
Akhirnya sampai lah aku di rumah di sana tepat nya di ruang keluarga sudah ada ibu, ayah, kakak ipar serta keponakan ku yang asik berceloteh dan bercanda bersama ibu.
"Assalamu'alaikum anak manis pulang!!" ucap ku berteriak begini lah sifat asli ku apabila sudah berkumpul dengan keluarga atau sanak saudara, jauh dari kata kalem kalo di luar sana aku di kenal kalem dan baik maka di rumah kebalikan nya usil, cengeng dan ambekan adalah sifat asli ku. tidak banyak orang yang mengenal sifat asli ku karna ku memang type anak yang tertutup akan semua hal.
"Huwaa Maryam ponakan aunty yang paling semok, cantik dan gemesin tapi aunty tetap no 1 ya paling cantik serumah." lanjut ku dengan sangat pede nya mengucapkan kata absurd yang tak dimengerti oleh Maryam aunty nya sedang mengoceh apa dia hanya bisa tertawa dan menampakkan dua gigi nya.
"Waalaikumsalam..."ucap semua yang ada disana.
"Sudah pulang nak,bagaimana hari pertama di kampus?" tanya ibu pada ku yang sedang asik bermain dengan Maryam sampai sampai aku melupakan ibunda tercinta ku.
"Eh ibu, hehe maaf ya bu sampek lupa kalo ada ibu baik kok bu Nafisa suka sama kampus nya..."ucapku dengan senang. karna jujur saja aku sangat bahagia kesan manis yang ku dapat dari awal masuk kampus sangat lah indah mempunyai teman baru yang sangat baik dan peduli pada ku. yah walaupun tidak menutup kemungkinan ada juga yang tidak menyukai ku tapi aku tak masalah mau dia suka atau tidak aku bodo amat toh sama sama makan nasi kecuali kalo dia makan beling.
Belum ibu menjawab ucapan ku ada yang memotongnya layaknya petir yang tiba tiba muncul dan bikin orang jantungan.
"heleh kamu mah gitu dek jangan kan ibu ada kebakaran juga kamu gak akan peduli kalo udah kumpul sama Maryam..." ucap nya dengan sangat sinis.
"hoho. lihat lah ayah mu yang menyebalkan itu dek, ingin rasanya aunty cekek dia sampe ngga bisa napas." kata ku jujur saja aku sangat kesal selalu di goda dan di ledeki Kak Zidan atau Kak Refan.
"Ngga ada badai ngga ada ujan nongol mulu kek tuyul, ibu aja ngomong sampe ngga jadi..." lanjut ku dengan sewot. dan lihat lah sih pelaku dengan tanpa dosa nya tertawa.
"Haduh.. sudah sudah kalian berdua kalo sudah kumpul kayak guk guk sama tikus berantem mulu..." ucap ibu sambil geleng geleng kepala melerai ku dan kak Zidan.
"Syukur yang satu nya lagi kerja coba ngga ibu udah pusing karna ulah kalian bertiga..." Lanjut ibu aku dan kak Zidan hanya bisa nyengir dan melempar tatapan permusuhan di antara kami.
"Kakak tuh bu dari tadi Nafisa di usilin mulu mana tadi di kerjain pas didepan temen temen baru Fisa..." ucap ku mengadu pada ibu atas kelakuan Kak Zidan tadi diparkiran.
"Hilih dasar tukang ngadu..." ucap Kak Zidan memutar bola mata malas.
"Sudah sudah kamu sudah makan nak?"tanya ibu.
"heheh belum bu.." ucap ku nyengir tapi memang benar ada nya berdebat dengan Kak Zidan membuat perut ku menyanyi sedari tadi minta di isi.
"Ya sudah bersih bersih dulu habis itu turun kita makan sama sama..." ucap Ibu menyuruh ku untuk segera bersih bersih.
"Aii aii siap kapten..." ucap ku dengan tangan hormat seolah olah sedang hormat dan mengikuti perintah sang kapten.
__ADS_1
Ibu geleng geleng kepala melihat tingkah absurd ku ada saja ide ide konyol yang ku pakai. akhirnya aku berlari menuju lantai atas membuka pintu kamar dan membaringkan diri sebentar di kasur untuk sekedar melepas penat, lelah serta rasa pusing akibat perdebatan yang terjadi di kampus tadi.
Aku sangat senang di pertemukan dengan orang orang baik yang sayang dan peduli pada ku. lama aku terdiam menatap langit langit kamar aku mengingat ucapan teman teman baru ku sebelum bell masuk berbunyi.
♥︎FLASHBACK ON DI KANTIN♥︎
"Yuk duduk. kamu mau pesen apa Fisa." ucap cika menawari ku makanan di kantin.
"Aku pesen mie ayam aja satu sama es jeruk aja." kata ku memberitahu apa yang ku inginkan.
"Oke kalian semua mau apa?" lanjut cika.
"Samain aja Ka pesenan nya." Ucap Alvin.
"Oh oke deh."
"Bu pesen mie ayam nya 6 sama es jeruknya 6 juga..." lanjut cika.
"siap neng tunggu ya..."
Aku terkesip ingin rasanya aku menerima tawaran itu aku sangat ingin mempunyai teman seperti mereka yang peduli dan sayang kepada ntah kenapa rasa ingin ku kalah dengan rasa kecewa ku, aku sudah sering di manfaatkan semua orang, dikecewakan banyak orang teman, sahabat, bahkan orang yang ku sayang. rasa percaya ku kepada orang hilang karna sering dikecewakan banyak orang. bukannya menjawab aku malah melamun menerawang semua kejadian kejadian bully, penganiayaan, serta lain hal nya.
"Fisa..." ucap Nanda melambai lambaikan tangan nya tepat didepan wajah ku.
"Ah iya kenapa nda..."
"Mau ngga? kita pengen banget kamu jadi temen kita semua ya, aku udah terlanjur sayang banget sama kamu pas awal kita ketemu..." lanjut Nanda, melihat wajah mereka semua rasanya aku tidak bisa menolak nya.
Akhirnya obrolan kita harus berakhir karna pesanan mie ayam 6 mangkok beserta kawannya sudah datang membuat air liur mau netes saking enaknya bau dari mie ayam tersebut. pada akhirnya kita semua makan dengan diselingi canda tawa yang di ciptakan oleh Rendi dan miko.
♥︎FLASHBACK OFF♥︎
Aku menghembuskan nafas kasar berharap semua rasa itu hilang, tapi nyata nya mereka masih betah di kepala dan hati ku. akhirnya aku beranjak dan pergi ke kamar mandi untuk sekedar menyiram kepala ku agar bisa berfikir lebih jernih lagi.
Di bawah sudah ada semua nya menunggu ku untuk makan malam bersama, aku tersenyum melihat Maryam makan dengan lahap nya setidaknya dengan adanya Maryam dirumah bisa mengobati rasa kekecewaan ku dulu.
__ADS_1
"ibuuuu menu nya apa nih.." ucap ku dengan tak sabar mengambil piring serta sendok.
"Ibu masak sayur kangkung kesukaan kamu sama perkedel daging juga ada tahu tempe sama ayam kamu mau apa biar ibu ambilin..." ucap ibu memberikan list semua menu yang berada di meja makan.
"Wah bu Fisa mau semua nya ihh enak semua itu." ucap ku dengan senangnya.
"Ck, maruk kamu dek pipi udah kek bakpao juga masih aja maruk mau semua." Ucap Kak Zidan tak Terima.
"Idih biarin yang pipi nya tembem juga aku kenapa Kak Zidan yang sewot sih..." lanjut ku
"Lagi pula ya ibu masak juga buat di makan kan di abisin kasian ibu lah udah capek capek masak tapi yang dimakan cuman dikit yang ada nanti nya di buang kan mubazir..." lanjut ku ntah aku mendapat pepatah dari mana aku pun tak tau.
"Udah udah gak usah berantem udah ibu kasih bagiannya masing masing juga masih aja berantem..." ucap ibu.
Dan akhirnya kita semua makan dengan tenang dan selalu saja ada kejahilan kejahilan yang Kak Zidan ciptakan untuk membuat ku marah dan merujung ngambek.
Keesokan hari nya aku bersiap siap untuk berangkat kuliah dan siang nya lanjut pergi ke toko. yah aku memiliki toko kue kecil kecilan yang ku bangun bersama teman teman SMA ku dulu disaat aku kuliah maka yang menjaga toko adalah Citra dan fatima mereka adalah teman sekaligus partner yang bisa ku andalkan.
Aku berangkat dengan di antar ayah dan pulang nya akan dijemput oleh Kak Zidan atau Kak Refan, disepanjang perjalanan aku melamun tak jelas sampai sampai tidak terasa aku sudah sampai dikampus.
"Hey anak ayah kok ngelamun..." Ucap ayah menyadarkan ku dari lamunan ku.
"Hehehe ngga yah Fisa cuman mikir, toko kue Fisa kekurangan karyawan kasian kalo harus Citra sama Fatima doang yang handle..." Ucap ku memberi tahu ayah kegelisahan yang ku rasakan dari kemaren bukan hanya soal tawaran Nanda saja tapi soal penambahan karyawan. jikalau aku memperkerjakan karyawan baru aku juga harus kerja paruh waktu untuk gaji para karyawan, toko ku yang ku punya baru launching dan masih sedikit orang yang berkunjung.
"Kenapa gak pekerjaan beberapa karyawan lagi untuk sekedar bantu bantu mereka berdua..." Saran ayah
"Fisa mau mau aja ayah buat ambil karyawan lagi tapi kan gaji nya juga tambah ayah apalagi toko Fisa baru launching belum banyak pengunjung yang datang..." Ucap ku dengan lesuh.
"Ya sudah kita pikirkan lagi nanti sekarang kamu masuk Bell udah bunyi tuh..." Jawab ayah dengan tersenyum manis memberikan ku ketenangan walau hanya sebentar.
"Iya yah kalo gitu Fisa masuk dulu ya yah..." Ucap ku berpamitan pada ayah dan salim takzim.
"Assalamu'alaikum ayah..." Lanjut ku sambil memberikan sun jauh untuk ayah yang sudah berjuang agar bisa membantu membiayai ku kuliah.
"Waalaikumsalam ayah do'a kan semoga lelah mu menjadi berkah nak apa yang kamu inginkan dan kamu cita cita menjadi nyata maafin ayah ngga bisa bantu banyak..." Gumam ayah sendu.
__ADS_1