
Beny Arianto mengasah rambutnya dengan sangat kasar, saat ini dia benar-benar tak habis pikir dengan orang yang berani bermain belakang dengannya. Apalagi menggunakan jasa hacker untuk bisa meretas seluruh data milik perusahaan dan juga merusak semua komputer milik perusahaannya.
"Cepat cari tahu siapa cecunguk yang berani bermain-main denganku! Siapapun dia, aku pasti akan segera menghancurkannya!" ucap Beny Arianto dengan sangat geram, bahkan saat ini dirinya masih berkabung atas kematian mantan istrinya Letta.
Namun kali ini dia juga dihadapkan dengan sebuah permasalahan pelik, yang terjadi di perusahaannya, sehingga membuat emosi Beny semakin membuncah, dia ingin sekali menemukan orang yang telah mengganggu ketenangan hidupnya dan segera membantai orang tersebut dengan sangat sadis.
Sepertinya pria itu masih belum menyadari jika saat ini bahkan cctv kantor miliknya juga telah diretas oleh seseorang, sehingga seluruh tindak-tanduknya beserta seluruh para pegawai yang ada di kantor itu menjadi tontonan semua orang, yang saat ini tengah tertawa terbahak-bahak.
Mereka terlihat begitu bahagia saat melihat wajah Beny yang kusut seperti pakaian yang belum disetrika. Jika saja Beni tahu bahwa otak dibalik semua kerusuhan yang terjadi di dalam perusahaannya, adalah istri dari musuh abadinya Keenan Ferdian, entah bagaimana reaksinya.
Apalagi saat dia mengetahui sebuah kenyataan, jika wanita yang dianggapnya sebagai seorang pelayan dikediaman keluarga besar itu, merupakan Nyonya muda yang tengah menyamar. sepertinya pria itu akan segera terkena serangan jantung karena syok, mengetahui jika istri dari musuhnya itu ternyata memiliki kemampuan dan juga kecerdasan yang sangat luar biasa.
Aleena saat ini bahkan tengah berusaha untuk membobol seluruh dana milik Beny Arianto, dia sengaja membuka sebuah rekening baru, sebagai pengalihan atas sejumlah uang yang berhasil dirampoknya nanti.
Keenan segera melangkahkan kakinya ke arah sang istri, dia pun terlihat mengerutkan dahi dengan kelakuan dari ke-28 orang wanita yang saat ini terlihat cekikikan, namun setelah matanya menangkap sesuatu dari laptop yang dimiliki oleh Susan, Keenan pun akhirnya ikut tertawa terbahak-bahak.
Rencana besar yang dibuat oleh kelompok Queen Devil ternyata berhasil membuat Beny Arianto kelabakan, tak hanya data dari kantornya saja yang saat ini telah bocor, melainkan seluruh aset milik Beny Arianto pun telah berpindah tangan, sehingga membuat pria itu akan segera bangkrut dalam waktu tak lama lagi.
Aleena melirik ke arah sang suami, sejenak kedua alis wanita itu pun bertaut dan memikirkan sesuatu. Namun dia tak ingin mempertanyakan hal itu kepada Keenan Ferdian.
__ADS_1
Melihat tatapan sang istri, Keenan pun mengerti, jika saat ini ada sesuatu yang ingin diketahuinya, kemudian dia pun segera menyerahkan ponselnya agar Aleena melihat sendiri apa yang mengganggu perasaannya saat ini, Aleena memelototkan mata saat membuka ponsel milik Keenan Ferdian, bukan karena suaminya itu melakukan perselingkuhan, melainkan dia bisa melihat sendiri video yang telah dikirimkan oleh seseorang yang memperlihatkan nasib dari Letta.
Kemudian dia pun segera menyimpan kembali ponsel itu di atas meja dan beralih menatap suaminya. Keenan tersenyum tipis, sepertinya saat ini Aleena sudah mulai mengerti situasi yang dihadapi oleh dirinya, sehingga dia tak lagi harus menyembunyikan segala hal dari sang istri.
"Aku sengaja membiarkan Letta terus berdekatan denganku, dengan begitu maka semua orang akan berpikir jika Letta adalah pasangan hidupku, sehingga membuat siapapun yang ingin bertindak kejahatan terhadapku akan menjadikan Letta sebagai umpannya." ucap Keenan sambil menyandarkan tubuhnya pada sofa di ruang tamu.
Namun sepertinya Aleena memiliki firasat lain, bisa saja hal itu digunakan oleh seseorang untuk menjebak Keenan Ferdian. Jika sampai orang itu berbuat kejahatan terhadap Letta, maka polisi pasti akan mencari keberadaan Keenan sebagai seseorang yang sangat dekat dengan wanita itu, apalagi semua orang juga mengetahui bahwa beberapa hari sebelum kejadian Letta dan Keenan terlihat masih berjalan bersama.
Keenan menggelengkan kepalanya pelan, dia akan mencoba untuk menenangkan hati istri kecilnya itu. Keenan sebenarnya mengetahui apa yang saat ini dicemaskan oleh Aleena, hanya saja dengan bukti video yang dikirimkan oleh orang itu sudah membuat posisi Keenan menjadi aman.
Bahkan tanpa sepengetahuan Aleena, Keenan telah memerintahkan Arya untuk segera melapor kepada polisi, sehingga jika terjadi sesuatu kepada Letta, Kenan tidak akan pernah menjadi seorang tersangka. Bahkan dirinya pasti akan ditetapkan sebagai seorang korban, dengan bukti dari video yang dikirimkan orang itu.
Aleena pun segera melirik ke arah suaminya, "Siapa?" tanya Aleena.
"Indra Hermawan, salah seorang rival bisnisku. Dia seorang pengusaha sukses dan beberapa waktu yang lalu pernah berebut tender denganku." jawab Keenan Ferdian.
Mendengar hal itu, Aleena pun segera menganggukkan kepalanya. Sepertinya saat ini dia mengerti jika Indra dan juga Beny memiliki kepentingan yang sama, namun keduanya berjalan masing-masing tanpa memiliki keterikatan sama sekali.
"Jika seperti itu kita harus menempatkan beberapa orang untuk mengawasi kedua laki-laki itu, jangan sampai mereka melakukan sesuatu yang akhirnya akan merugikan keluarga kita." ucap Aleena.
__ADS_1
Keenan pun segera berdiri dari kursi yang didudukinya, kemudian berjalan ke arah sang istri dan mengusap surai hitam milik Aleena.
"Aku sudah memerintahkan anak buahku untuk melakukan hal itu, mulai sekarang nyonya muda Ferdian bisa beristirahat dengan tenang. Karena kemungkinan, kita akan segera mendapatkan informasi dari mereka." ucap Keenan.
Aleena akhirnya tersenyum dengan sangat manis, sepertinya wanita itu saat ini sudah mulai bisa berdamai dengan kekesalan hatinya, saat melihat Leeta yang terus saja menggelayut manja di lengan sang suami.
"Kuharap kita bisa segera menyelesaikan masalah ini secepatnya, jangan sampai Kenzy kecil kita mendapatkan masalah, hanya karena kita lalai untuk bertindak kepada orang-orang yang telah berani mengajukan permusuhan secara terang-terangan." ucap Aleena.
Ke-27 orang anak buah Aleena pun melirik ke arah pasangan suami istri itu, sepertinya saat ini keduanya telah berdamai dan kembali menjadi keluarga harmonis seperti sebelumnya.
Hal itu tentu membuat ke-27 orang wanita itu menjadi semakin senang, meskipun terkadang mereka merasa iri dengan kemesraan yang ditunjukkan oleh Aleena dan juga Keenan Ferdian, nyatanya melihat kebahagiaan dari pasangan bos mereka itu, membuat hati dan pikiran mereka juga ikut merasakan kedamaian.
Dor...
Dor...
Dor...
Tiba-tiba saja terdengar suara tembakan dari luar kediaman keluarga Ferdian, Aleena dengan secepat kilat segera berlari menuju lantai 2 di mana saat ini Kenzy, sang putra berada.
__ADS_1
Dia harus menyelamatkan putra kecilnya itu, jangan sampai melihat sesuatu yang mungkin saja akan membuat anaknya trauma di kemudian hari, sedangkan ke-27 orang wanita dan juga Keenan Ferdian segera bergerak untuk mengambil senjata milik mereka masing-masing dan bersiap untuk melancarkan serangan balasan kepada orang-orang yang telah berani menyusup ke dalam kediaman.