
Pelajaran berlangsung dengan tenang, kebetulan hari ini kami semua pulang cepat karna semua dosen mengadakan rapat penting. Karna hari ini pulang cepat nafisa berinisiatif untuk pergi ke toko untuk menemukan kedua temannya.
"Fisa hari ini kan kita pulang cepet nih, gimana kalo kita pergi jalan jalan sebentar." ajak Cika dan Nanda.
Ingin rasanya Nafisa ikut mereka untuk jalan jalan sekedar melepaskan penat karna menumpuk nya tugas.
"Maaf ya semua hari ini aku ngga bisa aku ada urusan..." ucap Nafisa
"Yahh, aku pikir karna kita pulang cepet hari ini kita semua mau menghabiskan waktu buat seneng seneng sebentar." jawab Cika manyun.
"Iya maaf banget ya aku ada urusan soalnya lain kali aja yah.." kata ku tersenyum.
"Ya udah deh, lain kali kita pergi jalan jalan ya keluar.." ucap Cika.
"Iya kalo gitu aku duluan yah, kang ojol udah nunggu didepan.." jawab lu lantas berpamitan pada mereka.
"Iya hati hati dijalan Fisa..." ucap mereka semua dan aku pun mengangguk.
Hanya memerlukan perjalanan 30 menit aku pun sudah sampai di tempat di mana aku mengais sebuah rezeki untuk membiayai kuliah ku. Disini aku bukan lah dari keluarga terpandang yang memiliki perusahaan yang ada dimana mana aku hanyalah anak seorang karyawan swasta biasa. Walaupun orang tua ku dan kedua Kakak Kakak ku sudah kerja bukan berarti aku bermalas malasan dan hanya ongkang ongkang kaki saja disini aku didik oleh Ayah menjadi anak yang mandiri boleh manja tapi mandiri juga perlu. Aku tau tidak selama nya orang tua ku akan selalu bersama ku maka dari itu aku sudah dilatih sejak kecil untuk menghadapi keras nya dunia dan memperkuat mental ku dalam menghadapi ini semua.
Didalam toko sudah ada kedua teman ku yang sibuk dengan pekerjaan masing masing.
"Assalamu'alaikum bestie,apa kabar para pejuang pejuang receh..." ucap ku dengan konyol.
"Waalaikumsalam bu boss, alhamdulillah baik sehat dan kuat..." ucap Citra terkekeh.
"Bagaimana hari hari ibu di kampus, kenapa muka nya di tekuk gitu bu kayak sayuran sisa kemaren..." lanjut Citra tertawa meledek ku.
"kimvriiit, Disamain sama sayur dong..." ucap ku
__ADS_1
"Hahaha...abis nya muka lu di tekuk kek gitu Fisa asem banget.." ucap nya tak berhenti henti meledek ku.
"Emang temen ngga ada akhlak..." lanjut ku malah meladeni Citra dan melupakan apan tujuan utama ku ke sini.
"Hahaha...kan gue belajar dari lu Fisa..." ucap nya semakin tergelak. karna sebal terus di ledeki oleh nya ku lempar dia dengan pulpen yang ku pegang.
"Ck, dasar ngeselin..."
"Ulululuhh, btw lu ngapain kesini?!" tanya Citra.
"Ck gara gara lo gue lupa mau apa kesini..." ucap ku memutar bola mata malas.
"Hahaha...ya udah kesini mau ngapain ibu boss yang cantik paripurna ngga usah marah marah mulu ntar cantik nya pindah ke gue gimana?!"
"Gue ke sini mau rapat sama kalian berdua sama minta saran terutama lo Cit makin kesini toko sepi jarang ada pelanggan, gue berinisiatif buat memperkerjakan beberapa karyawan lagi beberapa untuk bantu promosiin toko sisanya bantu bantu kalian dibelakang..." ucap ku menerangkan apa maksud ku kesini.
"Oalah, bisa bisa itu ntar gue yang atur gimana gimana nya tapi apa lo yakin buat ambil karyawan lagi, hmm sorry lo kan baru buka ini cabang Fisa terus untuk gaji karyawan nanti nya lo mau kasih gimana sedangkan lo pagi kuliah pulang pun sore terus apa lo yakin mau tetep ambil keputusan ini?!" tanya Citra.
Lama aku melamun Citra sampai meneriak ku karna tidak menjawab apa yang Citra tanyakan tadi.
"Woyy..." ucap nya dengan berteriak didepan muka ku.
"Ilah sih boss di tanya malah ngelamun, kenapa neng?belum bayar utang panci kah ngelamun kek orang sawan!" kata nya dengan tertawa.
"Ck, gue lagi mikir ganggu aja..." kata ku dengan sangat sebal.
"Hahaha lo mikir terlalu menghayati sayang yang ada nemu jawaban kagak kesambet iya lo.." lanjut nya tergelak. Ingin rasa nya ku dorong teman ngga ada akhlak macam nya dia ke jurang biar di makan harimau jadi jadian.
Belum aku membalas semua ledekan Citra datang satu lagi teman ku yang sama sama kurang waras.
__ADS_1
"Siang Mrs. Nafisa..." ucap nya sok Inggris.
"Ck ngga usah sok linggis lo mah, giliran di suruh ngomong di depan orang Inggris aja lo manggut manggut kek mainan kucing di dasbor mobil." ucap ku
"Hahahaha. Disamain sama mainan kucing yang ada di toko emas.." lanjut Citra tergelak.
"Lo mah gitu Fisa liat temen sendiri belajar Inggris bukan nya di dukung malah bikin harapan gue terbang semua..." ucap nya manyun.
"Yah lagian lo masuk masuk langsung ngomong bahasa linggis gue mana paham..." kata ku.
"Udah udah kimvriiit gue sakit perut..." jawab Citra masih menyisakan tawa nya.
"Lo duduk Fat.."
"Ini ada apaan?!" tanya Fatima baru bergabung.
"Ck, nanti lo tanya Citra ajalah gue capek jelasin lagi dari awal. Intinya gue mau ambil beberapa karyawan lagi buat bantu bantu kalian dan untuk masalah gaji ngga usah khawatir insah Allah ada..."
"Kalo emang itu keputusan terbaik lo kita berdua pasti dukung kok semangat..." ucap Citra merangkul ku.
Bismillah mulai besok aku bakalan cari kerja tambahan buat gaji mereka semua aku tau bukan cuman aku yang membutuhkan uang mereka pun, aku tau Fatima membutuhkan uang untuk membiayai adik nya untuk sekolah tempo hari aku tidak sengaja mendengar percakapannya serta ibu nya yang menanyakan kapan dia gajian karna uang SPP adik nya sudah nunggak 3 bulan dan harus segera membayang nya kalo tidak maka adik nya akan di berhentikan dari sekolah.
Hari ini ku habiskan waktu ku untuk berkumpul dengan kedua teman teman ku yang sudah menemani ku mulai 0 aku berharap semoga aku mendapatkan pekerjaan yang bisa segera membayar gaji mereka semua.
"Kalo sedang berkumpul dengan mereka aku jadi merindukan nya bagaimana keadaan dia sekarang lama aku sudah tidak jumpa dengan nya lagi seperti apa dia sekarang." gumam ku
❥Hayo kira" siapa yang Nafisa rindukan🤭
Jangan lupa like dan komen ya guys tinggal beberapa jejak untuk mendukung author.
__ADS_1
Terimakasih untuk yang sudah mendukung author selalu semoga kalian sehat selalu untuk komen soal penulisan insah Allah nanti akan saya perbaiki lagi maaf jikalau dalam penulisan kata terkadang ada typo atau huruf" yang nyempil.😘