
Akhirnya ke 500 orang anggota mafia Black Eagle mulai memasuki kediaman milik keluarga Ferdian dengan cara mengendap-endap, meskipun saat ini suasana rumah itu nampak sangat gelap dari luar, namun mereka masih berharap jika anggota keluarga itu masih ada di dalam rumah.
Klontang...
Bluk...
Tiba-tiba saja salah seorang anggota mafia Black Eagle menendang sesuatu yang membuat semua orang tersentak kaget, karena ternyata suara yang dihasilkan oleh benda yang tertendang itu mengakibatkan sesuatu terjatuh menimpa kepala mereka saat ini.
"Sial! Apa ini?" ucap salah seorang anggota mafia itu seraya mengusap rambut dan juga wajahnya yang kotor.
Anggota yang lain juga melakukan hal yang sama, mereka mencoba untuk membersihkan debu semen yang tiba-tiba saja terjatuh mengenai kepala dan badan mereka.
"Sepertinya rumah ini benar-benar tak terawat hingga semua barang-barang tak berguna seperti ini juga memenuhi halaman rumah mereka." ucap salah seorang anggota mafia yang melihat banyaknya barang-barang seperti besi bekas dan juga kayu kecil berserakan dihadapan mereka.
Bahkan masih banyak paku yang menempel dikayu itu, hingga mereka harus semakin berhati-hati agar tidak menginjaknya.
"Jangan membuka senter, atau kita semua akan ketahuan." ucap salah seorang anggota mafia itu mengingatkan rekan-rekannya yang mulai menyalakan senter kecil, untuk melihat sekeliling tempat itu yang nampak sangat berserakan.
Klontang...
Tiba-tiba saja terdengar suara yang sangat keras, mirip seperti kaleng yang dijatuhkan dari atas dan langsung terlempar ke dekat kaki salah seorang anggota mafia itu.
__ADS_1
Mereka mulai memasang kewaspadaan tinggi, mungkin saja ini merupakan rencana dari anggota keluarga Ferdian, untuk membuat jebakan bagi mereka yang saat ini telah menyusup ke dalam kediamannya, sehingga mereka mulai memberikan kode meskipun dengan cara berbisik-bisik dalam kegelapan.
"Berhati-hatilah! Perhatikan langkah kalian, jangan sampai menginjak sesuatu yang akan memancing kecurigaan orang-orang." ucap salah seorang anggota mafia Black Eagle mengingatkan kepada rekan-rekannya, dan langsung diangguki oleh mereka.
"Bagaimana?" tanya salah seorang yang bernama A.
"Tepat seperti dugaanku, rumah ini memang kosong." ucap B setelah dia berkeliling mengitari kediaman milik keluarga Ferdian.
"Apa kau yakin?" tanya A kembali.
"Sepertinya jika dilihat dari luar, rumah ini memang kosong. Namun kita tak pernah tahu, bisa saja di dalam rumah saat ini seluruh anggota keluarga Ferdian tengah bersembunyi di suatu tempat, untuk menghindari serangan kita semua." ucapnya.
"Apakah kita semua akan masuk?" tanya A kembali.
"Baiklah, Ayo semuanya! Kita masuk, tapi ingat tetap berhati-hati! Jangan sampai memancing kecurigaan orang-orang." ucap A memperingatkan rekan-rekannya.
Akhirnya ke 500 orang anggota mafia Black Eagle pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah megah yang saat ini ada di hadapan mereka, dengan mencongkel kaca besar agar mereka tidak membuat keributan. Bahkan beberapa orang di antara mereka saat ini mulai mencoba untuk membuka pintu dengan menggunakan kawat sebagai pengganti kunci.
"Sial! Sepertinya pintu ini memiliki akses tersendiri sehingga menyulitkan kita untuk membukanya." ucap salah seorang yang bernama D.
"Bisa saja pintu rumah ini memiliki sensor atau nomor pin tersendiri untuk bisa membukanya." ucap yang lainnya ikut menimpali.
__ADS_1
Mereka pun segera membuka senter dari ponsel salah seorang anggota, untuk melihat keberadaan dari alat sensor ataupun nomor pin yang bisa saja digunakan untuk membuka pintu, namun setelah beberapa kali ternyata tidak ada alat apapun yang terpasang di tempat itu. Sehingga membuat mereka menggelengkan kepala.
"Apakah ada sesuatu yang lain yang bisa membuat pintu ini tidak bisa dibuka dengan sesuatu yang bukan merupakan kunci aslinya?" tanya D kembali. Rekan-rekannya hanya menggelengkan kepala, mereka juga masih belum memahami tentang hal itu.
"Ciiih, sial! Rumah keluarga Ferdian ini benar-benar menyulitkan kita, mereka sepertinya sengaja tidak menanam pohon besar didekat rumahnya agar kita tak bisa mengintai. Dan lihatlah... Rumah sebesar ini hanya memiliki dua tiang depan saja, bahkan dindingnya dibuat lurus agar tak ada yang bisa menyelinap sekalipun dengan cara memanjat." rutuk salah seorang anggota mafia Black Eagle setelah dia memperhatikan sekeliling rumah milik keluarga Ferdian, yang memang memiliki bentuk sangat berbeda dengan rumah-rumah mewah yang lainnya.
Bahkan rumah milik keluarga Ferdian ini tidak memiliki satu balkon pun sehingga mereka kesulitan untuk bisa memanjat dinding tinggi, padahal sejak keberangkatan mereka tadi, ke 500 orang anggota mafia Black Eagle telah menyiapkan tali yang sangat panjang untuk digunakan jika sewaktu-waktu mereka ingin memanjat menuju kediaman.
Sehingga mau tak mau akhirnya mereka menunggu hingga salah seorang rekan mereka berhasil membuka kaca rumah yang sangat besar dan juga tebal itu, apalagi ditambah dengan keberadaan teralis yang terbuat dari rangka besi siku dan beton 10 ml benar-benar menguras emosi mereka.
"Sial! Keluarga ini membuat rumah yang benar-benar menyulitkan kita semua, setelah bersusah payah untuk melepaskan kaca ini, kita juga harus dihadapkan dengan teralis besi yang dipasang permanen." umpat salah seorang dari mereka setelah menyadari jika teralis itu bukanlah sebuah teralis tipe bongkar pasang yang biasa dipakai oleh orang-orang.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya rekannya.
Dia pun menggelengkan kepalanya, "Kita tidak mungkin bisa melakukan sesuatu terhadap teralis ini, bahkan jika kita mencoba untuk menggergajinya, itu hanya akan mengundang kecurigaan warga sekitar." jawab rekan yang lain.
"Pantas saja jika Keenan Ferdian merupakan seorang ketua mafia dari kelompok blue diamond, mengingat rumahnya saja dia berikan pengamanan ekstra, sehingga kita tidak memiliki kesempatan untuk bisa memanjat dinding ataupun menerobos melalui jendela kaca. Cepat cari jalan lain agar kita bisa memasuki rumah ini!" ucap salah seorang dari mereka seraya mengerahkan seluruh anggota kelompok mafia Black Eagle untuk segera mencari cara untuk bisa menerobos.
Akhirnya mereka pun mencoba untuk terus mencari jalan agar bisa memasuki kediaman milik keluarga Ferdian, entah bagaimana caranya rumah itu seolah tidak memiliki celah, sehingga memungkinkan mereka untuk bisa menerobos dengan berbagai macam cara.
Bahkan rumah itu seperti sebuah kotak yang terbuat dari semen, sehingga hanya memunculkan sebuah pintu depan saja dan beberapa kaca jendela yang sangat tebal yang sudah dilapisi dengan teralis besi yang sangat kuat dan permanen.
__ADS_1
"Cepat lakukan sesuatu sebelum pagi, kita tidak mungkin menyampaikan kegagalan kita dalam menyerang keluarga Ferdian kepada bos." ucap salah seorang dari mereka sambil terus saja mencari cara agar bisa memasuki kediaman milik keluarga Ferdian.
"Apakah kalian begitu senang menerobos ke rumah milik orang lain? Bukankah ada pintu di sebelah sana? Tak bisakah tangan kalian memijat bel agar dibukakan pintu oleh tuan rumah?" terdengar suara seorang wanita di belakang mereka, sehingga membuat semua anggota kelompok Black Eagle mengembalikan tubuh mereka dengan perasaan kaget.