Dokter Manis Itu Sahabat Ku

Dokter Manis Itu Sahabat Ku
Panglima perang berpita pink??


__ADS_3

Tepat dihari ini Cia sedang berulang tahun aku sengaja mengajak Cia keluar jalan-jalan untuk sekedar mengalihkan fikiran nya tentang ulang tahun nya biarlah aku pura-pura lupa dengan hari kelahiran nya, karena memang itu rencana kita semua. Ketika Nafisa sibuk mengajak Cia jalan-jalan beda hal nya dengan yang ada di panti, Miko, Rendi, Alvin, Cika dan Nanda tengah sibuk meniup balon sampai-sampai mulut mereka sudah kebas karena permintaan Nafisa. Definisi para geng motor tobat beginilah, yang awalnya para geng motor akan trek-trekan, pegang linggis, bawa parang untuk tawuran. Lain hal nya dengan kondisi sekarang yang biasanya panglima perang akan memegang samurai hari ini panglima tersebut tengah meniup balon warna warni, dan yang biasa nya kapten akan mengatur taktik untuk tawuran atau ngebut-ngebutan liar bedahal nya dengan hari ini kapten tersebut tengah menghias dan menempel pernak-pernik berwarna-warni serta mengatur dan membentuk balon menjadi unicorn perintah dari yang mulia ratu Nafisa.


"Njirr, turun harga diri gue jadi panglima yang biasanya panglima perang pegang samurai ini kenapa sekarang malah megang pita warna-warni lagi!" dumel Rendi karena kalah taruhan dari kelima temannya, sebelum berangkat Nafisa meminta salah satu dari mereka harus menjadi badut untuk bisa menghibur anak-anak panti. Tapi karena mereka semua menolak maka jalan satu-satunya adalah permainan hompimpa siapa yang kalah berarti dialah yang harus menjadi badut mau atau tidak mau tetap harus dilakukan.


"Hahaha.... lu mah udah cocok Ren jadi beginian kalau siang jadi Rendi nah malemnya berubah jadi Reni!" ucap Cika semakin gencar menggoda sahabatnya itu, tawa mereka semua pun pecah dikala sang panglima satu itu terzholimin yang pada umumnya seorang panglima perang berwajahkan garang dan menyeramkan nah versi yang sekarang lebih terbilang imut dan menggemaskan. Bagaimana tidak lihatlah penampilan Rendi yang persis layaknya seorang ibu peri dengan gaun berwarnakan pink dan tongkat mainan yang senada dengan warna gaun tersebut tidak lupa dengan bando pink di kepala nya berhasil membuat harga diri seorang Rendi panglima perang anjlok drastis, sedangkan para temannya bukannya menolong malah menertawakan nya semua.


"Fisa kalau ngga karena demi sahabat gue udah ogah disuruh ginian sumpah!" omelnya kembali.


"Yang ikhlas Ren!" ujar Miko dengan masih tertawa keras, antara kasihan dan bengek sobat karipnya sendiri harus di dandani layaknya emaknya peri.


"Sesat gue ikut mainan lu semua!" kesalnya.


Sedang disisi lain Nafisa dan Cia tengah menikmati kebersamaan antara mereka Cia sangatlah senang bisa menghabiskan waktu seharian bersama orang yang dia sayangi yang sudah dia anggap seperti layaknya seorang ibu baginya, dia bersyukur bisa bertemu orang seperti Nafisa setidaknya dibalik meninggal nya kedua orang tuanya ada hikmah dibalik semua itu.


"Kakak doktel Cia mau boneka itu." tunjuk Cia pada mainan mesin capit yang berisikan boneka yang sangat lucu-lucu.


"Cia mau itu? tapi harus nunggu dulu sayang, Cia mau nunggu ngga?" tanya Nafisa pasalnya dia sering memainkan permainan itu dan selalu apes alias zonk tidak dapat.


"Hm... boleh kakak Cia mau nunggu" ucap nya tersenyum menunjukkan gigi gingsulnya yang sangat lucu.


"Oke kalau gitu kita beli tiket dulu goo..." jawab ku berlari bersama Cia menuju loket pembelian koin.


Aku pun membeli kartu bukan koin untuk bisa memudahkan Cia bermain sepuasnya, kami pun mencoba memainkan mesin capit demi mendapatkan satu boneka unicorn lucu yang di minta oleh Cia. Percobaan pertama gagal tapi kami tidak menyerah begitu saja, di percobaan kedua ku kira berhasil eh boneka tersebut malah jatuh ditempatnya kembali.


"Yahh jatuh, lagi kakak! ayo lagi!" seru Cia bersemangat.


"Bismillah dapet ya allah!" ucap ku dengan memejamkan mata dan berdo'a semoga tidak zonk kembali.


Akhirnya aku pun menggeser kartu ketempat mesin capit itu, dan aku pun menjalankan mesin capit tangkapan ku sempurna dua boneka ku genggam tapi sayang beribu sayang boneka unicorn yang diminta Cia malah jatuh sebelum sampai di kotak alhasil aku hanya berhasil mendapatkan boneka dinosaurus berwarna pink lucu tapi walau begitu Cia sangat senang bisa mendapatkan boneka walaupun bukan yang dia inginkan.


"Yahh dapet boneka dino sayang maaf ya..." ucap ku sedih tidak bisa memberi apa yang dia inginkan.


"Ngga papa kakak, boneka ini juga lucu xixixi" jawabnya memeluk erat boneka dino pink itu.


"Coba foto dulu sayang!" ucap ku mencoba memotret kenangan indah ini dan mengabadikan nya di album foto ku nanti.


Cia pun menurut dan tersenyum dengan memeluk erat boneka dino.



"Makacih banyak kakak doktel..." ucap nya dengan mencium pipi ku dan memeluk ku dengan erat. Tidak jarang banyak pengunjung di mall itu memperhatikan interaksi kami berdua dan ikut gemas dengan tingkah lucu yang Cia ciptakan.


Aku pun pergi menuju toko baju, aku membelikan Cia beberapa baju gamis beserta kerudung nya dia tampak sangat menggemaskan dengan pakaian yang dia pakai.

__ADS_1


"Coba Cia pake ini sayang bagus ngga, bisakan ganti baju sendiri?" tanya ku dia pun mengangguk dan pergi menuju ruang ganti cukup lama aku menunggunya dan dia pun keluar dari ruangan itu dengan berpose cantik kalau saja bukan ditempat umum sudah ku pastikan bocah itu akan ku ciumi tanpa henti.


"Kakak cantik!!" panggil Cia Nafisa pun menoleh dan mendapati bidadari kecilnya dengan balutan gamis serta kerudung yang pas dengan ukuran nya tapi tunggu, dia mendapatkan kacamata itu dari mana? fikir ku dengan tertawa kecil melihat tingkah lucunya yang akan membuat semua orang akan gemas melihat nya.



"Hahaha... kamu dapet dari mana kacamata itu sayang? kakak kan ngga ada ngasih kacamata tadi." tanya ku bukannya menjawab dia malah tertawa serta menunjuk pada salah satu patung yang memajang baju anak-anak yang memang sengaja di pasangkan kacamata untuk bisa menarik perhatian orang agar membeli.


Aku pun semakin gemas dan tertawa bersamanya tingkah nya sangatlah mirip dengan ku 11 12 biang rusuh di manapun dan kapan pun.


"Hihihi Cia cantik ngga kakak?" tanya Cia kepada Nafisa dengan memainkan kacamata tersebut.


"Aduhh sayang kamu ini yahh, cantik banget atuh pastinya kan bidadari kesayangan kakak cantik. pastinya selalu cantik dong!" ucap ku dengan mencubit pipi nya dia pun tertawa geli karena ulah ku.


"Ihh anak nya lucu banget bu, cantiknya... siapa namanya sayang?!" tanya salah satu customer disana dengan mencubit gemas pipi Cia mereka semua mengira Cia adalah anak ku.


"Cia tante." ucap nya dengan suara khas anak kecil.


"Duh lucunya, ibu nya juga cantik kalian emang serasi!" puji ibu itu dan aku pun membalasnya dengan senyuman.


"Udah yuk ke kasir bayar dulu nanti dimarahin kalau ngga bayar" ucap ku dan Cia pun tertawa kembali dengan gemasnya.


Setelah melakukan pembayaran aku dan Cia pun menuju ke tempat gaun berniat membelikan gaun sepasang dengan sepatunya. Kami pun masuk dan bertanya gaun seperti apa yang cocok untuk Cia pakai di hari spesial ini, dia pun bingung kenapa aku membelikan nya gaun padahal biasanya aku membelikan nya gamis bukanlah gaun.


"Iya kenapa sayang?" jawab ku.


"Kenapa kakak beli gaun?" tanyanya.


"Ngga papa, sengaja kakak belikan buat Cia soalnya habis pulang dari sini kakak mau ajak Cia kesuatu tempat yang bagus yang banyak unicorn nya!" jawab ku matanya pun berbinar demi mendengar sebuah boneka unicorn kesayangannya, dan dia pun mengangguk setuju dan mengikuti apa yang aku suruh tanpa bertanya kembali.


"Permisi mbak, saya mau tanya gaun yang pas dan cocok buat bidadari kecil saya apa ya?!" tanya ku pada salah satu karyawan disana, mereka pun menunjukkan beberapa pilihan gaun yang sangat cantik lengkap dengan sepatu serta bandana nya.





"Ini kak gaun terbaru dari kami dan cocok dikenakan untuk adeknya." ujar karyawan tersebut.


"Huwaaa ya allah ini mah gue nya ngga bisa milih terlalu unyu semua, apalagi dipake Cia auto langsung cocok semua ini mah!" batin ku menjerit terlalu unyu untuk di pandang, dan sayang untuk di tolak dari ketiganya tapi masak beli ketiga nya? Cia suka ngga yah.


"Gimana sayang kamu suka ngga?" tanya ku pasalnya jikalau aku yang memilih dapat dipastikan akan ku beli ketiganya.

__ADS_1


"Hm... cantik semua kakak, tapi Cia lebih suka yang ini" tunjuk nya pada gaun berwarna pink dengan bertaburkan bunga di bawah nya.


"Kamu suka yang itu sayang?" tanya ku dan dia pun mengangguk aku pun membeli ketiganya karena sekalian kado kenang-kenangan dari ku untuk dia pakai.


"Saya pilih semua ya mbak tolong bungkusin ya!" ucap ku pada karyawan itu, Cia pun bingung kenapa aku membeli semuanya apakah tidak merepotkan ku.


"Kakak cantik kenapa beli cemua, nanti uang kakak cantik abis." ucap nya dengan sedih takut merepotkan diriku.


Aku pun menggelengkan kepala tanda bahwa dia tidak merepotkan ku sama sekali, semua ini memanglah kehendak dan kemauan ku sendiri tidak akan merepotkan siapapun itu.


"Engga sayang, anggap aja ini hadiah dari kakak buat kamu disimpan baik-baik ya!" ucap ku dengan mencium keningnya dan dia pun mengangguk setuju.


Seusai kami membayar dan membawa belanjaan itu ku ajak Cia untuk membeli es krim dan berniat menelfon teman-teman absurd ku apakah semua persiapan dan kejutan sudah selesai pasalnya ini sudah hampir sore tapi mereka semua belum mengabariku sama sekali.


"Sayang kita beli es krim yok, Cia suka es krim kan? sekalian istirahat makan pasti Cia laper ya kan?!" tanya ku dia pun mengangguk gemas dan mengajakku berlari bersama menuju tempat es krim dan resto di dalam mall tersebut.


......................


Sedangkan disisi lain Alvin, Miko, Rendi, Cika dan Nanda tengah heboh mempersiapkan semuanya menempelkan dan merangkai balon-balon tersebut hingga rapi dan sesuai pada gambar sketsa yang Nafisa kirim.


"Gini amat punya anak ya, capek laper kagak gampang ternyata!" seru Rendi dengan mengipas-ngipasi badannya yang cukup gerah dengan pakaian peri tersebut.


"Kerjaan lu ngeluh mulu Ren bantuin kek gitu!" dumel Cika sebal yang lain tengah sibuk memasang dan merapikan semuanya dia malah asik leha-leha sambil kipas-kipas.


"Gerah gue ka pake pakaian kek gini nyiksa govlok kagak tau gue dah sesek setengah mati!" kesal Rendi kenapa harus dia yang menjadi boneka teman-temannya.


"Udahlah Ren terima nasib aja lu mending milih pake baju ini disini apa di kampus besok!" saut Miko menyebalkan.


"Ogahh!! yang ada gue jadi bahan bully-an anak-anak ntar, ya kali playboy berkelas tiba-tiba berubah haluan jadi tinkerbell!!" tolak Rendi mentah-mentah.


Mereka yang disana pun tertawa terpingkal-pingkal ngga kebayang aja gimana nantinya ekpresi Rendi pas waktu pake tuh baju. Dengan bego nya mereka semua membayangkan Rendi memakai pakaian itu dikampus dan ditertawakan oleh semua anak-anak kampus dan juga dosen.


"Hahaha... ibu peri versi terbaru ini mah yang ada anak-anak bukannya suka malah pada takut soalnya ibu peri versi dia mah berbulu mirip boto ijo!!" ucap Miko dan mereka semua pun setuju serta bertos ria, bahagia diatas penderitaan teman sendiri sungguh sangat menyenangkan.


"Njirr, asem lu mik!!" umpat Rendi memukul lengan Miko dengan keras.


"Udah weh! stop woy Nafisa ngechat nih udah selesai belum soalnya mereka otw pulang." ucap Cika baru menerima pesan wa dari Nafisa.


"Astagfirullahalazim nak Rendi?!" ujar ibu panti terkejut sekaligus tertawa melihat penampilan Rendi.


"Hahaha.... om lucu ihh mirip Elsa!" ucap Rara menertawakan serta gemas melihat penampilan Rendi, bukannya sibuk mempersiapkan semua karena Nafisa akan pulang semua temannya tertawa puas melihat Rendi di unyel-unyel oleh semua anak panti karena gemas oleh penampilan nya.


"Ya allah, harga diri gue bener-bener jatoh sebagai cowo ganteng idaman kampus!" ujar Rendi sangat terzholimi karena ulah semua temannya.

__ADS_1


__ADS_2