
Ken segera saja menyuruh anak buahnya untuk menyebar dan mencari keberadaan dari keluarga Hermawan, sepertinya dia tidak ingin melepaskan satu orang pun dari anggota keluarga itu, agar tidak menjadi duri di kemudian hari.
Namun tak lama kemudian mereka, dikejutkan dengan kedatangan Beny Arianto yang tiba-tiba saja baru keluar dari sebuah kamar, yang berada di lantai 2. Dengan gerakan yang sangat cepat, anggota kelompok mafia red tiger segera melepaskan tembakan ke arah betis pria itu.
Dor...
Bruk...
Tubuh Beni Arianto tiba-tiba saja langsung tersungkur, setelah betisnya terkena timah panas akibat dari bidikan salah seorang anggota mafia red tiger, dia yang baru saja akan mengangkat senjatanya dan membombardir anggota mafia, tiba-tiba saja dikejutkan dengan sebuah serangan yang sangat cepat.
Hal itu tentu saja tak bisa dilihat oleh mata Beny, sehingga akhirnya pria itu pun langsung jatuh tersungkur di atas lantai, dengan darah yang mengucur dari arah betisnya. Anggota mafia red tiger dengan brutalnya segera menyeret tubuh pria itu dan membawanya ke lantai satu, untuk bertemu dengan Ken.
Sedangkan anggota yang lain menyusuri setiap tempat untuk mencari keberadaan dari anggota keluarga Hermawan.
"Lapor bos, sepertinya anak dan juga istri dari Indra Hermawan saat ini telah melarikan diri." ucap salah seorang anggota kelompok mafia red tiger.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Ken menjadi semakin berang, tanpa babibu lagi akhirnya Ken segera memberikan tinjuan ke arah wajah dan juga dada milik Beny Arianto. Dia sangat yakin jika pria itu telah menyembunyikan keberadaan dari anak dan juga istri Indra Hermawan.
Bak! Buk!
Bak! Buk!
Bak! Buk!
__ADS_1
Tak lama kemudian salah seorang anggota mafia red tiger pun menemukan keberadaan lorong rahasia, yang berada di bawah kamar milik Indra Hermawan. Dengan sangat cepat dia pun berteriak dan memberitahukan hal itu kepada seluruh rekannya.
"Ada lorong rahasia menuju ke lantai dasar." teriak salah seorang anggota kelompok.
Tak lama kemudian seluruh anak buah mafia red tiger pun segera berkumpul, mereka memperhatikan tempat itu, kemudian beberapa orang diantaranya langsung turun, mengikuti tangga yang ada di dalam ruang bawah tanah itu.
Sedangkan Beny Arianto terlihat memelototkan mata, dia tak menyangka jika pada akhirnya lorong itu akan ditemukan oleh para anggota mafia red tiger, Padahal dia telah berusaha untuk menutup lorong itu dengan sangat rapi, agar tidak bisa ditemukan oleh para pengacau yang baru saja menyusup ke dalam kediaman keluarga Hermawan.
Namun sepertinya orang-orang yang berada di depan Beny saat ini bukanlah orang sembarangan, bahkan hanya dalam waktu yang sangat singkat, mereka telah berhasil menemukan lorong rahasia yang ada di lantai dua itu.
Ken melirik ke arah Beny, wajah pemuda itu tidak sedingin tadi saat ini, terlihat lengkung senyuman tipis tersungging di bibir Ken, dengan sangat cepat pria itu pun kembali menghadiahkan bogem mentah kepada Beny Arianto yang telah melarikan orang-orang yang menjadi mangsanya.
"Jangan kau pikir bahwa aku tidak akan pernah bisa menemukan keberadaan dari anak dan istri Indra Hermawan, bahkan anak buahku saat ini telah mengetahui lorong rahasia yang mereka gunakan untuk keluar dari kediaman ini." ucap Ken sambil berbisik ke arah Beny Aryanto.
"Jika kalian berpikir bisa menemukan mereka saat ini, maka jawabannya adalah salah! Kalian tidak akan pernah menemukan seluruh anggota keluarga Hermawan."jawab Beny sambil terus tertawa.
Namun tak lama kemudian, terlihat muda itu melotot, dia tak menyangka jika saat ini anggota kelompok mafia Tiger telah menemukan keberadaan Fani beserta saudaranya dan juga istri dari Indra Hermawan.
Bukanlah hal yang sulit bagi anggota kelompok mafia red tiger untuk bisa menemukan keberadaan dari ketiga orang wanita itu, apalagi mereka ketiganya malah kembali masuk ke dalam lorong rahasia itu karena Fany yang ternyata merasa sangat khawatir dengan keselamatan dari Beny Arianto.
Hal itu tentu saja membuat mereka dengan sangat cepat tertangkap, sehingga Beny akhirnya memelototkan mata ke arah Fany, dia tak menyangka jika gadis itu akan melakukan kebodohan yang sangat parah, padahal dirinya telah berusaha untuk bisa menyelamatkan Fany beserta ibu dan juga saudaranya.
"Apa yang kau lakukan? Aku menyuruhmu pergi dari sini! Tapi kenapa kau malah kembali?" tanya Beny memberondong pertanyaan kepada Fany.
__ADS_1
Fany terlihat sangat kaget, saat mendengar ucapan yang sangat dingin dari Beny, dia tak menyangka jika kekhawatirannya malah akan membuat kesulitan untuk semua orang, hingga nyawa mereka terancam pada akhirnya.
Namun apa yang harus dia lakukan saat ini? Bahkan untuk bisa keluar dari sekapan orang-orang itu saja, mereka tak sanggup.
Mawar terlihat menangis, saat ini istri dari Indra Hermawan itu melihat ke arah tubuh suaminya yang tergolek di atas lantai, dia ingin sekali berlari dan memeluk suaminya, tapi ternyata cengkraman tangan dari anak buah mafia red tiger begitu kencang, sehingga wanita paruh baya itu tak bisa melepaskan diri.
"Apa yang telah kalian lakukan pada suamiku?" tanya Mawar, anggota kelompok mafia red tiger hanya tertawa terbahak-bahak.
"Apa kau tidak melihatnya? Kami bahkan belum melakukan apapun terhadap pria tua itu, tapi dia sudah mati terlebih dahulu!" ucap salah seorang anggota kelompok mafia dengan sangat sarkas.
Dia tidak memperdulikan air mata Mawar yang saat ini telah berderai dengan sangat deras, saat mendengar kematian dari suaminya. Bahkan Fany terlihat melotot saat telinganya mendengar bahwa ayahnya tercinta saat ini telah mati.
Sedangkan Beny hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tidak berdaya, dia tak menyangka jika ketiga orang wanita itu benar-benar sangat menyulitkan, terlebih Fany, sebagai seorang putri tertua dari keluarga Hermawan, ternyata gadis itu benar-benar hanyalah seorang yang sangat bodoh.
Sehingga mempertaruhkan nyawa semua orang, hanya untuk kembali ke tempat yang sangat berbahaya, dan memastikan keselamatan Beny dan juga Indra Hermawan.
"Aku sudah menyuruh kalian bertiga pergi dari tempat ini, tapi kalian malah kembali. Kalian telah menyia-nyiakan pengorbananku." ucap Beny dengan sangat datar.
Mata fany terlihat berkaca-kaca, saat ini gadis itu begitu rapuh mendengar perkataan yang begitu menusuk hatinya, dia kembali karena tak ingin melihat Beny terluka, namun ternyata pria yang diperdulikannya malah menyalahkannya saat ini.
"Apa aku salah jika aku kembali? Apa aku salah jika aku mencintaimu dan tak ingin kau terluka, Beny?" teriak Fany sambil menatap pedih ke arah Beny Aryanto yang saat ini terlihat mengeluarkan aura dingin.
Deg...
__ADS_1
deg...