Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 57


__ADS_3

Aleena saat ini merasa sangat geram, kemunculan gadis itu di rumah sakit membuat pikiran wanita itu tak tenang, apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh suaminya di luaran sana? sehingga saat ini seorang gadis tiba-tiba saja muncul dan memanggil Keenan dengan sebutan sayang?


Aleena sebenarnya begitu penasaran dengan gadis itu, namun sepertinya dia masih harus bersabar diri dan menunggu sampai Keenan terbangun. Dia terus berdoa dalam hati, memohon agar segera diberikan kesembuhan untuk suaminya, bahkan seringkali Aleena pergi keluar rumah mengunjungi berbagai macam tempat seperti masjid bahkan rumah yatim piatu, hanya untuk meminta doa dari semua orang untuk kesembuhan Keenan yang hingga saat ini masih juga belum sadarkan diri.


Meski dalam hati Aleena saat ini tengah bimbang dengan kesetiaan suaminya, namun dia masih percaya jika Keenan tak mungkin melakukan hal itu terhadapnya, Keenan adalah pria yang sangat bertanggung jawab dan juga setia.


Bahkan dia rela menghabiskan waktu selama 6 tahun hanya demi untuk Mencari keberadaannya selama ini. bagaimana mungkin jika tiba-tiba saja Keenan berubah haluan dan memiliki perasaan terhadap wanita lain? Aleena tak ingin berburuk sangka terhadap sang suami, dia terus saja bersikap seperti biasa, meskipun jauh di lubuk hatinya saat ini dia merasa sangat sakit hati dengan keadaan rumah tangganya.


Keluarga Ferdian mulai mencari tahu tentang identitas gadis yang hingga saat ini masih saja terus keluar masuk ruang rawat milik Keenan Ferdian, meskipun anggota keluarganya seringkali menasihati gadis itu agar tidak terlalu menggunakan pakaian yang terbuka, namun sepertinya dia tak berniat untuk merubah gaya berpakaiannya.


Tuan Ferdian bahkan acap kali memberikan nasihat kepada gadis itu untuk berhenti mencari Keenan, dia juga memberitahu jika Keenan saat ini telah memiliki seorang istri, bahkan keduanya telah memiliki seorang anak yang berusia 5 tahun.


Namun lagi-lagi kata-kata dari tuan besar Ferdian hanya dianggap angin lalu oleh gadis itu, dia tetap merasa sangat yakin jika Keenan adalah pemuda sempurna yang memang ditakdirkan untuknya, bahkan selama ini Keenan adalah laki-laki yang paling dia cintai dan sangat mencintainya.


Mendengar hal itu tentu saja membuat Aleena merasa sangat sakit, dadanya saat ini berdenyut sangat keras, dia berusaha untuk meyakinkan dirinya, jika suaminya merupakan seorang yang sangat setia, namun kesaksian yang diucapkan oleh gadis itu lambat laun membuat kepercayaan dalam hati Aleena pun memudar.

__ADS_1


Meski dia berusaha untuk menepis rasa cemburu saat gadis itu terus saja datang dan memberikan perhatian untuk suaminya, namun tetap saja jika di belakang keluarganya, Aleena pun menangis meratapi nasib rumah tangganya yang baru saja seumur jagung.


Apa yang sebenarnya terjadi dengan Keenan? dan siapa wanita itu? Apa hubungan dia dengan suamiku? Kenapa wanita itu terlihat begitu dekat dan memahami Keenan? Apakah selama ini Keenan telah menduakannya? ataukah Keenan memang telah merasa bosan setelah 2 bulan pernikahan mereka?


Pertanyaan demi pertanyaan terus saja memenuhi pikiran Aleena, terkadang dia ingin menjerit dengan sekencang-kencangnya untuk meluapkan rasa sakit dan juga sesak yang hingga saat ini terus saja menghantam hatinya, Andai dulu dia tak cepat memutuskan untuk menikah dengan Keenan, mungkin kejadian hari ini tak akan terlalu mengguncang jiwa Aleena.


Dia benar-benar merasa sangat menyesal karena terlalu mempercayai Keenan Ferdian, sehingga akhirnya dirinya benar-benar jatuh cinta kepada pria yang telah sah menjadi suaminya itu, entah apa yang akan dilakukan Keenan Ferdian saat dia terbangun dari komanya? Apakah dia akan mengingat Aleena? Ataukah memang gadis itu lebih penting untuknya dibandingkan dengan dirinya yang telah sah menjadi Nyonya Ferdian Selama 2 bulan terakhir?


Akhirnya setelah penantian panjang selama 2 bulan, Keenan pun mulai menunjukkan perubahan, hari ini kelopak matanya terbuka, dia tersenyum ke arah keluarganya yang kini mengelilingi tempat tidur yang menjadi saksi perjuangan hidupnya selama 2 bulan terakhir.


Alena hampir saja terjatuh karena terdorong oleh gadis itu, untung saja Nyonya Monica Ferdian memegangnya dari belakang, sehingga tubuh Aleena masih tetap bisa berdiri dengan tegak.


"Letta? Kau di sini?" tanya Keenan pada gadis yang baru saja datang, nampak gadis itu tanpa malu-malu langsung memeluk tubuh Keenan bahkan di hadapan seluruh keluarganya dan juga istri sahnya.


Aleena ingin sekali memaki gadis itu di hadapan semua orang, tapi melihat Keenan yang tiba-tiba saja mengelus rambut gadis itu, membuat hati Aleena kian terasa sakit.

__ADS_1


Mungkin benar jika dirinya hanyalah mainan untuk seorang Keenan Ferdian, sehingga dengan mudahnya pria itu mencampakkan dia dan memilih wanita lain untuk menjadi pendamping hidupnya yang baru. Aleena mulai memundurkan tubuhnya, dia pun segera berlari keluar dari ruangan itu dan kembali pulang menuju ke rumah keluarga Ferdian, dia tak ingin melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Keenan dan juga gadis yang bernama Letta itu.


Sedangkan keluarga Ferdian saat ini nampak mengurutkan dahi, wajah kedua orang tua beserta kakek dan nenek Keenan terlihat menghitam, dada mereka bergemuruh menahan kesal melihat kelakuan Keenan Ferdian yang memperlakukan gadis itu dengan begitu mesra. Bahkan Aleena yang selama ini terus saja berjuang untuk kesembuhan Keenan sama sekali tak di liriknya.


Akhirnya seluruh keluarga Ferdian pun segera kembali menuju kediaman mereka, saat ini yang ada di fikiran semua orang adalah Aleena, mereka takut jika wanita itu akan melakukan hal yang bisa menyakiti dirinya, hingga dengan bergegas keempat orang itu pun segera kembali menuju kediaman keluarga Ferdian.


"Aleena..! Aleena..!" panggil nyonya Monica begitu mereka melangkahkan kaki ke dalam kediaman, saat ini rumah terlihat sangat sepi bahkan Kenzy juga tak ada di sekitar tempat itu.


Tak lama Aleena pun muncul dengan wajah yang sangat kusut, kedua matanya terlihat sembab membuat semua orang langsung bergerak cepat ke arahnya dan memeluk wanita itu dengan sangat erat, mereka sangat menyayangi Aleena seperti putri kandungnya sendiri, walau bagaimanapun caranya mereka pasti akan berusaha untuk mengembalikan hak milik menantu mereka dari gadis yang tiba-tiba saja datang ke dalam kehidupan Keenan.


"Sabar ya nak, mama pasti akan memberi pelajaran pada Keenan setelah dia keluar dari rumah sakit nanti." ucap Monica Ferdian yang saat ini ikut menangis merasakan sakit yang sama seperti Aleena.


Aleena hanya tersenyum tipis ke arah seluruh keluarganya, kemudian dia kembali kelantai 2 untuk mengemasi barang-barangnya.


"Apa yang kau lakukan Aleena? Kenapa kau harus mengemasi seluruh barangmu seperti ini?" tanya Monica yang baru saja muncul di pintu kamar milik Keenan.

__ADS_1


Aleena melirik ke arah ibu mertuanya, kemudian dia pun segera menenangkan wanita itu. "Aku hanya akan tidur di kamar lain, Bu. Ibu tidak perlu mengkhawatirkan apapun, jika memang Keenan lebih mencintai gadis itu, aku siap untuk berpisah dengannya." ucap Aleena sambil menyunggingkan senyuman manis terhadap ibu mertuanya.


__ADS_2