Dokter Manis Itu Sahabat Ku

Dokter Manis Itu Sahabat Ku
Pencarian sang pelaku 2


__ADS_3

Karna penasaran akhirnya aku memberanikan diri bertanya pada kak Refan apa yang mereka bahas tadi.


Refan kembali setelah mengantar teman nya dan menutup pintu, ia lantas ingin pergi ke dapur menyusul sang istri tercinta tapi langkah nya terhenti kala sang adik berada di hadapan nya.


"Apa?!"


"Hm itu Kak..." ucap Nafisa memainkan kedua telunjuk.


"Iya apa?!" tanya Refan kembali.


"Hm...tadi kakak bicara soal apa sama kak satria?!" tanya ku ragu-ragu.


"Oh...ngomongin soal kasus kamu dek. Oh ya besok kamu ikut Kakak bisa ngga? bareng kak Zidan juga." jelas Refan meminta persetujuan Nafisa, karna bagaimana pun adik nya harus tau soal perkembangan kasus ini dan Refan meminta izin karna dia tau mental adik nya baru saja membaik ia takut Nafisa trauma akan kejadian itu dan tidak ingin kembali ke polsek lagi.


"Hm...kemana kak?!" tanya ku


"Ke polsek kasih keterangan soal semua barang bukti itu. Kamu ngga usah khawatir disana bakal ada kakak yang bakalan jagain kamu, kakak ngga akan ngebiarin orang yang udah fitnah adek kesayangan kakak ini bisa seneng-seneng diluar sana sedangkan adek kakak yang disini selalu murung dan sedih." lanjut Refan sebisa mungkin menghibur adik kesayangannya.


Nafisa pun tersenyum ia sungguh beruntung memiliki kakak seperti mereka ada di kala butuh dan sedih selalu menemaninya dan mendukung nya, yah walaupun terkadang kedua kakak nya sangat menyebalkan tapi kakak seperti mereka lah yang sangat langka di muka bumi ini.


"Uhh meleleh hati adek bang..." ucap ku memasang wajah semanis mungkin yang kalau orang liat-liat jatohnya bukan manis tapi mau muntah.


"Ulululu tayang abang banyak-banyak..." lanjut ku memoyong kan bibir macam bebek saja.


"Astagfirullah kumat-kumat punya adek..." ucap Refan eneg melihat tingkah adik nya yang jauh dari kata waras.


Ia lantas melanjutkan pergi ke kamar dan meninggalkan Nafisa sendiri dengan masih tertawa tak henti melihat wajah sang kakak rasanya ingin muntah.


"Huff capek juga ketawa mulu, jadi haus kan minum dulu deh sekalian ngerusuhin kak Aini ahhh..." ucap ku lantas pergi ke dapur.

__ADS_1


"Kakak Aini yang blaem-blaem..."


"Lagi masak apa nihh..." tanya ku melihat-lihat menu yang kak Aini masak.


"Lagi bikin pisang keju dek, kamu mau?!" tanya kak Aini menawari ku.


Kalau soal makan memakan aku lah ahlinya menghabiskan sampai tak tersisa,syukur-syukur ngga gue telen juga tuh piring saking bersih nya.


"Wah pisang keju mau dong kak!" seru ku bersemangat. Ya iyalah semangat orang makan gratis siapa juga yang ngga mau!


"Nih...keju nya kamu parut sendiri ya ada di kulkas, yang ini punya Rifa sekalian kakak titip jagain anak-anak ya sebentar." ucap kak Aini memberikan dua piring yang pisang keju dengan porsi yang tak sama, yang satu lebih banyak dan besar-besar sedangkan yang satu lagi kecil-kecil dengan porsi yang sedikit. Ku tebak yang kecil-kecil dan sedikit adalah milik Rifa dan yang banyak adalah punya ku.


"Huwaa...banyak banget gede-gede lagi uhh pengertian banget sih kakak ipar tau aja kalau gue laper butuh asupan mulut!" benak ku dengan mata berbinar seperti orang yang baru saja mendapatkan lotre.


Ku ambil keju yang berada di kulkas dan tak lupa 1 kaleng susu coklat kental manis serta parutan yang berada di laci. Karna tak sabar ingin memakannya aku pun berlari dan tak sengaja menabrak kak Refan yang baru saja turun dari kamar dan ingin pergi ke kamar mandi, karna tak seimbang piring yang ku pegang hampir saja pecah dan untung saja pisang keju yang berada di piring tersebut tidak jatuh kebawah.


"Kak Refan!!!" teriak ku tepat didepan wajah nya.


Alis Refan pun bertaut dia bingung yang salah siapa,yang nabrak duluan siapa,yang ngga liat jalan siapa, sekarang yang marah-marah juga siapa. Harusnya dia lah yang memarahi adiknya, kenapa sekarang dia yang di marahi?


Refan pun menyentil jidat Nafisa dan berkata" Heh...yang nabrak kakak duluan siapa?!" tanya nya.


"Ihh sakit tau... udah salah malah nyentil lagi." ucap ku mengaduh. "Ya kan kakak, turun juga ngga bilang-bilang dulu jadinya nabrak kan!" lanjut ku.


Refan pun semakin bingung dibuat nya kenapa malah dia yang disalahkan, orang turun dari tangga harus kah bilang terlebih dahulu? harus kah dia membuat siaran dahulu bahwa dia akan turun dari tangga? apakah dia juga harus membuat spanduk besar seperti iklan-iklan sabun? biar semua orang tau terutama adiknya bahwa dia akan turun dari tangga.


Karna kesal Refan pun menyentil kembali jidat Nafisa agar adiknya tersebut bisa warasan dikit.


"Heh! kakak dari tadi udah turun kamu nya aja main nabrak-nabrak! kalau didalem rumah tuh ngga usah lari-lari! ini rumah bukan lapangan buat lomba lari!!" ucap Refan dengan menekan kata lari. Karna memang benar adanya adiknya yang salah kenapa dia yang dimarahi fikir nya.

__ADS_1


"Ehh ini kenapa sih ribut-ribut terus, kenapa sih mas?!" tanya kak Aini menghampiri kami dan mematikan kompor.


"Adik kamu tuh..." tunjuk kak Refan dengan dagu nya meminta dukungan kepada kak Aini. Aku pun memutar bola mata malas kalau sudah begini maka kak Refan lah pemenang nya.


"Memang nya kenapa dek?!" tanya kak Aini kepada ku.


"Ahh ngga ada kak, biasa kak Refan lagi kumat belum gajian!!" ucap ku berlari menghindari amukan kak Refan sambil memelet kan lidah.


"Maksud nya?!" tanya kak Aini bingung.


"Udah yank ngga usah di tanggepin biasa adek ipar kamu lagi kumat gilanya!" kata Refan frustasi menghadapi adik nya, ia pun lantas pergi menuju kamar mandi dan meninggal Kak Aini dengan perasaan bingung.


Keesokan hari nya aku pun diajak kak Refan untuk pergi ke polsek memberikan keterangan lagi tentang kasus toko ku, disana kak Satria memutar sebuah vidio yang menunjukkan dua orang dengan pakaian serba hitam dan memakai sweater hitam tak lupa mereka juga menggunakan masker agar penyamaran mereka tidak di ketahui orang. Mereka masuk membobol kunci toko kue ku dan masuk kedalam, aku pun tak tau apa yang mereka lakukan didalam karna CCTV itu cuman merekam diluar toko ku itupun CCTV milik toko sebrang yang memang toko nya berhadapan dengan toko kue ku. Saat kak satria menzoom orang tersebut seperti aku mengenali salah satu dari mereka karna ku tahu postur tubuh pelaku satu nya.


"Fisa coba kamu liat mereka apakah kamu tau mereka siapa? atau kamu mengenal salah satu dari mereka? barang kali kamu ngga sengaja ketemu atau apa gitu?!" tanya Satria.


"Kalau ketemu aku ngga tau pastinya kak, tapi... aku seperti nya mengenali salah satu dari mereka. Karna postur tubuh nya ngga asing bagi ku." jelas ku menunjuk salah satu dari mereka, dan kak Satria mengangguk paham.


"Ok kalau gitu kita pancing mereka buat keluar!"


"Cara nya gimana kak?!" tanya ku dan di setuju semua nya.


"Kita bakalan jebak mereka dalam rencana mereka sendiri, jadi sebelumnya kakak mau tanya apakah kamu bersedia buat buka kembali toko kamu saat ini? karna memang hanya itu jalan satu-satunya buat menjebak mereka. Kalau kamu sanggup kita bakalan jagain kamu dari belakang, oh iya kakak juga minta tolong kamu buat pasang beberapa kamera kecil di beberapa sudut, kamera itu bisa merekam apa yang mereka bicarakan dan apa yang mereka lakukan didalam." jelas kak satria kepada ku. Aku berfikir jujur saja mental ku belum begitu kuat untuk membuka kembali toko karna kejadian lalu.


"Memang nya Fisa buka toko lagi boleh kak? kan kasus nya masih belum selesai?!" tanya ku.


"Jikalau saudari Nafisa memang tidak bersalah maka pihak berwajib akan mendukung rencana ini, kami akan mengawasi saudari Nafisa dari jauh jikalau keadaan mulai tidak kondusif kami akan segera bergerak dan membekap pelaku sebenarnya." terang kepala Kepolisian.


Kak Refan dan Kak Zidan memegang pundak ku dan tersenyum bahwa tidak usah takut selagi ada mereka"Kakak akan selalu jagain kamu dek dari belakang, kakak ngga akan ngebiarin kamu lecet barang sedikit pun. " benak Refan. Aku pun memantapkan hati dan mengangguk yakin, karna hanya inilah satu-satunya jalan menemukan pelaku sebenarnya dan membersihkan nama baik toko ku dan nama baik ku dari fitnah yang tidak benar adanya.

__ADS_1


HAI HAI GUYS PENASARAN GIMANA KELANJUTAN SABAR YA KARNA MIMIN CUMAN BISA UPDATE DIKIT" KARNA KESIBUKAN MAU MENGHADAPI PTS, INSAH ALLAH MIMIN USAHAKAN UPDATE BANYAK YA.


JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAK CINTA KALIAN UNTUK MIMIN TERIMAKASIH UNTUK YANG SELALU SUPPORT DAN DUKUNG KARYA RECEH MIMIN LOVE YOU ALL❤❤❤


__ADS_2