Dokter Manis Itu Sahabat Ku

Dokter Manis Itu Sahabat Ku
Demit jadi-jadian


__ADS_3

Ketika disatu sisi Nafisa sedang galon akut beda halnya dengan Rayyan si pelaku dengan entengnya bersantai-santai ria seolah-olah tidak ada rasa rindu terhadap Nafisa padahal dari awal mereka bertemu dirinya lah yang sangat paling bucin disini.


Lihatlah dirinya sekarang tengah asik memandangi foto Nafisa yang dimana disana Nafisa tengah melamun dan tidak bersemangat.


" Lu ngga usah ngeselin ya Ray, kasian temen gue kesiksa nunggu kabar dari orang yang ngeselin kek lu! " omel Lisa disebrang telfon.


"Kalau ngga ngeselin bukan Rayyan namanya." seru Rayyan santai dengan meniru gaya bicara Nafisa.


"Fix lah lu berdua emang pasangan paling komplit! yang atu sengklek nya ngga ketulungan yang satu lagi nyebelinnya kebangetan! " semprot Lisa kembali.


"Anti marah-marah selalu awas cepat tua!" ucap Rayyan dengan mata tetap fokus menatap layar laptop.


Rayyan tengah melakukan panggilan video call dengan handphone nya menggunakan tripod dengan handphone yang sengaja dihadapkan langsung kearah wajahnya, dia melakukan panggilan bersama Lisa dan kedua adik absurd nya itu mereka tengah membicarakan perihal pertunangan Rayyan yang akan digelar sebentar lagi.


" Teh Lisa kayak baru kenal abang saja, antum memang gitu menyebalkan giliran ukhty merindukan nya dia seolah-olah tidak peduli. Tapi lihat nanti jikalau ukhty dekat dengan pria lain dirinya lah yang akan kepanasan api cemburu! " jelas Reihan dengan meledek Rayyan diujung telfon sana.


"Ngga usah berisik antum!" ucap Rayyan memperingati Reihan untuk diam tapi si pelaku malah tertawa keras melihat kelakuan abangnya yang malu-malu kucing tidak kah ia ingat umurnya berapa?.


" Ana berkata jujur bang gimana kalau ukhty nanti bertemu cowo yang lebih dari antum? dimana-mana kalau laki-laki sangat mencintai perempuan nya itu dia tidak akan seperti antum yang malah berlagak sok tenang tapi di dalam hati kangen berat! " ucap Reihan semakin gencar menggoda Rayyan.


" Nah bener tuh kata Reihan, gimana kalau Bobby ntar malah ngerebut Nafisa lagi kek dulu? lu sendiri juga dah tau gimana nekat nya Bobby! " seru Lisa berniat menakut-nakuti Rayyan. Bukannya takut Rayyan malah tersenyum devil dan malah balik menantang ucapan Lisa barusan.


"Kalau memang bisa coba saja, sok dekati ukhty tak apa kalau memang dia ingin tubuh nya ana buat patah seumur hidup!" ancam Rayyan dengan emosi yang kembali tersulut pabila mengingat kejadian tempo hari dimana Nafisa disekap dan hampir dilecehkan oleh laki-laki brengsek sepertinya.


" Beuhh.... patah ngga tuh! " ucap Reihan tertawa dan bertos ria dengan Zaky meledek Rayyan yang kembali panas karena ulah Bobby.


" Ingat bang cowo sialan itu masih mempunyai kartu As jadi kita ngga bisa main gegabah aja ana ngga mau kalau sampai antum dan kakak ipar diapa-apakan oleh cowo gila macam dia! " ucap Zaky memperingati Rayyan untuk tidak mengambil keputusan yang salah.


"Na'am ana ingat." jawab Rayyan dirinya pun kembali menerawang kejadian silam dimana nyawanya dan nyawa orang yang disayang nya hampir ikut melayang.


" Oh iya btw apa yang lo lakuin waktu itu sama Bobby dan Bella?" tanya Lisa penasaran dirinya tidak tau menau soal kerja sama antara paman dan sepupunya itu.


Yups Rayyan, Reihan dan Zaky adalah sepupu jauh Lisa, Hendra adalah orang kepercayaan Rayyan sekaligus adik dari ibunda dari Rayyan. Rayyan sengaja merahasiakan identitas keluarga nya karena dia takut kejadian silam terulang kembali.


" Kamu nanya? kamu bertanya-tanya?! " seru Reihan membalas ucapan Lisa dengan wajah yang menyebalkan.


" Nyenyenyenye, ngga abang ngga adek pengen gue gorok lama-lama! " gerutu Lisa kesal lama-lama berhadapan dengan kakak-beradik yang sangat menyebalkan seperti Nafisa.


Rayyan, Reihan dan Zaky pun tertawa puas melihat perwujudan Lisa yang mirip nenek sihir yang ingin memakan tumbalnya.

__ADS_1


"Ana cuman kasih dia pelajaran saja sebagai peringatan pertama dari ana tapi jikalau dia semena-mena kembali jangan harap dia bisa melihat fajar esok hari" ucap Rayyan santai tapi cukup membuat bulu kuduk mereka bertiga merinding, mereka sangat tau sekali watak dari abangnya itu kalau sudah marah jangankan Bobby rumah Bobby pun akan dia bakar jikalau urusannya menyangkut belahan jiwanya.


"Ckckck, hihh... atut! " seru Reihan.


" Ana minta ampunlah bang ana tak akan macam-macam dengan ukhty lagi ana janji maap ya abang ganteng! " seru Reihan kembali dengan wajah yang dibuat-buat.


" Njirr mual gue liat muka lu Rei! " umpat Lisa.


"Hahaha.... mirip bencong-bencong yang biasa mangkal di pengkolan ya teh?! " ucap Zaky meledek Reihan.


" Apa anta bilang! " ucap Reihan dengan menggepuk Zaky dengan bantal.


" Pantes ngga ada cewe yang naksir sama lu Rei, liat aja kelakuan lu tadi kalau siang jadi Reihan malemnya malah jadi Rara! " ucap Lisa tertawa melihat kelakuan random mereka jadi kangen sama Nafisa dan teman-temannya.


" Dih mereka itu bukan ngga naksir sama ana mereka nya aja yang matanya udah kelilipan cowo kaya, apalah dedek yang hanya cowo biasa-biasa saja dan hanya mengandalkan uang dari abang, hiks srooottt! " seru Reihan memelas dengan tangan yang mengelap air yang keluar dari hidungnya.


" Hahaha..... malang kali nasib mu nak! hidup ngga berguna banget udah ngga kaya dijauhin cewe pula mati aja sono nak! " ucap Zaky memberi saran sesat yang malah diangguki oleh Reihan.


" Hah apaan ogah! buat apa ana meninggoy cuman gara-gara cewe kek mereka?! " seru Reihan menolak mentah-mentah saran adiknya yang sangat menyesatkan itu.


" Kan sapa tau bang hidup anta dah ngga berguna juga! mending metong aja kan dari pada nambah-nambah dosa hidup! " ucap Zaky santai tapi perkataan cukuplah pedas pantas saja dirinya dijuluki pria kejam dikampus.


"Sudah-sudah berisik antum semua." ucap Rayyan melerai pertikaian antara kakak-beradik itu.


" Engga emang kenapa?! " jawab Lisa.


"Besok ukhty ada jadwal di toko anti bisa temankan dia sampai pulang?" tanya Rayyan berniat meminta tolong kembali kepada Lisa.


"Maksud lo gue disuruh jaga Nafisa gitu? " tanya Lisa dan diangguki oleh Rayyan.


" Idih ogah ahh, lu jaga aja sendiri kan dia calon lu! lagipun gue ngga dibayar sama lo buat jaga Nafisa! " tolak Lisa mentah-mentah.


"Anti bilang apa tadi, hmm...?!" ucap Rayyan menghentikan ketikan jarinya di laptop dan beralih menatap Lisa seperti akan memakannya.


" Nah lo teh, macan bentar lagi ngamuk tuh! " ucap Reihan mengompori.


"Anti bilang ana ngga bayar anti? terus yang selama ini ana tranfer setiap hari apa? daun? uang monopoli?!" ucap Rayyan terang-terangan.


"Iya-iya yang harus dipantau terus sampai halal! " seru Lisa pasrah jikalau nanti Rayyan pundung siapa lagi yang akan membiayai dia berkuliah dan mentransfer nya uang jajan.

__ADS_1


" Bwahahahah..... miss jutek masak kalah sama abang Ray?! " tawa mereka berdua pecah dikala melihat wajah pucat Lisa.


" Diem lu berdua! awas aja ya kalau kalian pulang nanti gue gorok kalian berdua! " seru Lisa dengan menatap tajam Reihan dan Zaky.


Bukan mereka tidak tau siapa Lisa sebenar sepupu perempuan nya itu dulu adalah mantan anak geng motor dan mempunyai kenalan seorang polisi yang ada jikalau mereka semena-mena terhadapnya dapat dipastikan setelah mereka kembali kebandung mereka akan ditembaknya satu persatu.


" Hehehe canda teh, damai ya..." seru Reihan dan Zaky dengan memasang wajah semanis mungkin dan membentuk tangannya menjadi huruf v.


Ketika mereka tengah asik bercanda Rayyan dikejutkan oleh ketukan pintu yang secara mendadak.


tok... tok... tok...


"Abang..." seru seorang wanita dari balik pintu.


"Iya umi..." saut Rayyan.


"Keluar dulu sebentar ada yang ingin bertemu." seru Khodijah dari luar.


"Bertemu?!" gumam Rayyan dan mereka bertiga dengan bingung.


" Saha bang?" tanya Reihan bingung malam-malam begini siapa yang ingin bertemu? fikir nya.


Rayyan pun menggidikkan bahu nya dan lantas turun kebawah siapa yang ingin bertemu dengannya malam-malam begini.


"Kita sambung lain kali saja beristirahatlah kalian semua ana mau keluar sebentar." pamit Rayyan dan lantas akan mematikan telfon tersebut belum dirinya mematikan telfonnya Reihan dengan konyolnya berkata.


" Hati-hati bang nanti pas turun kebawah jangan lupa liat kakinya kalau dia napak berarti manusia tapi kalau dia ngga napak berarti...." ucap Reihan menggantung ucapannya.


"Berarti setan dong?" timpal Lisa serius menanggapi ucapan Reihan.


" Oh belum tentu siapa tau dia lagi main sondah. " seru Reihan absurd.


" Somplak! " hardik Lisa kesal lagi serius-seriusnya malah bengek.


Rayyan dan Zaky pun tertawa atas jawaban Reihan ya kali orang ngga napak karena main sondah malam-malam lagi.


...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...


# Sondah/engklek

__ADS_1


permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak kecil pada zaman dahulu. Seperti layak nya permainan congklak dll sebagainya, tetapi cara bermain sondah/engklek bisa dilakukan dengan kaki yang terangkat satu.


~ Nah loh siapa yang ketok malem-malem🤣ngga mungkin kan neng Fisa.


__ADS_2