
"Nih coklat buat kamu!" ucapnya menyodorkan coklat dan kotak susu kepada ku. Aku pun mendongak senyum ku mengembang semanis mungkin, melihat nya semanis ini rasanya aku makin sayang saja.
"Uhh makacih kakak sayang!" jawab ku dengan memonyongkan bibir seperti ikan nemo!
"Hm, sama-sama. Maafin kakak ya telat kesini nya tadi ada urusan bentar sama Satria, jadi udah keburu magrib juga kesininya." sesal Refan tidak menemani Nafisa mengajar anak-anak santri.
"Iya ngga apa kok!" jawab ku.
"Tapi sebisa mungkin tetep kakak sempetin kesini, mau liat bakpao kakak baik-baik aja kah disini? apa malah bikin ulah kembali seperti dulu?" ucap Refan menggoda Nafisa
"Uhukk uhukkk...hahaha idih masih inget aja!" ucap ku tersedak susu karena godaan kak Refan.
"Ingatlah dimana dulu kamu pas awal belajar bela diri, yang disuruh pemanasan lari diluar pesantren sama kak Zidan. Eh kamunya malah jatoh ke sawah, karena terlalu fokus ngeliatin santri putra! udah gitu abis jatoh dari sawah pulang-pulang nya kerumah umi malah dikejar gukguk di jalan. Jadinya pas sampek dirumah umi persis kek orgil! dengan penampilan acak-acakan baju penuh sama lumpur dicampur keringet, udah gitu ngga pake sendal lagi!" terang Refan semakin menggoda Nafisa
"Hahaha....asem ihh dikatain orang gila!" ucap ku memukul lengan kak Refan keras, si empu nya dengan tanpa dosa ketawa girang!
"Itu mah ke apesan yang hakiki tau kak! kalau kata orang mah abis jatuh ketimpa gukguk lagi!" ucap ku manyun. Kalau diingat-ingat kembali kejadian itu sangat lah menyebalkan sekali!
"Bhahahah...itu mah bukan apes! kamu nya aja yang matanya jelalatan kemana-kemana! yang disuruh apa malah males-malesan kena azab kan ngga nurutin ucapan kak Zidan. Udah jatoh dikejar gukguk lagi!" jawab Refan semakin keras tertawa melihat muka masam Nafisa. Nafisa pun memukul Refan secara brutal tanpa jeda, si empunya bukan ngerasa kesakitan atau apa malah makin kenceng yang ketawa! mirip yang suka nangkring di puun-puun biasanya.
"Eh, Refan kamu kesini juga nak. Kenapa duduk disini ngga masuk aja udah mau magrib, yuk masuk kerumah udah lama kah kesini nya nak?!" tanya umi menghampiri kami, terlalu asik bercanda seperti inilah umi saja datang sampai ngga kedengeran suara sendalnya!
"Eh umi, engga kok mi Refan baru aja sampek tadi nyamperin Nafisa bentar." jawab Refan mengobrol bersama umi, sampai-sampai mereka melupakan ku begitu saja.
"Gini nih punya abang ngeselin bener, keasikan ngobrol sampek lupa kalau punya adek! main ditinggal aja lagi. Gue dah kek anak buangan ya allah!" ucap ku menggerutu. Akhirnya ku susul mereka dan berniat menginap di rumah umi sampai kak Zidan pulang lagi kesini kembali.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Pagi ini umi menyuruhku untuk mengajar dikelas. Ingin menolak tapi tidak enak, tapi aku harus mengajarkan para santri apa? sudah lama ku tidak pernah mengajar kembali kenapa rasanya canggung sekali. Umi menyuruhku untuk mengajarkan para santri gaya hidup sehat tapi...harus ku mulai dari mana terlebih dahulu?
"Ck, gue harus mulai dari mana dulu ini." gerutu ku.
"Oh ayolah otak berfikirlah ya kali gue diem-dieman gini kek orang sawan aja!" ucap ku bingung merangkai kata, ntah kenapa akhir-akhir ini otak absurd ku tidak bekerja mungkin sudah lelah dengan beban hidup sehingga jikalau menghadapi masalah kecil saja sudah themor duluan.
"Permisi ustadzah" ucap salah satu santriwati mengangkat tangannya.
"Hah? ya?" membeo ku.
"Boleh kenalan ngga ustadzah? seperti nya kami tidak pernah bertemu ustadzah sebelumnya. Maaf sebelumnya ustadzah" ucap nya menundukkan kepala.
"Ah iya, saya lupa untuk memperkenalkan diri. Perkenalkan nama saya Nafisa Az-zahra, kalian boleh memanggil saya dengan sebutan kak Zahra atau kak Nafisa saja. Tapi kalau boleh jangan panggil ustadzah yah! panggil kakak aja ngga apa!" ucap ku tersenyum. Jujur saja aku masih belum pantas dengan gelar itu, karena sifat ku yang jauh dari kata kalem.
"Oh, assalamu'alaikum ustadzah Zahra!" ucap mereka serempak memberi ku salam.
"Waalaikumsalam wr wb." jawab ku.
"Hmm, bagaimana kalau kita hari ini belajar tentang menjaga hidup sehat dan menghindari gaya hidup tidak sehat?!" tanya ku.
"Tapi ustadzah...ups kak, kan harusnya hari ini belajar kitab?" tanya mereka. Aku pun menggaruk tengkuk ku sendiri bagaimana kalau sudah begini! oh tuhan bantulah hamba.
"Assalamu'alaikum..." salam umi mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam umi..." jawab yang lain.
"Boleh saya masuk ustadzah?!" tanya umi ramah.
__ADS_1
"Silahkan umi." jawab ku.
"Baiklah, untuk hari ini pelajaran kitab akan diganti dengan pelajaran menjaga hidup sehat. Yang akan dibimbing oleh ustadzah Zahra, untuk pelajaran kitabnya akan kita ubah jam nya nanti sore fahimtum!" terang umi.
"Fahimna umi..." jawab mereka serempak
"Baiklah kalau begitu ustadzah mari ikut saya keluar, semua ustadz dan ustadzah termasuk para santri akan kami kumpulkan di aula dan ustadzah bisa memulai kajiannya di aula nanti!" jelas umi. Aku pun tercengang bukan main, yang ku kira awalnya hanya memberi sedikit kajian tentang kesehatan kepada para santriwati kenapa sekarang harus memberi kajian pada semua orang?
Aku pun berjalan bersama umi menuju aula, disana kulihat sudah terdapat banyak santriwan dan santriwati termasuk para ustadz dan ustadzah, kyai dan kak Refan beserta yang lain pun ada disana. Aku yang tipe orangnya selalu kepedean seketika nyali ku menciut melihat banyak orang dan akan menyampaikan kajian perihal kesehatan kepada mereka semua? mendadak aku ingin menghilang saja rasanya.
"Heyy, semangat ya sayang kamu pasti bisa!" ucap kak Aini memberi ku semangat.
"Sekalian belajar buat menghadapi magang bentar lagi kan?!" lanjut kak Aini, aku menatap kak Refan iba dengan mata berkaca-kaca. Dia pun menggelengkan kepala dan memberi isyarat dengan tangan yang diletakkan di bibir dan membentuk gambar tersenyum.
"Kamu pasti bisa kakak yakin itu, tetap tersenyum dan tenang ya!" ucap Refan. Aku pun mengangguk dengan bismillah aku maju menuju podium, mengucapkan salam dan memberikan beberapa pengarahan, saran dan juga solusi untuk menjaga gaya hidup sehat kepada semua orang. Alhamdulillah dengan bermodal kan kepercayaan diri yang tidak begitu banyak, ditambah dorongan dan support dari banyak orang akhirnya aku membawakan kajian dengan lancar dan memberi beberapa bingkisan yang berisikan sikat gigi, dan juga alat-alat tulis untuk para santri sedangkan untuk para ustadz dan ustadzah bingkisan nya berupa sembako dan juga bahan-bahan pokok lainnya.
Awalnya aku bingung siapa yang menyediakan ini semua? aku sendiri saja tidak tau kalau akan mengadakan kajian dan juga berbagi sedekah seperti ini, aku hanya disuruh untuk mengisi kajian saja oleh umi.
"Kak..." tepuk ku dipunggung kak Refan.
"Ya??."
"Ini sebenarnya acara apa sih kak? kok segala pake bagi-bagi sedekah bukannya kata umi cuman kajian biasa?!" tanya ku.
"Oh, iya memang kajian biasa. Tapi sekaligus merayakan keberhasilan kak Zidan!" jawab Refan dengan tetap fokus membagi bingkisan kepada para kaum dhuafa dan anak panti.
"Keberhasilan kak Zidan? emang kak Zidan abis menang apa kak?!" tanya ku kembali. Karena gemas Refan pun mengambil roti dan menyumpal nya di mulut Nafisa.
__ADS_1
"Nih kamu makan aja ngga usah nanya mulu, nanya nya ntar lagi kakak lagi sibuk!" ucap Refan aku pun manyun.
Karena kakak sedang sibuk, akhirnya aku menuju rumah umi untuk beristirahat. Memberikan beberapa kajian cukup menguras otak dan tenaga ternyata, karena sudah lelah akhirnya akupun terlelap dikamar seseorang ntah kamar siapa itu. Yang ku tau adalah, aku sangat mengantuk dan ingin istirahat saja mau itu kamar jendral sekalipun aku tidak peduli yang penting aku bisa tidur nyenyak kenapa tidak?!