Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 81


__ADS_3

Robert Darmawan terlihat begitu ketakutan, tak hanya karena ucapan dari mulut pedas Dhea, melainkan karena saat ini ke-27 orang wanita itu mulai mendekat ke arahnya, sedangkan Irma Aliani mulai mundur, sepertinya wanita itu akan berusaha untuk keluar dari kediaman milik Robert Darmawan.


Dia tak mungkin membiarkan dirinya mati begitu saja bersama seorang pria tua, terlebih setelah dirinya mendengar penolakan dari Robert Darmawan untuk bertanggung jawab dan menikahinya. Tentu saja hal itu membuat Irma Aliani sangat kesal dan juga dendam terhadap Robert Darmawan, sehingga dia berfikir untuk pergi meninggalkan tempat itu dan menutup mata atas apapun yang terjadi pada Robert Darmawan.


Tara yang baru saja melihat pergerakan dari Irma Aliani langsung segera mencengkram pergelangan tangan wanita itu dan menariknya. Kemudian melemparkannya ke sisi Robert Darmawan, dia tak mungkin meninggalkan saksi begitu saja, untuk aksi yang dilakukannya.


Irma Aliani memelototkan mata, dia benar-benar sangat kesal karena Tara malah melemparkannya ke samping Robert Darmawan.


"Apa yang kau lakukan? Aku tidak ada urusan dengan pria tua itu!" ucap Irma Aliani sambil menyorot marah ke arah Tara.


Ke-27 orang wanita itu pun tertawa terbahak-bahak, "Bahkan setelah kalian berdua melakukan kegiatan panas, kau masih bisa mengatakan jika kau tidak memiliki hubungan apa-apa dengan pria tua itu, Nona Irma Aliani?" tanya Rima.


Irma Aliani hanya bisa menutup mulut, dia tak berani mengeluarkan komentar apapun, karena nyatanya semua orang telah melihat kegiatan panasnya bersama Robert Darmawan, karena dengan sengaja telah disiarkan secara langsung oleh Dhea.


"Bagaimana rasanya bermain-main dengan seorang pria tua, Nona Irma Aliani? Sepertinya kau begitu menikmati kedekatanmu dengan tuan Robert Darmawan, sehingga melupakan jika dirimu adalah seorang model yang sangat terkenal dan sedang naik daun. Tentu saja pemandangan indah seperti tadi harus aku siarkan secara langsung, agar semua orang mengetahui seperti apa dirimu yang sebenarnya!" ucap Dhea dengan sangat santai.


Mendengar hal itu tentu saja membuat Irma Aliani langsung menatap tajam kepada wanita yang saat ini telah berani mencari masalah dengannya.

__ADS_1


"Hentikan omong kosongmu! Aku tidak memiliki hubungan apapun dengan pria tua itu. Kalaupun kalian telah melihat kegiatan panasku dengannya, itu karena terpaksa, jika aku tidak melakukannya, pria tua itu tidak mungkin memberikan uangnya untukku." ucap Irma Aliani dengan tak tahu malunya.


"Ciih! Dasar pe*acur!" ucap Dhea dengan sarkas. Dia benar-benar tidak menyukai sikap Irma Aliani yang sangat murahan dan juga tidak tahu diri.


"Bagaimana jika aku menghubungi Nyonya Dania Alexandro dan memintanya untuk memberikan hukuman yang setimpal untuk kalian berdua? karena telah berani berkhianat dan juga mencari masalah dengannya!" tanya Tara seraya memutar-mutarkan ponsel di tangannya.


Mendengar hal itu tentu saja membuat Robert Darmawan langsung naik pitam, dia tidak akan pernah membiarkan istrinya itu mengetahui semua kebusukannya, akan sangat fatal akibatnya jika sampai Dania Alexandro mengetahui.


Dia bisa saja kehilangan segala yang selama ini dimilikinya. "Jika kau berani macam-macam, aku bisa saja membuatmu menyesal seumur hidup." ucap Robert Darmawan, meskipun saat ini hatinya berdegup tak karuan, namun dia masih bisa juga melayangkan ancaman kepada Tara.


"Benarkah? Tapi kurasa sebentar lagi bahkan kau tidak memiliki apa-apa, karena nyonya Dania Alexandro pasti akan segera memblokir seluruh kartu milikmu, mengingat semua harta yang kau miliki saat ini adalah milik Nyonya Dania Alexandro." ucap Rima.


"Apa yang sebenarnya kalian inginkan? Kenapa kalian berusaha untuk menghancurkan rumah tanggaku?" tanya Robert Darmawan.


"Kenapa kau mempertanyakan hal itu? Kau sendiri yang telah menghancurkan rumah tanggamu dengan menghianati istrimu. Apa kau lupa bahwa selama ini kau juga telah berhubungan dengan sekretaris dan juga salah seorang asistenmu? dan sekarang kau juga menjalin hubungan dengan salah seorang model yang tengah naik daun seperti Irma Aliani. Bagaimana mungkin kami yang baik hati ini tidak memberitahu tentang kebusukanmu itu kepada Nyonya Dania Alexandro?" tanya Dhea.


"Katakan! Berapa banyak uang yang kalian inginkan dan aku akan memberikannya, asal kalian mau melepaskanku." ucap Robert Darmawan memberikan penawaran.

__ADS_1


Namun hal itu tentu saja tidak digubris oleh ke-27 orang wanita, yang memang memiliki niat untuk melenyapkan Robert Darmawan yang telah berani bermain-main dengan Keenan Ferdian.


"Bahkan seluruh uangmu tidak akan cukup untuk membayar kami semua! Kau bukanlah pria kaya! Uang yang kau miliki adalah milik nyonya Dania Alexandro." cibir Susan yang sudah mulai mendekat ke arah Robert Darmawan.


Dia benar-benar sudah kehabisan kesabaran, karena pria tua itu benar-benar tak tahu malu dan juga tak tahu terima kasih, orang yang masa lalunya serba kekurangan, kemudian diangkat derajatnya oleh seseorang yang memiliki harta berlimpah dan diberikan posisi yang sangat tinggi, juga mendapatkan penghasilan yang sangat besar, namun pada akhirnya dia menghianati orang yang telah memberikan segalanya, hanya demi untuk melampiaskan kesenangannya kepada wanita lain.


"Kau itu benar-benar pria yang tak tahu malu!" cibir Rima. gini Robert Darmawan mulai merasa cemas karena ke-27 orang wanita itu mulai merenggangkan otot-ototnya seperti sedang melakukan pemanasan


"Bagaimana jika kita kebiri saja pria tua ini? Lagi pula kita tidak membutuhkan bandot tua seperti itu." tanya Dhea sambil mengacungkan pisau tumpul dan berkarat di tangannya.


Melihat hal itu tentu saja membuat Robert Darmawan semakin ketakutan, bahkan saat ini tanpa terasa dia telah mengompol, akibat syok terapi yang diberikan oleh Dhea.


Sedangkan ke-27 orang wanita itu terlihat menutup hidung mereka, karena mencium bau pesing, ternyata pria tua yang ada di hadapannya saat ini benar-benar pecundang dan tidak memiliki semangat juang sama sekali.


"Ciih! Jika saja aku tahu kalau kau hanyalah seorang pengecut, akan lebih baik jika mengirimkan satu orang saja untuk bisa membunuhmu dan menguliti seluruh tubuhmu agar menjadi pelajaran bagi siapapun yang berani berkhianat terhadap istrinya!" ucap Tara sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Dia masih ingat bagaimana dulu mantan suaminya membawa seorang wanita ke dalam rumah, kemudian mengatakan bahwa dirinya telah menikahi wanita itu dan menjadikannya sebagai nyonya di rumahnya sendiri. Bahkan Tara yang merupakan istri pertama dijadikan sebagai pembantu.

__ADS_1


Kenyataan pahit itu tentu saja membuat Tara terpukul, hingga akhirnya wanita itu akan selalu memberikan pelajaran kepada pria manapun yang berani melakukan tindakan yang sama seperti yang dilakukan oleh mantan suaminya, dia bahkan tidak segan-segan untuk membunuh pria manapun yang dinilai tidak bisa menghargai istrinya.


__ADS_2