Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 71


__ADS_3

Tiba-tiba saja kediaman Ferdian diserang oleh segerombolan orang-orang yang tidak dikenal, mereka menggunakan sebuah mobil pick up berwarna hitam dan langsung melompati pagar rumah untuk bisa mengeksekusi seluruh anggota keluarga Ferdian.


Mereka tak lagi menggunakan cara halus dengan menyusup, melainkan langsung melakukan serangan secara terang-terangan. Bahkan tetangga rumah keluarga Ferdian tak ada satu orang pun yang berani keluar dari dalam rumah, terlebih setelah melihat banyaknya orang yang datang untuk menghancurkan ketenangan dan juga kenyamanan keluarga besar itu.


Mereka sangat ketakutan hingga tak berani untuk melapor kepada pihak yang berwajib, sedangkan saat ini tetangga mereka sendiri sedang berada dalam bahaya, semua orang hanya bisa berdoa, semoga keluarga Ferdian bisa selamat dari ancaman yang mungkin saja merenggut nyawa mereka semua.


Anggota blue diamond yang memang sudah dipersiapkan oleh Keenan Ferdian saat ini mulai mengeluarkan senjata milik mereka dan langsung memberikan serangan balasan, kepada orang-orang yang baru saja datang, sehingga membuat mereka akhirnya terpontang-panting lari, karena merasa kaget dengan sambutan yang diberikan oleh 500 orang yang tiba-tiba saja muncul dengan senjata berat.


Awalnya mereka berpikir bahwa penyerangan secara dadakan sekaligus terang-terangan seperti itu, akan menuai hasil yang lebih efektif dibandingkan dengan penyerangan secara diam-diam. Namun ternyata keluarga Ferdian tidak kalah cerdas, mereka telah mempersiapkan banyak sekali orang untuk menyambut serangan yang diberikan oleh segerombolan orang yang baru saja datang itu.


Bahkan kini Keenan bersama dengan ke-27 orang wanita mulai keluar dari dalam kediaman, mereka pun mengacungkan senjata api yang ada di tangan dan memulai membidik satu persatu musuh yang mencoba untuk menerobos masuk ke dalam kediaman dan berniat buruk untuk menghancurkan sekaligus membunuh semua orang yang tinggal di rumah besar itu.


Dooor...


Dooor...


Dor...

__ADS_1


Suara tembakan akhirnya menggema di udara, membuat semua orang semakin ketakutan. Seluruh tetangga keluarga Ferdian saat ini terlihat semakin gemetar di rumah masing-masing, mereka tak berani untuk menunjukkan diri.


Bahkan untuk bernafas saja saat ini mereka terlihat begitu kesulitan, karena seumur hidup baru kali ini menyaksikan sendiri bagaimana teror yang dilakukan oleh segerombolan orang terhadap sebuah keluarga besar yang terkenal kaya dan juga memiliki aset hingga triliunan itu.


Jika di masa lalu keluarga besar Ferdian selalu menutupi keuangan keluarga mereka, saat ini dengan terang-terangan keluarga besar itu menunjukkan sendiri seluruh aset dan kekayaan yang mereka miliki, untuk memancing keberadaan dari orang-orang yang memang memiliki niat buruk terhadap Keenan Ferdian.


Beny Arianto yang pada awalnya sangat yakin akan mendapatkan keberuntungan, jika melakukan serangan secara mendadak dan juga terang-terangan, akhirnya dibuat melotot tak percaya. Dia tak menduga jika Keenan bahkan telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa menyambut serangan yang dia berikan dan membalasnya dua kali lipat lebih menyedihkan.


Bahkan kini orang-orang yang mencoba menerobos masuk itupun satu persatu mati di tempat, mereka tak kuasa menahan timah panas yang terus saja dibidikkan oleh semua orang yang berada di tempat itu.


Beny Arianto yang saat ini telah jatuh miskin akibat perbuatan Aleena, memiliki pemikiran untuk merampok di keluarga besar Ferdian, dia sengaja akan mengambil seluruh surat-surat berharga milik keluarga itu dan mengklaim sebagai miliknya.


Beny Arianto pun segera menyuruh agar supirnya segera menjalankan mobil untuk segera pergi dari tempat itu, namun ternyata tak jauh dari tempat di mana Beny saat ini memperhatikan seluruh preman yang telah disewanya itu bergerak masuk ke dalam kediaman keluarga Ferdian, saat ini telah berjejer beberapa mobil hitam yang terlihat menghalangi jalan yang akan digunakan oleh Beny untuk melahirkan diri.


"Sial!" Beny menyugar rambutnya dengan kasar, dia sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk bisa menghindar dari masalah yang telah dibuatnya, bahkan saat ini terlihat beberapa orang pria bertubuh kekar turun dari mobil-mobil hitam itu dan mengelilingi mobil yang ditumpangi oleh Beny Arianto.


Mereka membawa berbagai macam senjata, sehingga membuat Beny akhirnya harus tetap terdiam di tempat. Beny berpikir untuk berpura-pura hanya sekedar lewat saja, tapi sepertinya orang-orang berpakaian hitam dan juga memiliki badan kekar itu tidak begitu saja percaya terhadap ucapan dari mulut Beny Arianto, apalagi mereka bisa melihat sendiri pakaian yang dipakai oleh Beny merupakan barang branded yang hanya bisa dibeli oleh kalangan orang kaya saja.

__ADS_1


Sehingga membuat orang-orang itu pun memutuskan bahwa Beny, adalah orang yang telah menyuruh puluhan orang preman itu untuk menyerang kediaman milik keluarga Ferdian.


Sopir Beny terlihat begitu ketakutan, selama ini dia memang belum pernah bertemu dengan orang-orang yang berniat ingin melenyapkannya, namun kali ini melihat tatapan yang ditujukan oleh pria-pria berbadan kekar itu, akhirnya sopir itu mengerti bahwa mungkin inilah akhir dari hidupnya.


Dia yang hanya seorang sopir dan mengandalkan gaji dari Beny Arianto tentu saja akan selalu ada dan siap setiap kali dirinya dibutuhkan, bahkan meskipun Beny mendatangi klub malam atau pun markas mafia Black Eagle di masa lalu, sopir itu selalu dengan sangat setia mendampingi bosnya.


Dia bahkan tak ragu membawa bosnya saat tengah mabuk, namun kali ini yang dihadapi bukanlah orang-orang mabuk, melainkan orang-orang yang memiliki niat untuk membunuh. Beny Arianto sekaligus dirinya sebagai salah satu kaki tangan dari orang itu.


"Jalankan mobilnya! Tabrak saja orang-orang itu!" ucap Beny kepada sopirnya.


Mendengar hal itu sang sopir pun langsung melotot dia tak menyangka jika bosnya itu berniat untuk membunuh orang-orang yang saat ini terlihat mengelilingi mobil yang mereka tumpangi, namun sopir itu pun tidak memiliki pilihan lain, selain harus menyelamatkan nyawa bosnya dia juga harus bisa menyelamatkan diri dari amukan pria-pria bertubuh kekar itu.


Apa jadinya jika sampai pria-pria itu menggunakan senjata dan menembak ke arahnya, sopir itu pun sejenak menggelengkan kepalanya perlahan, namun tak lama dia pun segera kembali menginjak gas dan menyetir mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Bahkan pria-pria bertubuh tinggi besar itu pun dengan sangat terpaksa harus menyingkir dari jalan yang dilewati oleh Beny Arianto agar tidak tertabrak, tak lama kemudian pria-pria itu pun segera memasuki mobil mereka masing-masing dan mulai bergerak untuk mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Beny.


Bruuum...

__ADS_1


Bruuum...


__ADS_2