
Berry, sang ketua mafia Black bat terlihat begitu kesal, setelah mengetahui adanya penyerangan secara besar-besaran di markas kelompok mafianya.
Selama ini dia belum pernah bersinggungan dengan mafia manapun, namun kali ini tiba-tiba saja terjadi penyerangan yang membuat mereka akhirnya harus membubarkan rapat, untuk menyusun siasat agar bisa menghancurkan keluarga Ferdian, dan fokus untuk membalas serangan yang saat ini dilakukan oleh pihak yang tidak dikenal.
Seluruh anggota kelompok mafia black bat saat ini telah berlarian, untuk mengambil senjata mereka masing-masing, kemudian segera bersiap untuk melakukan serangan balasan terhadap lawan yang tiba-tiba saja muncul dari kegelapan.
Dor...
Dor...
Dor...
Baku tembak pun terjadi, kelompok mafia black bat saat ini sudah mulai keluar dari markas mereka, kemudian segera mencari tempat yang nyaman dan juga aman untuk melancarkan serangan, terhadap orang-orang yang bersembunyi di dalam kegelapan dan melemparkan serangan secara brutal ke arah markas milik mereka.
Duar...
Duar....
Duar...
Tanpa disangka-sangka, beberapa tempat yang berada di dalam markas mafia itu pun kembali meledak, Berry semakin frustasi karena ternyata penyerangan besar-besaran yang dilakukan oleh orang tak dikenal itu, mengenai ruang rahasia di mana dia menyimpan banyak sekali harta berharga dan juga aset-aset penting lainnya.
"Siapa begundal yang telah berani memberikan serangan kepada kelompok mafia black bat? Segera cari di mana dan musnahkan mereka dengan segera!" teriak Berry kepada anak buahnya.
Mendengar hal itu anggota kelompok mafia black bat pun langsung segera keluar dan mulai mencari keberadaan, dari orang-orang yang memiliki keberanian untuk menyerang markas mereka.
Dor...
Dor...
Dooor...
Rentetan tembakan kembali terjadi, kali ini puluhan anggota kelompok mafia black bat terlihat berjatuhan di atas tanah, sepertinya serangan yang dilemparkan saat ini benar-benar tepat mengenai sasaran dan membuat banyak sekali anggota mafia itu mati, akibat timah panas yang dilemparkan oleh orang-orang yang tak dikenal.
Bahkan anggota mafia Black bat mulai menggunakan teropong dan juga lampu suar, untuk mendeteksi keberadaan dari para penyusup, yang tiba-tiba saja menghancurkan markas mereka. Namun semakin dicari, mereka semakin kesulitan karena nyatanya musuh yang saat ini harus dihadapi oleh mafia Black bat sangat pandai menyembunyikan keberadaannya.
__ADS_1
Hal itu tentu saja membuat Berry semakin berang, hingga akhirnya pria tua itu pun segera berteriak dengan sangat lantang. "Hai kalian cucunguk-cucunguk kecil! Jika memang memiliki nyali, tunjukkan batang hidung kalian! Jangan hanya bisa bersembunyi di balik kegelapan dan memberikan serangan tiba-tiba terhadap kami!" teriaknya.
Door...
Door...
Dooor...
Tak lama kemudian terdengar kembali suara tembakan yang diluncurkan dari beberapa titik, sehingga membuat banyak sekali anggota mafia Black bat yang terkena serangan dan langsung terjatuh di atas tanah, membuat jumlah anggota mafia itu semakin lama menjadi semakin sedikit.
Berry semakin berang, dia pun segera memberikan perintah kembali. "Tembak saja kemanapun kalian suka, yang terpenting habisi mereka semua yang saat ini berdiri dalam kegelapan!" ucapnya.
Mendengar hal itu tentu saja membuat anggota kelompok mafia black bat langsung melemparkan serangan mereka, ke arah yang mereka yakini merupakan tempat persembunyian dari musuh yang saat ini menyerang.
Door...
Dor...
Dor...
Terdengar teriakan dibalik kegelapan, sepertinya saat ini ada beberapa orang anggota mafia blue diamond yang telah terkena timah panas yang dilemparkan oleh anggota kelompok mafia Black bat sehingga membuat Berry, akhirnya tersenyum puas.
Dia saat ini masih belum mengetahui jika sebenarnya jumlah lawan yang berada di balik kegelapan itu, lebih banyak dibandingkan dengan anggota kelompoknya, sehingga membuat pria tua itu akhirnya tertawa terbahak-bahak.
"Ciiih! jika kalian berpikir bahwa anggota kelompok mafia black bat akan merasa takut terhadap kalian yang bersembunyi di dalam kegelapan, maka kalian salah! kami memiliki anggota yang sangat banyak, sehingga meskipun kalian membantai kami hingga habis-habisan, kalian tak akan pernah bisa membunuh semua anggota kelompok hingga tak tersisa." ucapnya dengan sangat sombong.
Tak lama Arya pun segera menunjukkan dirinya, beserta seluruh anggota kelompok mafia blue diamond. Hal itu tentu saja membuat Berry beserta anak buahnya mundur beberapa langkah ke belakang, mereka tak menduga jika saat ini lawan yang harus mereka bantai merupakan mafia nomor satu di seluruh kota C.
Apalagi mafia blue diamond terkenal dengan kelicikan dan juga kebrutalnya dalam membabat musuh.
"Ma-mafia blue diamond." ucap anggota kelompok mafia Black bat sambil memelototkan matanya, mereka saat ini masih belum mempercayai apa yang dilihat sebelumnya.
Arya beserta kawan-kawannya pun segera merangsek masuk dan menodongkan senjata mereka ke arah anggota mafia Black bat yang saat ini hanya tersisa sekitar 650 orang.
"Apa yang kalian lakukan di tempatku? anggota kelompoku bahkan tidak pernah memiliki masalah dengan kalian!" tanya Berry sambil menunjuk ke arah Arya, yang saat ini memimpin penyerangan.
__ADS_1
Mendengar hal itu tentu saja membuat Arya langsung tertawa terbahak-bahak, dia tak menyangka jika pria tua itu akhirnya kehilangan rasa percaya dirinya, padahal sejak tadi dia terus saja berteriak-teriak seperti orang gila. Namun kali ini dia sudah bagaikan sapi ompong, apalagi melihat jumlah anggota kelompok mafia blue diamond yang lebih dari 1000 orang.
"Tentu saja kami datang untuk memberantas seluruh anggota mafiamu." ucap Arya dengan sangat lantang.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Berry sangat berang, "Apa yang telah kami perbuat sehingga kalian ingin melenyapkan kami semua dan menghancurkan markas mafia Black bat?" tanya Berry.
"Harusnya kau tanyakan pada dirimu sendiri, kenapa kau bersekutu dengan Indra dan juga Beny Arianto untuk menghancurkan keluarga Ferdian?" tanya Arya, nadanya terdengar naik beberapa oktaf sehingga membuat Berry mengetahui, jika saat ini ternyata orang yang akan dia lawan merupakan anggota dari mafia blue diamond.
"Ohooo... Jadi rupanya Keenan Ferdian itu merupakan anggota kelompok kalian?" tanya Berry sambil menyunggingkan senyuman sinis.
"Sepertinya kau telah salah mengira, tuan Berry. Keenan Ferdian bukanlah anggota mafia blue diamond, melainkan ketua mafia kami!" teriak Arya sambil menyunggingkan senyuman tipis ke arah Berry yang saat ini membulatkan matanya, karena tak menyangka jika ternyata orang yang hendak dia bunuh, merupakan ketua mafia besar, yang selama ini selalu bersembunyi di balik kegelapan.
"Sial!" umpat pria itu, dia benar-benar baru saja mengetahui sebuah kenyataan pahit, jika orang yang menjadi target penyerangannya kali ini merupakan seorang ketua mafia yang sangat terkenal keganasan dan juga ke brutalnya, dalam membantai musuh.
"Kenapa? Apa kau takut, tuan Berry? Bahkan saat ini juga kami datang untuk memberikan kalian semua pelajaran dan juga menghancurkan seluruh kelompok mafia Black bat, agar tak lagi mencari masalah dengan Ketua kami!" ucap Arya.
Dia pun segera mengangkat tangannya dan memberikan kode kepada seluruh anak buah mafia blue diamond untuk menyerang.
Dooor...
Dooor...
Dooor...
Suara ledakan peluru lagi-lagi terdengar, membuat semua orang harus menutup telinga mereka rapat-rapat. Saat ini terlihat banyak sekali anggota Black bat yang mulai terjatuh di atas tanah, karena anggota mafia blue diamond benar-benar memberikan serangan telak terhadap mereka dengan menggunakan senjata api.
"Matilah kau!" teriak Berry sambil mengerahkan serangan kepada Arya, yang saat ini hanya melengkungkan senyuman tipis untuk mengejek pria tua itu.
Namun baru saja dia akan menarik pelatuk pistol yang ada di pegangannya, tiba-tiba saja sebuah timah panas langsung meluncur dengan sangat cepat ke arah dadanya, hingga menembus tulang punggungnya. Hal itu tentu saja membuat Berry melototkan mata, karena tak percaya jika dirinya akan mati dengan sangat mudah.
Bruk...
Tubuh pria itu pun terjatuh di atas tanah, darah mengucur dengan sangat deras dari bagian dadanya, yang saat ini tengah bolong karena terkena timah panas, yang dilemparkan oleh salah seorang anggota kelompok blue diamond.
"Menyusahkan!" umpat Arya seraya melemparkan sebuah granat, ke arah markas kelompok mafia black bat.
__ADS_1
Duar...