
Akhirnya sepasang ayah dan anak yang sudah akur itu pun segera kembali menuju tempat di mana saat ini Aleena masih duduk sambil menonton acara yang ada di televisi, Aleena memang sangat senang jika ada fashion show atau apapun itu yang berhubungan dengan fashion, bahkan saat ini wanita itu berfikir untuk membuat sebuah butik sendiri di mana dia akan menjadikan nama putranya sendiri sebagai brand dan juga merk dagangnya.
Akhirnya ketiganya pun segera duduk berdampingan, saat ini Kenzy terlihat sangat bahagia berada di samping kedua orang tuanya. Begitu juga dengan Keenan, pemuda itu saat ini telah memikirkan untuk segera meminang wanita yang sejak lama ingin dinikahinya, dia pun segera melirik ke arah Aleena dan mengajukan sebuah pertanyaan.
"Jadi kapan kita berdua akan menikah?" tanya Keenan.
Aleena langsung saja menyemburkan jus mangga yang baru saja akan ditelannya, dia tak menyangka jika pemuda yang ada di hadapannya saat ini akan langsung mempertanyakan hal itu, sedangkan keduanya baru saja berjumpa.
Bahkan hingga saat ini Aleena belum mengetahui tentang sifat dari pemuda itu, tak mungkin jika dirinya akan begitu saja menerima kehadiran Keenan sementara selama ini, meskipun diantara mereka berdua telah ada Kenzy, namun tetap saja untuk membuat sebuah ikatan pernikahan, Aleena masih membutuhkan waktu untuk memikirkannya.
Dia tak ingin terburu-buru, sehingga akhirnya nanti dia akan menyesali keputusan yang diambilnya. Aleena hanya menggelengkan kepala, kemudian dia pun mengambil tisu dan mengelap bibirnya.
"Apa maksudmu?" tanya Aleena.
Keenan memiringkan kepalanya, kemudian dia pun segera mengulang kembali pertanyaan yang tadi telah diajukan olehnya.
"Kapan kita akan menikah?" tanyanya kembali.
Aleena langsung melotot mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Keenan Ferdian itu, bagaimana bisa seorang pemuda langsung saja menanyakan hal itu di hadapan seorang wanita, sementara keduanya baru saja saling mengenal.
Keenan pun segera meneruskan ucapannya. "Aku pernah berjanji saat itu, jika akan bertanggung jawab terhadapmu. Tapi kau malah pergi dan sekarang aku tanya, kapan kita akan menikah?" tanya Keenan kembali.
Aleena tak bisa berkata apa-apa, sebenarnya di dalam hati wanita itu saat ini ingin sekali tertawa dengan sangat kencang, melihat kelakuan dari seorang pemuda yang sama sekali tidak memiliki sifat romantis seperti Keenan, meskipun tadi dia membawakan sebuah buket bunga untuknya, namun kenyataannya pemuda itu tetap saja seperti biasanya, dia tak mungkin bisa berubah dalam semalam.
Apalagi untuk menjadi seorang yang romantis, pasti akan membutuhkan proses yang sangat panjang. Aleena melirik ke arah Kenzy namun bocah itu terlihat tengah pura-pura tak mendengar percakapan diantara kedua orang tuanya, dan memilih untuk mengambil keripik kentang yang saat ini berada di tangan Aleena kemudian menyuapkannya.
__ADS_1
Aleena Hanya bisa menarik nafas panjang, sepertinya saat ini Keenan Ferdian dan juga Kenzy telah bersepakat untuk segera mendesaknya agar meresmikan hubungan di antara mereka.
"Bagaimana dengan keluargamu?" tanya Aleena.
Keenan hanya tersenyum tipis, kemudian dia pun menjawab dengan sangat santai. "Semua orang telah mengetahui segalanya, aku bahkan telah berbicara jujur tentang kejadian yang menimpamu beberapa tahun yang lalu dan mereka juga mendukungku, untuk segera menikah denganmu."
Aleena terbengong di tempat, dia benar-benar tak habis pikir dengan Keenan yang tanpa malu mengatakan aib tentang dirinya kepada seluruh keluarga Ferdian.
"Tak ada yang perlu disembunyikan, seluruh keluargaku akan menerimamu dengan baik. Karena apapun yang terjadi di masa lalu, bukan merupakan kesalahanmu! Itu adalah kecelakaan semata dan tentu saja hal itu tidak terlepas dari campur tangan keluarga Oktora, yang berniat untuk menjatuhkan nama baikku saat itu." ucap Keenan Ferdian.
Aleena hanya mengangguk, dia paham dengan apa yang saat itu terjadi pada pemuda yang saat ini tengah menatapnya dengan penuh pengharapan, dia pun sebenarnya ingin agar Kenzy segera memiliki seorang ayah, namun untuk segera memutuskan sebuah pernikahan tentu saja tak akan mudah, apalagi saat ini dirinya telah memiliki keluarga.
Setidaknya dia pun harus memberitahu Lukman dan juga Sari jika memang akan segera melangsungkan pernikahan. Akhirnya Aleena pun segera mengambil ponsel yang ada di atas meja, kemudian melakukan panggilan video kepada Lukman Alexander.
"Siapa yang ingin kau hubungi?" tanya Keenan Ferdian, sepertinya saat ini pemuda itu tengah sedikit menyelidik terhadap Aleena.
"Siapa?" tanya Keenan Ferdian kembali.
"Lukman Alexander." jawab Aleena dengan sangat santai.
Deg...
Deg...
Deg...
__ADS_1
Jantung Keenan segera berdetak dengan sangat cepat begitu nama itu disebut oleh mulut Aleena, kemudian Keenan pun langsung melotot ke arah wanita itu, dia tak menyangka jika saat ini Aleena bahkan akan segera melakukan panggilan video kepada pria tua bangka yang telah merebut Aleena darinya.
Keenan pun segera merampas ponsel itu dan mematikan panggilan, kemudian memasukkannya ke dalam saku celana training yang dipakainya.
"Apa yang kau lakukan? Kembalikan ponsel itu padaku!" ucap Aleena.
"Harusnya aku yang bertanya padamu, Aleena! Apa yang kau lakukan? bahkan disaat aku masih berada di sisimu, kau malah mencoba untuk menelepon pria lain! Apalagi saat ini kita baru saja membicarakan tentang pernikahan." Keenan Ferdian tak mau kalah.
Aleena langsung memijat keningnya, dia merasa sangat heran terhadap Keenan Ferdian, bagaimana mungkin pria itu akan cemburu pada ayah angkat Aleena sendiri? kemudian dia pun segera melirik ke arah Keenan yang saat ini masih menatapnya dengan sangat tajam.
"Kembalikan ponselnya jika kau memang benar-benar ingin menikah denganku, Aku harus segera memberitahu ayah dan juga Ibu angkatku." ucap Aleena.
Keenan sejenak mengerutkan dahinya, kemudian dia pun segera bertanya kepada Aleena, "Siapa kedua orang tua angkatmu itu?" tanya Keenan Ferdian.
Aleena hanya bisa menarik nafas kasar, kemudian dia pun segera menjawab. "Lukman dan juga Sari Alexander, keduanya merupakan orang tua angkatku." ucap Aleena.
Keenan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal, dia tak menyangka jika saat ini dirinya tengah cemburu pada calon ayah mertuanya sendiri, selama beberapa tahun terakhir Keenan selalu saja berpikir bahwa Lukman Alexander merupakan suami dari Aleena, sehingga dia sering kali merasa sangat kesal jika nama itu disebut-sebut.
Namun mendengar ucapan dari Aleena saat ini membuatnya benar-benar sangat malu, ternyata selama ini dia terlalu dibutakan oleh rasa cemburu, sehingga langsung saja menarik kesimpulan yang tidak-tidak tanpa menyelidiki terlebih dahulu kebenarannya.
Akhirnya Keenan pun mengembalikan ponsel milik Aleena, dia juga mendekat ke arah wanita itu, karena jujur saja Keenan Ferdian sangat penasaran dengan wajah Lukman Alexander yang selama ini selalu saja berdiri di belakang layar, seolah pria tua itu tak ingin jika wajah aslinya terekspos di hadapan semua orang.
"Huh... Dasar bucin." umpat Dhea yang tanpa sengaja menonton drama perebutan ponsel antara Keenan dan juga Aleena. Wanita itu pun segera kembali ke lantai 2 sambil membawa buah-buahan segar yang baru saja dicucinya di dapur.
Sedangkan Keenan hanya tersenyum canggung, apalagi pertengkarannya dengan Aleena tadi ternyata di tonton oleh 27 orang anak buah Aleena, hingga tak lama kemudian terdengar tawa yang sangat menggelegar dari ke 27 orang wanita itu.
__ADS_1
"Hahahaha..."