Dikira Babu Ternyata Ratu

Dikira Babu Ternyata Ratu
Chapter 76


__ADS_3

Setelah menyelesaikan masalah di markas mafia black bat, akhirnya Arya beserta seluruh anak buah kelompok mafia blue diamond segera kembali menuju markas mereka. Saat ini hari sudah semakin pagi, membuat mereka tak bisa lagi melakukan tindakan lain, sehingga akhirnya Arya beserta rekan-rekannya pun dengan sangat cepat melemparkan banyak sekali bom dan juga granat ke arah markas mafia black bat untuk meyakinkan bahwa tidak ada satu orang pun yang tersisa dari mereka.


Sedangkan di tempat lain saat ini, Indra beserta Beny Arianto masih terlelap dalam mimpi mereka, sepertinya kedua orang pria itu sama sekali tidak menyadari, bahwa saat ini ada ratusan orang yang telah menyambangi kediaman mereka untuk membuat perhitungan.


Anggota mafia red tiger yang dipimpin oleh Ken akhirnya kembali beraksi, mereka akan segera membabat habis keluarga dari orang-orang yang telah berani mencari masalah dengan Aleena dan juga Keenan Ferdian, sebagai seorang bawahan dari Lukman Alexander, Sudah menjadi kewajiban untuk Ken menjaga kebahagiaan dan juga ketenangan hidup dari Putri majikannya itu.


Sehingga tanpa sepengetahuan dari siapapun, akhirnya mafia red tiger segera menjalankan sebuah rencana, untuk membuat kedua keluarga dari Beny Arianto dan juga Indra Hermawan mengalami kebangkrutan total.


Ken dengan sangat cepat memerintahkan seluruh anggota red tiger untuk segera mencuri berkas-berkas yang sangat penting dari dalam kediaman keluarga Indra Hermawan, sepertinya saat ini mereka akan segera membuat sebuah pertunjukan perampokan yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh Indra Hermawan maupun Beny Arianto.


Tak hanya merusak cctv rumah maupun cctv jalan, Ken bahkan dengan santainya mengobrak-abrik kediaman milik Indra Hermawan dan langsung mencuri banyak sekali brankas yang tersusun dengan sangat rapi di sebuah ruangan rahasia milik bos besar itu, dia bahkan dengan sengaja membuat kekacauan di rumah itu untuk membangunkan kedua orang pria yang saat ini sepertinya tengah nyaman dengan mimpi indahnya.


Indra Hermawan yang mendengar suara keributan di dalam kediamannya segera terbangun, kemudian dia pun berjalan menuju ke lantai 1, untuk melihat badjingan mana yang telah berani membuat masalah dengannya.


Namun seketika mata pria tua itu melotot, saat menyaksikan sendiri jika di rumahnya saat ini ada ratusan orang yang tengah mengobrak-abrik dan juga membawa barang-barang kesayangan dan merupakan aset penting untuknya, sehingga mau tak mau pria tua itu pun segera berteriak untuk mencari pertolongan.


"Rampoook! Tolong! Ada rampok...!" teriak Indra Hermawan dengan sangat kencang, suara pria tua itu akhirnya membangunkan semua orang yang saat ini berada di dalam kediaman.


Bahkan Beny yang sejak tadi terlelap dalam tidurnya, akhirnya segera terbangun. Pria itu pun segera mengambil senjata yang sengaja dia simpan di dalam laci kamarnya, kemudian bergerak menuju ke arah suara dari Indra Hermawan.

__ADS_1


Betapa kagetnya dia saat ini, melihat kemunculan ratusan orang yang dengan sangat brutalnya menghancurkan semua yang ada di dalam kediaman milik keluarga besar Hermawan itu, apalagi saat ini istri dan juga anak dari Indra Hermawan mulai terbangun dan hampir saja berteriak, jika Beny Arianto tidak segera menutup mulut mereka.


"Cepat pergi! Cari jalan keluar dari tempat ini, aku yakin mereka tidak hanya ingin mengobrak-ngabrak tempat ini, melainkan membalas dendam kepada suami dan juga ayah kalian!" ucap Beny.


Meskipun dirinya bukanlah orang yang baik, tapi Beny cukup merasa kasihan kepada istri dan juga kedua orang anak dari Indra Hermawan yang tidak tahu apa-apa, sehingga dia pun berniat untuk melindungi ketiga orang itu dengan memberikan perintah agar segera meninggalkan kediaman, untuk menyelamatkan diri.


Sedangkan dirinya beserta Indra Hermawan akan mencoba untuk menghadang orang-orang itu dan mengalihkan perhatian mereka, agar istri dan juga anak dari Indra Hermawan bisa segera keluar dari kediaman itu untuk melarikan diri.


Fany, Putri tertua dari Indra Hermawan terlihat menatap wajah Beny Arianto dengan penuh harap, dia yang sejak kecil kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, saat ini merasa begitu kagum dan juga sangat bersyukur dengan perhatian yang diberikan oleh Beny Arianto yang bersedia untuk melindungi mereka, agar tidak terkena amukan dari ratusan orang pria yang saat ini tengah berada di dalam kediaman milik keluarga Hermawan.


Meskipun mereka tidak mengetahui maksud dan tujuan dari kedatangan ratusan orang itu, tapi melihat dari apa yang mereka lakukan, Fany beserta adik dan juga ibunya tentu sangat mengerti, jika ini berurusan dengan kelakuan sang ayah yaitu Indra Hermawan yang telah berani berbuat macam-macam terhadap seseorang yang sebenarnya memang tidak bisa disentuh.


Mereka meyakini jika ini adalah pembalasan dari keluarga Ferdian kepada keluarga Hermawan, yang telah berani berbuat buruk dengan mencemarkan nama baik putra satu-satunya dari keluarga besar itu, sehingga akhirnya membuat mereka menggelontorkan dana untuk menyewa para pembunuh bayaran ataupun anggota kelompok mafia, agar bisa membalas dendam kepada seluruh anggota keluarga Hermawan.


Fany beserta adik dan juga ibunya segera keluar menggunakan pintu rahasia, yang berada di dalam kamar yang ditempati oleh Indra Hermawan, setelah berhasil mengangkat sebuah kayu besar yang berada di lantai kamar itu, akhirnya mereka pun segera melangkahkan kaki menuju ke tangga bawah tanah yang menyambungkan rumah mereka dengan sebuah jalan kecil yang ada di dekat perbukitan.


Sementara Beny Arianto langsung menutup kembali lantai itu dengan kayu, yang sebelumnya telah diangkat oleh ketiga orang wanita yang saat ini dia biarkan lolos, keluar dari dalam kediaman agar bisa tetap hidup, meskipun dirinya dan juga Indra Hermawan pada akhirnya harus menghembuskan nafas terakhir jika tidak bisa bertahan, melawan anggota kelompok yang saat ini tengah berada di dalam kediaman keluarga Hermawan.


Ini adalah kebaikan Beny Arianto yang pertama sekaligus yang terakhir, karena mungkin saja Ken beserta anak buahnya tidak akan mengampuninya yang telah berani berbuat jahat terhadap keluarga Ferdian.

__ADS_1


Apalagi Beny juga sangat menyadari jika kemampuannya saat ini tidaklah seperti dulu, dia tak lagi memiliki uang yang banyak, apalagi anggota mafia yang telah disewanya saat ini tak kunjung juga mengangkat panggilan ponselnya.


Indra Hermawan menetap berang kepada sekumpulan orang, yang saat ini terus saja menghancurkan barang-barang yang ada di dalam kediamannya.


Dia benar-benar sangat kesal, karena mengalami kerugian yang sangat besar, mengingat barang-barang itu dia dapatkan dengan mengeluarkan banyak sekali uang saat berada di luar negeri.


Barang-barang yang ada di keluarga Hermawan merupakan barang-barang branded yang bernilai ratusan juta, sehingga hancurnya barang-barang itu menjadi kejatuhan tersendiri terhadap kekayaan milik keluarga Hermawan.


"Hentikan! Apa yang kalian lakukan?" tanya Indra Hermawan dengan sangat kencang, namun anggota kelompok red tiger masih terus saja memporak-porandakan kediaman itu, tanpa mendengarkan sedikitpun teriakan dari Pria tua yang saat ini tengah memegangi dadanya karena terkena serangan jantung.


Bruk...


Tubuh Indra Hermawan pun langsung terjatuh di atas lantai, sepertinya pria tua itu saat ini membutuhkan pertolongan pertama, setelah jantungnya dibuat terkejut oleh tindakan yang dilakukan anggota mafia red tiger.


...----------------...


Selamat hari raya idul fitri untuk semuanya, mohon maaf lahir dan bathin.


Untuk sementara, author belum bisa berinteraksi dikolom komentar, insya allah dua hari mendatang, author akan membalas satu persatu komentarnya seperti biasa.

__ADS_1


__ADS_2