
Deg...
Deg...
Deg...
Jantung Beny Arianto seolah akan melompat dari tempatnya, begitu mendengar pengakuan dari mulut gadis cantik di hadapannya saat ini, dia tak menyangka jika Fany memiliki perasaan terhadapnya, sedangkan dia sendiri hingga saat ini masih belum bisa melupakan Letta, mantan istrinya.
"Hohoho... Sepertinya saat ini sedang ada yang jatuh cinta rupanya?" teriak salah seorang anggota kelompok mafia red tiger, namun tak lama kemudian terdengar suara Ken yang berucap dengan sangat dingin.
"Peduli setan dengan orang yang sedang jatuh cinta! Kita semua datang ke tempat ini untuk melenyapkan seluruh anggota keluarga Hermawan, tembak saja ketiga orang wanita itu, dan lemparkan mayatnya ke sungai." teriak Ken dengan sangat kencang.
Tak lama kemudian anggota kelompok mafia red tiger pun segera mengacungkan senjata mereka, namun tiba-tiba saja Beny memberontak dan langsung berlari ke arah Fany, dia menggunakan badannya untuk melindungi gadis itu, sehingga akhirnya tubuh Beny tersungkur akibat terkena hantaman timah panas dari beberapa orang anggota mafia red tiger.
Door...
Door...
Dooor...
Bruk...
Beny pun akhirnya menghembuskan nafas terakhir dalam pelukan wanita yang sangat mencintainya, Fany menitikkan air mata.
Ini adalah pertama kalinya dia merasakan cinta yang begitu besar dalam hidupnya, meskipun Beny masih belum mau mengungkapkan cinta padanya, namun jelas dari tindakan yang dilakukan oleh pria itu, sudah menunjukkan seberapa besar kasih sayang dan juga pengorbanannya untuk Fany.
Sehingga dia rela menjadikan tubuhnya sebagai tameng, demi menyelamatkan gadis yang dicintainya itu.
"Beny...! Tidaaaaak...!" teriak Fani begitu menggema di dalam kediaman megah itu.
__ADS_1
Dia tak menyangka jika akhirnya harus kehilangan pria yang baru saja mengisi relung hatinya, apalagi saat ini pria itu mati karena demi melindunginya. Sedangkan saudara dan juga Ibu Fany saat ini juga ikut tersungkur di atas lantai, keduanya terkena peluru yang ditembakkan oleh anggota mafia red tiger hingga akhirnya mereka pun menghembuskan nafas terakhir, meninggalkan Fany sendirian di dunia ini.
"Tidaaaak...!" teriak Fany begitu melihat saudara dan ibunya juga ikut menjadi korban dari keganasan anggota mafia red tiger.
Dia berteriak dengan sangat kencang dan langsung berlari ke arah salah seorang anggota mafia itu untuk merebut senjata yang ada di tangannya, kemudian menembakkannya sendiri ke arah kepalanya.
Dooor...
Door...
Fany tidak ingin hidup jika Beny dan juga seluruh keluarganya mati, dia tak akan pernah bisa menerima nasib buruk, jika harus berada di tangan anggota kelompok mafia red tiger itu.
Setelah melihat kematian gadis itu, akhirnya Ken segera mengajak seluruh anggota kelompoknya untuk pergi dari kediaman keluarga Hermawan. Tak lupa dia juga segera memerintahkan agar meratakan kediaman itu, agar tidak meninggalkan barang bukti jika sewaktu-waktu polisi melacak kematian dari para penghuni rumah.
seluruh anggota kelompok mafia red red tiger pun segera memasang beberapa bom waktu di kediaman keluarga besar Hermawan, mereka sengaja mengulur waktu kehancuran kediaman mewah itu, agar tidak menimbulkan kecurigaan dari warga sekitar.
Sepuluh menit kemudian terdengar suara ledakan yang sangat besar dari rumah mewah milik keluarga Hermawan, hingga membangunkan semua tetangga dan juga orang-orang yang memang tinggal tak jauh dari tempat itu.
Booom...
Booom...
Duar...
Kediaman keluarga Hermawan saat ini hanya tinggal puing-puing, sedangkan api terus saja menyala dengan sangat besar dan melahap semua benda apapun yang ada di dekatnya, hingga akhirnya orang-orang pun segera memanggil polisi dan juga pemadam kebakaran, agar api yang membesar itu tidak merembet ke rumah-rumah lain.
Sedangkan anggota mafia red tiger saat ini telah meninggalkan tempat itu, terlihat kepuasan di wajah mereka masing-masing. Meskipun tanpa perintah dari Lukman Alexander, mereka tetap bergerak untuk memberikan keadilan kepada Nyonya muda mereka, yang telah diperlakukan tidak adil oleh Indra Hermawan dan juga Beny Ariyanto.
Di balik keremangan malam saat ini, terlihat beberapa siluet tubuh wanita yang berlari dengan sangat cepat ke arah sebuah rumah besar, mereka mulai menaiki tali yang telah dibawa menerobos ke lantai 2 kediaman mewah itu.
__ADS_1
Tara beserta rekan-rekannya saat ini telah memasuki kediaman milik Robert Darmawan, mereka berniat untuk membuat pemilik stasiun tv itu mendapatkan serangan jantung, setelah berani mencari masalah dengan Keenan Ferdian.
Tentu saja ke-27 orang wanita itu tidak akan memaafkan tingkah laku yang dibuat oleh Robert Darmawan, sehingga akhirnya setelah mereka puas mengunggah berbagai macam berita buruk tentang pria itu, dengan sangat cepat ke 27 orang wanita itu pun bergegas menuju ke dalam kediaman besar, untuk segera menghabisi pria yang telah berbuat onar itu.
Tanpa diduga-duga saat ini Robert ternyata tengah bersama dengan salah seorang model cantik yang merupakan gadis simpanannya, yaitu Irma Aliani, dengan sangat cepat tangan Dhea segera mengambil ponsel dan membuat siaran langsung, yang hanya dalam beberapa menit saja langsung ditonton oleh ribuan orang bahkan Dania Alexandro, sang istri saat ini turut menjadi salah seorang penonton dari siaran langsung yang dibuat oleh Dhea itu.
Hingga saat ini Robert belum menyadari jika dirinya tengah direkam oleh seseorang, dia dengan santai terus saja menggerayangi tubuh gadis yang saat ini tengah duduk di pangkuannya, sambil sesekali menyentuh bagian dada pria tua itu, sambil tertawa dengan sangat riang.
Sepertinya hubungan di antara mereka tak hanya sebatas antara pemilik stasiun tv dengan modelnya, melainkan memang benar-benar memiliki hubungan terlarang yang terlalu jauh.
Tiba-tiba saja ponsel Robert berbunyi, Robert dengan santai segera merogoh saku celananya dan mengambil ponsel miliknya, matanya langsung terbelalak melihat panggilan yang saat ini muncul di layar ponselnya.
Ternyata Dania Alexandro sang istri menghubungi Robert Darmawan setelah melihat bagaimana pria tua itu bermain-main dengan seorang model yang baru saja naik daun.
Robert pun segera menutup mulut Irma Aliani dengan jari telunjuknya, sehingga membuat gadis itu mengerucutkan bibirnya dengan sangat lucu, Robert yang gemas pun langsung mengecup bibir mungil milik Irma Aliani yang masih melingkarkan kedua tangannya di lehernya.
Gadis itu terlihat begitu manja dengan Robert Darmawan, tentu saja karena selama ini Robert telah banyak memberikan kesenangan untuknya. Selain mendapatkan banyak sekali job, Irma juga semakin terkenal. Terlebih selama ini Robert selalu memberikan banyak sekali uang kepadanya, setiap kali mereka berjumpa.
Hal itu tentu saja dimanfaatkan oleh seorang Irma Aliani, karena dirinya yang memang memiliki ambisi besar untuk menjadi seorang model terkenal, akhirnya mendapatkan jalan pintas untuk karir dan juga pencapaiannya.
Dia hanya perlu memuaskan pria tua itu, Sedangkan untuk hal yang lainnya Robert sendiri yang akan mengatur, sehingga Irma Aliani hanya akan menerima beres saja.
Baru saja Robert Darmawan mengangkat panggilan ponselnya, tiba-tiba suara yang sangat kencang dan juga melengking keluar dari ponsel itu, yang membuat mata pria itu terbelalak sangat kaget.
📱"Jadi seperti itu kelakuanmu saat berada diluar rumah? Kau benar-benar menjijikan, Robert!" teriak Dania Alexandro sambil membanting ponselnya.
Robert Darmawan masih belum menyadari maksud dari perkataan istrinya, namun begitu dia membuka sosial media miliknya, dia benar-benar dibuat sangat berang karena ternyata diam-diam ada seseorang yang tengah merekam adegan nya bersama Irma Aliani secara langsung, bahkan video itu telah dibagikan berkali-kali hingga semua orang saat ini mengetahui kebejatan dari pria tua itu.
"Sialan! Siapa sebenarnya orang yang tengah bermain-main denganku?" rutuk Robert Darmawan sambil mengepalkan tangannya.
__ADS_1