
Setelah kepulangan Nafisa dari rumah sakit Rayyan kembali menjahili Nafisa dengan mengirim beragam aneka bingkisan mulai dari yang kecil hingga yang besar.
"Nih orang ngga ada kerjaan lagi apa ya, apa sih yang dia arepin sama gue. Lagi pun gue ngga pernah ketemu sama dia, tapi dia selalu aja ngirimin gue bingkisan sebanyak gaban gini!" dumel Nafisa melihat-lihat semua bingkisan yang Rayyan kasih untuknya.
"Sebenarnya siapa sih Muhammad Rayyan Ilham, perasaan gue ngga pernah denger tuh nama dah apalagi kenal tapi nih orang selalu aja ngirimin buket bunga lah kado lah, lagian gue ultah juga belum masih 2 bulan lagi tapi nih kado udah banyak aja." ucap Nafisa terus mengomel tanpa henti antara kesal dan senang mendapatkan kado tapi tidak tau dari siapa, karena ulah Rayyan kamar Nafisa pun penuh dengan sampah kado darinya.
"Astagfirullah kamar gue... mendadak jadi kapal pecah kado sama sampah dimana-mana." gerutu Nafisa melihat penampilan kamarnya yang mirip kapal pecah.
Sedang diluar kamar Adiba dan Fatih tengah tersenyum geli melihat putrinya selalu di teror oleh Rayyan dengan kado, tidak terasa air mata Adiba pun menetes sebentar lagi putri nya akan menjadi istri seseorang dan akan dibawa oleh orang itu, mungkin momen seperti inilah yang akan dia rindukan. Rindu akan pertengkaran putra putrinya, rindu akan celotehan nya yang membuat semua orang geleng-geleng kepala, dan sifat manjanya. Jikalau Nafisa pergi juga nantinya mungkin rumah ini akan semakin sepi karena setiap putri yang sudah menikah nantinya akan tinggal dirumah sang suami, akan ikut kemana pun suaminya berada karena surga nya seorang wanita yang sudah menikah bukan lagi ada kepada kedua orang tuanya melainkan ada pada sang suami.
Fatih pun mengusap-usap punggung istrinya demi bisa menghibur nya, bagaimana pun anak nya berhak bahagia jikalau mereka terus menerus berlarut-larut seperti ini Nafisa akan berat meninggalkan mereka berdua nantinya.
"Sabar bu, Nafisa memang akan pergi dalam waktu dekat tapi dia tetap akan selalu ada di hati kita. Sejauh dimana pun dia berada rumah ini tetap akan menjadi tempatnya untuk pulang kapanpun, Rayyan anak baik ayah percaya dia akan mengizinkan Nafisa untuk bertemu kapanpun sama ibu." ucap Fatih lembut dengan memeluk Adiba.
"Ibu tau kok yah, ibu ngga nyangka aja Nafisa tumbuh dengan pesat bahkan dirinya akan menikah dalam waktu dekat. Rasanya baru kemarin ibu menggendong nya ketika ia masih berupa bayi merah. Tapi hari ini dia sudah sukses dan dalam waktu dekat cita-citanya sebagai dokter anak akan tercapai, belum lagi usaha toko kue nya yang berkembang pesat berkat bantuan teman-temannya. Ibu bangga yah bisa melahirkan seorang putri cantik, berhati baik suka menolong semua orang walau dirinya sendiri tengah susah tapi yang ia pentingkan adalah orang-orang disekitarnya." seru Adiba menitikan air mata.
Pabila mengingat perjuangan keras seorang Nafisa Az-Zahra yang terlahir dari keluarga sederhana yang selalu mendapat cacian dan makian orang-orang karena hidupnya yang sangat sederhana jauh dari kata mewah atau apa, tapi Nafisa tetap berusaha sekuat tenaga demi bisa mengubah nasib hidupnya sendiri dengan bekerja paruh waktu tanpa ada kata lelah juga mengembangkan bisnis turunan dari sang ibu yang pandai membuat makanan serta kue-kue manis, dari hasil kerja kerasnya lah akhirnya dia bisa kuliah saat ini dan semua impian serta angan-angan nya dulu yang menurut orang-orang hanya halu semata sebentar lagi akan menjadi kenyataan.
"Ayah sangat berterimakasih sama ibu, karena sudah berjuang melahirkan seorang malaikat kecil berhati mulia yang selalu senantiasa membantu orang yang susah tanpa tanda pamrih, yang mau berjuang mati-matian demi bisa mengubah nasib kehidupannya mungkin ucapan terimakasih saja tidak cukup rasanya atas semua perjuangan yang ibu lakukan dulu dalam melahirkan Nafisa. Dan sekarang sifat kuat yang Nafisa miliki sekarang itu semua adalah turunan dari ibu, ibu adalah wanita paling kuat dan baik ayah bersyukur Allah bisa mempertemukan kita berdua dengan indah dulu." ucap Fatih dengan mengecup kening sang istri memeluknya dengan erat. Rasa haru yang penuh perjuangan itu akan terbayarkan dengan menikah nya Nafisa dengan orang yang tepat, setidaknya kedua orang tuanya sudah tenang pabila mereka nantinya meninggal sudah tidak khawatir terhadap anak-anaknya nanti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain kampus tengah heboh dengan kedatangan mahasiswa baru yang sama-sama cantiknya dengan Nafisa dan tidak lain dan tidak bukan keponakan dari Hendra orang kepercayaan Rayyan, yang sengaja Rayyan kirim demi bisa memantau keadaan Nafisa. Setidaknya Rayyan akan tenang jikalau meninggalkan Nafisa disini sendiri walaupun dirinya akan pergi jauh untuk acara seminar nya setidaknya Nafisa tetap baik-baik saja disini hingga dia kembali nanti dan meminang Nafisa.
"Ckckck cantik bro."
"Yoi, cuma ngga secantik Nafisa."
"Beuh Nafisa mah idaman gua, tetap selalu dihati." ucap mereka berbisik membanding-bandingkan Nafisa dengan Lisa.
Karena keributan itu Cika dan Rendi pun penasaran sebenarnya apa yang di ributkan oleh para mahasiswa lain.
"Di dalem ada apa sih?!" tanya Cika penasaran.
"Kamu nanya?!" saut Rendi dengan muka menyebalkan.
Plak...
Cika memukul keras kepala Rendi dengan buku nya, lagi serius malah nyebelin.
"Aduhhh, sakit bego!" umpat Rendi tidak terima.
"Bodoamat!" seru Cika melengos pergi meninggalkan Rendi dengan kekesalannya.
"Kalau bukan karena temen udah gue lelepin lu Ka!" gerutu Rendi dengan mengusap-usap kepalanya.
Tak lama seorang gadis berparas cantik pun keluar dari ruangan dekan, dia tampaknya kebingungan akan pergi ke arah mana dengan keadaan tidak ada Nafisa sebenarnya dia sengaja di utus oleh Rayyan untuk mengawasi Nafisa disini. Eh yang di awasi malah ngga keliatan batang idungnya.
"Kelas Nafisa dimana ya." batin Lisa kebingungan.
"Permisi..."
__ADS_1
"Mahasiswa baru ya?!" tanya Cika
"Ah iya kak, saya mahasiswa baru fakultas kedokteran. Hm, ngomong-ngomong kelas fakultas kedokteran dimana ya kak?!" tanya Lisa berbasa-basi sekalian mencari tau informasi mengenai Nafisa seperti apa dia.
"Oh, gue juga mahasiswa fakultas kedokteran lo kalau mau cari fakultas kedokteran gampang kok dari sini lo lurus aja abis itu lo naik tangga aja, fakultas kedokteran ada di bagian lantai 2 tepat di sebelah ruang teater" jelas Cika.
"Oh iya btw kita belum kenalan, gue Cika anak fakultas kedokteran." ucap Cika mengulurkan tangannya kepada Lisa.
"Ah iya, saya Lisa kak salam kenal." seru Lisa ramah.
"Ah iya by the way, ngga usah panggil kak ya panggil Cika aja. Gue berasa tua banget dipanggil kak!" seru Cika, Lisa pun terkekeh mendengar penuturan Cika terhadapnya.
"Oke, jadi kak Cika eh... jadi Cika boleh ngga gue temenan sama lo?!" tanya Lisa.
"Hm boleh kok, salam kenal oh iya sebelum itu gue mau kenalin lo sama temen gue ren....lah si badak kemana dah!" ucap Cika celingukan mencari keberadaan Rendi, sedang orang yang di carinya tengah asik menggoda anak fakultas lain dengan rayuan mautnya.
"Kamu tau ngga bedanya kamu sama....eh....eh....buset!" seru Rendi yang merasa lehernya seperti tercekik akibat tarikan Cika, Cika pun membawa Rendi ketempat yang sedikit sepi dari keramaian tadi.
"Eh curut! lu kalau mau narik kira-kira bego! leher gue sakit lu tarik peak!" maki Rendi kesal dengan Cika, karena Cika usahanya merebut hati perempuan tadi gagal dan malah berujung malu karena ditertawakan banyak orang.
"Bodoamat! suruh siapa tuh mata jelalatan mulu! lu mau gue colok mata lu biar diem!!" ucap Cika melotot tak kalah sengit.
"Buset nih anak udah salah nyolot lagi, hih! lama-lama gue telen juga lu!" saut Rendi mencoba meraih Cika namun gagal.
Mata Rendi pun jatuh pada sosok seorang Lisa anak baru fakultas kedokteran, matanya tidak berenti untuk menatap maha karya tuhan yang cantik, sexy dan....
"Aww....aww....aww....sakit bego!" ucap Rendi memegang telinga nya yang merah akibat tarikan Cika.
Lisa pun tertawa melihat interaksi keduanya ternyata inilah menurut Rayyan waktu itu fikirnya.
"Buset dia ketawa gini aja dah manis tuhan." batin Rendi kagum akan pesona dari seorang Lisa.
"Oh iya kenalin dia Lisa anak baru dari fakultas kedokteran." ucap Cika memperkenalkan Lisa kepada Rendi. Belum Cika menyelesaikan ucapan nya Rendi sudah menyerobot tangan Lisa untuk memperkenalkan dirinya.
"Oh hai gue Rendi anak fakultas kedokteran juga." seru Rendi menjabat tangan Lisa begitu saja.
Lisa pun menerima jabatan tangan Rendi dan memperkenalkan dirinya kembali.
Perkenalan sudah selesai tapi Rendi masih belum melepaskan tangan Lisa dari genggaman tangannya.
Cika pun menepis tangan Rendi dengan paksa.
"Kalau dasarnya emang buaya sampai kapanpun tetap buaya!" ucap Cika dengan tatapan mata tajam menatap mata Rendi seolah Cika akan menelan Rendi secara bulat-bulat.
"Yeyy ilah Ka, gue kan cuman mau kenalan katanya lu mau ngenalin gue sama dia." ucap Rendi dengan wajah yang dibuat sangat sedih.
"Kenalan sih kenalan, tapi tangan anak orang lu pegang mulu yang ada ntar dia rabies!!" seru Cika pedas.
"Njir rabies dikata gue virus apaan bisa nularin anak orang!" batin Rendi kesal dengan kelakuan Cika.
"Eh kalian disini."
__ADS_1
Cika, Rendi dan Lisa pun menoleh dilihatnya Alvin, Miko dan Nanda sudah ada dibelakang mereka dengan pakaian yang lusuh dan bermandikan keringat.
"Eh Vin, kalian abis dari mana?!" tanya Cika melihat tampang Alvin dan Miko yang tampak seperti orang yang kelelahan.
"Ah...gue...gue abis dari toilet." ucap Alvin berbohong.
"Toilet??" fikir Rendi.
"Lu berdua abis dari toilet?" tanya Rendi mengulang kata-kata Alvin barusan.
"Hm... iya emang kenapa?"
"Hmm.... tapi lu berdua ngga abis ngapa-ngapainkan?" tanya Rendi kembali, alis mereka pun berkerut dan mencoba mencerna perkataan Rendi barusan. Miko pun sadar apa maksud dari Rendi barusan Miko pun memelintir leher Rendi dan membawanya ke ketiak. Ya kali dirinya belok sama Alvin, dirinya masih waras dan sehat walafiat lebih baik dirinya menjomblo seumur hidup dari pada harus belok dengan temannya sendiri.
"Wah... otak lu perlu gue cuci Ren, bisa-bisanya lu ngira gue sama Alvin belok njirr!" ucap Miko kesal.
Alvin pun melotot mendengar ucapan Miko barusan dia pun meninju lengan Rendi kuat bisa-bisanya Rendi berfikiran seperti itu terhadap nya dan Miko.
"Abis lu berdua ngomong abis dari toilet, gue kan mikirnya takut lu berdua belok karena kelamaan menjomblo akut!" seru Rendi kembali memancing amarah Miko dan Alvin.
"Sssttt udah-udah, lu diem ngga Ren! lama-lama gue selotip juga mulut lu biar mingkem." ucap Cika kesal.
Cika pun kembali memperkenalkan Lisa kepada yang lain dan menceritakan tentang personil mereka yang kurang satu yaitu Nafisa.
"Jadi? Nafisa hari ini cuti karena ngga dibolehin kuliah sama abangnya karena kejadian waktu itu." tanya Lisa.
"Iya dia hari ini ambil cuti dan ngga tau sampai kapan, andai aja lo tau Nafisa kayak apa gue jamin lo bakalan suka sama dia langsung." ucap Cika masih merasa kehilangan sosok Nafisa. Padahal Nafisa hanya mengambil cuti sesaat karena kejadian itu Zidan dan Refan tidak mengizinkan Nafisa untuk kuliah terlebih dahulu.
"Sekarang Nafisa gimana keadaannya?!" tanya Lisa kembali.
"Gue ngga tau pasti sih, tapi kata abangnya dia udah pulang kemaren kita semua sih mau jenguk dia besok." seru Cika.
"Oh jadi kalian mau besuk Nafisa besok, kalau gitu gue ikut boleh ngga?!" tanya Lisa.
Belum Cika menjawab Rendi sudah langsung menyetujui hal itu dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Cika karena sudah memotong ucapannya.
"Oh kamu mau ikut, boleh kok boleh-boleh aja ya ngga guys mobil kita masih muat kok buat kamu." saut Rendi.
"Beneran nih?!" tanya Lisa kembali memastikan bahwa dirinya benar-benar boleh ikut.
"Iya, boleh kok masalah mereka mah tenang aja." seru Rendi kembali Lisa pun menganggung setuju.
Alvin menghentikan langkah nya demi melihat seseorang yang sangat dia benci tengah menatapnya dengan tatapan mengejek.
Miko menahan Alvin untuk tidak meladeni orang gila seperti Bobby, dirinya sangat tau Bobby hanya ingin membuat hubungan antara Nafisa dan Alvin hancur karena Bobby tau bahwa mantan sobat karibnya itu memiliki rasa terhadap Nafisa.
"Lu ngga usah ladenin dia Vin, dia cuman mau gertak lo aja inget jangan kebawa emosi disini banyak dosen yang ngawasin." bisik Miko mencoba meredam amarah Alvin.
...----------------...
Hai, apa kabar kalian semua semoga selalu sehat walafiat ya. Oh iya guys maaf nih sebelum nya mimin lama update soalnya lagi sibuk masa kelulusan jadinya mimin ngga janji buat bisa update bonus seperti biasanya. Tapi insah Allah nanti mimin sempetin buat update keseruan-keseruan Nafisa dan dkk mimin minta do'a nya ya semoga ujian mimin cepat selesai dan mimin bisa stay buat update keseruan dari neng Nafisa dan dkk disini setiap hari. Makasih untuk semuanya yang masih setia dengan neng Nafisa peluk jauh dari mimin😘😘😘
__ADS_1