
Akhirnya seluruh anggota keluarga Ferdian mulai mendekat, mereka memperkenalkan diri satu persatu terhadap Aleena dan juga Kenzy.
Aleena menyambutnya dengan senang hati, berbanding terbalik dengan putranya yang hanya menatap datar kepada keluarga dari sang ayah. Dia masih benar-benar sangat marah terhadap tindakan yang dilakukan oleh Keenan Ferdian, yang seolah tak memiliki kelembutan sama sekali terhadap mommy nya, hal itu juga yang membuat nilai minus untuk Keenan sehingga bagaimanapun caranya, Kenzy harus bisa menjauhkan Aleena dari Keenan Ferdian.
Jika di hari pertemuan mereka saja Keenan berani mengguncang tubuh ibunya, maka tak menutup kemungkinan, jika suatu saat nanti keduanya menikah, ibunya akan mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Hal itu tentu tidak diinginkan oleh Kenzy, karena menurutnya Aleena adalah wanita terbaik yang tak pantas untuk disakiti.
Keenan mencoba untuk melangkah kembali dan mendekat ke arah Aleena dan juga Kenzy, dia ingin berusaha untuk mendekatkan dirinya dengan sang putra, namun ternyata bocah itu masih saja memasang kewaspadaan terhadap Keenan, baru satu langkah pemuda itu mendekat, alarm di kepala bocah itu seolah telah berbunyi, sehingga dia pun segera menarik sang Mommy ke belakang tubuh kecilnya.
Bagaimana mungkin Kenzy bisa menyembunyikan Aleena? Sedangkan tinggi badannya saja belum sampai 70 cm, Keenan memalingkan wajahnya, sebenarnya pemuda itu saat ini ingin sekali menertawakan putra kecilnya yang sok jadi pahlawan kesiangan, padahal bagaimanapun juga tubuh kecilnya tak akan mampu untuk bisa menutupi Aleena yang memiliki tinggi badan 170 cm.
Kenzy mendengus, sepertinya bocah itu mengetahui apa yang saat ini dilakukan oleh pemuda yang mengaku-ngaku sebagai ayahnya itu, dia pun segera memelototkan matanya ke arah Keenan, sehingga membuat pemuda itu langsung terdiam.
Tara segera melangkah dan mengajak mereka semua untuk kembali ke rumah, Keenan tiba-tiba saja berdiri di samping Aleena, kemudian segera meraih tangan wanita itu dan mengajaknya untuk pergi.
Tapi lagi dan lagi si bocah kecil yang ada di hadapannya saat ini tak memberikan jalan, untuknya bisa berbicara berdua dengan Aleena, dengan sangat cepat dia pun segera menggerakkan tangan mungilnya untuk melepaskan pegangan tangan Keenan dan langsung menarik ibunya untuk segera masuk ke dalam mobil yang akan dikendarai oleh Tara.
Wajah Keenan terlihat menghitam, sepertinya putranya itu telah melayangkan permusuhan terhadapnya, sehingga dia pun berpikir untuk segera merebut Aleena dari Kenzy.
__ADS_1
Keenan segera masuk ke dalam mobilnya, kemudian memerintahkan agar supir pribadinya segera mengikuti mobil yang ditumpangi oleh calon istri dan juga putra kecilnya itu, akhirnya terjadi iring-iringan mobil, seolah saat ini tengah ada seorang anggota dewan yang mengunjungi sebuah desa kecil, membuat semua orang berhenti sekejap.
Bagaimanapun juga itu adalah pasukan mobil mewah, yang tentu pemilik ataupun orang yang berada di dalam mobil itu, pastilah seseorang yang berkuasa dan memiliki uang yang sangat banyak.
Hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit, akhirnya Aleena pun kembali sampai di rumah yang dulu pernah dibelinya, rumah besar yang terletak di pelosok kota.
Keenan sempat mengerutkan dahinya, sepertinya dia mengetahui rumah itu karena selama ini berkali-kali dia juga, sering melewati tempat yang saat ini didatanginya. Namun dia benar-benar tak menyangka jika rumah besar yang saat ini ada di hadapannya itu merupakan rumah yang ditinggali oleh Aleena dan juga anak buahnya.
Aleena segera disambut oleh para pelayan yang ada di rumah itu, kemudian mereka pun menyiapkan berbagai macam hidangan dan juga minuman dingin untuk Nyonya rumah sekaligus tamu yang baru saja datang ke kediaman mereka.
Aleena segera saja mendudukkan dirinya diatas sofa, kemudian mengambil segelas air dan meneguknya. Tapi tak lama kemudian, Kenzy bertolak pinggang di hadapan Keenan, dia ingin segera mengusir pria itu dari rumahnya.
Keenan melotot, dia benar-benar tak habis pikir terhadap putra kecilnya itu, bagaimana mungkin seorang anak mengusir ayahnya sendiri yang saat ini setengah berusaha untuk mendapatkan kembali hati ibunya?
"Dengar! aku harus berbicara dengan ibumu. Bagaimana jika seperti ini saja, pergilah bermain-main dan ambil kartu ini, kau boleh membeli apapun yang kau mau. Tapi ingat, pulanglah sedikit lebih malam, agar aku bisa berbicara dengan tenang bersama ibumu." ucap Keenan sambil mengeluarkan sebuah kartu hitam dari dompetnya, kemudian menyerahkannya kepada Kenzy.
Wajah bocah itu terlihat sangat suram, kemudian terlihat kedua tangannya merogoh saku celana yang dipakai dan mengeluarkan dua buah kartu hitam, dia pun menunjukkannya kepada Keenan Ferdian.
__ADS_1
"Kau hanya memiliki satu buah kartu hitam, sedangkan aku lebih kaya darimu. Lihat ini! dua kartu hitam ini milikku." ucap Kenzy sambil memamerkan kedua kartu itu di hadapan Keenan Ferdian.
Keenan melotot tak percaya, bagaimana mungkin Aleena dengan santainya memberikan kedua kartu hitam itu kepada Kenzy? Namun mengingat bahwa bocah itu menyandang nama Alexander, akhirnya Keenan pun memaklumi, bisa saja Lukman Alexander memberikannya kepada Kenzy.
Tiba-tiba saja kepala Keenan terasa seolah tengah tertindih batu yang sangat besar, saat mengingat nama Lukman Alexander. Mungkinkah jika saat ini Aleena telah menikah dengan pria tua bangka itu? apalagi melihat sikap yang ditunjukkan oleh Kenzy yang seolah menolak dirinya sebagai ayah kandung dari bocah itu.
Keenan ingin sekali mempertanyakan hal itu terhadap Aleena, namun lagi-lagi Kenzy langsung menarik tangan sang mommy dan mengajaknya untuk segera beristirahat.
"Aku benar-benar sangat lelah, mommy. Ayo kita pergi ke kamar dan beristirahat." ucap Kenzy akhirnya Aleena pun segera menggerakkan kakinya dan melangkah menuju ke lantai dua, tempat di mana kamarnya berada.
Sedangkan Keenan hanya bisa melongo, karena lagi-lagi dirinya saat ini ditinggalkan oleh Aleena.
"Sial! Apa benar bocah itu putraku? Tapi kenapa dia malah seperti musuhku saat ini? Bukankah seharusnya dia mendekatkan aku dengan ibunya? Apa ini! Lihat saja aku pasti akan membuat bocah itu menjauh dari Aleena." rutuk Keenan sambil mengepalkan tangannya.
Sedangkan Kenzy membalikkan badannya dan langsung menjulurkan lidah ke arah Keenan, seolah dia saat ini tengah mengolok-ngolok ayah kandungnya itu yang tak berhasil, mendekati sang ibu.
Keenan hampir saja akan berlari mengejar Kenzy dan juga Aleena, jika pergelangan tangannya tak ditahan oleh sang ibu, Monica Ferdian segera saja mengingatkan putranya jika Apa yang dia lakukan itu salah dan mengajaknya untuk segera kembali menuju kediaman keluarga Ferdian.
__ADS_1
Sepertinya saat ini seluruh anggota keluarga itu telah sepakat untuk memberikan bimbingan cara mendekati perempuan kepada Keenan agar, tak lagi-lagi melakukan kesalahan sehingga membuat Aleena menjadi ilfil bahkan Kenzy pun enggan untuk mengakuinya, sebagai seorang ayah.
Keenan menggaruk kepalanya yang tak gatal, Betapa sulitnya untuk menundukkan hati seorang wanita, bahkan saat ini dia dikalahkan oleh bocah berusia 5 tahun, tentu saja hal itu benar-benar menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang tuan muda dari keluarga Ferdian yang selama ini begitu banyak diimpikan oleh semua gadis.