Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 84


__ADS_3

Keesokan harinya, Ardi benar-benar berangkat menuju ke kota C, dia harus segera menemui Keenan Ferdian sebelum David Lee melakukan sesuatu terhadap keluarga mereka.


Meskipun dirinya saat ini memiliki sebuah kerjasama yang sangat menguntungkan dengan David Lee, nyatanya dia masih belum bisa melupakan kebaikan dari keluarga Ferdian, yang telah membantunya saat dia benar-benar dalam keadaan terpuruk.


Bahkan Keenan Ferdian dengan tanpa ragu-ragu berani menggelontorkan dana yang sangat besar, untuk membantu agar pria tua itu bangkit dan bisa membangun usahanya kembali.


Kedatangan Ardi telah ditunggu oleh Keenan Ferdian, keduanya akan segera bertemu di suatu tempat yang sangat rahasia dan hanya diketahui oleh Keenan Ferdian dan juga Ardi.


Akhirnya pesawat yang ditumpangi oleh Ardi pun sampai di kota C, pria tua itu sengaja tidak memberitahu David Lee jika dirinya saat ini telah berada di kota itu, dia bahkan saat ini langsung menyetop taksi dan segera menuju ke tempat yang telah dijanjikan dengan Keenan Ferdian, dia harus meyakinkan, jika memang bocah yang diinginkan oleh David Lee merupakan putra dari Keenan Ferdian.


Ardi datang dengan menggunakan kemeja kotak-kotak dan juga celana bahan, meskipun usianya telah mencapai 43 tahun, tapi tidak mengurangi kadar ketampanan pria itu. Dia yang memang sejak dulu sangat pandai merawat diri, tentu saja akan selalu berpenampilan stylish setiap kali keluar rumah.


Saat ini Ardi telah memesan sebuah ruangan vip untuk mengatur pertemuannya dengan Keenan Ferdian, pria itu sepertinya sangat menghargai privasi sehingga tidak membiarkan siapapun mengetahui, jika dirinya saat ini akan segera bertemu dengan tuan muda dari keluarga Ferdian itu.


Selang 10 menit kemudian, Keenan pun datang ditemani dengan Arya sang asisten. Dengan langkah tegap, pria itu segera menuju ke vip 1 di mana Ardi telah menunggunya.


Krieeet...


Pintu pun terbuka, Ardi segera menoleh dan melihat kedatangan dari Keenan Ferdian bersama sang asisten. Pria itu pun segera bangkit dari kursi yang didudukinya, kemudian menyambut kedatangan Keenan Ferdian dengan senyuman manis.


Jauh berbeda dengan Keenan yang saat ini menunjukkan sikap datar dan juga tidak bersahabat terhadap Ardi, dia merasa sangat kesal dengan pria itu karena lebih memilih untuk menjadi seorang ketua mafia daripada meneruskan usahanya.


Padahal di masa lalu Keenan telah bersusah payah menggelontorkan dana untuknya membangun sebuah usaha agar masa tua pria itu tidak kembali terjatuh pada kemiskinan.

__ADS_1


"Bagaimana kabarmu?" tanya Ardi begitu Keenan melangkahkan kakinya ke arah kursi dan segera menjatuhkan dirinya.


Keenan hanya melirik sekilas, kemudian pria itu pun segera menjawab dengan sangat dingin. "Langsung saja! Berita apa yang saat ini kau bawa?" tanya Keenan.


Ardi pun segera mengambil ponselnya dan menunjukkan gambar Kenzy yang ada di kotak masuk pesannya, Keenan segera mengambil ponsel itu dan melihat isinya.


"Siapa David Lee?" tanya Keenan.


"Kau tidak mengenalnya?" Ardi balik bertanya.


"Jangan banyak bicara! Jawab saja pertanyaanku!" ucap Keenan dengan sangat dingin.


Ardi hanya bisa mengelus dada melihat Keenan yang begitu tidak bersahabat dengannya, padahal selama ini dia tidak bermaksud untuk membuat pria itu kecewa dengan pilihan hidupnya, hanya saja dirinya yang dibesarkan di keluarga mafia, tentu saja akan sulit untuk bisa meninggalkan pekerjaan yang berbau kejahatan itu.


Keenan hanya menganggukkan kepala, dia tidak akan pernah bertanya lagi kepada pria itu, apalagi saat ini dia masih begitu kecewa dengan keputusan yang diambil oleh Ardi 2 tahun yang lalu.


"David Lee adalah putra dari keluarga Oktora, dia merupakan anak pertama dari tuan Lionel Oktora, hanya saja dia dibesarkan di keluarga Lee yang berada di kota I dan mengenai kenapa dia sampai melakukan hal itu? Mungkin kau mengetahui alasannya, lebih jelas dibandingkan denganku." jawab Ardi sambil menatap tajam ke arah Keenan Ferdian.


Keenan pun langsung menganggukkan kepalanya, dia tahu bahwa saat ini Ardi menunggu penjelasannya, hanya saja dia tak yakin untuk memberitahukan kebenaran itu kepada Ardi, mengingat saat ini pria yang ada di hadapannya itu juga memiliki sebuah kerjasama dengan David Lee.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Ardi.


"Menurutmu?" Keenan membalikkan pertanyaan itu kepada Ardi.

__ADS_1


Ardi hanya bisa mengerutkan dahi, sepertinya pria yang saat ini duduk bersamanya itu memang tidak memiliki perubahan sama sekali, masih sangat dingin seperti dulu.


"Akan lebih baik jika kau segera meninggalkan kota ini dan bersembunyi di kota lain, apalagi saat ini David Lee mengincar putramu." ucap Ardi memberitahu.


Keenan hanya bisa mendelik tajam ke arah pria itu, kemudian dengan sangat cepat dia pun segera menengadahkan tangannya kepada Arya.


Arya dengan sangat cepat segera memberikan apa yang saat ini Keenan minta, sebuah amplop coklat yang berisi segepok uang segera dijatuhkan oleh Keenan Ferdian di atas meja.


Ardi yang melihat hal itu hanya bisa berdengus, sepertinya Keenan berfikir jika dirinya membutuhkan uang, sehingga memberitahukan hal itu padanya. Padahal dia hanya ingin membalas budi karena kebaikan yang pernah diberikan oleh keluarga Ferdian terhadapnya, sehingga dia tidak menjadi gelandangan dan memiliki tempat tinggal serta keluarga yang utuh.


"Apa maksudmu? Apa kau pikir aku memberitahu hal ini karena menginginkan uangmu?"tanya Ardi sambil menatap tajam ke arah Keenan Ferdian.


Keenan segera berdiri dari kursi yang didudukinya, kemudian bergerak untuk pergi meninggalkan ruangan itu. Namun langkahnya segera terhenti, pria itu pun berbalik ke arah Ardi, sambil melengkungkan senyuman tipis.


"Aku tahu saat ini istrimu tengah sakit dan kau membutuhkan banyak sekali uang, ambil itu dan obati segera istrimu." ucap Keenan Ferdian.


Ardi langsung membelalakkan matanya, dia benar-benar tak menyangka, jika Keenan Ferdian mengetahui kesulitannya saat ini.


"Kau..?" ucapan Ardi terhenti karena Keenan langsung memotongnya.


"Tidak perlu mengucapkan terima kasih, aku masih menganggapmu sebagai saudaraku. Meskipun kau telah benar-benar membuatku sangat kecewa dengan pilihan yang kau ambil saat itu, jika uang yang ada di dalam amplop masih belum cukup untuk mengobati istrimu, jangan lupa untuk menelponku dan terima kasih untuk berita yang kau bawa." ucap Keenan Ferdian seraya keluar dari ruangan, meninggalkan Ardi yang saat ini terlihat matanya mulai berkaca-kaca.


"Terima kasih." ucap Ardi dengan sangat pelan. Dia benar-benar terharu dengan kebaikan yang ditunjukkan oleh Keenan Ferdian, bahkan setelah dirinya membuat pria itu kecewa, dia masih mau menolongnya.

__ADS_1


"Kau adalah malaikat yang telah dikirimkan oleh tuhan untuk menolongku dan juga keluargaku. Aku berjanji akan selalu menjaga keluargamu, meskipun harus mempertaruhkan nyawaku." janji Ardi dalam hati. Pria itu sangat tersentuh dengan kebaikan Keenan Ferdian.


__ADS_2