Dokter Manis Itu Sahabat Ku

Dokter Manis Itu Sahabat Ku
Apakah Aku Mencintai nya?


__ADS_3

FROM ALVIN


"Sungguh sempurna ciptaan mu tuhan, aku sudah lama mengagumi nya ketika awal dia masuk kampus jujur saja aku sudah jatuh hati kepadanya, sifatnya yang ceria humoris, terkadang dewasa dan terkadang juga absurd, dia sangat suka kepada anak kecil, bermain bersama mereka adalah mood booster bagi nya, dia memang cantik aku akui itu, tapi dia tidak seperti wanita pada umumnya yang hanya cantik di luar tapi di dalam ada maunya, dia berbeda dari yang lain bukan hanya cantik fisik nya melainkan juga cantik akhlak dan hatinya. Ntah kenapa aku sangat ingin memiliki nya, tapi...apakah dia mau menerima ku? sedangkan dia sudah tau latar belakang ku seperti apa..." benak Alvin ditengah lamunan nya dia dikejutkan oleh ibu panti yang menepuk punggung nya.


"Kenapa melamun nak...hati-hati kesambet loh ya siang-siang ngelamun!" seru ibu panti.


"Iya bu kesambet bidadari cantik!" gumam Alvin tapi masih bisa terdengar oleh ibu panti.


"Ha ha ha...le..le.. mana ada toh ya bidadari siang-siang begini" ucap ibu panti menanggapi candaan Alvin.


"Hehehe...ngga tau bu" jawab Alvin menggaruk tengkuknya bingung apa yang akan dijelaskan.


"Hmm...iya ibu tau kok, kalau memang suka kenapa tidak di lamar saja umur kalian kan sudah sama-sama dewasa." usul ibu panti.


"Hahh...sulit bu, iya kalau memang dia mau menerima saya." ucap Alvin sendu.


"Kenapa tidak nak? ibu sangat mengenal nak Fisa, dia bukan tipe anak yang mandang materi ataupun keluarga mapan, dia anak baik yang walau keluarga nya dari keluarga sederhana tapi dia masih mau berbagi pada yang lain dan tetap semangat mencari biaya kuliah walau sudah diterpa banyak masalah, dia anak pekerja keras dan mandiri. Ibu berharap siapapun jodohnya nanti semoga dia bisa membahagiakan Nafisa lahir batin dan tidak akan membiarkan nya terluka ataupun menangis sedikitpun." jelas ibu panti.


Alvin pun tersenyum ia tau semua itu, bahkan kemarin sewaktu dia menawarkan bantuan untuk tokonya Nafisa menolak hal itu, bukan karena apa mereka baru kenal beberapa minggu tapi semua teman-temannya termasuk Alvin sendiri sangat percaya kepada Nafisa. Dia bukan tipe teman yang munafik, yang datang ketika ada maunya saja. Oleh karena itu semua teman-temannya sangat percaya dan sangat menyanyangi nya melebihi saudara sendiri.


"Ibu do'akan semoga lancar usahamu ya nak...minta lah dia kepada yang punya, luluhkan dahulu hati penciptanya dan kamu akan mendapatkan hambanya yang kamu kagumi itu semangat ya nak..." seru ibu panti memberi Alvin semangat dan harapan untuk bisa merebut hati Nafisa, meluluhkan hati pencipta nya dan meminta restu kepada kedua abg nya memang bukanlah hal yang mudah tapi bukan berarti tidak bisa bukan?


"Oii Vin ayo kesini!" ucap Rendi berteriak memanggil Alvin untuk segera bergabung dengan yang lain.


"Hah...iya Ren" saut nya.

__ADS_1


"Yuk kita foto bareng yuk!" seru Cika antusias.


"Boleh Ka nih pake hp gue aja." ucap Nanda memberikan handphone nya.


"Ok dalam hitungan ke tiga jempolnya ke atas semua ya!" intruksi Cika kepada kami dan anak-anak panti. Mereka pun berteriak Ok bersama-sama dan bersiap untuk berpose dengan cantik.


1


2


3


Cekrek...


"Yeayyyy...." seru mereka berjingkrak-jingkrak karena sangat senang bisa bermain bersama Nafisa dan teman-temannya mulai dari bernyanyi bersama, berjoget bersama dan sekarang berfoto bersama sungguh kenangan terindah yang patut diabadikan, sore ini mereka semua sangat senang dengan kedatangan Nafisa dan teman-temannya apalagi dengan Cia dia sangat senang dan bahagia Nafisa menemani nya sampai hampir larut malam.


"Sore ini aku sangat bahagia tuhan, atas semua pemberianmu dan anugrah dari mu. Melihat anak-anak panti sangat ceria dan bahagia seperti ini rasanya aku ingin menangis, aku harus banyak-banyak bersyukur kepada mu tuhan walaupun keluarga ku orang yang tidak punya tapi ayah ibu ku masih lengkap,,tidak seperti mereka jangankan harta orangtua saja mereka tidak punya. Berikanlah hamba umur yang panjang tuhan dan badan yang sehat walafiat untuk bisa selalu menghibur orang-orang yang hamba sayangi, agar selalu tersenyum dan bahagia tanpa memikirkan hal yang tak penting di dunia. Kita hidup hanya sekali dan sebisa mungkin kita manfaatkan waktu itu dengan baik, dengan cara berbagi, tertawa dan bahagia bersama-sama semua itu adalah anugerah terindah yang pernah tuhan berikan kepada kita. Semoga kalian semua nantinya akan sukses seperti kakak ya sayang dan buat orang-orang sekitar kalian bahagia, pesan kakak cuman satu tetaplah menjadi orang baik yang selalu berbagi, dan membuat semua orang tersenyum walaupun di balik itu semua banyak orang yang membenci dan mencaci mu, tetaplah menjadi pribadi yang baik walaupun dunia menghakimi mu. Tuhan maha tau segalanya, mana yang baik dan mana yang buruk hanya dialah yang pantas menilai semua hambanya bukanlah manusia." curahan hati Nafisa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun tiba kami semua izin pulang kepada ibu panti dan juga bidadari kecil ku, insah Allah besok aku akan kembali lagi dan bermain kembali bersama mereka, rasanya berpisah dari mereka sangat lah sulit bagi ku walau hanya sebentar saja.


"Kakak pulang dulu ya sayang, jaga diri baik-baik inget jangan nakal ya...jangan bikin ibu panti susah oke bidadari kesayangan kakak dokter!" ucap ku memeluk Cia lama. Dia pun membalas pelukan ku, memeluk ku begitu erat.


"Iya kakak, Cia ndak akan nakal atau bikin ibu capek kok." seru Cia dengan suara pelan seperti menahan tangis.

__ADS_1


"Ck, jangan sedih dong kakak janji besok kakak kesini lagi bareng kakak-kakak itu lagi ya!" ucap Nafisa menghibur Cia.


"Janji ya kakak..." ucapnya dengan menunjukkan jari kelingking nya. Aku pun menautkan jari kelingking ku juga di tangan mungilnya.


"Janji..." ucap ku tersenyum. Aku pun mencium keningnya dan berpamit untuk pulang.


"Hah, hari yang sangat indah..." ucap Cika dan diangguki oleh Nanda.


"Bener banget lain kali gua mau sering-sering buat ketemu para krucil-krucil, ternyata seru juga main sama mereka. Stress serasa hilang dalam sekejap." seru Rendi sangat senang bisa bermain bersama anak-anak panti.


"Fisa kamu kesana lagi kapan?" tanya Rendi.


"Hmm... sepertinya besok aku hanya mengunjungi mereka sebentar, kalau kalian mau minggu depan kita kesana lagi plus bawa kue ultah sama kasih suprise buat Cia!" ucap ku sangat antusias karena sudah mempersiapkan ulang tahun bidadari kecil ku itu.


"What?? calon masa depan gue ultah, kapan-kapan?!" tanya Rendi juga tidak sabar.


"Hilih calon masa depan, gue lama-lama temenan sama lu makin ngga beres Ren! bukan janda atau prawan doang yang lu incer. Bocah juga lu incer! s@bleng emang!! " ucap Cika mengusap muka Rendi dengan kasar.


"Njirr, tangan lu abis megang paan sih Ka bau!" keluh Rendi.


"Ahh iya, gue lupa tadi abis nyebok ga ada sabun jadi nya gitu deh" jawab enteng Cika.


"Njirr saravv lu Ka!! awas lu ya...!!" seru Rendi mengejar Cika yang sedang tertawa terpingkal-pingkal karena sudah berhasil menjahili Rendi.


"Ren...Ren lu sama Cika persis kek guk guk sama tikus! jauh dari kata akur!!" keluh Miko dengan masih memegang perut nya sendiri karena sakit akibat tertawa berlebihan.

__ADS_1


Hayoo kira-kira abg Alvin bisa meluluhkan hati neng Fisa ngga yaa...🤭


__ADS_2