Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 69


__ADS_3

Brak...


Beny langsung menundukkan dirinya di atas kursi dengan sangat kasar, dia tak menyangka jika saat ini telah kehilangan Letta yang paling dicintainya, karena kesalahpahaman yang terjadi pada Indra yang berpikir jika Letta adalah orang yang sangat dicintai oleh Keenan Ferdian.


Awalnya Beny pun berpikiran sama seperti Indra, namun setelah melihat kehadiran seorang bocah kecil berusia 5 tahun di rumah milik keluarga Ferdian, akhirnya dia menyadari jika saat ini sebenarnya Keenan hanya memanfaatkan keberadaan Letta sebagai tameng untuk menyelamatkan keluarganya.


Kebaikan dan juga sikap manis yang ditunjukkan oleh Keenan terhadap Letta di hadapan banyak orang, berhasil membuat sebuah kesalahpahaman yang akhirnya banyak sekali orang yang berniat buruk terhadap wanita itu.


Beny hanya bisa menarik nafas pasrah, saat ini dia tak mungkin bisa untuk membalas dendam kepada Indra, lagi pula pria itu memiliki dendam yang sama terhadap Keenan Ferdian, sehingga dia berpikiran jika tidak ada salahnya untuk bekerjasama dengan Indra dan setelah berhasil menghancurkan kebahagiaan dan juga usaha yang dimiliki oleh Keenan Ferdian, dia juga akan membalaskan dendam Letta terhadap Indra yang telah menyiksa dan juga membunuh wanita yang sangat dicintainya itu.


Tentunya Beny tidak akan diam saja setelah mengetahui siapa dalang, dibalik semua musibah yang menimpa Letta, meskipun pada kenyataannya Indra adalah orang yang telah mengerahkan bawahannya untuk membunuh Letta, namun sebenarnya Keenan lah dalang dibalik semua kejadian itu.


Jika saja selama ini Keenan memperlihatkan siapa sebenarnya pasangan hidupnya, ibu dari anak yang tadi bermain bersamanya, mungkin saat ini Letta masih hidup. Tapi sepertinya hal itu tidaklah mudah, apalagi setelah dia melihat begitu banyaknya penjagaan di rumah keluarga Ferdian, sehingga memungkinkan jika istri dari Keenan adalah seorang yang cukup terkenal ataupun memiliki kekuasaan, sehingga mereka mempersiapkan pengawalan yang cukup ketat untuk kediamannya.


"Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang istri dari Keenan Ferdian?" tanya Beni Arianto kepada salah seorang bawahannya, yang saat ini baru saja memasuki ruangan tempat di mana Beny tengah duduk sambil memijit keningnya yang terasa pusing.


Pria itu pun menggelengkan kepalanya, dia telah menyelidiki dengan sangat teliti, namun ternyata hanya ada Keenan dan juga putra kecilnya, bahkan setelah dia mencoba untuk menyelinap ke dalam kediaman milik keluarga Ferdian, lagi-lagi dia tidak bisa menemukan bukti tentang siapa sebenarnya istri dari Keenan.


"Tidak ada satupun foto pernikahan Keenan di rumah mereka, bahkan kami telah mencoba untuk menyelinap ke dalam kamar milik Keenan Ferdian, hanya saja sepertinya kamar itu diisi oleh Keenan sendiri, mengingat di semua lemari pakaian yang ada disana hanya ada pakaian pria, dan tak ada satupun pakaian wanita." ucap sang bawahan.


Mendengar jawaban dari anak buahnya itu, tentu saja membuat Beny Arianto akhirnya semakin murka, dia benar-benar tak habis pikir dengan nasib baik yang menimpa Keenan Ferdian.

__ADS_1


Sejak keduanya masih sama-sama duduk di bangku sekolahan, Keenan selalu saja mendapatkan semua yang dia inginkan, jauh berbeda dengan dirinya yang harus selalu berusaha untuk merebut apa yang telah menjadi milik Keenan.


Bahkan Letta, wanita yang sangat dia cintai meskipun berhasil dinikahinya, pada akhirnya wanita itu tetap pergi meninggalkan Beny Arianto demi untuk kembali kepada Keenan Ferdian.


Apa yang sebenarnya dimiliki oleh pria itu sehingga Beny selalu saja kalah dibandingkan dengannya? Padahal secara fisik, Beny dan Keenan tidak jauh berbeda, keduanya sama-sama tampan dan juga menawan.


"Berapa jumlah penjagaan yang ada di rumah keluarga Ferdian?" tanya Beny kembali.


Bawahannya pun kembali menjawab dengan sangat yakin, "Hanya ada sekitar 28 orang pelayan, 2 orang Security dan 2 orang tukang kebun." ucapnya.


"Bagaimana mungkin?" tanya Beny.


Dia masih ingat jika tadi siang ada beberapa orang pria berpakaian hitam yang sedang diam-diam mengawasi Keenan Ferdian, yang saat itu tengah bermain bersama anaknya dari jarak yang agak jauh.


"Berapa jumlah bawahan yang kita punya? Sewa beberapa orang preman, kita butuh orang lebih untuk bisa menyelinap ke dalam rumah milik keluarga Ferdian dan menculik putra kecilnya itu." ucap Beny.


Bawahannya pun segera menjawab, "Ada sekitar 30 orang, jika bos menginginkan, bahkan para preman yang saat itu kita temui bersedia untuk membantu, asalkan bayarannya memuaskan." ucapnya.


Beny pun segera mengambil cek dari laci mejanya kerjanya, kemudian menuliskan sejumlah uang sebagai pembayaran untuk preman-preman yang nanti akan membantu orang-orangnya untuk bisa menculik putra Keenan Ferdian.


"Berikan ini pada mereka sebagai uang muka, jika mereka bisa menculik anak dari Keenan Ferdian, aku akan memberikan tambahan uangnya." ucap Beny sambil menyerahkan cek itu kepada bawahannya.

__ADS_1


Akhirnya bawahannya itu pun segera mengambil cek dari tangan Beny, kemudian keluar dari ruangan itu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh bosnya.


Brak...


Tiba-tiba pintu ruang kerja milik Beny Arianto di dobrak oleh salah seorang bawahannya, dia terlihat berlari dengan sangat kencang ke arah meja milik Beny Arianto untuk segera melaporkan sesuatu yang sangat penting.


"Apa yang kau lakukan? Dimana tata kramamu sehingga kau berani-beraninya mendobrak pintu ruang kerjaku? Apa kau sudah tak ingin bekerja di tempatku lagi?" tanya Beny dengan sangat dingin.


Bawahannya terlihat diam, dia menghirup udara dengan sangat rakus untuk bisa kembali menstabilkan nafasnya yang memburu, setelah berlari dari jarak yang lumayan jauh.


"Gawat Bos! Ada seseorang yang saat ini meretas data milik perusahaan, dia juga telah mengirimkan virus sehingga membuat semua komputer yang ada di kantor ini rusak." ucap bawahannya setelah dia berhasil mengatur kembali nafasnya.


Mendengar hal itu tentu saja Beny Arianto pun langsung memelototkan matanya, Siapa orang yang telah berani bermain-main dengannya saat ini? Hingga membobol sistem keamanan milik kantornya dan juga mencuri data-data penting hingga merusak seluruh komputer miliknya?


Brak...


Beny Arianto kembali menggebrak meja, matanya terlihat menyorot merah. Dia benar-benar sangat kesal saat ini, setelah menerima kabar kematian Letta, nampaknya pria itu menjadi sedikit melankolis. Tapi pada akhirnya dia kembali pada sifat aslinya yang memang kejam dan juga tidak memiliki hati ataupun perasaan.


"Sialan! Siapa orang yang telah berani bermain-main denganku? Cepat cari tahu atau aku akan memecatmu saat ini juga!" teriak Beny Arianto dengan sangat marah.


Dia benar-benar tak terima jika ada orang yang berani berbuat licik terhadapnya, meskipun selama ini dia acap kali berbuat hal yang sama terhadap orang lain demi untuk memuluskan jalannya.

__ADS_1


...----------------...


Author kembali membuka GA terbaru untuk mencari 3 orang pendukung terbanyak di novel Kembalinya Permaisuri Buruk Rupa. Jumlah hadiah masih dirahasiakan ya, tapi insya allah lebih besar dari GA sebelumnya. Ada peningkatan beberapa persen untuk juara 1 dan juara 2. Pengumuman akan dilakukan tanggal 15 Mei 2023.


__ADS_2