
Mobil yang ditumpangi oleh Beny pun langsung melaju dengan sangat cepat, saat ini sang sopir tak lagi melihat ke kiri ke kanan, dia fokus ke arah jalan agar bisa mencari aman. Sedangkan pria-pria berpakaian hitam itu saat ini sudah mulai menjalankan mobil milik mereka dan mengejar mobil yang telah berani mencari masalah dan hampir saja membunuh mereka semua.
Beny Arianto pun segera meminta agar sopirnya membawa mobil itu ke arah rumah yang dimiliki oleh Indra Hermawan, sepertinya saat ini Beny hanya bisa meminta pertolongan kepada pria tua bangka yang telah melenyapkan mantan istrinya itu, mengingat saat ini nyawanya berada dalam bahaya karena dikejar oleh puluhan orang pria yang berpakaian hitam.
Bruuum...
Bruuum...
Bruuum...
Mobil yang ditumpangi oleh Beny akhirnya sampai di sebuah kediaman besar, dengan sangat cepat dia pun segera memberitahukan keberadaan dirinya kepada Indra Hermawan, saat di perjalanan tadi Beny memang telah menelpon Indra, dia ingin membicarakan sebuah skema penjebakan terhadap Keenan Ferdian.
Setelah dipersilahkan masuk oleh security, akhirnya mobil yang ditumpangi oleh Beny pun segera melaju ke arah rumah besar yang dimiliki oleh Indra, dia segera dituntun oleh seorang pelayan untuk menemui tuan besar mereka yang saat ini tengah berada di ruang baca.
Kedatangan Beny langsung disambut oleh Indra, pria tua itu sangat senang karena akhirnya sekutunya itu bersedia untuk datang ke rumahnya, dia masih belum mengetahui jika Beny saat ini tengah menjadi incaran orang-orang dari mafia blue diamond, karena Beny memang sengaja merahasiakan hal itu agar Indra tak menolak kedatangannya.
Akhirnya Beny pun dipersilahkan masuk ke ruang baca milik Indra, saat ini terlihat pria tua itu tengah memeriksa beberapa berkas. Benny segera mendudukkan dirinya di atas kursi, kemudian mengambil segelas air yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh pelayan kediaman.
__ADS_1
Setelah menstabilkan nafasnya beberapa saat, akhirnya Beny pun segera mengajak Indra untuk membuat sebuah rencana, nampaknya saat ini dia masih belum kapok berurusan dengan keluarga Ferdian dan juga mafia blue diamond.
Beny tentunya tahu jika Indra memiliki harta yang sangat banyak, jadi dia pun akan memanfaatkan semua kekayaan milik Indra untuk bisa kembali membangun perusahaannya yang saat ini hampir saja bangkrut.
"Apa kau telah memiliki rencana yang bagus, Beny?" tanya Indra.
Beny pun menganggukkan kepalanya kemudian melirik ke arah sekutunya itu, "Tentu! Hanya saja saat ini aku tidak memiliki uang. Siang tadi tiba-tiba saja seluruh data perusahaan telah dicuri, bahkan komputer milik kantor pun berhasil diretas, hingga akhirnya dibuat rusak! Rekeningku juga dibobol, aku belum tahu siapa yang telah melakukan hal itu, hanya saja aku merasa yakin jika Keenan adalah pelaku utama yang telah berbuat tindak kejahatan itu terhadapku."
Indra menganggukkan kepalanya, kemudian pria tua itu pun segera melemparkan sebuah kartu hitam kepada Beny.
Beny pun langsung mengambil kartu itu, senyuman tipis tersungging di bibirnya. Saat ini dia akan segera bergerak menuju ke sebuah lokasi, yang merupakan tempat di mana markas mafia yang bernama black bat berada.
Beny segera mengambil ponsel dari saku jas yang dipakainya, kemudian dia pun segera menelpon seseorang. Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, akhirnya orang yang tadi ditelepon oleh Beny pun segera datang ke kediaman milik Indra.
Beny dengan segera menjemput rekan bisnisnya itu, kemudian membawanya menuju ke ruang baca milik Indra Hermawan. Saat ini ketiga orang pria itu terlihat tengah menyusun sebuah rencana, bahkan Indra berniat untuk memberitahukan seluruh media sosial jika saat ini Letta telah meninggal dan Keenan Ferdian merupakan pelaku kejahatan yang menimpa gadis itu.
Dengan sengaja Indra segera menghubungi salah satu pemilik stasiun televisi, dia pun segera mengirimkan beberapa bukti yang menjerat Keenan Ferdian sebagai pelaku utama pembunuhan terhadap Letta, bahkan pria tua itu pun segera mengirimkan rekaman yang berisi tentang bagaimana beberapa orang pria itu, melemparkan tubuh wanita malang yang bernama Letta dari atas jembatan hingga akhirnya jatuh ke sungai.
__ADS_1
Pihak media pun menerima seluruh pernyataan yang diucapkan oleh Indra Hermawan itu dan langsung mencatatnya, dia bahkan saat ini siap untuk menyebarkan berita tentang kematian Letta dan juga kejahatan yang telah dibuat oleh Keenan Ferdian, sepertinya saat ini pemilik dari stasiun tv itu belum menyadari, jika dia akan segera mengalami masalah besar setelah mengunggah hal tersebut di saluran televisi miliknya.
Tiba-tiba saja dunia maya dihebohkan dengan berita kematian Letta dan juga kejahatan Keenan Ferdian, semua orang langsung berbondong-bondong mengunggah kembali video yang telah ditayangkan dalam siaran langsung di sebuah stasiun televisi yang ada di kota C.
Mereka mengutuk Keenan Ferdian sebagai seorang pria yang tak tahu diri, karena telah membunuh wanita yang sangat dicintainya. Bahkan selama ini mereka selalu merasa jika Keenan Ferdian dan Letta merupakan pasangan yang sangat harmonis dan juga serasi, hingga membuat semua orang menjadi iri dan bercita-cita ingin memiliki seorang kekasih seperti Keenan Ferdian.
"Ciiih! ternyata Canon Ferdian bukanlah orang yang baik, dia bahkan membunuh tunangannya sendiri." ucap salah seorang wanita mengomentari berita yang saat ini tengah viral di berbagai media sosial.
Dia bahkan mengutuk dan menyalahkan Keenan Ferdian saat dirinya tengah berada di sebuah Cafe bersama dengan teman-temannya. Susan yang saat itu tengah duduk sambil menikmati makan siang akhirnya merasa berang, saat ini telinganya terasa panas karena ocehan yang dikeluarkan oleh wanita itu.
Susan pun segera mengambil laptop yang di bawanya, kemudian menelusuri berita terviral yang saat ini tengah panas dibicarakan oleh orang-orang, mata wanita itu terlihat membulat begitu melihat video siaran langsung yang dibuat oleh salah satu stasiun televisi yang cukup terkenal di kota C, sepertinya mereka sengaja ingin menjatuhkan nama baik Keenan Ferdian di luaran.
Dengan sangat cepat Susan pun segera melakukan sesuatu, jemari lentiknya berselancar di atas keypad dan langsung menghapus berita-berita miring tentang Keenan Ferdian, dia pun segera melayangkan surat ancaman kepada pemilik dari salah satu stasiun televisi itu, bahwa dirinya tidak akan tinggal diam setelah dia mencemarkan nama baik Keenan Ferdian.
Susan pun segera mencari tahu tentang kebusukan dari pemilik stasiun TV itu, hingga akhirnya setelah menghabiskan waktu hampir satu jam, wanita itu pun tertawa terbahak-bahak. Dia baru saja mengetahui bahwa pemilik stasiun TV itu ternyata memiliki selingkuhan di belakang istri sahnya.
Jemari lentiknya pun segera mengunggah berbagai macam foto dan juga video yang berhasil didapatkannya ke sosial media, hingga lagi-lagi membuat kehebohan di mana-mana. Dalam waktu yang sangat cepat, semua orang pun segera melupakan masalah tentang Letta dan juga Keenan Ferdian dan kini mulai berbalik menyerang pemilik dari stasiun TV yang telah berani mencari masalah dengan mencemarkan nama baik Keenan itu.
__ADS_1