
Setelah memastikan bahwa kediaman milik Robert Darmawan telah meledak meninggalkan puing-puing, akhirnya ke-27 orang wanita itu pun segera meninggalkan tempat itu dan memasuki mobil mereka, kemudian bergegas untuk kembali menuju kediaman keluarga Ferdian.
Karena saat ini hari sudah semakin pagi, apalagi mereka tidak meminta izin terlebih dahulu kepada Aleena untuk pergi meninggalkan kediaman.
Sementara di tempat lain saat ini terlihat seorang pria tengah melotot di hadapan anak buahnya, dia baru saja mendengar kabar jika saat ini semua sekutunya telah habis dibantai oleh keluarga Ferdian, dia tak menyangka jika ternyata Keenan Ferdian memiliki bekingan yang cukup kuat di belakangnya, sementara selama ini dia terlalu meremehkan kemampuan yang dimiliki oleh pria itu, sehingga akhirnya dia pun terkecoh.
Namun setelah mendengar berita yang dibawa oleh anak buahnya itu, membuat si pria yang berusia sekitar 38 tahun langsung membelalakkan matanya, sepertinya mulai hari ini dia harus lebih hati-hati dalam bergerak agar tidak memancing kecurigaan dari Keenan Ferdian, apalagi selama ini dia adalah dalang dari semua kejadian yang menimpa keluarga itu.
Bahkan Beny Arianto dan juga Indra Hermawan merupakan pion penting, dalam pembalasan dendam terhadap Keenan Ferdian.
"Berita apalagi yang kau dapatkan?" tanya pria itu kepada anak buahnya.
"Sepertinya Keenan Ferdian memiliki hubungan baik dengan tiga kelompok mafia yang sangat terkenal kesadisannya, sehingga dalam satu malam seluruh sekutu anda berhasil diberantasnya tanpa sisa." ucap anak buahnya dengan sangat yakin.
"Sial! Bagaimana mungkin dia bisa mendapatkan sekutu yang begitu kuat? sehingga kita akan kesulitan dalam menumbangkannya. Keenan Ferdian benar-benar manusia paling terkutuk, lihat saja cepat ataupun lambat, aku pasti bisa membuat pria itu bertekuk lutut di hadapanku." ucap pria itu dengan mata yang memerah.
Dia begitu dendam, apalagi setelah mengetahui bahwa seluruh keluarganya telah dibuat bangkrut oleh Keenan Ferdian, bahkan adik perempuan kesayangannya telah dibuang di sebuah rumah bordir murahan yang ada di kota A, setelah seluruh harga dirinya dipermalukan dengan habis-habisan di media sosial.
"Cari tahu bagaimana keadaan Miranda dan juga ayahku yang berada di rumah sakit, pastikan jika tidak ada satupun orang-orang dari Keenan Ferdian yang mengawasi mereka berdua." ucap pria itu.
Sang anak buah pun bergegas pergi dari ruangan bosnya, untuk segera melaksanakan tugas yang diberikan padanya.
"Keenan Ferdian! Kau telah membangunkan singa yang tengah tertidur, lihat saja bagaimana aku akan membuatmu hancur sehancur-hancurnya, sebagaimana keluarga Oktora yang telah kau hancurkan sebelumnya." gumam pria itu sambil mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
Dimatanya terlihat dendam yang begitu membara, apalagi saat mengetahui nasib buruk yang menimpa keluarga yang telah lama ditinggalkannya, dia yang tinggal di kota I sama sekali tidak pernah mendengar berita buruk tentang keluarganya, hingga akhirnya sebuah tayangan di sosial media berhasil membuat pria itu langsung menginjakkan kaki kembali di kota C untuk mencari tahu kebenaran, tentang seluruh rumor buruk yang terjadi dengan keluarganya.
Apalagi setelah dia mengetahui kehancuran keluarga Oktora yang membesarkannya selama ini, membuat pria itu semakin berang dan menyimpan dendam yang sangat besar terhadap Keenan Ferdian.
Pria itu pun mengambil ponsel dan segera menelpon seseorang, dia membutuhkan anggota yang cukup banyak untuk bisa menghancurkan Keenan Ferdian.
📱"Ohoo..! Tuan David Lee. Akhirnya kau menelponku juga!" terdengar suara pria tua di ujung panggilan yang memanggil pria itu dengan sebutan Tuan David Lee.
📱"Aku membutuhkan bantuanmu." ucap David Lee.
📱"Katakan! Apa yang bisa kulakukan untukmu?" tanya pria itu.
📱"Segera kirimkan orang-orang mu ke kota C. Aku butuh mereka untuk menculik seorang anak laki-laki berusia 5 tahun." ucap David Lee.
📱"Ohoo.. Apa aku tidak salah dengar, Tuan David Lee? Kau membutuhkan orang-orang ku untuk menculik seorang anak kecil? Apa kau benar-benar tidak mampu untuk melakukan pekerjaan mudah seperti itu?" tanya si pria tua setengah mencibir kemampuan yang dimiliki oleh seorang David Lee.
📱"Hohoho... Tenang! Tenang! Anggap saja semuanya telah beres, aku akan segera mengirim orang-orang ku ke kota C dan menyelesaikan tugas yang kau berikan, kirimkan saja gambar anak itu." ucap si pria tua.
Tak lama David Lee langsung menutup panggilan teleponnya, kemudian segera mengirimkan pesan gambar kepada pria tua itu agar dia mengetahui wajah dari Kenzy Putra Keenan Ferdian.
Saat melihat wajah dari bocah yang harus diculiknya, nampak pria tua itu langsung melotot. Dia mengingat seseorang yang dulu telah menyelamatkan hidupnya, wajah bocah itu benar-benar mirip dengan seorang tuan muda, yang pada saat dia menjadi gelandangan dulu telah memberikan tumpangan dan juga modal padanya, sehingga akhirnya dia pun mampu membangun sebuah usaha yang sangat besar.
Bahkan dia sudah lama tidak bertemu dengan pemuda itu. "Mungkinkah jika bocah yang dimaksud oleh David Lee adalah putra dari Keenan Ferdian? Jika benar, maka aku harus segera memberitahu Keenan bahwa saat ini putranya dalam bahaya." gumam pria tua itu seraya meninggalkan meja kerjanya dan langsung mengambil ponsel untuk menghubungi Keenan Ferdian.
__ADS_1
Keenan Ferdian yang saat ini tengah lelap dalam tidurnya, langsung terbangun begitu mendengar suara dering ponsel yang sangat kencang dari meja yang terletak di samping tempat tidurnya. Dengan malas pria itu pun segera menggerakkan tangannya untuk mengambil ponsel dan melihat siapa makhluk yang telah berani mengganggu waktu istirahatnya yang sangat berharga, terlebih saat ini jam dinding baru menunjukkan pukul 02.30 dini hari.
📱"Hallo..!" ucap Keenan dengan sangat dingin.
📱"Tuan muda, ini aku. Ardi." ucap pria yang berada di ujung panggilan itu.
Mendengar nama Ardi, Keenan pun segera mengerutkan dahinya, sepertinya dia mengenal nama itu, namun entah di mana, dia pun saat ini telah melupakannya.
📱"Apa yang kau inginkan? Kenapa menelponku pagi-pagi buta seperti ini?" tanya Keenan masih dengan nada suara yang sangat datar.
Ardi yang mendengar jawaban dari Keenan seperti itu hanya bisa menarik nafas panjang, dia memang sudah terbiasa dengan sifat dari Keenan Ferdian yang selalu dingin terhadap siapapun, apalagi dirinya pernah tinggal di dalam keluarga itu selama hampir 2 tahun.
📱"Ada seseorang yang telah menghubungiku, dia meminta agar aku segera mengirimkan anak buahku ke kota C untuk menculik putra kecilmu." ucap Ardi.
Keenan yang baru saja akan kembali menutup mata langsung terbangun di tempat tidurnya, dia tak menyangka jika saat ini bahkan ada orang yang berani memiliki niat buruk terhadap Kenzy.
📱"Dari mana kau mengetahui jika aku telah memiliki seorang putra?" tanya Keenan.
📱"Dia mengirimkan gambar putramu, aku sangat yakin jika itu memang putra kecilmu karena wajahnya benar-benar sangat mirip denganmu." ucap Ardi.
📱"Katakan padaku siapa?" tanya Keenan.
📱"Aku akan segera ke kota C besok dan menemuimu di tempat biasa." ucap Ardi.
__ADS_1
📱"Baiklah, tapi ingat jika sampai kau membohongiku, aku tidak akan pernah merasa segan meskipun kau pernah menjadi bagian dari keluarga Ferdian." Ucap Keenan dengan penuh penekanan.
Tak lama pria itu pun segera menutup panggilan ponsel dan keluar dari kamar yang ditempatinya, untuk melihat keadaan istri dan juga putra kecilnya yang tinggal di kamar sebelah.