Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 63


__ADS_3

Dooor...


Dooor...


Terdengar dua kali suara tembakan dari dalam markas mafia black eagle, saat ini Ken dengan santainya membidik kedua bahu Aditya dengan timah panas nya, hingga membuat pria tua itu kembali berteriak kesakitan.


Aaaargh...


Aditya tidak menyangka jika pemuda yang saat ini berdiri di hadapannya itu, tidak memiliki rasa takut sedikitpun. Padahal dia telah memberikan ancaman untuk mengerahkan lebih banyak orang lagi untuk memburunya.


"Apa kau fikir aku akan takut dengan ancamanmu pria tua?" tanya Ken sambil melipat kedua tangannya di depan dada.


Aditya hanya bisa menggertakan giginya, saat ini dia sudah tak mampu melakukan apapun. Bahkan untuk sekedar menggerakkan tangan saja dia sudah tak sanggup, karena Ken telah menembak tepat di kedua bahu milik Aditya, kanan dan kiri. Sehingga membuat pria tua itu tak bisa mengangkat kembali pistol yang berada tak jauh dari tempatnya terjatuh.


"Sial.." rutuk Aditya.


Dia benar-benar sangat kesal karena Ken sejak tadi seolah tengah mempermainkan dirinya, pemuda itu tak langsung membunuh Aditya, namun terus saja memberikan tembakan-tembakan ke arah kaki dan juga tangan, sehingga membuat pria tua itu semakin mengerang kesakitan.


"Bunuh saja aku, sialan! Kenapa kau terus menyiksaku seperti ini?" tanya Aditya, matanya terlihat merah karena menahan gejolak amarah yang begitu besar di dadanya.


Ken hanya tersenyum sinis mendengar pertanyaan yang diajukan oleh pria tua itu, "Karena kau telah berani bermain-main dengan nyonya mudaku, maka akan kupastikan jika kematianmu tidak akan datang dengan begitu mudah! Kau harus melewati siksaan dariku sebelum menghadap dewa yama." ucap Ken sambil menunjukkan seringaian keji di wajahnya.


Mendengar hal itu tentu saja membuat Aditya semakin ketakutan, pemuda di hadapannya kini tak bisa diajak untuk berbicara, dia hanya mendengar satu perintah dari nyonya saja.


Andai saja tadi Aditya tidak mengirim 500 orang anak buahnya untuk meratakan kediaman keluarga Ferdian dan juga membunuh seluruh anggota keluarga itu, mungkin saat ini nasibnya tidak akan semenyedihkan ini.


Dia benar-benar menyesali diri karena telah lalai, sehingga tidak menyelidiki terlebih dahulu kekuatan yang dimiliki oleh keluarga Ferdian. Dan langsung saja menyetujui permintaan dari Beny Arianto.


***


Ditempat yang lain, saat ini pasukan dari mafia red tiger juga telah sampai di markas utama milik kelompok mafia Black Eagle. Mereka mulai melakukan pengrusakan demi pengrusakan dari bagian depan dan juga belakang kediaman, sebelum akhirnya masuk dan mulai membantai satu persatu anak buah Aditya, yang saat itu tengah beristirahat di dalam sebuah ruangan.


Mereka baru saja pulang setelah menyelesaikan tugas, sehingga membuat semua anak buah black eagle itu kehilangan kewaspadaan. Dan hal itu tentu saja dimanfaatkan oleh orang-orang dari kelompok mafia red tiger, mereka langsung saja membantai semua orang yang berada di dalam markas itu dengan sangat membabi buta.

__ADS_1


Beberapa orang terlihat langsung menembak ke arah para anggota yang saat ini telah terlelap, namun tak sedikit juga yang menggunakan belati untuk menikam jantung orang-orang itu.


Dor...


Dor...


Dor...


Jleb...


Jleb...


Darah segar merembes dari dalam tubuh anggota kelompok mafia Black eagle, disertai dengan teriakan-teriakan pilu yang membuat seluruh anggota kelompok red tiger semakin menunjukkan jiwa psikopat dan juga haus darah.


Mereka menikmati teriakan kesakitan, bagaikan sebuah nyanyian pengantar tidur, sehingga membuat semangat dan juga hasrat membunuh yang ada di dalam hati setiap anggota muncul dan langsung mendapatkan pelampiasannya.


Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam saja, akhirnya kelompok mafia red tiger berhasil membunuh seluruh musuhnya, tak lupa mereka juga melemparkan beberapa senjata peledak untuk menghancurkan markas itu.


Booom...


Booom...


Suara ledakan yang sangat kencang tentu saja membuat semua orang yang tinggal tak jauh dari markas mafia Black Eagle pun akhirnya bangun dari tidurnya, mereka bergegas berbondong-bondong menuju tempat kejadian untuk mengetahui alasan dibalik suara ledakan yang mengganggu kenyamanan tidur mereka.


Mata semua orang dibuat melotot tak percaya, kini markas mafia Black Eagle yang begitu besar dan juga sangat mewah itu, terlihat hanya tinggal puing dan juga abu. Bahkan mereka mencium bau daging panggang karena ke seluruh anak buah mafia black eagle telah berhasil dibunuh dan ditumpuk di dalam markas itu, sebelum akhirnya mereka ledakan.


.


.


.


Anggota mafia Blue Diamond saat ini juga telah sampai ditempat yang dituju, mereka menyebarkan serbuk bius sebelum akhirnya menculik semua orang yang tinggal ditempat itu, tak ada satu orang pun yang terlewat, bahkan lansia dan bayi sekalipun tetap mereka bawa dan masukan ke dalam sebuah mobil box yang besar.

__ADS_1


Mereka sengaja tidak melakukan kekerasan terhadap keluarga dari anggota kelompok mafia Black Eagle atas perintah dari tuan Rama Ferdian, mengingat jika mungkin saja keluarga-keluarga itu tidak mengetahui pekerjaan dari anak ataupun suami dan juga Ayah mereka.


Sehingga mau tak mau, anggota mafia blue diamond menggunakan serbuk bius untuk membuat pekerjaan mereka semakin mudah, agar tidak terjadi pertumpahan darah.


Anggota mafia blue diamond juga menjaga agar semua orang yang mereka bawa tidak mengetahui apa yang terjadi, sebelum akhirnya mereka ditempatkan di sebuah tempat penyekapan, untuk menekan mental orang-orang dari kelompok black eagle yang akan segera melakukan penyerangan di kediaman keluarga Ferdian.


Setelah hampir satu jam akhirnya semua orang pun telah berhasil dikumpulkan di dalam sebuah mobil box besar, mereka segera melanjutkan perjalanan menuju ke sebuah tempat yang telah disediakan sebelumnya oleh anggota yang lain sebagai titik akhir tempat penyekapan.


***


Bruuum...


Bruuum...


Bruuum...


Akhirnya mobil yang ditumpangi oleh anggota mafia Black Eagle telah memasuki kawasan perumahan elit, tempat di mana kediaman keluarga Ferdian berada. Setelah melewati penjagaan yang sangat ketat, akhirnya mereka pun diberikan izin untuk masuk oleh petugas yang berjaga di sana, mengingat mobil yang mereka gunakan adalah mobil mewah.


Karena Aditya mengetahui jika menggunakan mobil biasa, anak buahnya tidak akan bisa menerobos masuk menuju ke perumahan itu.


Akhirnya mereka memarkirkan mobil sedikit jauh dari kediaman Ferdian, agar tak menarik perhatian dan juga kecurigaan dari para penghuni perumahan itu, mereka sengaja berjalan kaki dengan mengendap-endap agar tak menimbulkan suara dan berusaha untuk memanjat dinding tinggi yang merupakan pagar kediaman mewah itu.


Hap...


Hap...


Hap...


Beberapa orang anggota mafia Black Eagle saat ini telah berada di atas dinding, mereka mulai memperhatikan ke sekeliling rumah keluarga Ferdian yang saat ini terlihat gelap, nampak mereka mengerutkan dahi.


Mungkinkah jika mereka salah rumah? atau Mungkinkah jika saat ini para penghuni rumah itu masih berada di luar? Bahkan mereka tidak bisa melihat keberadaan dari para security yang biasanya berjaga di pintu gerbang masuk kediaman.


"Sial..! Jangan bilang kalau keluarga Ferdian telah mengetahui kedatangan kita!" umpat salah seorang anggota mafia itu seraya mengepalkan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2