Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 67


__ADS_3

Setelah kepergian Letta, Keenan pun akhirnya keluar dari dalam kamarnya, dia ingin segera menemui Aleena.


Selama berada di rumah sakit, Keenan jarang sekali bisa melihat wajah istrinya itu, apalagi Letta terus saja menempel padanya, sehingga membuat Keenan lagi-lagi harus menahan dirinya untuk bisa berdekatan dengan sang istri.


Aleena yang melihat Keenan menuruni tangga, tak membalikan tubuhnya sedikitpun, dia masih tetap bersantai bersama ke-27 orang anak buahnya sambil sesekali tertawa terbahak-bahak. Sepertinya dia tak memperdulikan lagi Keenan yang telah berani berbuat sesuatu, tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu perasaannya.


"Apakah sebegitu bahagianya, hingga tak menyadari keberadaanku saat ini?" tanya Keenan.


Aleena hanya melirik dengan ujung matanya, "Ooh.. Jadi setelah ulat bulu itu menghilang, kau mendekatiku kembali? Apa kau fikir aku seorang wanita yang mudah untuk kau abaikan begitu saja?" tanya Aleena.


Mendengar hal itu, Keenan berusaha untuk mendekati istrinya, namun lagi-lagi Aleena menolak dan langsung mengangkat tangannya.


"Jangan pernah mendekatiku! Tubuhmu itu dipenuhi dengan kuman karena selalu berdekatan dengan ulat bulu. Jika kau mendekat satu langkah lagi ke arahku, akan kupastikan bahwa aku akan meninggalkan rumah ini secepatnya." ancam Aleena sambil menghentakkan kedua kakinya.


Dia pun segera pergi menuju ke kamar baru yang ditempatinya bersama Kenzy saat ini, sedangkan Keenan hanya bisa mengusap dadanya dengan sabar, meskipun jauh di hati kecilnya dia merasa kecewa dengan penolakan yang dilakukan oleh sang istri, namun dia juga memahami kondisi mental istrinya yang saat ini mungkin saja sedang dilanda cemburu, melihat kedekatannya dengan Letta selama beberapa hari di rumah sakit, apalagi Keenan terus saja mengabaikan Alena.


"Apa kau masih marah?" tanya Keenan.


"Tanyakan saja pada hatimu! Jika aku yang melakukan hal itu, apakah kau akan marah?" tanya balik Aleena.


Keenan pun menarik nafas panjang, "Maafkan aku, tapi ini semua aku lakukan demi keluarga kita! Aku tak ingin seseorang menyakitimu dan saat aku tahu Letta kembali mendekatiku, aku memiliki pemikiran untuk membuat kesalahpahaman ini, agar posisimu sebagai istriku tetap terjaga."


"Aku tak ingin melihatmu dan juga Kenzy terancam, mengingat hingga saat ini aku belum bisa menemukan bukti tentang orang-orang yang telah bersekongkol untuk menghancurkan usahaku dan juga berniat melenyapkan seluruh anggota keluarga Ferdian." jawab Keenan panjang lebar.


Aleena hanya membalikkan wajahnya sebentar, kemudian dia pun mendengus dan kembali berjalan menuju kamarnya.


"Berhentilah berlagak seolah kau hidup sendiri! Bukankah saat ini kau masih memiliki keluarga yang akan terus mendukungmu? Jika kau memiliki masalah, belajarlah untuk berdiskusi dengan keluargamu. Kecuali kalau kau telah menganggap aku orang lain." ucap Aleena.


Keenan hanya bisa menundukkan kepalanya, "Maafkan aku..." cicit Keenan pelan.


Aleena pun kembali melanjutkan perjalanannya, "Bersiaplah! Mungkin dalam waktu beberapa hari ke depan akan segera ada kejutan untuk keluarga kita." ucap Aleena.


"Apa maksudmu?" tanya Keenan Ferdian.

__ADS_1


"Kami semua telah melenyapkan kelompok mafia Black Eagle, juga meratakan markas mereka. Tapi aku tak yakin jika musuhmu hanyalah kelompok itu saja, mengingat saat ini ada tiga orang pengusaha yang juga ikut campur dalam kecelakaan yang menimpamu tempo hari." jawab Aleena.


"Aku akan segera menyelidikinya." ucap Keenan.


Namun Aleena hanya menggelengkan kepala, "Tak perlu! Aku sudah mengetahui semuanya, kita hanya harus bersiap mulai saat ini. Aku adalah pelayan di rumah ini dan Kenzy akan tetap berada di dalam kamar." ucap Aleena seraya pergi meninggalkan Keenan.


Ke-27 orang wanita itu pun menatap sengit ke arah Keenan, mereka benar-benar sangat kesal terhadap pria itu, yang telah berani menyakiti hati Aleena. Meskipun apa yang dilakukan oleh Keenan untuk menjaga kebahagiaan Aleena, tapi setidaknya dia harus memberitahu terlebih dahulu, sehingga Aleena menjadi lebih siap.


"Kau terlalu ceroboh!" ucap Tara sambil pergi.


"Kau memang bodoh!" ucap Rima seraya meninggalkan Keenan yang masih berdiri terbengong di tempatnya.


"Dasar pria lemah!" cibir Dhea.


Akhirnya ke-27 orang wanita itu pun pergi meninggalkan Keenan, saat ini mereka telah memiliki kamar tersendiri di dalam kediaman milik keluarga Ferdian.


Keenan hanya bisa menarik nafas panjang, entah bagaimana caranya untuk bisa meluluhkan hati sang istri, agar memaafkan perbuatannya yang telah berani merencanakan sesuatu tanpa memberitahu terlebih dahulu Aleena saat itu.


Keesokan harinya tiba-tiba saja ponsel milik Keenan Ferdian berdering, saat itu seluruh keluarga besar tengah duduk santai sambil menikmati teh pagi.


📱"Hallo." ucap Keenan.


📱"Siapkan uang tebusan 10 trilyun jika kau ingin wanitamu selamat." ucap suara diseberang panggilan.


Keenan mengerutkan dahinya, Apakah ada seseorang yang saat ini telah salah sambung dan mengancam istrinya? Keenan pun melirik ke arah depan, ternyata saat ini Aleena tengah bermain bersama Kenzy di halaman, Keenan langsung menjawab kembali ucapan dari si penelpon.


📱"Salah sambung bos!" ucap Keenan seraya menutup panggilan teleponnya.


Tak lama ada sebuah pesan masuk ke ponsel milik Keenan, awalnya Keenan tak menghiraukannya, namun karena pesan itu berkali-kali masuk, sehingga akhirnya mau tak mau dia pun membukanya.


Ada sebuah video yang memperlihatkan jika saat ini Letta tengah terikat pada sebuah kursi, mulutnya disumpel dengan lakban warna hitam. Kelihatannya dia telah disekap, sejak malam tadi sehingga membuat penampilan wanita itu terlihat sangat berantakan.


Keenan pun segera membalas pesan yang diberikan oleh orang yang tak dikenal itu dengan sangat santai.

__ADS_1


"Ambil saja jika kau mau, lagipula wanita itu tidak berharga sama sekali." tulis Keenan sambil kembali menutup ponsel dan menyimpannya diatas meja.


.


.


.


"Bagaimana? Apakah pria itu bersedia memberikan tebusan?" tanya seorang pria paruh baya kepada bawahannya.


Bawahannya pun menggelengkan kepala, kemudian memberikan ponsel kepada bosnya.


Prang...


Ponsel pun dibanting oleh pria paruh baya itu, dia tak menyangka jika saat ini dirinya telah dipermainkan oleh seorang Keenan Ferdian. Setelah menyelidiki selama beberapa hari, akhirnya dia berhasil menemukan wanita yang dekat dan juga sangat dicintai oleh Keenan, terbukti dengan keberadaan wanita itu yang selalu berada di sisi Keenan saat dirinya tengah dirawat di rumah sakit.


Namun apa yang saat ini dia lihat? Ternyata wanita itu tidak memiliki harga sama sekali di mata Keenan Ferdian, sehingga sia-sia saja dirinya mengeluarkan banyak uang untuk menculik wanita itu.


"Sial! Dia menipuku lagi!" ucap pria paruh baya itu sambil menyugar rambutnya.


Akhirnya dia pun segera memerintahkan kepada bawahannya untuk segera membunuh Letta dan melemparkan jasadnya ke sungai, dia tak ingin Letta melapor kepada polisi jika dilepaskan, apalagi wanita itu sempat mengetahui beberapa rahasia tentang dirinya.


"Bunuh wanita itu dan lemparkan jasadnya kesungai!" ucap pria paruh baya itu yang langsung diangguki oleh bawahannya.


''Dasar Keenan sialan! Lihat saja, aku pasti bisa menghancurkanmu!" ucap pria paruh baya itu sambil menggertakan giginya, tangannya terkepal dan langsung meninju meja yang saat ini ada dihadapannya.


Brak...


...----------------...


Terima kasih banyak untuk semua readers yang selalu mendukung karya receh author selama ini. Seperti janji author sebelumnya, jika hari ini akan segera diumumkan para pemenang Give Away sebagai bentuk apresiasi author kepada tiga orang pendukung terbanyak bulan ini.


__ADS_1


Selamat untuk ketiga orang pemenang, hadiah akan dikirim paling lambat besok, tanggal 18 april 2023.


__ADS_2