
Bell pulang pun berbunyi aku dan semua teman-teman ku langsung menuju cafe terdekat di sana Alvin dan yang lain akan jujur pada ku, seperti nya bukan aku saja yang tidak tahu mengenai mereka Cika dan Nanda pun seperti nya tak tau akan hal itu.
"Huff Oke gue mulai ya sebelum nya gue minta maaf sama kalian bertiga karna ngga jujur dari awal karna gue ngga mau kalian kenapa-kenapa karna kelakuan gue di luar." ucap Alvin mewakili yang lain.
"Dulu gue Rendi sama Miko ketemu di tempat balapan motor, gue Rendi dan Miko sebener nya anak motor yang selalu main trek-trek kan di luar dan selalu kumpul sama Genk motor lain nya. Kita bertiga kenal dari balapan tahun lalu gue nolong Miko sama Rendi dari amukan masa dan terus berteman sampe sekarang. Akhirnya gue di lantik menjadi ketua Genk karna kemampuan gue dalam hal bertarung memupuni sedangkan Rendi dan Miko adalah panglima perang, tawuran, berantem, balapan liar dan lain nya itu semua udah jadi makanan sehari-hari kita Fisa, gue kek gini karna pergaulan bebas tapi gue masih bersyukur walaupun pergaulan gue berantakan gue ngga pernah sekalipun melecehkan atau memanfaatkan cewe buat nafsu sesaat! gue juga ngga pernah buat mereka terlalu berharap sama gue. Cewe mana yang emang tulus sama kita bertiga karna pergaulan kita ancur. gue pernah mabok-mabokan waktu itu karna saking capek nya gue dirumah suntuk, ditambah Bobby sama gue dari dulu emang ngga pernah akur. Gue tau dia dendam sama gue karna gue selalu jadi pusat perhatian banyak orang tapi ngga terlalu gue tanggepin omongan orang ngga waras kek dia, buat kejadian semalem gue Rendi sama Miko ditangkep polisi juga karna ulah Bobby yang mau celakain gue,kita berantem dalam keadaan nyetir motor karna Bobby ngga seimbang akhirnya gue jatuh dan apes nya semalam polisi lagi patroli malam karna terlanjur ketauan kita semua di suruh ke kantor polisi,gue sama yang lain bisa bebas karna jaminan..." jelas Alvin menghelah nafas yang lain juga ikut menyesali perbuatan mereka.
"Lo semua tega tau ngga mau jujur sama kita berdua dari awal, kita sahabatan udah lama Vin tapi kalian ngga mau berbagi cerita sama kita jahat tau ngga!" ucap Cika sedih.
"Maafin gue Ka,Da,Fisa gue nyimpen ini semua karna gue ngga mau kalian sampai kenapa-kenapa karna musuh gue di luar sana banyak termasuk Bobby dan teman-teman nya please maafin gue Rendi juga Miko..." lanjut Alvin. Diluar sana sifat mereka memang di kenal dingin dan cuek tapi jikalau menyangkut sahabat mereka yang kecewa,karna ulah mereka sendiri maka mereka mengutuk kebodohan mereka sendiri.
"Huff lain kali jangan gini ya mau kalian seperti apa aku cuma mau kalian jujur selalu sama kita sahabat ada untuk berbagi duka kan? untuk masalah orang yang kamu benci itu bisa kita hadapi sama-sama yah!" ucap ku tersenyum mencoba mencairkan suasana yang tegang.
"Aku hanya takut kamu berfikir kita bertiga sama seperti Bobby kalau gue jujur tentang latar belakang kita!" kata Alvin.
"Ck bedalah Vin! gue mah ogah Disama-samain sama sih s@bleng." ucap Rendi tak terima.
"Huum betul tuh Ren dia mah Playboy kelas teri suka mainin cewe, sedangkan kita kan Playboy berkelas mainan nya balapan liar sama minum doang!" kata Miko setuju apa yang di bilang Rendi.
"Betul! tos dulu bred"
Cika Nanda dan aku melihat mereka pede sekali hamba Tuhan ini?!
"Idih berkelas kentut. Lu ada cewe bening aja di gombalin mulu Ren!" ucap Cika tak Terima
"Oh itu mah trik biar babang Rendi cepet dapet jodoh siapa tau ada yang kepincut atu gitu!"
__ADS_1
"Kepincut kagak eneg iya mereka liat lu mah!"
"Udah udah kita pesen makan aja ya kalian juga belum makan kan?!" tanya ku kalau soal makanan ngga usah ditanya mereka langsung mengangguk cepat aku pun tertawa berantem juga membutuhkan tenaga bukan,kalau urusan perut mah ngga usah ditanya.
Setelah memesan pesanan kita pun datang baru aku ingin minum menuntaskan rasa haus ku, Alvin malah memberiku pertanyaan yang berhasil membuat ku terkejut.
"Btw gue denger kemaren kamu lagi butuh kerja ya, karna toko kue kamu hampir bangkrut?!" tanya Alvin. Aku pun tersedak dibuat nya dari mana Alvin tau hal ini?...
UHUKK... UHUKK...
"Eh pelan-pelan neng ngga ada yang minta kok!" jawab Cika menepuk punggung ku pelan.
"Hmm itu...anu..." ucap ku ambigu. Jujur saja aku tak enak hati harus meminta bantuan pada mereka yang ku tau orang tua mereka semua dari kalangan atas rasanya toko kue ku belum begitu pantas untuk menerima bantuan dari mereka yang cukup besar, ditambah lagi kita semua baru kenal beberapa hari tapi aku harus meminta bantuan kepada mereka? aku tau walaupun begitu mereka akan tetap membantu ku mereka tulus menyanyangi ku.
"Anu anu ngga usah ambigu neng tenang aja. Tarik nafas...hembuskan...tarik lagi....keluarin lewat bawah yah bwahahaha." ucap Cika bukannya tenang rasanya aku ingin mencekik nya.
"Sih jaenab orang lagi serius malah ngelawak anjiii mm." ucap Rendi tertawa akibat ulah konyol Cika.
"Gue udah jujur Fisa, sekarang gue minta kamu jujur sama kita!" kata Alvin. Aku menghembuskan nafas lelah bagaimana pun aku harus menceritakan semuanya dari awal bagaimana awal ku membuka toko dan harus menerima kenyataan pahit bahwa toko ku hampir bangkrut karna ulah seorang karyawan yang kurang ajar.
"Dulu aku bercita-cita ingin membangun toko kue dan menjualnya kepada orang-orang, awalnya toko ku ramai banyak disukai semua orang tapi keramaian dan kebahagiaan itu tidak bertahan lama, aku harus menerima kenyataan pahit yaitu gara-gara penipu itu toko ku hampir bangkrut. Toko yang ku bangun dari nol harus sepi tidak ada pengunjung barang sekali pun." jelas ku.
☘️FLASBACK ON☘️
Dulu ada seorang perempuan yang bernama syifa dia sedang mencari pekerjaan, karna toko yang semakin hari semakin ramai pengunjung jadi aku ingin mengambil beberapa karyawan lagi untuk sekedar membantu Citra dan Fatima di dapur. Perempuan itu masuk kedalam toko dan bilang bahwa dia sedang membutuhkan pekerjaan, karna memang lagi butuh karyawan tambahan maka aku menerima nya dengan langsung. Tapi sebelum dia bekerja aku sudah mengecek data-data riwayat hidup nya, akhirnya dia ku jadikan karyawan yang membantu bagian dapur.
__ADS_1
"Baiklah berhubung toko saya sedang membutuhkan karyawan tambahan maka anda saya terima, silahkan anda bersiap besok untuk langsung bekerja." awal nya ku tidak menyangka orang yang awal nya baik ternyata busuk di belakang. Tak pernah sedetik pun terlintas dipikiran ku bahwa dia orang jahat tapi nyata nya dia memang orang jahat.
Pukul sudah menunjukkan siang hari, setiap jam istirahat aku Citra dan Fatima selalu pergi untuk makan siang di cafe depan. Setiap hari shift untuk menjaga toko bergantian, sudah semingu dia bekerja di toko dan dia sudah menunjukkan sifat aslinya. Dia bekerja sama dengan pacar nya untuk menggasak habis uang di toko, aku semakin bingung karna pendapat toko semakin hari semakin sedikit tapi setiap hari toko selalu ramai pengunjung tapi pendapat kenapa hanya setengah nya saja kemana sisa uang itu. Akhirnya aku berinisiatif untuk berbicara kepada Citra dan Fatima soal pengeluaran dan pemasukan keuangan toko.
"Sebelum nya gue langsung to the point aja ya, gue ngitung hasil pendapat toko kenapa makin hari makin dikit Cit sedangkan toko selalu ramai di kunjungi semua orang." ucap ku memberitahu kan mereka pendapat toko lewat laptop milik ku. Alis mereka pun berkerut rasa-rasa nya pengeluaran toko hanya minggu kemaren saja itupun butuh untuk bahan-bahan kue saja yang habis tapi kenapa hanya segini pendapatan nya sekarang ketimbang pendapatan minggu kemaren.
"Sorry Fisa pengeluaran toko hanya minggu kemaren aja lo tau sendiri kan gue sama Fatima ambil uang di kasir buat beli bahan-bahan kue yang udah abis dan lo juga izinin hal itu." jawab mereka. "Aku memang percaya kepada mereka berdua ngga mungkin juga mereka nilep uang hasil kerja keras kita bertiga, aku mulai merasa curiga mau ngga mau aku harus ikut andil turun ke toko. Kemarin-kemarin toko ku percayakan pada mereka berdua karna aku sedang pergi ke desa.karna nenek sedang sakit disana,baru aku cuti beberapa hari toko sudah seperti ini." fikir ku
"Kalau gitu besok gue masuk buat mantau semuanya." lanjut ku. Mereka pun pulang dengan perasaan kebingungan juga, aku berfikir apakah ada orang yang nilep uang toko diwaktu Citra dan Fatima ngga ada?.
"Ok, kalau gitu mulai besok aku bakalan pantau siapa saja dari para karyawan yang gelagatnya mencurigakan." gumam ku lirih sungguh hari yang melelahkan harus membagi dua waktu itu tidak mudah bagi ku tapi sebisa mungkin aku bersabar menghadapinya.
Keesokan pagi nya ku sudah bersiap di antar Kak Zidan untuk pergi ke toko.
"Dek udah siap belum?!" ucap nya berteriak. Ngga di luar ngga disini dia selalu saja berteriak padahal telinga ku masih sehat walafiat ngga budek juga.
"Iyaaa Kak..." kata ku tak kalah nyaring.
"Astagfirullah ya allah masih pagi udah pada teriak-teriak ini rumah atau hutan sih yah!" tanya ibu mulai kesal karna ulah ku dan Kak Zidan. Sedangkan ayah yang ditanya malah tertawa renyah.
"He he he maaf bu Kak Zidan yang duluan tuh!" ucap ku cengengesan merangkul pundak ibu.
"Idih sih bocah!"
"Udah ah Fisa berangkat dulu ya bu, ayah." ucap ku bersalim takzim pada mereka.
__ADS_1
"Iya nak hati-hati dijalan ya." kata ibu tersenyum setidaknya senyum ibu mampu menghangatkan perasaan ku yang tak karuan.
Aku dan Kak Zidan pun berangkat disepanjang perjalanan aku terus bergelut dengan fikiran ku sendiri tidak pernah terjadi kejadian seperti ini dulu-dulu baru kali ini kejadian seperti ini terjadi. Uang itu sudah ku hitung semalam dan hanya cukup untuk mengaji beberapa karyawan saja sedangkan untuk tambahan biaya kuliah ku saja tak cukup rasanya aku pun menghelas nafas lelah. Baru saja aku sampai di toko disana sudah ramai dengan keributan dan tunggu kenapa ada polisi juga?!