
Dalam usaha pasti ada pasang surutnya pasti ada cobaan dari mulai yang kecil dan sepele hingga masalah besar demi bisa meraih sebuah kesuksesan itu memang tidak mudah bagi semua orang, kadang kita diatas dan terkadang kita dibawah terkadang ada yang membantu terkadang juga ada yang iri akan kesuksesan kita itulah yang tengah dialami oleh seorang Nafisa. Tidak mudah menjadi diri nya harus membagi waktu dan bekerja lebih keras lagi untuk bisa membiayai kuliahnya.
Keluarga nya memang masih lengkap tapi harus kah dia terus bergantung terhadap Kakak-Kakak nya yang jelas-jelas lebih mempunyai tanggung jawab menafkahi istri dan anak nya setelah menikah ada yang lebih berhak untuk di nafkahi oleh Kakak-Kakak nya walaupun ayah nya masih bisa bekerja bukan berarti Nafisa bisa santai-santai rebahan dirumah itulah prinsip seorang Nafisa dia ingin sukses dengan jerih payah nya sendiri walaupun itu tidak mudah bukan berarti tidak bisa bukan?
Dia harus menerima berbagai makian dan cercaan semua orang mulai dari tetangga ataupun teman nya sendiri. Ada masa nya seseorang akan menyerah, terpuruk dan lelah akan semua itu tapi dia tidak bisa menyerah begitu saja tanggung rasanya pabila dia menyerah hari ini setiap melihat harapan keluarga nya yang berharap tinggi kepada nya rasanya mau menyerah pun tidak bisa.
"Ini ada apa, kenapa polisi ada di sini?!" fikir ku. Kak Zidan memegang pundak ku sambil menatap ku, aku tau tatap itu secara tidak langsung Kak Zidan bertanya ada apa, kenapa polisi disini?! aku pun menggeleng tanda bahwa aku tidak tahu akan semua ini. Aku memberanikan diri masuk melewati beberapa orang yang protes di depan toko, namun belum aku berbicara Citra menarik ku masuk kedalam toko.
"Fisa untung lo dateng tepat waktu, maafin gue ya di depan sana polisi lagi nyari lo buat nangkap lo atas tuduhan meracuni para pelanggan karna kue yang lo buat ada bahan berbahaya nya!" ucap Citra sudah sesegukan.
"Aku pun terkejut kenapa bisa ada bahan berbahaya dari mana bahan itu? bahan-bahan kue hanya tepung wiper cream dan coklat dari mana bahan berbahaya nya?!" fikir ku
Antara terkejut dan bingung Kak Zidan pun mengerutkan dahinya dari awal dia sudah tau semua aktivitas Nafisa dari mulai membuka toko dari 0 hingga membuat beberapa kue untuk pesanan dia juga tau bahan-bahan apa saja yang Nafisa masukan dia sangat mengenal adik nya tidak mungkin dia seperti itu termasuk Citra dan Fatima mereka berteman sudah cukup lama bahkan mereka tidak sungkan untuk menginap dirumah Nafisa sekedar membicarakan perihal toko.
Aku pun lemas seakan tubuh ku tidak bisa menopang beban ini toko yang ku mulai dari 0 harus hancur begitu saja karna ulah seseorang, aku menangis jujur saja aku sudah tak sanggup menghadapi semua ini seakan cita-cita yang ku bangun dengan susah payah lenyap begitu saja.
"Dek istighfar yang sabar Kakak ada disini buat kamu, kamu ngga usah khawatir biar Kakak yang ngomong sama polisi Kamu tunggu sini dulu ya." usap Kak Zidan dipunggung ku. Citra mendekat dan memeluk sambil sesegukan.
"Yang sabar yah Fisa kita ngga akan ngebiarin kamu kenapa-kenapa kita bakalan bantu ngebebasin kamu dari semua tuduhan itu!"
__ADS_1
"Gue bakalan nemuin pelaku yang udah fitnah lo dan ngancurin toko kita!" lanjut Citra. polisi pun masuk Kak Zidan tidak bisa membujuk mereka alhasil aku pun dibawa untuk memberi keterangan tentang semua ini. Aku tidak dipenjara hanya ditahan beberapa hari karna bukti-bukti belum begitu kuat, aku mencelos ada orang yang begitu benci terhadap ku padahal aku tidak pernah sekali pun mengusik kehidupannya.
"Maafin Kakak ya dek Kakak ngga bisa nahan mereka semua, kamu yang sabar ya Kakak bakalan susul kamu ke polsek kamu ngga usah khawatir!" ucap Kak Zidan memeluk ku, jujur saja mental ku sangat terguncang dengan semua ini. Aku menangis sejadi-jadinya di pelukan Kak Zidan hanya Kak Zidan dan Kak Refan lah yang tau dan mengenal ku sejak kecil, aku tak sepicik itu hanya untuk toko ku ingin lebih ramai aku menggunakan bahan berbahaya ide konyol seperti itu saja tidak pernah terlintas di pikiran ku. Aku pun masuk kedalam mobil polisi dan ikut mereka ku dengar aku harus di tahan beberapa hari untuk memberikan keterangan akan semua ini.
"Citra dan Fatima sebaiknya toko tutup dulu bagi para karyawan suruh pulang aja!" ucap Zidan tegas jujur saja dia sangat marah kepada orang yang sudah membuat adik kesayangan nya harus tinggal di Polsek beberapa hari karna kabar yang tidak benar adanya.
"Iya Kak Zidan, Kakak mau ke polsek nemuin Nafisa?" tanya Citra.
"Iya gua mau urus semua nya sama Refan adek gua ngga salah ngga seharusnya dia tinggal di polsek berlama-lama itu bukan tempat yang baik buat mentalnya!"
"Dan inget satu hal jangan buka toko dulu tanpa izin dari gua! kasih para karyawan cuti beberapa hari sampai masalah ini selesai!" lanjut Zidan dingin kalau sudah menyangkut masalah adik nya dia tidak pernah main-main. Sisi lain seorang Zidan dan Refan ibarat diem-diem menghanyutkan sama seperti ee kucing tau-tau bau aja dipojokan! Kalau sudah menyangkut adik nya sifat asli nya lah yang dia tunjukkan kepada beberapa orang untuk tidak pernah melakukan hal konyol kepada adik kesayangannya kalau masih ingin hidup!!
"Ya Allah cobaan apalagi yang engkau berikan, sakit rasanya kuat kan hamba untuk bisa melalui semua ini. berikanlah orang yang sudah menfitnah ku dengan hidayah mu ya Allah semoga dia selalu dalam lindungan mu." gumam Nafisa lirih.
Sedangkan dirumah ibu Nafisa sudah khawatir kepada anak nya perasaan nya tak tenang mulai Nafisa berangkat dari rumah raut wajah Nafisa tidak seperti biasanya yang ceria dan absurd dan baru dia akan bertanya kepada Kakak nya bagaimana keadaan nya dia harus dihantam dengan kenyataan pahit bahwa putri satu-satu nya harus ditahan beberapa hari di polsek untuk memberi keterangan tentang semua tuduhan itu.
"Lalu bagaimana sekarang nak Fisa ngga akan bisa diam disana lama-lama ayah lakuin sesuatu yah bebaskan Nafisa yah ibu ngga mau anak ibu satu-satu nya harus tinggal didalam sana!" ucap ibu sesegukan.
"Ibu yang sabar ya bu Zidan lagi hubungin Refan buat bebasin Nafisa dengan jaminan." kata Zidan yups Kakak kedua Nafisa mempunyai teman seorang pengacara Zidan berinisiatif untuk minta Refan meminta bantuan kepada teman nya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum kenapa Kak? pagi-pagi udah telfon banyak banget kangen ngopi sama gua kah?" kata Refan di ujung telfon cengengesan.
"Waalaikumsalam ck serius Fan! adek lu Nafisa dia ditangkap polisi sekarang dia ada di polsek."
"HAH?? Fisa kenapa Kak? dia kenapa dibawa ke polsek? adek gua salah apaan?!" ucap Refan cukup terkejut.
"Dia dituduh ngeracunin roti para pelanggan polisi udah geledah toko tapi dia cuma nemu botol bekas di tempat sampah aja.Gua juga ngga tau itu botol bekas apa setau gua Nafisa Citra ataupun Fatima ngga pernah beli botol kek gitu, maka dari itu gua telfon lu buat minta bantuan temen lu yang pengacara buat bantu bebasin Nafisa dengan jaminan sementara waktu gua sama yang lain bakalan cari siapa pelaku yang sebenar nya!" jelas Zidan
"Ok Ok gua hubungin Satria dulu kita ketemuan di rumah gua Kak lu jelasin aja ntar sama Satria semua nya."
"Ok gua kesana sekarang!"
"Ibu Zidan mohon sama ibu sama ayah jangan khawatir Nafisa bakalan pulang dengan keadaan sehat walafiat percaya sama Zidan sama Refan bu." ucap Zidan memegang tangan ibu dan mengecup nya menenangkan sang ibunda tercinta ibu mana yang tidak khawatir dan terpukul melihat putri kesayangan nya harus tinggal di jeruji besi beberapa waktu sampai semua bukti ditemukan.
"Kalau gitu Zidan pergi dulu ya bu ayah, Zidan minta do'a kalian semoga Nafisa ngga apa-apa" lanjut nya lantas salim takzim dan pergi untuk menemui Refan dan Satria.
➪Note mimin zain:
Kita korek sedikit demi sedikit masa lalu dari Nafisa ya guys kenapa dia kecewa dan tidak mudah mempercayai orang lagi dan siapakah pangeran yang bisa meluluhkan hati seorang Nafisa yang sudah terlanjur membatu karna sering nya di manfaatkan oleh semua orang.
__ADS_1