Dokter Manis Itu Sahabat Ku

Dokter Manis Itu Sahabat Ku
Pencarian Sang Pelaku 1


__ADS_3

Dimalam itu Nafisa sudah kembali seperti semula, walaupun dia masih merasa hancur akibat toko nya yang hampir bangkrut setidaknya dia sudah membaik sedikit demi sedikit berkat sahabat dan Kakak-kakak nya yang selalu mensupport dan mendukung nya agar tidak lama berlarut-larut dalam hal ini. Siang ini Refan mengajak adik kesayangannya bermain kerumah nya bertemu kedua ponakannya yang masih kecil dan lucu. Anak pertama Refan yang bernama Syarifah yang berusia 10 tahun, sedangkan anak kedua nya bernama Abidzar yang berusia 10 bulan, Kakak ipar Nafisa yang satu ini memang baru saja melahirkan dihari dimana awal Nafisa masuk universitas.


"Assalamu'alaikum Sayang!" teriak Kak Refan membuka handle pintu dan mengucapkan salam.


"Masuk dek..." ucap Kak Refan


"Hm Nafisa malu Kak sama Kakak ipar kesini ngga bawa apa-apa buat anaknya." ucap ku memainkan jari telunjuk ku.


"Hilih pake acara malu segala biasanya juga kamu malu-maluin dek!" ralat Kak Refan. Beginilah Kakak ku memang kurang asem kalau ngomong suka bener.


"Ck, Kakak ihh kalau ngomong suka seenaknya aja!" ucap ku memukul lengan Kak Refan. Disaat aku dan Kak Refan berdebat datanglah seorang wanita cantik berbalut gamis berwarna biru langit dengan hijab senada menghampiri kami berdua sambil bersalim takzim kepada Kakak.


"Wa'alaikumussalam mas, Nafisa? kamu kesini juga dek?!" tanya Kak Aini


"Ah iya Kak, Kak Refan yang ajak kesini!" ku dengar di ruang keluarga ada suara anak kecil tengah cekikikan, ku tebak pasti suara Keponakan-keponakan ku.


Ya iyalah suara keponakan nya Nafisa min ya kali ada kunti di siang bolong begini kali aja kan guys😂


"hm pasti itu suara ipah sama abi!" gumam ku akhirnya aku pun masuk dan melihat kedua keponakan ku tengah bermain.


"Halooo ipahhh abiiii!!!" teriak ku berlari masuk kedalam mengambil abidzar dan menciumi nya tanpa henti sampai-sampai yang di cium tertawa geli.


"Astaga tuh anak! katanya malu sama kakak ipar lah sekarang malah malu-maluin!" ucap Refan menggelengkan kepala melihat tingkah absurd adik kesayangannya.


"Aunty turunin adek Rifa!" ucap Syarifah merengut. Karna kedatangan Fisa dia harus berhenti bermain bersama adik kesayangan.


"Apa sih Ipah ganggu aja! aunty lagi pengen main sama abi! ya ngga bi." ucap ku meminta persetujuan abidzar. Tapi bayi mungil itu malah asik tertawa


"Ihh Rifa aunty bukan Ipah! nama aku Syarifah bukan Ipah aunty!!" lanjutnya dengan kesal. Aunty nya memang selalu begitu nama keponakan sendiri selalu di ubah sesuka hati.


"Ayahhh aunty tuh nama Rifa di ganti-ganti!" ucap nya mengadu dengan mata berkaca-kaca kepada yang mulia ayah.


"Ck, dek kamu tuh nama anak kakak main di ganti-ganti aja ngga tau apa itu yang di selametin keluar duit, kamu main enak ganti aja!!" omel Refan kepada adiknya.


"Idih, lagian sama aja artian nya sih Rifa sama Ipah apa bedanya!!" debat ku tak mau kalah.

__ADS_1


"Astaghfirullahalazim untung adek sendiri kalau ngga udah gue lelepin lu dek!!" ucap Refan frustasi. Kalau sudah begini Refan pun tak berdaya dibuatnya, bahkan mau dia ngoceh mulai A sampai Z terus balik ke A lagi adiknya tetap sama tak akan mau mengalah.


Disaat mereka tengah asik berdebat datang lah seorang pria memakai jas berwarna hitam dengan balutan kemeja putih masuk kedalam rumah dan menyapa Refan.


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam." jawab ku dengan tidak mengalihkan pandangan kepada abidzar.


"Hai bro." ucap nya ber tos ria ala anak cowo.


"Sayang bikinin minum ya." Kak Aini pun pergi ke dapur membuatkan minum untuk teman Kak Refan dan meninggalkan ku bersama abidzar."Ku lihat teman Kakak selalu memerhatikan ku tapi tidak ku tanggapi karna aku tau kalau sampai aku ikut bicara dan ngobrol bersama teman nya yang ada aku akan digantung di pohon mangga nanti nya." fikir Nafisa cuek dia tau watak sang Kakak bagaimana dia dilarang keras ikut campur atau ikut bicara bersama teman-teman kakak nya apalagi itu cowo kalau tidak maka dia akan di tenggelamkan oleh sang kakak kalau sampai dia macam-macam.


"Gimana-gimana soal kasus toko adek gue." ucap Refan tak sabar menunggu kabar dari kawan baik yang sudah selalu menolong keluarga nya.


Bukannya menjawab pertanyaan Refan Satria malah asik menatap dan melihat apa yang Nafisa lakukan bersama abidzar, Refan pun penasaran apa yang dilihat oleh teman nya itu sampai dia bicara dari tadi tak ada respon apapun.


Refan pun mengikuti arah kemana mata temannya itu karna kesal Refan pun menyindir nya "Ekhem, jaga tuh mata kalau ngga mau gue colok mata lu." ucapnya santai tapi penuh dengan ancaman.


Karna terlanjur tertangkap basah Satria pun di buat salah tingkah oleh ucapan temannya. Jelas saja Refan kesal dia sedang menanyakan bagaimana perkembangan kasus toko sang adik yang di tanya malah asik liatin Nafisa tanpa berkedip.


"Oh ya btw dia siapa?adek lo yang kata lo kemaren?!" lanjutnya penasaran.


"Hm iya, dia adek gue Nafisa yang gue cerita pasal tokonya yang mau bangkrut."jelas Refan dan Satria pun manggut-manggut.


"Btw adek lo cantik juga bred." terang nya mengakui bahwa Nafisa memang lah cantik.


"Ck, inget yang di sono mata lo kalau udah liat yang bening-bening aja pengen gue colok!" kesal Refan bukan nya dia kesini untuk menjelaskan tentang kasus toko adik nya dan beberapa barang-barang bukti yang sudah mereka temukan kemarin. Dia malah lebih asik membahas perihal Nafisa, sedangkan orang yang tengah mereka ghibahi cuek saja tidak peduli mau ada cowo seganteng apapun tidak akan berpengaruh pada seorang Nafisa apalagi dirumah Kakak nya yang ada dia bakalan di gantung oleh kedua Kakak nya kalau sampai macem-macem sama cowo apalagi teman-teman kedua Kakak nya yang memang sudah di kenal playboy.


"Ck, bodo ah yang disono aja belum tentu inget gue mending gue cuci mata lah dikit-dikit, oh ya kalau semisal gue putusin dia terus gue minta izin sama lo buat deketin Nafisa kira-kira lo izinin ngga?!" tanya Satria terus membujuk Refan, dia belum tau saja dengan dia bertanya begitu sama saja dia cari mati jelas-jelas jawabannya tidak boleh tapi dia terus saja membujuk Refan.


"Hm, lo mau sama adek gue?" tanya Refan balik dan Satria pun mengangguk.


"Kalau gitu langkahin dulu mayat gue! kalau lo bisa langkahin gue Nafisa jadi milik lo. Lo sanggup ngga?!" tanya Refan kembali. Satria sangat tau teman nya yang satu ini di kenal sangat galak, keras dan dingin dia juga dikenal dengan kemahirannya dalam hal bela diri dan taekwondo dulu saat duduk di bangku SMA,dia juga sering membawa piala bergengsi dan masuk tahap internasional. Kalau Satria mengiyakan ucapannya bahwa dia sanggup berhadapan dengan Refan dan Zidan maka sama saja dia bunuh diri.


"Ya elah bro, gue cuman pengacara biasa bro sedangkan lo suhu nya bela diri jelas-jelas gue kalah duluan lah." ucap Satria nelangsa. Belum juga berperang dalam cinta tapi sudah gugur dahulu karna kedua bodyguard Nafisa yang sangat sangar.

__ADS_1


"Ya udah ngga usah berarti." lanjut Refan santai


"Sebenarnya lo kesini mau mandangin adek gua terus apa mau bahas soal kasus itu?! kalau lo kesini cuman mau liatin adek gua mulu mending lo pulang dah!" usir Refan sudah sangat kesal di buatnya, Lama-lama dia bisa darah tinggi selalu marah-marah barusan adiknya yang berulah menggoda putri nya sekarang ganti temannya."Kek nya abis ini gue mesti mandi air dingin lama-lama sama mereka otak gue bisa mendidih dibuatnya" gerutu Refan


"He he he sabar bro, oke-oke sorry kita balik ke topik awal. " ucap Satria membuka laptopnya. Dan menjelaskan semua bukti yang dia temukan mulai dari botol yang mencurigakan itu dan rekaman CCTV yang berada di sebrang toko kue Nafisa.Karna Nafisa memang belum memasang CCTV di toko nya, Satria memberitahu bahwa kalau sampai mereka menemukan beberapa barang bukti lagi maka kasus yang sudah membuat nama baik dan toko Nafisa rusak bisa di hapus bersih dan mengusut pelaku sebenarnya.


"Ok bro, berarti gue harus temukan sedikit barang bukti lagi buat bebasin semua tuduhan kotor itu terhadap adek gue?!" tanya Refan dan Satria pun mengangguk.


"Yups, dan kita bisa usut pelaku sebenarnya dan menjebloskan dia kepenjara atas tuduhan mencemarkan nama baik." jelas Satria.


"Ok bro thanks udah selalu bantu gue." ucap Refan menjabat tangan Satria.


"Ralat! gue bantuin Nafisa bukan bantu lo!" lanjut Satria membenarkan ucapan Refan. Karna sebal Refan pun meninju lengan Satria dan mengantarkan nya sampai ke depan pintu.


"Bentar gue mau pamit dulu sama bini lo, sama calon makmum gue juga." ucap nya absurd


"Ngga ada ngga ada udah sono, bini gue sibuk lagi di dapur jangan di ganggu! Nafisa juga sibuk ngurus anak gue! udah sono pulang!!" jawab Refan mendorong-dorong punggung Satria agar keluar.


"Astaga galak bener Fan untung lo Kakak nya Nafisa calon Kakak ipar gue, kalau ngga udah gue laporin lo atas tuduhan menzholimin pengacara keren kek gue!!" gerutu Satria tidak mengurangi rasa pede nya.


"BODOAMAT!!!" teriak Refan.


"Mau lo menteri juga sekalipun gue masa bodo!! pulang ngga lo gue siram sama air cucian motor juga nih!!" kesal Refan temannya itu memang gila, mungkin karna efek dari jomblo nya sampai sekarang dia belum menemukan pasangan yang serius yang mau menerima nya apa ada nya, sedangkan hampir semua teman-teman nya sudah berkeluarga semua dan mempunyai buntut 2 sampai 5 tapi dia sendiri masih jomblo begini-begini aja tidak ada perubahan apapun walaupun pekerjaan seorang pengacara dan di bayar beberapa ribu oleh orang tetap saja dia sangat membutuhkan pendamping hidup yang bisa menemani nya dikala lelah pulang kerja atau pun sedih dengan tulus.


HAI HAI GUYS JANGAN LUPA TINGGAL JEJAK YA BUAT AUTHOR KARNA DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI BAGI SAYA😘


LIKE


RATE


KOMEN


DAN GIFT SEIKHLASNYA


TERIMAKASIH SUDAH SELALU MENDUKUNG KARYA RECEH KUH SAYANG KALIAN BANYAK-BANYAK😍😘

__ADS_1


__ADS_2