Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 80


__ADS_3

Melihat kemunculan seorang wanita cantik di rumahnya, membuat Robert Darmawan mengernyitkan dahinya, terlebih setelah wanita itu menanyakan hal yang sejak tadi dicarinya.


Mungkinkah jika wanita yang saat ini berdiri di hadapannya, yang telah membuat kekacauan dan menyiarkan seluruh adegan panasnya bersama Irma Aliani di media sosial? Hal itu tentu saja membuat pria tua itu merasa penasaran.


Dhea hanya tertawa melihat pria tua itu yang seolah tengah shock, mendengar pertanyaan yang diajukannya tadi. Kemudian dia pun segera menunjukkan ponsel miliknya yang hingga saat ini masih menyiarkan siaran langsung, sehingga membuat mata Robert Darmawan menjadi sangat merah.


Dia benar-benar kesal dengan wanita yang telah lancang berbuat masalah di rumahnya, bahkan selama ini Robert Darmawan tidak pernah bersinggungan dengan wanita yang ada di hadapannya itu, lalu atas dasar apa sehingga membuat wanita itu menyimpan dendam dan membuat masalah dengan dirinya.


"Apa yang kau inginkan dan Kenapa kau melakukan semua ini? Bukankah selama ini kita tidak pernah bersinggungan? Aku bahkan tidak mengenalmu, tapi kau sepertinya mencari masalah denganku!" ucap Robert Darmawan sambil menunjuk ke arah Dhea yang hingga saat ini masih tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah yang ditunjukkan pria tua itu.


"Kita memang tidak pernah bermasalah, hanya saja kau telah berani menyinggung salah seorang majikanku, sehingga mau tak mau aku pun harus turun tangan untuk membereskanmu, agar tidak membuat masalah di kemudian hari." ucap Dhea sambil mengakhiri siaran langsungnya.


"Apa maksudmu? Memangnya aku berurusan dengan siapa?" tanya Robert Darmawan.


Dhea hanya melirik sekilas, kemudian dia pun segera menunjukkan video yang telah diunggah oleh Robert Darmawan di salah satu stasiun tv miliknya.


Hal itu tentu saja membuat pria tua yang saat ini ada di hadapannya itu melotot ,dia baru menyadari jika ternyata wanita yang saat ini berada di hadapannya adalah orang-orang dari keluarga Ferdian, yang mungkin saja sengaja dikirimkan oleh Keenan Ferdian untuk menjebaknya. Setelah dia berani mengunggah banyak sekali rumor buruk tentang pengusaha muda itu.


"Jadi kau dikirim oleh Keenan Ferdian untuk mencari masalah denganku?" tanya Robert Darmawan.


Dhea kembali tertawa terbahak-bahak, sepertinya pria tua di hadapannya itu benar-benar bodoh, sehingga tidak menyadari yang mana yang mencari masalah dan yang mana yang akan menyelesaikan masalah.


"Kaulah yang mencari masalah dengan Keenan Ferdian dan aku datang ke sini untuk menyelesaikan masalah itu. Jadi katakan padaku dengan cara apa kau akan mengganti rugi semua yang telah kau lakukan?" tanya Dhea.

__ADS_1


Robert Darmawan hanya bisa terdiam, dia masih mencerna ucapan wanita yang saat ini berdiri di hadapannya.Tak lama kemudian muncul 26 orang wanita lain, yang tiba-tiba saja berdiri di belakang Dhea yang sejak tadi terlihat memiringkan kepalanya, setelah menjawab ucapan dari Robert Darmawan.


Hal itu tentu saja membuat Robert Darmawan semakin kalut, ucapan Dhea saat tadi membuat dia bertanya-tanya dan kini kemunculan 26 orang wanita lainnya membuat dia semakin penasaran dengan maksud dari Keenan Ferdian yang malah mengirimkan wanita-wanita cantik ke dalam kediamannya.


"Apa yang kalian lakukan di rumah ini? Apakah kalian semua dikirimkan oleh Keenan Ferdian?" tanya Robert Darmawan.


Tara yang sejak tadi berdiam diri akhirnya segera berjalan ke arah depan, dia pun berdiri berdampingan dengan Dhea yang hingga saat ini masih tetap menunggu jawaban dari pria tua itu.


"Tanpa harus mendapatkan perintah dari Keenan Ferdian, kami anggota kelompok mafia Queen Devil siap untuk memberikan pelajaran kepada pria tua tak tahu diri sepertimu." ucap Tara dengan sangat sarkas.


Mendengar nama kelompok Queen Devil membuat nyali Robert Darmawan menjadi ciut, Siapa yang tidak mengetahui keberingasan dan juga kebrutalan dari anggota kelompok mafia wanita itu? bahkan meskipun jumlah mereka hanyalah sedikit, nyatanya mampu menghancurkan beberapa kelompok mafia besar, sehingga berhasil mengokohkan diri sebagai mafia terkuat kedua setelah kelompok blue diamond.


"Apa yang kalian inginkan dariku?" tanya Robert Darmawan sambil menatap tajam ke arah 27 orang wanita yang saat ini menyunggingkan seringaian kejam terhadapnya.


Hal itu tentu saja membuat Robert Darmawan langsung melotot, dia tak menyangka jika saat ini nyawanya tengah dalam bahaya hanya karena dia telah berani bermain-main dengan Keenan Ferdian.


Namun yang membuatnya menjadi sangat penasaran saat ini, Apa hubungan antara ke-27 orang anggota mafia Queen Devil dengan Keenan Ferdian? Bukankah ketua kelompok mereka merupakan seorang wanita? Lalu bagaimana bisa anggota kelompoknya itu membalaskan dendam atas nama Keenan Ferdian terhadapnya.


"Berapa banyak Keenan Ferdian membayar kalian? Aku bahkan bisa memberi lebih asal kalian semua pergi dari tempat ini dan membalas perbuatan dari Keenan Ferdian dengan menghancurkan seluruh keluarga itu, karena telah berani macam-macam denganku!" ucap Robert Darmawan sambil bergerak ke arah laci untuk mengambil cek.


Sepertinya pria tua itu telah salah paham dan berpikir jika anggota mafia Queen Devil datang karena telah dibayar oleh Keenan Ferdian.


"Katakan berapa dan aku akan membayar 5 kali lipat dari yang telah kalian terima?" tanya Robert Darmawan untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Namun ke-27 orang wanita yang saat ini ada di hadapannya itu hanya tertawa terbahak-bahak, sepertinya pria tua itu terlalu mendewakan uang, sehingga berpikir jika semua hal bisa dia beli menggunakan harta miliknya.


"Sepertinya kau terlalu banyak berbicara pria tua, kami datang ke sini hanya untuk memberikan pelajaran padamu, karena telah bermain-main dengan keluarga Ferdian dan asal kau tahu saja, berapa banyak pun uang yang kau miliki tidak akan pernah bisa membuat kami berbalik untuk menyerang keluarga Ferdian, karena nyonya muda dari keluarga itu merupakan pemimpin kelompok kami." ucap Rima tiba-tiba saja sambil berjalan ke arah depan membawa sebuah pisau lipat kecil dan menunjukkannya ke hadapan Robert Darmawan.


Sepertinya saat ini dia sudah tidak memiliki kesabaran lagi, sehingga ingin segera menyelesaikan masalah itu dengan cepat. Berbeda jauh dengan Dhea yang hingga saat ini masih terlihat santai di tempatnya.


"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Robert Darmawan sambil menatap tajam ke arah Rima yang baru saja datang.


Rima hanya mengedipkan matanya, "Menurutmu? Apa yang akan aku lakukan?" tanya Rima sambil memainkan pisau lipat di tangan kanannya.


Melihat hal itu tentu saja membuat Robert Darmawan langsung pucat, saat ini dia merasa sangat takut karena bisa saja wanita di hadapannya itu menikam, dengan menggunakan pisau lipat kecil yang ada di tangannya.


Sedangkan dirinya saat ini bahkan tidak memiliki satu senjata pun, mengingat pistol miliknya saat ini tersimpan dengan rapi di laci meja kamarnya. Dan dia tidak memiliki kesempatan untuk bisa berlari dan mengambil senjata miliknya itu.


Duagh...


Bruk...


Rima tiba-tiba saja menendang tepat mengenai rahang milik pria tua itu, sehingga membuat Robert Darmawan akhirnya ambruk di atas lantai. Dia tak menyangka jika wanita yang ada di hadapannya itu bahkan akan memberikan serangan spontan terhadap dirinya.


"Ini baru serangan perkenalan dariku, kau akan mengetahui bagaimana rasanya berurusan dengan anggota kelompok mafia Queen Devil, setelah ke-26 orang rekan-rekanku ikut menghajarmu, hingga kau akan lebih memilih mati dibandingkan hidup." ucap Rima berbisik di samping telinga kanan Robert Darmawan.


"Hahaha...!" terdengar suara tawa yang membahana dari ke-27 orang wanita itu, apalagi saat ini mereka melihat wajah pucat dari Robert Darmawan setelah mendapatkan tendangan dari Rima.

__ADS_1


"Selamat datang di neraka, Tuan Robert Darmawan." ucap Dhea sambil melangkah ke arah pria tua itu.


__ADS_2