Dokter Manis Itu Sahabat Ku

Dokter Manis Itu Sahabat Ku
Mending dikejar mantan dari pada dikejar gukguk!!


__ADS_3

Karena kejadian kemarin nama baik Nafisa menjadi buruk akibat ulah Bobby, Refan sang kakak mulai curiga kenapa Nafisa pulang dengan keadaan lebam-lebam Nafisa bukanlah tipikal anak pengadu atau lainnya dia sebisa mungkin menyimpan semua itu sendiri. Dia tidak mau nantinya jikalau para kakaknya tau dia kenapa di kampus bisa dipastikan Bobby akan di penjara. Tapi.... sepertinya percuma saja bagi ku mungkin Bobby akan dipenjara, tapi itu tidak akan bertahan lama karena dia yang noteback nya anak orang kaya ayah nya akan melakukan cara apa saja untuk membebaskan anaknya bukan.


Kebetulan hari ini tidak ada jadwal matkul maka dari itu kami berenam pun berniat akan pergi ke taman untuk olahraga sekedar meregangkan otot-otot yang syok akibat kejadian-kejadian absurd kemarin-kemarin ketika sedang asik berolahraga kami dikejutkan oleh teriakan Rendi yang minta tolong karena dikejar anjing yang ntah nyasar dari mana anjing tersebut tiba-tiba saja mengejar Rendi.


"Wehh bantu gue guys, gue di kejar heli!!" teriak Rendi dari jauh, kami pun kebingungan karena Rendi tidak menyebutkan bahwa dia sedang dikejar anjing melainkan bilang di kejar heli.


"Bodo amat lah Rendi mah suka gitu, ngga waras emang." ucap Cika mengabaikan Rendi yang teriak-teriak sedari tadi.


Ketika Rendi semakin dekat dengan kami maka disitulah kami semua faham apa yang dimaksud oleh Rendi, kami semua pun kalang kabut demi bisa melarikan diri dari anjing yang ntah nyasar dari mana itu. Kami semua terus berlari demi menghindari kejaran dari anjing tersebut, jujur saja hati ku sangat terkejut sekaligus lemas karena memang aku sangat phobia terhadap anjing seperti apa saja. Karena dulu aku pernah dikejar-kejar oleh salah satu anjing tetangga rumah ku yang cukup ganas dan hampir digigit olehnya, aku memanglah gadis tangguh yang bisa melawan preman atau orang jahat tapi tidak dengan anjing mereka sangat menyeramkan bagi ku ketimbang para preman mana pun.


Kami pun terus berlari demi menghindari kejaran dari anjing itu, Rendi terus saja mengeluh karena yang niat awalnya ingin berolahraga untuk meregangkan otot ini malah lari-lari ngga jelas.


"Kamvret gue mending dikejar-kejar mantan dari pada di kejar-kejar gukguk njirr!" gerutu Rendi terus berlari bersama kami.


"Govlok lu emang Ren, dapet dari mana dah lu anjing modelan gitu." umpat Miko.


"Hahaha.... ini mah judulnya bukan olahraga lagi tapi bakar lemak bego!" timpal Cika dibalik dikejar gukguk gini ternyata ada hikmah tersendiri alias seru.


"Gue capek lah weh!" gerutu Nanda kakinya sudah lemas karena terus saja berlari, kami pun berhenti dan memanjat tembok pagar rumah seseorang demi bisa terhindar dari amukan anjing tersebut dan sekaligus istirahat sejenak.


"Weh cepet naik govlok!" seru Miko menarik Alvin, Cika, Nanda dan aku. Sedang Rendi sendiri kalang kabut karena dia tidak bisa menaiki tembok sebab sepatunya licin sedangkan di belakangnya anjing itu semakin dekat dengan Rendi kami pun menarik Rendi secara bersamaan dan akhirnya dia pun bisa naik dan kami terbebas dari anjing tersebut. Ralat hanya terbebas sebentar tapi nyatanya anjing tersebut masih menunggu kami semua dari bawah, tapi keberuntungan berpihak pada kita pemilik dari anjing tersebut pun datang dan segera membawa anjing itu dari sana dan meminta maaf terhadap kami.


Semua teman ku pun turun dibantu oleh Miko dan Alvin sedang aku sendiri kaki ku sudah mati rasa setengah mati, jujur saja kejadian tadi mengingatkan ku pada trauma itu dimana aku dikejar-kejar oleh anjing yang sangat ganas dan hampir mati konyol ditempat jikalau saja kedua kakaknya tidak segera datang mungkin dia tidak akan ada didunia ini.


"Alhamdulillah terimakasih ya allah udah datangkan penolong kepada kami." ucap Rendi sujud syukur. Alvin dan teman-temannya menjitak Rendi bersamaan karena hal konyol yang dia lakukan sampai membuat semua orang ngos-ngosan dibuatnya.

__ADS_1


"Kamvret emang lu Ren, kita niat kesini mau leha-leha lu malah bikin orang jantungan govlok!" ucap Miko kesal karena ulah Rendi dia hampir mati muda dibuatnya.


"Hahaha....sorry bro dadakan abis tu heli demen amat ngejar-ngejar gue, gue nya aja ogah sama dia!" jawab Rendi absurd.


"Karma tukang playboy gitu tuh, bukan janda sama perawan aja yang nempel tapi anjing pun nempel sama lu!" timpal Cika dengan nafas yang masih naik turun, sedang disisi lain Nafisa tengah mengatur nafasnya dia sangat takut akan anjing mau dia selucu apapun bagi Nafisa anjing adalah hewan yang paling dia takuti.


Alvin dan teman-temannya pun menoleh kearah Nafisa dimana keadaannya memburuk karena ulah dari Rendi.


"Fisa kamu kenapa?!" tanya Nanda khawatir melihat muka sahabat nya sangatlah pucat karena kejadian barusan.


"Dada aku sesek banget Nanda..." ucap Nafisa menenangkan dirinya perlahan-lahan.


"Kamu sakit? kita ke dokter aja yuk..." ajak Nanda diangguki yang lain, tapi Nafisa menggelengkan kepala dia tidak mau ke dokter.


"Tapi muka kamu pucet banget ihh ke dokter yuk..." ucap Cika kembali mengajak Nafisa tapi Nafisa tetap menolak dan tidak mau ke dokter.


"Ya udah kita ke warung terdekat aja sekalian kamu istirahat." tawar Alvin Nafisa pun mengangguk dan mencoba berdiri dengan perlahan.


...----------------...


Alvin dan teman-temannya pun sampai di suatu warung makan pak somad, mereka memesan makanan serta minuman beristirahat sejenak disana. Kejadian tadi sangatlah menguras tenaga perut mereka, keadaan Nafisa sedikit demi sedikit membaik jikalau dia bertemu anjing seperti tadi maka phobia nya pun akan kambuh dan bisa membuat pingsan kapan saja jikalau dia tidak kuat menahan itu.


Makanan pun datang kami semua makan demi menghilang rasa lelah akibat kejadian absurd tadi, Alvin dan yang lain bertanya kenapa dengan Nafisa karena kejadian tadi Nafisa mendadak diam tidak seperti biasanya yang selalu tertawa dan tersenyum.


"Fisa kamu kenapa?!" tanya Alvin dan di angguki oleh teman-temannya.

__ADS_1


"Aku ngga papa kok, maaf ya karena phobia ku kalian sampai repot gini." ucap Nafisa meminta maaf karena sudah merepotkan teman-temannya.


"Phobia??" ucap Alvin mengulang kata Nafisa tadi.


"Iya, aku phobia terhadap anjing dan juga gelap. Setiap bertemu anjing ataupun berada di tempat gelap dada ku terasa sesak dan kaki ku seperti mati rasa, maka dari itu wajah ku mendadak pucat tadi karena ketakutan ku terhadap anjing tadi." jelas Nafisa.


"Jadi kamu phobia terhadap gelap dan anjing??" tanya Cika dan Nafisa pun mengangguk.


"Sorry ya Fisa gara-gara gue tadi kamu sampai jadi kek gini, jujur gue bener-bener ngga tau tuh heli nyasar dari mana tiba-tiba ngejar gue." seru Rendi menyesali perbuatannya karenanya teman baiknya sampai mengalami hal ini.


"Ngga papa kok Ren, sekarang kalian udah tau kan jadi aku mohon jangan kasih tau siapa-siapa karena bisa saja orang-orang yang tidak suka terhadap ku menyalah gunakan phobia ku sebagai bahan pembalasan mereka." seru Nafisa mereka semua pun mengangguk setuju bahwa mereka tidak akan membocorkan hal apapun.


"Aman Fisa, kita bukan tukang bocor kok. Cita-cita kita ajakan sama jadi seorang dokter bukan tambal ban jadi aman ngga akan bocor." jawab Rendi absurd, dalam hal seserius ini dia masih saja melawak.


"Ya udah makan yuk, gue laper nih mumpung lagi disini makan sepuasnya sampai kenyang!" timpal Miko lantas menambah pesanan demi menghilangkan rasa laparnya dia sampai nambah beberapa porsi lagi.


"Njirr, perut lu kenapa 11 12 kek Cika dah itu perut apa gentong sih! gue makan seporsi aja udah kenyang kamvret kalian malah nambah sampai beberapa porsi lagi!" gerutu Rendi demi melihat teman-temannya kelaparan mirip orang ngga makan setahun! lahap banget sampai tuh piring bersih kinclong tanpa di cuci.


Mereka semua pun tertawa demi mendengar ucapan Rendi memang ada benarnya mereka ini lapar atau kesurupan.


Sedang disisi lain ada seseorang yang diam-diam mendengarkan percakapan keenam sahabat sejati itu, dan mencoba merencanakan sesuatu demi bisa mengcelakai salah satu dari mereka.


"Ohh, jadi lu phobia terhadap anjing dan juga gelap ya hah...gue punya ide bagus yang bisa buat dia jera dan berniat keluar dari kampus!" ujar seseorang dengan tersenyum jahat dia merencanakan sesuatu untuk mencelakai Nafisa.


"Tunggu pembalasan gue nona Nafisa Az-Zahra!" ucap nya kembali dengan tersenyum smirk.

__ADS_1


__ADS_2