
Tak terasa Nafisa pun sudah terlelap begitu lama hingga jarum jam menunjukkan pukul 3 sore, tapi tidak ada tanda-tanda mereka bangun.
Refan, Aini serta Satria pun sampai dirumah Refan, setelah mereka berdua menyelesaikan urusan nya tadi. Refan pun mendorong handle pintu tapi pintu tersebut sudah di kunci oleh Nafisa dari dalam.
"Yank, kamu bawa kunci ngga?" tanya Refan.
"Ada kok mas sebentar." seru Aini dengan menyerahkan kunci kepada Refan.
"Assalamu'alaikum..." ucap mereka serempak tapi tidak ada jawaban dari dalam.
"Loh kok sepi? katanya kamu udah minta tolong Nafisa kesini mas tapi kok mereka ngga ada?!" tanya Aini karena rumah sepi layak nya kuburan.
"Udah kok yank, tadi aku suruh Nafisa kesini buat jaga anak-anak mungkin mereka ada di kamar." ucap Refan.
"Wahh calon bini gua ada disini fan?!" seru Satria dengan mata berbinar layaknya orang baru nemu duit segepok.
"Bini bini! lo lupa, sebelum dapetin Nafisa langkahin dulu gue!" jawab Refan dengan celingukan mencari adiknya serta anaknya.
"Ya elah fan fan, kasih gue restu gitu dikit buat bisa jadi salah satu calon idaman adek lu! lu ngga kasian apa sama gue jomblo dah lama?!" ucap Satria memelas, impian nya mendapatkan bidadari idamannya harus kandas di tengah jalan karena kedua kakaknya yang serem nya ngelebihin raja jin!
Ditengah keributan mereka berdua, Aini pun berteriak dan membuat kedua pemuda tersebut kaget bukan main.
"Astaga ya allah...." seru Aini histeris mirip orang yang udah ketemu set@n. Refan dan Satria pun berlari menghampiri Aini dengan perasaan yang was-was takut-takut ada maling atau penyusup.
"Kenapa yank?!" tanya Refan panik dengan Satria dibelakangnya.
"Ya Allah...manisnya..." ucap Aini, diluar nalar! bukannya takut atau menangis Aini malah senyum-senyum sendiri melihat keindahan didepan matanya dimana Nafisa tidur dengan para bocil memeluk nya dan Abidzar berada dalam dekapannya.
"Manis banget...foto dulu mas, ihh lucunya mereka..." heboh Aini kakak ipar Nafisa yang satu ini memanglah 11 12 dengan nya dibalik kepolosan nya tersimpan ke absurd ran yang hakiki.
"Ya Allah yank... aku kira kenapa!" ucap Refan menepuk jidatnya lama-lama istrinya mirip adiknya.
Lain hal nya dengan Satria disaat Aini heboh dengan kemanisan dan ke sweetan yang diciptakan Nafisa dan anak-anak, atau Refan yang pusing karena kehebohan istrinya. Beda hal nya dengan Satria fikiran nya sudah traveling kemana-mana membayangkan membangun rumah tangga bersama Nafisa dan mempunyai anak-anak yang lucu-lucu bersamanya.
FROM SATRIA
"Mas Satria sayang..."
"Iya kenapa sayang kuh, cinta ku, belahan dada ku." ucap Satria manja
__ADS_1
"Ulululu anak siapa ini...lucu banget... mirip siapa sih!" seru Satria kembali.
"Yah mirip mamahnya lah, kan mamah nya cantik! tapi papah nya juga ganteng!" saut Nafisa genit dengan mengedipkan mata pada Satria.
"Ya Allah sungguh bahagia sekali hamba, jikalau bisa membangun rumah tangga yang manis,harmonis serta bahagia bersama ciptaan mu yang satu itu, hamba tau dosa hamba banyak ya Allah tapi jikalau boleh hamba memaksa meminta makhluk mu yang manis itu ya Allah, hamba akan sangat bersyukur nantinya jikalau dia bisa menikah dan mempunyai anak bersama hamba sungguh hamba sangat bahagia ya Allah, hamba mohon kepada mu ya allah." benak Satria memohon bisa meluluhkan hati kedua kakak Nafisa.
Ketika Satria tengah asik melamunkan masa depan yang indah bersama Nafisa dengan senyum-senyum sendiri macam orang sakit jiwa, Refan pun mengernyitkan dahinya beberapa lipatan apa saking frustasi nya temannya yang satu ini tidak mendapatkan restu darinya sampai dia seperti orang kurang waras seperti ini?
"Woyy!!" teriak Refan tepat didepan wajah Satria dan berhasil menghancurkan lamunan indah Satria begitu saja.
"Apa sih lu fan!" ucapnya sewot.
"Yah abis lo mirip orang ngga waras udah ngelamun senyum-senyum sendiri lagi udah mirip yang di RSJ lu, lama-lama gue takut temenan sama lu!" jelas Refan beranjak ingin membangunkan adiknya dan memindahkan anak-anak nya ke kamar.
"asem lu fan, ngga di sini ngga di dunia khayalan gue emang biang rusuh lu mah! ngga bisa liat temen sendiri bahagia kek seneng kek!" ketua Satria.
"Dek, bangun!" seru Refan.
Nafisa pun menggeliat lucu macam kepongpong yang sudah berhasil membuat Satria kalang kabut melihat kecantikan nya, pas ngga tidur cantik! bangun tidur makin cantik!
"Astagfirullah godaan-godaan!" ucap Satria terpaksa memalingkan wajah demi menahan perasaan yang akan membuncah keluar karena pesona Nafisa.
"Kak?..." ucap ku mengucek mata ku, menyesuaikan dengan sorot cahaya lampu.
"Kakak udah pulang? dateng kapan?" tanya ku dengan suara parau khas orang bangun tidur.
"Baru sampek, kenapa tidur disini? kenapa ngga tidur di kamar Abi aja?" tanya Refan dengan memberikan air putih kepada Nafisa.
"Hooaammm, maaf kak tadi Fisa ketiduran capek abis ngurus anak-anak sama beresin rumah" ucap ku dengan mata yang masih tertutup.
"Emang rumah kenapa? bukannya tadi sebelum pergi kakak ipar mu udah beresin rumah" tanya Refan.
"Huff panjang ceritanya Nafisa males cerita Nafisa masih ngantuk kak, Nafisa pulang yah! kak Aini udah balik kan? " ucap ku memelas, agar diantarkan pulang oleh kak Refan.
"Udah, Aini ada dikamar lagi bersih-bersih nemenin Abi." jawab Refan.
"Ngga mau nginep disini aja?" tanya Refan, aku pun menggeleng kan kepala kuat, jikalau aku masih disini bukannya bisa tidur nyenyak nantinya malah akan di kerjai kembali oleh Rifa.
"Ya udah kakak anter ya, ngga baik kamu pulang ngendarain sepeda motor keadaan gini bahaya!"
__ADS_1
"Iya kak"
"Tapi Cia? nanti gimana Cia?" tanya Refan
"Ck, kak Refan nanya mulu ihh!!" ucap ku sudah sebal dalam keadaan mengantuk berat ditambah capek, malah ditanyain mulu!
"Iya iya, maaf..." jawab Refan menyerah
"Bro, lo tunggu disini dulu ya gue mau keluar sebentar" pamit Refan.
"Lo mau kemana?!" tanya Satria
"Gue mau anterin adek gue pulang dulu!" ucap Refan keluar dan menaiki sepeda motor nya kembali. Belum Refan menyalakan mesin motor nya Satria berlari menyusul Refan.
"Fan, lo mau anterin Nafisa kan?!" tanya Satria
"Iya, kenapa emang?!" tanya Refan mengerutkan dahi beberapa kerutan, menyadari fikiran kamvret temannya satu itu dia melanjutkan menyalakan mesin motornya.
"Eh eh Fan gue aja yang nganterin Nafisa, lo pasti capek kan?!" tawar Satria dengan mengejar Refan yang akan menjalankan motornya.
"Apaan! ngga ada ngga ada!!" ucap Refan menolak mentah-mentah ide absurd temannya itu.
"Ayolah Fan pleaseee..." seru Satria memelas agar bisa mengantarkan dan berduaan dengan kekasih pujaannya itu.
"NGGA ADA!!" ketus Refan menggeber motornya dengan keras.
"MINGGIR NGGA LO!! GUA TABRAK NIH!!" ucap Refan menggeber lebih keras motornya.
Karena kesal Nafisa pun menepuk punggung Refan dengan keras agar segera berangkat karena mata nya sudah lelah dan ingin segera kembali ke kasur kesayangannya.
"Kak! berangkat!" ucap ku dengan nada sangat kesal.
"Iya iya!!"
"Hah! gagal lagi buat PDKT an sama belahan jiwa!" seru Satria nelangsa.
"Ini mah judulnya Cinta terhalang restu kakak ipar!!"
"Cinta gue bertepuk sebelah tangan tuhan! hiks nasib gue gini amat dah!" seru nya kembali
__ADS_1