Dokter Manis Itu Sahabat Ku

Dokter Manis Itu Sahabat Ku
Hari apes sedunia!


__ADS_3

Pagi ini Nafisa sudah bersiap-siap berangkat ke kampus dikarenakan kejadian semalam Nafisa jadi telat bangun dan hampir jam 7, ditengah keburu-buruan nya dia masih sempat-sempat nya mendumel kejadian semalam dimana Refan masih mengerjai nya habis-habisan setelah dikerjai oleh anak sulungnya dan Cia malam hari nya dia harus dibuat begadang oleh kakaknya dikarenakan ada suatu hal yang mengharuskan Nafisa ikut andil dalam hal itu.


"Asem ihh! gara-gara kak Refan gue jadi telat kan!" dumel nya dengan menuruni anak tangga dengan cepat tanpa jeda waktu.


"Eh, pelan-pelan dong sayang nanti jatuh gimana?!" seru Ibu memperingati Nafisa.


"Iya bu, buru-buru Nafisa udah telat nih! Nafisa sarapan di kampus aja nanti!" ucap ku terburu-buru salim takzim kepada ibu dan ayah, hari ini ayah tidak bisa mengantarku karena akan keluar ada urusan jadi hari ini aku mengendarai sepeda motor matic ku sendiri.


"Nafisa berangkat ya, ayah ibu...Assalamu'alaikum." salam ku dengan sedikit berteriak.


"Waalaikumsalam... Nafisa...Nafisa!" jawab ibu menggelengkan kepala dengan kelakuan putri semata wayangnya ada saja tingkah yang dia ciptakan, ntah itu absurd atau yang bisa bikin kepala pusing menghadapi nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Disisi lain, Nafisa mengendarai motor matic nya dengan handal, melewati beberapa motor dengan cepat. Melihat jarum jam yang berada di tangannya kurang berapa menit lagi dia akan telat, maka dari itu dia menggeber motornya dengan keras menambah kecepatan nya sedikit lebih cepat. Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Nafisa sampai juga di universitas negeri surabaya, gerbang hampir saja di tutup oleh security dengan bujuk rayuan Nafisa akhirnya bapak security luluh dan membiarkan nya masuk kedalam.


"Huhh! sampek juga akhirnya!" ucap ku mengelap keringat yang membasahi jilbab ku.


Aku pun turun dan berlari menuju kelas, baru saja aku bernafas lega karena dosen belum memasuki kelas ku, tapi harapan itu gugur seketika ketika suara berat seseorang mengagetkan ku.


"Ekhem! Nafisa Az-Zahra!"


tetot!!


"Mampus gue! huff, cobaan apalagi ya allah!" ucap ku memejamkan mata, dengan perasaan yang tidak karuan aku pun membalikkan tubuh ku dan mendapati pak rudi sudah berdiri tepat di depan ku dengan alis yang menukik tajam layaknya seperti jalanan yang bertanjak, dan kumis yang tebal layaknya seperti kumis lele dan dengan mulut yang sudah komat-kamit macam mbah dukun!


Aku pun hanya bisa pasrah saja dengan hukuman yang dikasih oleh pak rudi. Mencari materi tentang kehidupan yang sehat, dan tata cara bagaimana menjaga penghijauan alam harus di presentasi kan didepan semua anak-anak fakultas kedokteran, dan yang lebih parahnya lagi harus dipresentasikan besok!


"Fisa kenapa lo bisa telat?!" tanya Cika aku pun hanya menggelengkan kepala tanda bahwa aku malas untuk menceritakan kejadian absurd kemarin.


"Nasib nasib! suwer hari ini hari ter apes sedunia!" ucap ku ingin menangis meraung-raung biarlah walau akan dikatain ngga waras!


"Pulang dari sini gue bakar lu ya kak!" batin ku menjerit ingin segera mencekik kakak kedua ku itu.


"Hahaha syukurin dihukum kan lo! makanya jadi cewe jangan sok kecakepan!!" ejek Bella. Tangan ku pun mengepal keras tapi sebisa mungkin aku menahan emosi ku sendiri biarlah Nafisa anggap saja angin kentut lewat.


"Dasar cewe gatel! tukang tidur makanya telat! suka terlambat juga ihh, makan tuh hukuman dari pak rudi! hahaha..." ucap Bella mengolok-olok Nafisa beserta geng nya.


Mood ku bener-bener kacau hari ini! sudah dikerjai habis-habisan kemarin sekarang dihukum dan di bully pula! mana belum makan lagi gue males keluar kalau harus ketemu orang setres seperti Bella lagi!


"Fisa?!" panggil Alvin


"Hmm..." jawab ku malas dengan kepala yang ku tenggelamkan di kedua lengan ku.


"Ngga ke kantin?bentar lagi jam matkul selesai?!" tanya Alvin diwakili yang lainnya.


Aku pun mendongak dengan wajah memelas, ingin makan tapi...arrrggghhh! aku harus tanya semua ini, jangan sampai nama ku di cap jelek oleh pihak kampus karena sudah meladeni orang ngga waras.

__ADS_1


"Ke kantin yok!" ajak ku kepada Alvin dan yang lain mereka pun menggangguk dan menggandeng ku untuk pergi ke kantin sekedar melepas penat sebelum nanti nya pulang.


Ketika sedang enak-enaknya menyantap bakso dan kawan-kawan masakan dari ibu kantin ponsel ku berdering dengan kencang, dan tertera disana nama seseorang yang ingin ku cekik nantinya setelah pulang dari kampus.


...****************...


drrrttt


drrrttt


drrrttt


Ku lirik ponsel ku dan mengangkat nya dengan malas.


"......"


"Waalaikumsalam, iya kenapa kak?!"


"......"


"Hari ini?!" tanya ku dengan mata melotot


"......"


"Kenapa ngga besok aja sih kak!" ucap ku ketus


"....."


"Siapa Fisa?!" tanya Nanda


"Kak Refan!" sahut ku.


Minggu depan adalah ulang tahun Cia, bagaimana pun kesibukan ku. Jadwal ku besok harus renggang dikarenakan aku sudah menyusun kejutan manis untuknya. Ditengah ke khusyukan kami yang sedang makan aku membicarakan tentang semua kejutan yang sudah ku susun rapi dan cantik untuk bidadari kecil ku itu. Aku memberi tahu Alvin, Rendy dan Miko untuk membeli beberapa hiasan lucu, bertemakan unicorn/kuda poni untuk Cia, karena memang dia sangat menyukai desain yang bertema kan pelangi.


Diperjalanan pulang aku mengingat pesan kak Refan untuk pergi kerumah nya sebentar karena ada yang perlu di bicarakan, kulihat di depan rumah nya sudah ramai banyak orang dan salah satu dari kendaraan tersebut aku sangat mengenalnya motor matic, yang tidak terlalu besar berwarna kan hitam milik kak Zidan.


"Assalamu'alaikum! bidadari titisan surga datang!!" ucap ku berteriak. Dan nyelonong masuk tanpa perintah yang punya rumah.


"Wa'alaikumussalam.." jawab serempak yang didalam.


"Nah dateng juga nih anak lagi kemana tadi lama banget!" seru kak Refan.


"Kepo!" ketus ku.


"Suuttt udahan dulu berantemnya, dilanjut lagi ntar aja kalau perlu kakak siapin ring tinju ntar!" ucap Zidan melerai keduanya.


"Nah jadi kakak minta kamu kesini, karena kakak mau minta tolong sama kamu boleh?!" tanya Zidan

__ADS_1


"Bantu apa kak?" jawab ku cukup penasaran jikalau harus menjadi baby sitter kembali big no!! yang ada lama-lama rambut gue bisa cepet putih semua kalau harus dihadapi dengan bocil setiap hari!


"Jadi kakak minta tolong sama kamu, besok kakak ada seminar dibandung. Dan kemungkinan kakak akan menginap disana 3 hari, dikarenakan kakak akan pergi dan terlebih lagi anak-anak perguruan lusa besok akan tampil jadi kakak ngga bisa ngelatih mereka..." jelas Zidan belum dia melanjutkan ucapannya Nafisa sudah memotongnya dengan cepat.


"What?? jadi Nafisa gantiin kakak gitu? ngelatih mereka gitu? atau temenin mereka semua nanti pas penampilan?!" ucap ku nyerocos tanpa jeda waktu.


plakkk!!


Jitak Refan keras pas dikepala Nafisa.


"Aduuhh, sakit tau kak!" ucap ku mengaduh dan mengusap-usap kening ku sendiri.


"Kebiasaan kalau orang lagi ngomong asal nyablak aja! dengerin dulu baru ngomong!!" sahut Refan.


"Iya iya!!"


"Sudah selesai?! ok kakak lanjut." seru Zidan


"Jadi kakak minta tolong sama kamu dek buat handle dulu, disana juga ada anak-anak lain yang akan bantu kamu dalam hal apapun. Cuman 3 hari aja dek, nanti pulang dari sana kakak beliin deh apa yang kamu mau tapi pleaseee bantu kakak dulu ya!" jelas Zidan kembali dengan mengiming-imingi Nafisa.


"Hmm..." ucap ku berfikir.


"Kelamaan mikir kita berubah pikiran nih!!" timpal Refan kesal dengan ulah adiknya, dalam hal seserius ini dia selalu melawak.


"Iya iya, Nafisa setuju tapi janji ya! cuman 3 hari aja! lusa besok Cia ulang tahun dan Nafisa udah desain acaranya." ucap ku


"Iya, insah Allah ngga akan bentrok sama acara Cia. Tugas kamu cuman ngelatih mereka aja sedikit buat bisa hafal semua gerakannya." lanjut Zidan.


"Jadi satu keluarga nih yang ikut?!" tanya ku.


"Engga kok, cuman kakak sama kakak ipar mu aja. Nanti Maryam kakak titipkan sama ibu cuman tiga hari aja kok bukan satu minggu juga!"


"Oke deh."


"Deal ya soal semua keinginan Nafisa yang dipenuhi!" ucap ku memberi jabatan tangan kepada kak Zidan, Dan dia pun mengiyakan dan menyambut tangan ku.


"Hilih! soal permintaan diturutin aja cepet! tadi aja nyerocos mulu kek bajaj!" ketus Refan, aku pun memeletkan lidah dan berkata dalam diam "Iri bilang boss!!"


"Nah sekarang urusan kakak udah selesai kalian berdua kalau masih mau ngelanjutin gontok-gontokan silahkan kakak pulang dulu mau ngelonin ayank!" jelas Zidan absurd.


"Idih! najisss ayank dong!" ucap ku menimpali candaan kak Zidan, geli saja rasanya pabila kedua kakak ku bermesra-mesraan didepan ku. Tidak tahukah mereka jiwa jomblo ku menjerit-jerit ingin seperti mereka tapi... takut sakit hati nanti ujung-ujungnya malah nangisin sih cowo, sampek telat makan cuman nunggu kabar dari dia idih engga banget!


Tidak ada hujan, tidak ada badai Refan kembali dari lantai atas dengan menenteng satu kresek penuh berisikan jajanan kesukaan Nafisa, mulai dari es krim, kripik minuman bersoda dan semacamnya.


"Nih! bayaran buat kamu karena udah jagain anak kakak dengan baik, maaf soal kemaren kalau Rifa ngejailin kamu abis-abisan!" seru Refan mendorong tas kresek berisikan snack penuh kedepan Nafisa.


"Aaaa.... Sayang dehh maacih kakak! sering-sering aja ya kalau bisa!" ucap ku dengan muka semanis mungkin. Dan memeluk kakak kesayangan ku itu, dia memang menyebalkan tapi dia selalu tau apa yang aku mau!

__ADS_1


"Hilih! ada sogokan nya aja manis sama gue lo mah!" ucap Refan geli sendiri dengan tingkah adiknya yang jauh dari kata waras!


"Hahaha...." aku pun tertawa karena memang benar adanya selama ada sogokan nya maka aku akan mau. Tapi semua sogokan itu berlaku kepada kedua kakak absurd ku saja tidak untuk orang lain.


__ADS_2