
"Sayang sebelum kita pulang foto dulu yuk di taman itu." tunjuk ku pada salah satu taman yang terdapat bunga-bunga cantik disana.
"Yuk kakak..." saut Cia senang.
"Bentar sayang kita minta tolong orang dulu buat foto." ucap ku Cia pun mengangguk setuju.
"Permisi mbak, bisa minta tolong fotokan di situ saya bareng anak saya." seru ku Cia pun mendongak demi mendengar apa yang ku ucapkan tadi.
"Yuk sayang kesana." ajak ku pada Cia, dia pun tersenyum senang dan bersemangat ingin berfoto.
"Saya mulai ya." seru perempuan itu memberi kode pada kami dan siap akan memotret.
1
2
3
Crekkk
Satu foto cantik pun berhasil diambil dimana aku dan Cia berpose menghadap ke taman bunga itu dengan Cia memegang tangan ku erat.
"Sudah kak, satu saja kah?" tanya perempuan itu dan akupun mengangguk serta mengucapkan terimakasih. Foto yang sangat cantik dan akan ku abadikan di album nantinya.
"Yuk kita pulang sayang." ucap ku tapi Cia menahan ku dan menagih janji ku tadi di toko baju.
"Katanya kita mau ke taman kuda poni kak?!" ujarnya aku pun tersenyum dia rupanya tidak sabar aku pun mengangguk dan lantas memintanya untuk menutup mata.
"Oh iya nanti kalau kita sampai disana Cia harus janji dulu tutup matanya kalau kakak belum minta Cia buat buka mata jangan dibuka ya!" ucap ku dan dia pun setuju, kami pun pulang menuju panti asuhan.
"Aku harap mereka semua sudah selesai menyiapkan kejutan itu sebelum Cia sampai." batin ku.
...----------------...
Disisi lain tepat nya di panti asuhan tempat Cia tinggal sudah disulap oleh kelima sahabat Nafisa atas rancangan yang diminta Nafisa taman bermain anak-anak sudah disulap menjadi kolam bola oleh Cika dan Nanda sedangkan aula panti sudah di sulap menjadi panggung kecil untuk Cia meniup lilin nantinya, dan tempat parkir atau pintu masuk sudah disulap menjadi gerbang bertaburkan balon berwarna-warni yang bertuliskan happy birthday princess Cia.
PANGGUNG KECIL BERTEMA KAN UNICORN TEMPAT CIA AKAN MENIUP LILIN.
KUE ULANG TAHUN BERTEMA KAN UNICORN.
PINTU MASUK PANTI BERTEMA KAN UNICORN.
*anggep aja kayak ada di taman ya guys😂
"Alhamdulillah kalian semua hebat, ibu dan anak-anak panti sangat mengucapkan banyak-banyak terimakasih pada kalian semua. Cia sangat beruntung dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyanyangi nya layaknya seorang keluarga." ucap ibu Ratna sedih pabila mengingat kejadian kelam dimana Cia harus kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan tragis itu, beruntung Cia bisa dipertemukan oleh seorang gadis cantik berhati peri seperti Nafisa yang sangat menyanyangi Nafisa melebihi dirinya sendiri.
"Ngga papa bu, kami semua disini sangat menyanyangi Cia dan juga anak-anak panti disini semoga kalian semua sukses nantinya ya seperti om dan kak Nafisa" ucap Alvin mewakili perasaan teman-temannya semua, dia sangat salut pada Nafisa yang sangat sabar dan begitu menyanyangi semua anak-anak panti disini dia rela habis pulang kampus bukannya istirahat malah lebih memilih bermain dan menghibur anak-anak panti bersenang-senang dan menghabiskan waktu banyak bersama mereka bertukar cerita dan tawa, memang tidaklah mudah menjadi seorang Nafisa yang harus banting tulang demi bisa membiayai kuliahnya, bekerja paruh waktu sambil berjualan kue setelah itu harus mengajar dan bermain bersama anak-anak panti tidaklah mudah. Mungkin jikalau mereka berlima yang ada di posisi Nafisa bisa saja mereka memilih untuk menyerah, tapi beda halnya dengan Nafisa dia tidak ada kata lelah ataupun menyerah sedikitpun demi bisa meraih cita-cita membahagiakan kedua orang tuanya dan bisa selalu menghibur anak-anak panti dia rela melakukan semua hal dalam sekejap tanpa kata lelah.
Alvin dan semua teman-temannya pun bersiap menyambut Nafisa serta Cia, mereka dalam perjalanan pulang kesini. Mereka sudah siap dengan petasan, terompet, dan topi ulang tahun bersiap menyambut tuan putri kesayangan mereka semua. Ditengah kesunyian itu Cika mendengar suara langkah kaki seseorang Cika tebak itu adalah Nafisa, dia pun memberi aba-aba pada semua untuk bersiap menyambut nya dengan meriah mungkin dalam hitungan ketiga.
"Sssttt kita sambut dalam hitungan ketiga ya!" ucap Cika memberi aba-aba pada semuanya dia pun mulai berhitung dan.
1
2
__ADS_1
3
"GO!!"
"KEJUTAN!!!" teriak mereka bersamaan dengan meniup terompet dan menarik petasan dan keluarlah kertas warna-warni dari atas.
"Astagfirullahalazim kejutan-eh kejutan" ujar mang udin latah saking terkejutnya.
Kami semua pun saling pandang satu sama lain dan akhirnya tawa pun pecah karena orang yang dikejutkan adalah salah sasaran, antara malu plus bengek niat hati mau mengejutkan Cia dan Nafisa yang dateng malah demit jadi-jadian!
"Ini teh a-aya naon neng, m-mamang kaget atuh!" ucap mang udin dengan masih memegang dadanya yang terasa berdenyut kencang akibat teriakan mereka semua.
"Bwahahaha.... govlok kata lu tadi Nafisa ka! kenapa yang dateng bapaknya tuyul!!" ucap Rendi tertawa keras mereka semua pun menggelengkan kepala merutuki kebodohan mereka sendiri.
"Sssttt kalian ini yah!! sakit perut ibu!" ucap bu Ratna masih tertawa dengan kekonyolan teman-teman Nafisa orang tua malah dikatain bapaknya tuyul.
"Hahaha... aduh bu dia siapa memang?!" tanya Cika dengan menahan perutnya yang kram karena terlalu kencang tertawa.
"Dia itu mang udin, hansip yang suka jaga di komplek ini nak." jawab bu Ratna dengan masih menyisakan tawa.
"Ohh, hansip ya pfff..." jawab mereka bersamaan dengan masih tertawa tanpa henti.
"A-aduh neng, aa m-mamang terk-kejut atuh, m-mamang kira t-tadi ada apa!!" seru mang udin dengan gagap.
"Maaf ya mang, kita tadi mau kasih kejutan buat Cia sama Nafisa eh malah kena mamang!!" ucap Alvin mewakili teman-temannya sedang Rendi sendiri masih saja bengek dengan kejadian barusan sampai harus disikut perutnya oleh Miko demi bisa berhenti tertawa.
"Ohh, jadi n-neng Cia ulang t-tahun ya." seru nya kami semua pun mengangguk.
"Oh iya bu, t-tadi saya diminta neng N-Nafisa buat kesini untuk ikut s-serta!" ujar mang udin, memang mang udin sengaja di minta oleh Nafisa untuk ikut menghadiri dan meramaikan ulang tahun Cia untuk syukuran kecil-kecilan.
"Sssttt kalian diem dulu deh, kek ada suara orang pasti Nafisa!" seru Cika.
"Ogahh ahh! ntar lu bengek lagi ka." saut Rendi dengan meminum air hingga tandas karena kecerobohan Cika teman-temannya harus menahan rasa sakit di area perut karena terlalu lama tertawa.
"Ha ha ha.... seriusan ihh kek suara Nafisa!" ucapnya meyakinkan semua temannya bukannya yakin mereka malah tertawa kembali bila mengingat kekonyolan barusan.
"Ogah ahh, lu aja yang cek Nanda kalau emang beneran Nafisa kasih tau kita!" seru Miko menengahi pertengkaran teman-temannya yang saling menyalahkan.
"Oke deh kalian tunggu bentar ya." ucap Nanda keluar dengan mengendap-endap mengecek bahwa memang suara Nafisa lah yang Cika dengar barusan.
"Njirr gerah gue ketawa mulu b@ngke!!" umpat Rendi mengipas-ngipasi tubuh nya yang berkeringat akibat tertawa terlalu lama dan ditambah dirinya yang sedang memakai gaun seorang peri.
Anak-anak panti, ibu Ratna dan keempat teman-temannya beralih menertawakan Rendi yang tengah tersiksa akibat baju yang sangat sempit itu karena memang kurang pas untuk tubuhnya yang kekar dan berotot karena rajin berolahraga.
"Sabar ya bapak peri!" timpal Miko menggoda Rendi yang tengah mengumpat.
"Sialan kamvret!!" umpat Rendi kembali, jikalau ada Nafisa maka bisa dipastikan mulut Rendi akan di selotip karena selalu toxic apalagi didepan banyak nya anak-anak panti.
Nanda pun selesai mengecek dan ternyata memang Nafisa lah yang ada diluar, mereka semua pun kembali bersiap tidak lupa dengan mang udin yang juga ikut bergabung di belakang. Sekarang giliran Nanda lah yang memberi aba-aba pada mereka semua untuk bersiap untuk berteriak dan menarik petasan kertas kembali.
"Oke, gue itung ya!" seru Nanda berbisik.
1
2
3
"GO!!" serunya.
"KEJUTAN!! HAPPY BIRTHDAY PRINCESS CIA!!" teriak mereka meniup terompet dan menarik petasan kembali.
Bukannya senang malah mereka kena jitak oleh Refan karena ulah mereka Abidzar sampai terbangun dan menangis.
__ADS_1
"Aduhh..." teriak Rendi, Miko dan Alvin secara bersamaan karena kena jitak oleh Refan.
"BERISIKKK!! anak gue jadi bangunkan!" seru Refan kesal, padahal jelas-jelas orang yang seharusnya diberi kejutan malah ada dibelakang tubuh Refan dan Zidan. Nafisa pun menepuk jidatnya sendiri atas kekonyolan teman-temannya yang ulang tahun Cia kenapa malah Abidzar yang dibuat nangis, Aini, Nurul serta Zidan pun tertawa melihat kedua sahabat Nafisa diam seribu kata setelah kena jitak oleh Refan.
"Oii!!" teriak Nafisa melotot layaknya nenek lampir akibat teriakan mereka Cia pun tidak sengaja membuka matanya demi melihat keributan didepannya.
"Cepett!!" kode Nafisa dengan mata tertuju pada Cia.
"KEJUTAN!! HAPPY BIRTHDAY PRINCESS CIA!!" seru mereka kembali dengan langsung menghambur membawa Cia ke panggung, akibat jitakan Refan ketiga temannya langsung oon mendadak seketika lupa jikalau bintang yang asli sudah melihat keributan barusan.
"Selamat ulang tahun cantiknya om!" ucap Alvin memberikan kado kepada Cia, Miko, Rendi, Cika dan Nanda pun juga memberinya kado cantik kepada Cia serta mengucapkan do'a terbaik mereka untuknya.
"Makacih om lendi, om iko, om al, kakak ika, kakak indah." ucap Cia mengabsen semua teman-teman ku, kak Zidan dan kak Refan juga memberi Cia kado yang cantik dan besar kepada Cia.
"Makacih om." seru nya tersenyum dan salim kepada kak Zidan dan kak Refan.
"Semoga kamu jadi anak yang sholehah ya sayang, selalu do'a kan mama dan papa bahagia disana, panjang umur dan selalu sehat, makin cantik!" ucap Zidan mewakili Refan dan para istri mereka.
"Aamiin..." jawab kami semua mengaminkan do'a semua orang.
Aku pun pergi ke dalam panti dan mengambil gitar yang sengaja ku titipkan dan mulai memetik senar gitar bergantian menyanyikan lagu selamat ulang tahun bersama-sama untuk Cia serta meniup lilin bersama.
"Horeee...." seru mereka semua senang.
"Okeh, sekarang potong kuenya ya sayang." ucap ku menuntun tangan Cia memotong kue dan memberikannya pada Cia siapakah orang pertama yang akan ia kasih.
"Kue ini akan Cia cuapin untuk olang yang cangat.... Cia cayang yang cudah ceperti mama bagi Cia, cemoga mama di cana bahagia cama papa dan Cia di cini juga cudah bahagia cama kakak doktel. Cia halap kalau Cia becal nanti bakal bica ceperti kakak doktel yang mau dan lela melawat cemua olang yang cakit, nanti kalau kakak doktel cantik cakit udah ada Cia yang akan melawat kakak doktel. telimakacih sudah mau melawat Cia dan cayang cama Cia celama ini, Cia cayang kakak doktel dan cemua...." jelas nya dengan suara cadel nya. Air mata ku pun pecah seketika pabila mengingat kejadian dimana Cia harus menerima kenyataan pahit bahwa kedua orang tua nya telah tiada dan dia harus dirawat selama beberapa hari dirumah sakit karena terkena DBD, suasana pun menjadi haru semua orang menangis dan sedih melihat bocah sekecil Cia harus ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Bocah yang harusnya menerima banyak kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya serta butuh perlindungan dari mereka harus bisa menjaga diri sendiri demi bisa hidup dan bertahan di dunia yang kejam ini.
"Kakak dokter sayang Cia, hiks... hiks... kakak mohon Cia jangan tinggalin kakak ya sayang!" ucap ku memeluk Cia dan menciumnya tanpa henti dengan air mata yang terus mengalir deras tanpa bisa berhenti.
"Cia cayang kakak doktel, Cia mohon kakak doktel juga jangan tinggalin Cia!" jawab Cia dengan menyuapi kue tersebut kepada Nafisa orang pertama yang mengangkat Cia memanglah ibu Ratna tapi... superhero sebenarnya adalah Nafisa jikalau tidak ada Nafisa mungkin Cia tidak akan ada didunia ini.
"Makasih sayang udah mau jadi penyemangat kakak selalu!" ucap ku kembali memeluk nya dan menciumi pipi, kening serta tangan mungilnya.
"Oh iya, hiks... kakak ada hadiah buat kamu sayang!" ucap ku dia pun senang bukan main dan penasaran akan hadiah apa yang dikasih oleh Nafisa.
Yang awalnya tangis haru bercampur sedih hilang seketika pabila melihat Rendi membawa sebuah kotak besar kehadapan Cia.
"Nih astagfirullah... kakak punya hadiah besar plus sama ibu peri buat Cia!" ujar Nafisa dengan antara ingin ketawa tapi air mata masih ngalir.
"Fisa jangan gitulah... gue udah cukup dibully seharian tadi kamu jangan ikut-ikut!" ucap Rendi manyun. Nafisa pun tertawa karena tidak tahan melihat penampilan sahabat karipnya yang bukannya mirip ibu peri malah mirip kingkong.
"Bentar Ren gue mau minum dulu!" ucap ku dengan sebisa mungkin menahan tawa yang akan pecah sebentar lagi.
"Kakak doktel!!" panggil Cia.
"Iya sayang?!" jawab ku.
"Cia buka kadonya ya!" ucap Cia tidak sabar dengan isi kado milik Nafisa.
"Buka aja ngga papa sayang, minta ibu peri bukain gih!!" seru Nafisa tertawa meledek aneh saja rasanya memanggil Rendi dengan sebutan ibu peri.
"Xixixi, ibu peli lendi buka kadonya ya Cia mau liat! " seru Cia tertawa lucu dengan ekpresi Rendi yang diluar ekspetasi bukannya senang atau semangat, malah lesu kecut asem dan lecek mirip uang kembalian sisa kemaren.
"Iya tuan putri!" saut Rendi tersenyum paksa menuruti kemauan Cia.
"Hahaha....." tawa ku pun pecah melihat wajah teman ku yang tersiksa oleh penampilannya sendiri. Semua orang pun ikut tertawa tidak tahan melihat ekpresi lucu Rendi, kado pun akhirnya terbuka mata Cia pun berbinar demi melihat boneka beruang besar yang sedang memegang kotak berisikan permen dan coklat banyak dan juga ada boneka unicorn kecil di sampingnya mengelilingi boneka beruang besar itu.
"Huaaa makacih kakak doktel!!" teriak nya berlari memeluk Nafisa dan menciumnya.
"Sama-sama sayang, semoga kamu jadi anak yang sholehah yang selalu do'ain mama papa bahagia disana ya." jawab ku dengan mengelus pucuk kepalanya.
Aku, Cia teman-teman ku dan anak-anak pun bersenang-senang dihari yang penuh kebahagiaan ini, hari yang sangat mempunyai banyak kenangan bagiku walaupun singkat tapi sangat berarti buatku andai saja aku bisa menghentikan waktu sebentar.... saja rasanya aku tidak ingin meninggalkan kenangan ini walaupun hanya sekejap dimana bidadari ku tumbuh dengan pesat, yang dulu dia selalu menangis akibat trauma yang mendalam atas kejadian kelam itu tetapi, semenjak dia selalu bersama ku lambat laun trauma itu pun terkikis sedikit demi sedikit dan diapun kembali menjadi seperti anak-anak pada umumnya.
__ADS_1