
Dhea yang mendengar umpatan yang keluar dari mulut Robert Darmawan hanya menyunggingkan senyuman tipis, terlebih saat ini dia melihat Irma Aliani yang mulai frustasi, sambil terus mengacak rambutnya, setelah melihat video siaran langsung yang di buat oleh seseorang kemudian disebarkan di sosial media.
Hal itu tentu saja membuat nama baiknya hancur, terlebih saat ini banyak sekali panggilan masuk ke ponselnya dari beberapa orang produser dan juga manajernya yang ingin menanyakan tentang kebenaran dari berita dan juga video yang beredar saat ini.
Robert yang melihat keadaan Irma Aliani seperti itu sejenak mengernyitkan dahinya, sambil berjalan ke arah wanita itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Robert Darmawan.
Irma Aliani segera menunjukkan banyaknya komentar-komentar negatif yang saat ini dia terima, akibat dari video tidak senonoh antara dirinya dan juga Robert Darmawan yang ternyata telah direkam oleh seseorang dan disiarkan secara langsung di media sosial.
Mata Robert langsung melotot, dia tak menyangka jika ternyata apa yang dia pikirkan sejak tadi merupakan sebuah kebenaran, pasti ada seseorang yang telah menyimpan kamera tersembunyi di dalam kediamannya.
Dengan segera Robert pun mengambil ponsel dan menghubungi seseorang untuk segera membersihkan kamera pengintai itu dari dalam kediamannya, dia tak ingin nama baiknya menjadi lebih hancur lagi setelah ketahuan berselingkuh dengan salah seorang model ternama, yang merupakan anak didiknya sendiri.
Tuuut...
panggilan itu pun segera tersambung seseorang di ujung sana telah menerima panggilan itu dan segera berbicara.
📱"Iya pak, Ada yang bisa saya bantu?" tanya orang yang saat ini berada di ujung panggilan.
📱"Segera datang ke kediamanku dan singkirkan semua kamera tersembunyi yang saat ini telah dipasang oleh seseorang di dalam kediaman ini." ucap Robert Darmawan sambil menutup ponselnya.
Klik...
Irma Aliani segera melirik ke arah Robert Darmawan, sepertinya saat ini dia harus meminta pertanggungjawaban dari pria tua itu untuk segera menikahinya, mengingat video yang beredar saat ini kemungkinan akan membuat siapapun merasa jijik terhadapnya.
"Aku tidak mau tahu, kau harus segera menceraikan istrimu itu dan menikahiku." tuntut Irma Aliani sambil bertolak pinggang di hadapan Robert Darmawan.
__ADS_1
Mendengar hal itu tentu saja membuat Robert Darmawan langsung naik darah.
"Apa maksudmu Irma? Bukankah kau tahu jika selama ini hubungan kita hanyalah sekedar saling membutuhkan dan saling menguntungkan? Lalu atas dasar apa kau memintaku untuk bertanggung jawab? Bukankah selama ini aku juga sudah memberikanmu banyak sekali materi dan juga ketenaran? Jika bukan karena pria tua ini, kau mungkin masih menjadi seorang gelandangan di luaran sana." Jawab Robert Darmawan dengan sangat acuh.
Dia memang tidak memiliki niat untuk menikahi wanita itu, baginya Irma Aliani hanyalah sebagai pelampiasan hasratnya, disaat sang istri tidak bisa melayaninya. Lagi pula jika dibandingkan dengan Dania Alexandro yang kaya raya, Irma Aliani bukanlah apa-apa, sehingga dia tidak perlu memperdulikan wanita itu.
"Kau benar-benar badjingan Robert Darmawan! Apa kau pikir setelah semua video yang beredar itu masih ada pria yang mau menerimaku dan menjadikanku sebagai istrinya?" tanya Irma Aliani sambil menatap berang ke arah Robert Darmawan, yang saat ini hanya menatap datar ke arahnya.
"Harusnya kau tahu sejak awal, jika aku tidak akan pernah bisa menikahimu. Aku hanya menganggapmu sebagai selingan saja. Bahkan aku menerimamu meskipun kau bukan seorang perawan." ucap Robert Darmawan menyinggung kembali Irma Aliani yang memang telah kehilangan kesuciannya sebelum bersama dengan Robert.
Mendengar hal itu tentu saja membuat Irma Aliani langsung menangis tersedu-sedu, dia tak menyangka jika ternyata pria tua yang selama ini selalu mencukupi seluruh kebutuhannya itu, hanya menginginkan tubuhnya saja, tanpa mau bertanggung jawab terhadap dirinya.
"Lalu bagaimana jika aku hamil?" tanya Irma Aliani.
Robert Darmawan hanya melirik sekilas, kemudian pria tua itu pun tertawa terbahak-bahak.
"Apa maksudmu? Bukankah kau telah memiliki dua orang putra dari pernikahanmu dengan Nyonya Dania Alexandro?" tanya Irma Aliani.
Robert Darmawan hanya tertawa terbahak-bahak, "Itu adalah anak hasil pernikahan Dania Alexandro dengan mantan suaminya, sedangkan aku hanyalah seorang pria mandul yang tidak bisa memiliki seorang keturunan. Jadi jika kau menekanku dengan alasan bahwa saat ini kau mengandung benihku, maka aku tidak akan pernah mempercayainya. Karena itu adalah akal-akalanmu saja yang ingin menguras seluruh harta milikku dan menghancurkan rumah tanggaku bersama Dania Alexandro." ucap Robert Darmawan.
Jedeeeer...
Bagaikan tersambar petir, Irma Aliani langsung terpuruk di atas lantai, dia tak menyangka jika ternyata pria tua itu hanyalah seorang yang mandul.
Padahal dia telah membayar seseorang untuk membuatnya hamil, agar bisa mengikat pria tua itu di sisinya. Namun apa yang dia dapat saat ini? Irma Aliani harus menyesali perbuatannya, karena tidak mencari tahu terlebih dahulu kebenaran tentang Robert Darmawan.
"Jika kau berfikir bahwa aku tidak mengetahui perselingkuhanmu dengan pria lain di luaran sana, kau salah Irma! Aku membebaskanmu bergaul dengan pria manapun, agar rumah tanggaku tetap utuh dan wartawan tidak akan pernah mencurigaiku, karena kau memang hanyalah seorang wanita ja*ang yang bebas bermain dengan pria mana saja." ucap Robert Darmawan dengan sangat sarkas.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara bel yang berbunyi, dengan cepat Robert pun segera memanggil salah seorang pelayannya untuk membukakan pintu dan membiarkan tamunya masuk, untuk segera mencari keberadaan dari kamera tersembunyi, yang kemungkinan saja telah dipasang oleh orang suruhan Dania Alexandro ataupun keluarganya, untuk mengetahui kebenaran tentang perselingkuhannya dengan Irma Aliani.
Robert Darmawan masih belum menyadari, jika sebenarnya sejak tadi Dhea terus saja merekam mempercakapan mereka dan menyiarkannya secara langsung di media sosial, sehingga sang istri yaitu Dania Alexandro mengetahui secara jelas, semua yang dikatakan oleh pria tua itu.
"Cepat cari di mana istriku menyimpan kamera pengintai dan singkirkan secepat mungkin!" ucap Robert Darmawan kepada seorang pria yang baru saja muncul di rumahnya.
Dengan cepat pria itu pun segera menggunakan alat pendeteksi, untuk mencari keberadaan kamera tersembunyi itu. Namun semakin dia berusaha, pria itu semakin dibuat frustasi karena kenyataannya kediaman besar Robert Darmawan tidak memiliki satupun kamera tersembunyi, selain cctv yang memang sudah terpasang sejak awal.
"Tidak ada satupun kamera di rumah ini selain cctv yang memang sudah terpasang dari awal." ucap pria itu.
Namun Robert Darmawan tidak mempercayainya, dia menyuruh agar pria itu kembali mengecek di semua tempat, mengingat ruangan yang sejak tadi dia gunakan untuk bermain-main bersama Irma Aliani tidak memiliki cctv, namun saat ini ada sebuah siaran langsung yang menayangkan kegiatan panasnya bersama model yang sedang naik daun itu di media sosial.
Pria itu pun segera mengambil ponsel dari saku jaketnya, kemudian segera menghubungi seseorang untuk datang ke rumah besar milik Robert Darmawan, agar membantunya mencari kamera tersembunyi itu.
Hingga akhirnya dalam waktu 30 menit, ada 10 orang pria yang datang, mereka pun segera bergerak untuk membantu salah seorang rekannya yang sejak tadi kesulitan, dalam mendeteksi kamera tersembunyi yang kemungkinan telah disembunyikan oleh seseorang di tempat yang tidak terduga.
Hingga akhirnya setelah melakukan pencarian di semua tempat, mereka pun segera kembali dan memberikan laporan kepada Robert Darmawan.
"Tidak ada satupun kamera yang tersembunyi di tempat ini. Kemungkinan besar ada seseorang yang dengan sengaja merekam semua adegan itu, tidak jauh dari tempat kita berada saat ini." ucap salah seorang dari pria-pria yang baru saja datang.
Mereka benar-benar sangat yakin jika memang di rumah besar itu tidak ada kamera tersembunyi satupun yang terpasang.
Setelah ke-11 orang pria itu pergi, Robert Darmawan segera memanggil seluruh pelayan yang tinggal di rumah itu, dan memeriksa ponsel milik mereka masing-masing, namun dia masih belum menemukan petunjuk yang dicarinya.
Hingga akhirnya tawa seorang wanita membuyarkan pikiran pria tua itu, dia tak menyangka jika saat ini ternyata ada seorang penyusup yang diam-diam telah merekam seluruh kejadian yang ada di rumahnya.
"Apa kau suka kejutan yang aku berikan padamu, Tuan Robert Darmawan?" tanya wanita itu sambil menyunggingkan seringaian tipisnya.
__ADS_1