
Rayyan pun berjalan dengan malas umi nya selalu menggoda nya niat hati ingin melepas rindu malah jadi seperti ini.
Rayyan pun menghelah nafasnya dengan kasar "Sudah capek-capek batalkan meeting karena ukhty harus buyar semuanya karena umi." ucap Rayyan mengeluh.
"Beginikah rasanya merindukan seseorang ya allah? harus menahan rindu dan rasa sakit bersamaan." ucap Rayyan bermonolog. Tidak di sangka-sangka seseorang datang menghampiri nya dengan tersenyum penuh arti, setelah sekian lama akhirnya dirinya bisa bertemu dengan seseorang yang sangat dia dambakan dari kecil.
"Assalamu'alaikum Ilham." salam gadis tersebut dengan memanggil Rayyan dengan sebutan berbeda.
Rayyan pun menoleh di lirik nya gadis tersebut lalu Rayyan pun memalingkan wajahnya ke arah lain dengan memasang wajah sedingin kutub es.
"Waalaikumsalam." jawab Rayyan singkat.
"Anta disini sendirian?" tanya gadis itu.
"Na'am ana sendiri, ada keperluan apa anti datang kesini." ucap Rayyan langsung pada intinya.
"Ana hanya ingin mengajak anta jalan-jalan keliling kampung sini seperti dulu waktu kecil." seru gadis itu dengan bersemangat.
"Afwan Sarah ana tidak bisa." tolak Rayyan mentah-mentah.
"Ayolah Ilham kita keliling kampung seperti dulu, bermain seperti dulu mengenang masa kecil kita bersama-sama." ajak gadis itu kembali.
"Afwan Sarah ana tidak bisa ada urusan yang harus ana selesaikan." tolak Rayyan kembali dan lantas akan pergi meninggalkan gadis tersebut, belum dirinya melangkah pergi Khodijah pun menyuruh Rayyan untuk mengajak Sarah pergi keluar.
Khodijah pun menghampiri kedua anak kesayangannya itu. "Abang tolong ajak Sarah berkeliling kampung ini, dia rindu akan kampung ini." seru Khodijah.
"Ajaklah dia berkeliling sebentar nak, dia sudah lama tidak bermain kesini siapa tau dia merindukan kampung halamannya." bujuk Khodijah dengan lembut.
__ADS_1
"Na'am umi." ucap Rayyan dengan sangat terpaksa.
"Makasih umi..." ucap Sarah dengan memeluk Khodijah.
"Sama-sama sayang, kalau begitu umi tinggal dulu ya kedalam ada yang harus umi siapkan." ucap Khodijah dengan tersenyum manis.
Mereka berdua pun mengangguk dan khodijah pun masuk kedalam untuk menyelesaikan tugasnya.
" Yes misi gue berhasil, aaa makasih umi berkat umi Rayyan mau." batin Sarah bersorak senang.
...----------------...
Disepanjang jalan tidak ada percakapan diantara mereka berdua disatu sisi Rayyan sangat malas dengan semua ini dirinya benar-benar muak jikalau bukan karena umi nya yang menyuruhnya dia tidak akan mau sampai kapanpun. Sedang disisi lain Sarah sangat senang hatinya dipenuhi dengan bunga-bunga yang bermekaran sudah lama dirinya ingin jalan berdua seperti ini dengan orang yang ia dambakan dari dulu.
"Ilham apakah anta masih ingat dulu sewaktu masih kecil kita sering bermain di rumah pohon itu, bahkan dulu anta sering membawakan ana makanan dan menyuapi ana." seru Sarah senang dengan tangan yang menunjuk ke arah sebuah rumah pohon dari kayu yang berada tidak jauh dari mereka.
Rayyan pun hanya menanggapinya biasa saja tidak lebih dirinya lebih tertarik mendengar ocehan random Nafisa dari pada bernostalgia dengan Sarah, bukan tidak tau apa yang Sarah inginkan terhadapnya Rayyan hanya ingin menjaga hatinya sebaik mungkin untuk seseorang yang berada jauh disana.
"Ilham ana uhibbuka fillah." seru Sarah dengan menatap wajah Rayyan dengan lekat. Dipandang nya wajah tersebut dengan lekat dan tanpa seizin Rayyan Sarah pun memegang tangannya dan lantas ingin memeluk Rayyan tindakan itu berhasil membuat Rayyan risih dan tidak suka Rayyan pun marah akan tindakan konyol Sarah barusan.
"Hentikan Sarah! apa maksud anti melakukan itu!" sentak Rayyan dengan kesal menepis tangan Sarah dengan kasar.
"Kenapa dengan anta Ilham ana hanya ingin memeluk antum seperti dulu." ucap Sarah sebisa mungkin menahan amarahnya.
"Apa anti sudah gila?! ana dan anti bukan mahram tidak seharusnya anti memegang ana dan bahkan akan memeluk ana seperti tadi!" sentak Rayyan kembali dengan sangat kesal cukup selama ini dirinya diam. Rayyan berharap dengan tingkahnya yang selalu menolak Sarah gadis itu akan menyerah dan berhenti berharap kepada Rayyan lagi.
"Kenapa dengan antum Ray, dimana Rayyan yang ana kenal dulu?." ucap Sarah dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
"Cukup Sarah! ana hanya menganggap anti sebagai adik ana sendiri tidak lebih!" seru Rayyan mencoba tenang.
"Hiks, bahkan dulu anta sering bersama dengan ana bermain dengan ana menyuapi ana menjaga ana bukankah dengan perlakuan anta seperti itu sama halnya antum mencintai ana juga Ray." seru Sarah dengan menitikan air matanya.
"Anti salah menanggapi sikap ana Sarah, ana memperlakukan anti seperti itu hanya karena rasa persaudaraan antara ayah antum dan umi tidak lebih, dari dulu ana menganggap antum sama seperti Aisyah!" jelas Rayyan mencoba tenang menghadapi tingkah kekanak-kanakan Sarah.
Rayyan pun lantas meninggalkan Sarah sendiri dengan kesedihan nya belum dirinya melangkah jauh, dia dibuat kesal kembali oleh perkataan kejam Sarah yang secara tidak langsung merendahkan orang yang sangat ia sayangi.
"Apa yang antum harapkan dari wanita nakal sepertinya? bahkan ana yang seorang hafidz quran tidak antum pandang sedikit pun! atau jangan-jangan perempuan itu sudah melakukan guna-guna terhadap antum. Hah, mungkin saja orang jelas-jelas perempuan nakal sepertinya tidak akan pernah di nikahi oleh laki-laki manapun! jangankan hafidz quran dirinya saja tidak tau cara tatakrama kepada orang tua seperti apa!!" ucap Sarah dengan emosi yang meluap meremehkan dan merendahkan Nafisa dihadapan Rayyan dengan wajah yang sudah sangat memerah karena amarah.
"SARAH!!" sentak Rayyan dengan gigi yang sudah menggertak mencoba menahan emosi yang sudah diambang batas kesabaran nya. Rayyan lantas akan melayangkan tangannya terhadap Sarah, jikalau bukan karena ajaran yang diajarkan Khodijah kepada Rayyan mungkin saat itu juga dirinya sudah melayang tangannya terhadap wanita. Bagaimana tidak emosinya kembali memuncak dikala orang yang dia sangat sayangi yang tidak tau menau masalah antara mereka berdua ikut terseret kedalamnya.
Sarah pun diam seketika ketika Rayyan lantas akan memukulnya saat itu juga, dia sangat sedih sekaligus benci pada wanita yang akan Rayyan pinang tersebut. Dulu Rayyan tidak seperti ini dia sangat menyanyanginya melebihi seorang saudara tapi setelah mengenal perempuan seperti Nafisa Rayyan berubah drastis.
"Cukup Sarah! jangan pernah menyeret seseorang kedalam permasalahan anti, ukhty tidak tau menau soal ini! dan ana tegaskan kembali kepada anti untuk tidak bertindak hal konyol kembali atau ana tidak akan segan-segan memberi anti pelajaran yang akan membuat anti menyesal seumur hidup bahwa ana dan anti pernah kenal dan bermain bersama!" ucap Rayyan tegas memperingati Sarah untuk tidak berbuat hal konyol yang akan membahayakan nyawa Nafisa nantinya.
"Dan berhentilah memanggil ana dengan sebutan Ilham!!" tegas Rayyan kembali.
Rayyan pun meninggalkan Sarah sendiri disana fikiran nya cukup kacau karena perbuatan Sarah, sudah lama Rayyan diam dan menolak semua ajakan nya demi membuat gadis itu menyerah dan lelah nantinya. Tapi ternyata dugaan Rayyan salah bukannya menyerah Sarah semakin membuat nya gila karena tingkah nya yang selalu meminta Rayyan untuk ikut terjerumus kelembah maksiat.
"Hufftt, anti kapan pulang dek. Abang rindu anti abang butuh dukungan anti." batin Rayyan kesal dengan memukul setir mobil secara brutal dirinya menerawang kembali kejadian silam, dimana didalam kejadian itu dirinya hampir kehilangan orang yang sangat dia cintai melebihi nyawanya sendiri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai guys maaf nih lama ngga update mimin sibuk banget karena persiapan lebaran kemarin banyak saudara yang main kerumah jadinya gitu deh.😂
Eh eh btw btw mimin ucapankan "Taqabbalallaahu minna wa minkum, allahumma taqabbal ya karim. minal aidzin walfaidzin semua mohon maaf lahir dan bathin🙏"
__ADS_1
Oh iya btw kita korek sedikit demi sedikit masa lalu abang Ray nih seperti apa kehidupan nya dulu sebelum dirinya menemukan tulang rusuknya uhuyy, akan seperti apa keseruannya dan sepahit apa masa lalu dari abang Ray ini, dan Siapakah perempuan bernama Aisyah tersebut apakah dia mantannya atau gebetannya hayoo pada penasaran ngga nih.😂
kira² siapa yang sedang dia tunggu kepulangan nya penasaran ngga nih. yok pantengin terus ceritanya