
Keenan mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Lukman Alexander, saat ini pemuda itu merasa benar-benar sangat malu karena ternyata tindakan bodohnya menjadi tontonan ke-27 orang wanita yang saat ini masih tertawa terbahak-bahak di lantai 2.
Sepertinya mereka tak akan pernah menghentikan tawa mengejeknya, hingga Keenan keluar dari rumah itu. Aleena hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah, sepertinya pria di depannya saat ini memang memiliki kepribadian ganda, sehingga membuatnya berfikir untuk sesekali mengetuk kepalanya itu menggunakan besi panas agar Keenan tak lagi-lagi membuat ulah yang membuat Aleena merasa sakit kepala.
Meskipun di masa lalu dirinya pernah berpacaran dengan Calvin Anderson, nyatanya Aleena belum pernah menghadapi sosok pemuda yang sangat menjengkelkan seperti Keenan Ferdian, bahkan Putra kesayangannya saat ini sepertinya telah memberikan dukungan secara tidak langsung kepada Aleena untuk segera menikah dengan Keenan.
Tentu saja hal itu membuat si pemuda tersenyum sumringah, dia merasa jika selama ini usahanya tidaklah sia-sia, setelah penantian panjang Akhirnya dia pun mendapatkan persetujuan dari seluruh keluarga Aleena, bahkan saat ini si kecil Kenzy terlihat sangat bahagia setelah mengetahui jika kedua orang tuanya akan segera bersatu dalam sebuah ikatan pernikahan.
Keenan bergegas pergi dari kediaman Aleena, dia harus segera memberitahukan berita bahagia ini kepada seluruh keluarganya, pemuda itu pun langsung keluar dari rumah tanpa berbasa-basi atau pun berpamitan kepada Aleena, namun beberapa saat kemudian, Keenan kembali dan merebut ponsel milik Aleena, sehingga membuat wanita itu lagi-lagi mengerutkan keningnya.
"Aku lupa mengambil nomor ponselmu, jika sewaktu-waktu keluargaku ingin berbicara denganmu." ucap Keenan dengan wajah tak berdosa.
Sedangkan Aleena hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar, dia benar-benar harus memiliki kesabaran yang sangat ekstra untuk bisa menghadapi seorang Keenan Ferdian yang memiliki sifat yang sangat sulit untuk ditebak. Setelah mendapatkan nomor ponsel Aleena, akhirnya pun kembali keluar dari tempat itu, tak lupa dia juga mendaratkan kecupan di dahi Aleena dan juga Kenzy.
Wajah pemuda itu nampak sumringah begitu dia keluar dari rumah Aleena, kemudian segera melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Ferdian. Sepanjang perjalanan Keenan terlihat begitu bahagia, bahkan dia pun bersiul-siul sambil sesekali mendendangkan lagu-lagu yang romantis ala pemuda alay zaman sekarang.
Andai saja ada anggota keluarga Ferdian yang melihat kelakuan dari Keenan saat ini, mereka pasti akan muntah darah melihat anak kesayangan mereka bertingkah laku seperti seorang yang tidak waras.
Brum...
Brum...
__ADS_1
Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Keenan Ferdian pun sampai di kediamannya, pemuda itu segera keluar dari dalam mobil, kemudian berlari masuk ke dalam rumah sambil berteriak memanggil-manggil seluruh keluarganya.
Tuan besar Ferdian hampir saja terjatuh dari kursi goyang yang sejak tadi didudukinya, bahkan Monica Ferdian saat ini hampir saja terkena pisau saat tengah mengupas buah, teriakan Keenan benar-benar membuat semua orang langsung berlari ke arahnya.
Keenan segera memeluk seluruh anggota keluarganya satu persatu sambil terus menyunggingkan senyuman manis, dia pun mengecup dahi semua orang, bahkan dia memanggil para pelayan dan langsung memberikan tips beberapa lembar uang sebagai perayaan untuk kebahagiaannya.
Apa yang dilakukan oleh Keenan tentu saja membuat seluruh keluarganya sangat khawatir, Mungkinkah mereka harus segera mengunjungi Rumah Sakit Jiwa untuk memeriksakan otak Putra mereka satu-satunya itu? Keenan benar-benar berubah 360° saat ini.
"Kenapa kau terus tertawa seperti itu sejak tadi? benar-benar seperti seorang yang sakit jiwa! Apa kau memenangkan undian?" tanya tuan besar Ferdian sambil menatap cucunya itu dengan sangat lekat.
Keenan hampir saja menggeplak kepala kakeknya itu karena menganggap dia telah mengalami gangguan jiwa, kemudian dia pun segera menyambar gelas jus yang saat ini berada dalam pegangan sang Ibu, setelah itu memberitahukan seluruh keluarganya bahwa Aleena telah memberikan persetujuan untuk menikah dengan Keenan.
Bukankah selama ini anggota keluarga Ferdian sangatlah dingin? bahkan mereka terlihat acuh satu sama lain, namun Lihatlah! sebuah tontonan menarik tersaji saat ini di ruang tamu keluarga Ferdian, semua orang berpelukan seperti Teletubbies, benar-benar sangat mengharukan.
Bahkan tuan besar Ferdian langsung menyuruh para pelayannya untuk memasak dengan sangat banyak, dia ingin mengajak semua orang yang tinggal di rumah itu untuk makan bersama, sekaligus merayakan keberhasilan Keenan mendapatkan hati Aleena dan juga Kenzy.
Bahkan Monica merasa bahwa dirinya adalah yang berperan penting, karena selama 2 hari terakhir dialah yang telah mengajari Keenan caranya untuk bertindak romantis, dengan memberikan beberapa buku dan juga novel untuk dibaca oleh putranya itu.
Tidak tahu saja jika Keenan sama sekali tidak melakukan apa yang diperintahkan oleh mamanya, dia bahkan melamar Aleena dengan cara yang sangat barbar bahkan terkesan memaksa, hingga membuat wanita itu akhirnya mau tak mau segera menghubungi Lukman dan juga Sari Alexander untuk meminta persetujuan.
Keenan juga memberitahu keluarganya bahwa Aleena tidak pernah menikah dengan Lukman Alexander, melainkan orang tua itu telah mengangkatnya sebagai seorang putri di keluarga besar Alexander.
__ADS_1
Mendengar hal itu tentu saja membuat seluruh keluarga Ferdian bahagia, ternyata calon menantu keluarga mereka memang tidak pernah berhubungan dengan keluarga manapun.
.
.
.
Ditempat lain saat ini seorang pemuda berpakaian lusuh terlihat tengah duduk di pinggir jalan, wajahnya terlihat lesu, matanya menerawang ke atas sambil sesekali mengingat seluruh kejadian di masa lalu, yang telah mengubah hidupnya.
Dia benar-benar sangat menyesal karena telah membuang berlian yang sangat berharga, demi sebuah batu apung yang tak ada nilainya. Andai saja saat itu dia mengetahui bahwa Melinda Oktora hanyalah seorang perempuan yang tak pantas untuk dijadikan istri, mungkin dia akan menolak kehadiran wanita itu dan tetap memilih Aleena sebagai pasangannya.
Andai saja saat ini dia bisa bertemu dengan Aleena, dia bahkan bersedia untuk bersujud di hadapan wanita itu untuk meminta maaf dan berharap Aleena masih mau memberikan kesempatan kedua untuknya bisa kembali.
Calvin Anderson terlihat begitu terpuruk saat mengetahui bahwa keluarganya telah menderita kerugian yang sangat besar, bahkan perusahaan dan juga rumah milik mereka terpaksa harus dijual, hanya untuk menutupi seluruh hutang. Mengingat para pemegang saham telah kembali menarik investasi mereka di perusahaan milik keluarga Anderson.
Hal itu tentu saja disebabkan oleh Melinda Oktora yang telah membuat keluarga Anderson mengalami banyak musibah, tak hanya cibiran dan juga hinaan yang mereka terima, namun saat ini mereka juga harus bisa bertahan hidup di sebuah rumah yang sangat sempit.
Rheina Anderson sebenarnya masih memiliki tabungan, namun sepertinya gadis itu sangatlah enggan untuk memberikan pertolongan kepada keluarganya, mengingat selama ini Rheina sudah berulang kali memberikan peringatan kepada Calvin untuk tidak mendekati Melinda Oktora, namun lagi-lagi kakaknya itu tak mengindahkan larangan yang dia berikan.
Sehingga membuat Rheina akhirnya memutuskan untuk tidak lagi berurusan dengan keluarga Anderson, bahkan dia berkali-kali ribut dengan keluarganya hanya karena membela Aleena dan berkeinginan untuk menjadikan wanita itu sebagai satu-satunya kakak ipar yang terbaik.
__ADS_1