter saja. Sehingga akhirnya Shila memutuskan untuk menghampiri Danu yang masih berada di cafe.
📱"Ya udah, papa tunggu mama di situ ya, bentar lagi mama ke sana." ucap Shila sambil menutup ponselnya. Kemudian segera berpamitan kepada teman-temannya untuk pulang lebih awal, karena saat ini dirinya tengah ditunggu oleh Danu.
Mendengar hal itu tentu saja kawan-kawannya pun langsung menganggukkan kepala, apalagi saat ini mereka telah banyak sekali ditraktir oleh Shila, sehingga harus menjaga hubungan baik dengan wanita itu, agar di kemudian hari jika mereka memiliki kesulitan, bisa meminta tolong padanya.
Shila segera bergegas keluar dari mall, kemudian menyetop taksi untuk bisa sampai di Cafe tempat di mana Danu saat ini berada. Wanita itu sepertinya tengah merindukan pria tua yang selama ini selalu memberikannya banyak sekali perhatian dan juga materi, sehingga membuat dia yang sejak dulu hidup di dalam kemiskinan akhirnya bisa menikmati kemewahan.
Hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit, akhirnya taksi pun sampai di Cafe, setelah membayar ongkos, Shila pun segera bergegas memasuki cafe untuk menemui Danu, matanya terlihat melirik ke kiri ke kanan untuk mencari keberadaan pria tua yang selama ini telah mengisi hari-harinya, namun dia tak kunjung menemukan keberadaannya.
Tak lama kemudian matanya terbelalak kaget, melihat Danu yang ternyata tengah tertidur di atas meja. Shila pun bergegas menghampiri pria paruh baya itu dan segera menggoyangkan tangannya.
Danu yang tanpa sengaja terlelap, akhirnya terbangun setelah merasakan adanya sebuah guncangan dari arah lengan bagian kirinya, saat matanya terbuka, Shila tengah tersenyum ke arahnya.
"Ada apa pah? Kenapa papa kelihatan bingung seperti itu?" tanya Shila.
Danu pun segera memberitahukan wanita itu, jika saat ini anak beserta istrinya tengah diculik oleh sekelompok orang yang tak dikenal, dia juga meminta agar Shila waspada dan tidak keluar ke manapun untuk sementara waktu, hingga keadaan kembali membaik.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Shila kaget, mungkinkah jika pria paruh baya itu saat ini tengah memiliki masalah dengan seseorang?
"Apa papa saat ini tengah berurusan dengan seseorang? Sepertinya ini bukan masalah yang mudah pah, bisa saja orang itu sengaja menggunakan anak dan juga istri papa untuk bisa menekan agar papa melakukan sesuatu untuk mereka." ucap Shila.
Danu pun seketika langsung memikirkan ucapan dari wanita itu, tak lama kemudian matanya langsung membulat dengan sempurna. Mungkinkah jika saat ini Keenan Ferdian telah mengetahui tentang persekongkolannya dengan David Lee? Sehingga dengan sengaja mengerahkan beberapa orang anggota rahasianya untuk bisa menyandera anak dan juga istri dari Danu?
__ADS_1
Jika apa yang saat ini dipikirkannya itu benar, maka akan sangat berbahaya. Terlebih Keenan bukanlah orang yang mudah percaya begitu saja, apalagi jika dia telah memiliki bukti tentang kesalahan yang dilakukan oleh Danu Subroto.
Dia tak yakin bisa menyelamatkan anak dan juga istrinya, Danu pun segera berdiri dari kursinya kemudian mengajak Shila untuk segera meninggalkan cafe, saat ini Danu harus segera mengantarkan Shila, sekaligus membuat wanita itu mengerti, jika lawan yang saat ini harus dihadapi oleh Danu bukanlah orang yang mudah.
"Apa maksud papa?" tanya Shila sambil menatap tajam ke arah Danu, sesaat setelah pria paruh baya itu mengatakan bahwa mulai hari ini dia tidak akan mengunjungi Shila untuk sementara waktu.
Danu hanya memeluk wanita itu kemudian memberikan segepok uang padanya. "Gunakan uang ini baik-baik! Untuk sementara waktu, kita harus menjaga jarak terlebih dahulu hingga masalah ini selesai. Papa akan segera mencari cara untuk bisa menyelamatkan anak dan juga istri papa dan agar masalah ini tidak merembet terhadapmu juga."ucap Danu meyakinkan.
Mendengar hal itu Shila pun akhirnya mengganggukan kepala, dia tak mungkin memaksakan Danu untuk tetap berada di sisinya, terlebih setelah dia mengetahui bahwa saat ini anak dan juga istri Danu berada dalam bahaya.
"Ya sudah, tapi papa aja harus janji untuk hati-hati. Ingat jangan sampai terjadi sesuatu, mama dan juga anak kita saat ini membutuhkan papa." ucap Shila seraya menggenggam tangan Danu Subroto dan mendekatkannya ke arah perutnya.
Danu pun mengelus perut datar milik Shila, kemudian mengecup dahi wanita itu dan segera berpamitan. Tak lupa dia juga mengingatkan agar Shila segera mencari asisten rumah tangga, agar dirinya tak lagi harus berlelah-lelah ria dalam mengurus segala pekerjaan rumah.
Shila hanya mengangguk saja tanpa menjawab apapun, tiba-tiba saja ponsel milik Danu berbunyi, sebuah nomor asing muncul di layar ponsel itu, membuat Danu mengerutkan dahinya. Namun akhirnya dia pun segera mengangkat panggilan itu.
Sebuah suara berhasil membuat pria paruh baya itu hampir terjatuh di tempatnya.
📱"Berhenti mencari gara-gara dengan bos kami, atau mulai hari ini kau akan menyaksikan sendiri anak dan juga istrimu akan mati satu persatu!" ucap suara dari ujung panggilan itu, tak lama kemudian terdengar panggilan itu langsung dimatikan.
Bruk...
Danu tiba-tiba saja limbung dan langsung terjatuh di tempatnya, membuat Shila dengan sangat spontan langsung berteriak meminta tolong kepada tetangga-tetangganya, untuk segera membawa Danu ke dalam rumah.
Dia tak mungkin membiarkan pria paruh baya itu pergi dari rumahnya dalam keadaan yang tengah Shock.
__ADS_1
'Sepertinya masalah ini benar-benar rumit.' fikir Shila.