Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 85


__ADS_3

"Bagaimana hasil penyelidikanmu, John?" tanya David Lee begitu anak buahnya memasuki ruang kerja yang saat ini tengah ditempatinya.


"Sepertinya saat ini Ardi telah datang ke kota C bersama beberapa orang anak buahnya." ucap John.


"Bagus! Aku harap pria itu sanggup untuk menyelesaikan masalah dengan keluarga Ferdian, aku sudah tidak sabar lagi untuk bisa berhadapan dengan Keenan Ferdian." ucap David Lee.


John pun segera menganggukan kepala, kemudian dia menunjukkan beberapa pesan yang telah dikirim oleh Ardi beberapa waktu yang lalu, David Lee nampak memperhatikan seluruh laporan yang diberikan oleh anak buahnya, kemudian dia pun menganggukkan kepala pertanda dirinya menyetujui rencana yang telah dibuat oleh Ardi, untuk menculik Kenzy dari kediaman keluarga Ferdian.


Sementara Keenan Ferdian saat ini telah berada di markas blue diamond, dia harus segera menyusun rencana untuk menghancurkan David Lee yang saat ini ternyata telah merencanakan siasat licik, untuk menculik putra kesayangannya. Keenan tak akan pernah tinggal diam, apalagi saat ini keamanan dari Putra kecilnya itu tengah dipertaruhkan.


"Sepertinya David Lee merupakan salah seorang pemilik perusahaan besar yang bergerak di bidang otomotif bos, dia bahkan memiliki beberapa cabang yang ada di kota C." ucap salah seorang hacker yang dimiliki oleh Keenan Ferdian, sambil menunjukkan hasil kerjanya.


Keenan bahkan melihat sendiri jika ternyata salah satu perusahaan cabang milik David Lee, menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaannya.


"Sial! Sepertinya pria itu benar-benar telah merencanakan hal ini sejak lama, sehingga aku tidak bisa mengendus trik licik yang digunakannya untuk menyusup ke perusahaanku." ucap Keenan Ferdian.


Namun tiba-tiba saja salah seorang hacker Keenan menunjukkan sebuah video, di mana David Lee tengah bertemu dengan salah seorang bawahan Keenan yang merupakan manajer cabang di perusahaannya.


Mata Keenan pun langsung melotot, dia tidak menyangka jika ternyata salah seorang manajer nya merupakan anak buah dari David Lee dan ditempatkan di perusahaannya, untuk menjadi mata-mata.


Kedua tangan Keenan pun langsung terkepal, saat ini dia benar-benar merasa sangat berang dengan kelakuan dari salah seorang bawahannya itu, dengan cepat Keenan pun segera memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menculik seluruh anggota keluarga dari manajer itu.


Sepertinya dia memang harus segera memberikan pelajaran yang setimpal, agar tidak ada satu orang pun yang berani bermain-main dengannya di kemudian hari.


Anggota mafia blue diamond pun segera keluar dari markas, kali ini ada sekitar 50 orang yang akan bergerak menuju ke rumah manajer yang telah berkhianat. Mereka telah menyamar menjadi para pekerja serabutan, yang akan berpura-pura untuk melamar pekerjaan di rumah sang manager, agar memungkinkan bagi mereka untuk bisa bertemu dengan keluarga dari penghianat itu.

__ADS_1


.


.


.


Manajer yang bernama Danu Subroto saat ini tengah berada di sebuah Cafe, bertemu dengan David Lee. Dia membawa beberapa berkas penting untuk ditunjukkan kepada majikannya itu, selama ini Danu Subroto memang telah banyak menerima uang sogokan yang diberikan oleh David Lee, Karena itulah dia dengan senang hati mau membantu untuk mencari bocoran rahasia perusahaan.


David Lee terlihat sangat kagum dengan hasil kerja dari Danu Subroto, pria berusia 48 tahun itu ternyata benar-benar sangat terampil dan mampu membuat David Lee puas dengan hasil kerjanya. Dia berhasil membawa beberapa berkas penting dan sangat rahasia, sehingga akhirnya David Lee bisa membuat sebuah rencana untuk menghancurkan perusahaan milik keluarga Ferdian.


Bahkan Danu Subroto berhasil menyusup ke tempat di mana saat ini sebuah desain akan segera diluncurkan oleh perusahaan milik keluarga Ferdian, dia dengan secepat kilat segera mengcopy gambar itu dan memberikannya kepada David Lee.


"Kerja bagus, Danu! Kau memang benar-benar bisa diandalkan, aku yakin dengan cara ini perusahaan milik keluarga Ferdian sebentar lagi akan segera bangkrut dan kau bisa segera bergabung dengan perusahaanku dan menjadi manajer baru." ucap David Lee sambil menepuk bahu Danu Subroto.


Meskipun Danu seorang manajer cabang, namun gaji yang dia terima tidaklah cukup jika memang pria tua itu menginginkan berlibur atau bersenang-senang, karena gaji yang dia terima harus digunakan untuk membayar cicilan rumah dan kendaraan termasuk membiayai sekolah ke-3 orang anaknya.


Apalagi istri Danu merupakan seorang yang sangat boros, sehingga berapapun yang diberikan oleh suaminya akan selalu dihabiskan dengan sangat cepat. Hal itulah yang membuat pria tua itu sering frustasi, sehingga saat dia bertemu dengan David Lee, akhirnya pria tua itu bisa bernafas dengan lega.


Saat ini bahkan dia mendapatkan uang dengan sangat mudah dan juga dalam jumlah yang sangat banyak, tak hanya mampu untuk membiayai seluruh kebutuhan keluarganya, bahkan Danu Subroto memiliki seorang perempuan simpanan di luaran, dia juga bisa membiayai seluruh kebutuhan dari perempuan itu.


"Kuharap kau bisa segera mendapatkan apa yang aku inginkan." ucap David Lee sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat berisi segepok uang kepada Danu Subroto.


Melihat hal itu, mata Danu pun langsung berubah hijau, dengan segera pria tua itu menyambut amplop coklat yang berada di tangan David Lee dan segera memasukkannya ke dalam tas selempang yang selalu dia bawa, kemudian Danu menjanjikan kepada David Lee bahwa dalam waktu 3 hari, dia pasti akan berhasil menemukan berkas yang diinginkan oleh Bosnya itu.


Mendengar hal itu, David pun langsung tertawa terbahak-bahak, dia sangat yakin bahwa Danu akan selalu melakukan apapun yang dia inginkan, asalkan diberikan bayaran yang sangat besar. Sehingga David Lee tak perlu takut akan ketahuan oleh Keenan Ferdian, karena pion yang satu ini benar-benar sangat licin, dia tidak ketahuan meskipun telah menjadi mata-mata selama hampir 3 bulan lamanya.

__ADS_1


Akhirnya David Lee segera meninggalkan Cafe dan bergegas kembali ke perusahaannya, sedangkan Danu saat ini terlihat tengah menghitung jumlah uang yang ada di dalam amplop coklat yang diberikan oleh David Lee.


Dia tengah memikirkan apa yang akan segera dia lakukan dengan uang sebanyak itu, namun tiba-tiba saja ponselnya berbunyi membuat Danu Subroto langsung menyimpan kembali uang itu ke dalam tas dan segera mengangkat panggilan dari ponselnya.


📱"Ada apa mbok?" tanya Danu saat mengetahui jika yang menghubunginya kali ini adalah pembantu rumah tangga yang dipekerjakan di rumahnya.


Tak lama terdengar suara tangisan dari ujung panggilan, seorang wanita tua terdengar berbicara dengan sangat pelan, bahkan dia terlihat begitu takut.


📱"Tuan, nyonya beserta anak-anak saat ini diculik oleh beberapa orang yang menggunakan pakaian tukang, mereka mengaku sebagai tukang reparasi AC dan masuk ke dalam rumah dengan sangat mudah, tapi ternyata mereka membawa senjata tajam dan menculik seluruh keluarga tuan." ucap pembantu itu sambil terus terisak.


📱"Apaaa?" tanya Danu Subroto.


Dia benar-benar sangat kaget mendengar kejadian di rumah besarnya, bahkan saat ini dirinya baru saja memikirkan akan membawa seluruh keluarganya untuk berlibur ke luar negeri, namun tiba-tiba saja mendengar kabar yang tak sedap, bahwa anak dan juga istrinya telah diculik oleh beberapa orang yang tidak dikenal.


Klik...


Danu pun segera mengakhiri panggilan kemudian dia mengepalkan tangannya.


''Sial! Apa yang sebenarnya diinginkan oleh para penculik itu? Sepertinya aku harus segera menghubungi tuan David Lee dan meminta bantuan padanya." ucap Danu Subroto sambil melakukan panggilan kepada David Lee yang saat ini baru saja menginjakkan kakinya di perusahaan.


📱"Apaaa?" terdengar suara David Lee setengah berteriak, setelah mendengar laporan dari Danu Subroto, bahwa saat ini keluarga dari anak buahnya itu telah diculik oleh beberapa orang yang tak dikenal.


David Lee sangat yakin jika orang-orang itu merupakan suruhan dari Keenan Ferdian, sepertinya saat ini dia harus berhenti berhubungan dengan Danu Subroto, jika tidak? maka penyamarannya akan segera diketahui oleh Keenan Ferdian.


"Ciih! benar-benar menyusahkan!"ucap David Lee sambil menutup panggilan dari ponselnya.

__ADS_1


__ADS_2