Dokter Manis Itu Sahabat Ku

Dokter Manis Itu Sahabat Ku
Kerusuhan yang di ciptakan Bobby


__ADS_3

Setelah kesenangan kemarin, Nanda dan yang lain sering ikut membantu ku mengurus toko ntah itu membantu melayani pelanggan atau cuci piring. Pagi ini kami kembali ke aktifitas awal aku berniat untuk pergi ke kantin dahulu ingin membeli air minum karena haus, ketika akan membayar ada tangan seseorang yang menghadang tangan ku untuk memberi uang kepada ibu kantin.


"Ini bu..." ucap nya memberikan uang 50 ribu.


"Ini nak kembaliannya." seru ibu itu memberi uang pecahan 10 ribu.


"Ngga usah bu, buat ibu aja ngga papa." ucapnya tersenyum.


Aku tidak mau suudzon terlebih dahulu, tapi jujur saja perasaan ku mulai tidak enak pabila dia selalu mendekati ku.


"Kenapa lo bayarin? gue ngga minta lo buat bayarin minuman itu." ucap Nafisa terpancing emosi.


"Ngga ada yang minta, emang gue yang mau kasih." jawab Bobby tersenyum smirk.


"Nih gue ganti, dan makasih udah dibayarin." ucap ku mengembalikan uang nya dan lantas akan pergi dari sana.


Belum kaki ku melangkah keluar tangannya sudah menggenggam pergelangan tanganku dengan kasar.


"Tunggu...."


"Gue mau bicara sama lo." seru Bobby.


"Gue sibuk..." ucap Nafisa mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Bobby.


"Ngga akan gue lepasin kalau lo ngga ikut gue!" seru Bobby dengan semakin mengeratkan cengkraman itu.


Alvin dan teman-temannya belum sampai ke kampus jadi Nafisa tengah sendiri di kantin tersebut, Nafisa berfikir cukup lama terakhir kali dia mengiyakan ucapan Bobby ternyata Bobby ingin melakukan perbuatan buruk terhadapnya tapi tangannya sangat sakit dicekal seperti itu dan jikalau Bella melihat ini maka bisa dipastikan Nafisa akan kembali di ganggu olehnya.


"Lepasin gue Bob cukup selama ini gue menderita karena lo!" ucap Nafisa tersulut amarah.


"Hm... ngga usah lo jual mahal Fisa, gue tau lo perempuan seperti apa! yang awalnya nolak tapi nanti malah minta lebih cih..." seru Bobby mendesis.


PLAKKK


"Tutup mulut lo Bob! ngga seharusnya lo ngerendahin seorang wanita seperti itu! apa lo ngga berfikir kalau lo ngerendahin gue seperti itu sama saja lo udah ngerendahin ibu lo sendiri!!" seru Nafisa dengan menampar Bobby.


"Hahaha....ngga usah lo bawa-bawa nyokap gue segala Fisa, banyak perempuan diluaran sana yang sok alim seperti lo tapi kelakuannya?!" ucap Bobby kembali dengan memandang Nafisa dari atas sampai bawah dengan rendah.


"Dasar cowo gilaaa!!!" teriak Nafisa didepan muka Bobby, karena tidak mau menuruti kemauannya Bobby pun menarik paksa Nafisa menyeretnya hingga berada tepat dibelakang kampus.

__ADS_1


"Lepasin gue cowo brengsek!!" seru Nafisa dengan bersih keras melepaskan cengkraman kuat tangan Bobby, akibat kejadian dulu yang Bobby hampir melecehkan Nafisa membuat diri Nafisa sedikit trauma akan hal itu. Walaupun diri nya mahir dalam bela diri tapi kemampuan belum seberapa ketimbang Bobby yang noteback nya adalah berandalan yang sukanya bikin onar diluaran sana sering tawuran dan sebagai nya.


"LEPASIN GUE GILAA!!" seru Nafisa dengan mencoba menendang kaki Bobby secara paksa tapi usahanya kembali gagal.


"Percuma lo berontak sampai kapan pun lo ngga akan bisa ngalahin gue hahaha...." ucap Bobby dengan tertawa jahat, mirip mak lampir yang di film-film.


Bobby pun mendorong Nafisa hingga jatuh, tubuhnya tidak begitu kuat untuk melawan Bobby seorang diri. Dia berharap semoga teman-temannya segera datang dan menolongnya.


"Ya allah.... tolong bantu hamba, jauhkan hamba dari makhluk ngga waras sepertinya..." batin ku menjerit.


"Mari kita bersenang-senang baby!" ucap Bobby dengan tersenyum smirk.


Nafisa tidak ingin membuat ayahnya kecewa karena tidak bisa menjaga kehormatannya sendiri dari orang seperti Bobby, dengan sepenuh tenaga Nafisa pun mencoba kembali bangkit dan akan berlari dari sana tapi naas belum sempat dirinya melarikan diri Bobby pun menendang kaki kiri Nafisa yang berhasil membuat nya terjatuh dan kening terhantam dinding dengan keras.


"Awwss...." ringis Nafisa memegang keningnya yang sudah mengeluarkan darah segar. Kepalanya cukup pening dan hampir tidak sadarkan diri, tapi dia tetap berusaha untuk bertahan dan tetap membuka matanya jikalau saja dia pingsan disini maka dia tidak akan tau apa yang akan Bobby lakukan terhadapnya dia tidak mau sampai Bobby melakukan hal tidak senonoh kembali seperti dulu, dia tidak mau sampai membuat keluarga nya malu dan membuat calon suaminya kecewa nanti.


"Hahaha.... gue kan udah bilang sama lo sayang, berhentilah bersikap sok jual mahal dan jadilah pacar gue. Gue janji setelah lo mau jadi pacar gue dan mau menuruti semua kemauan gue, gue bakalan lepasin lo dan bakalan bikin lo selalu senang setiap hari." tawar Bobby.


"Sampai kapanpun gue ngga akan sudi jadi pacar lo apalagi jadi babu lo, lebih baik gue rela mati ketimbang punya pacar brengsek seperti lo!!" ucap Nafisa menolak mentah-mentah tawaran Bobby yang lebih mirip dibilang sesat.


"Oh, baiklah kalau itu mau lo gue bakalan buat hidup lo menderita sampai lo sendiri yang bakalan mohon-mohon sama gue buat dilepasin!" jawab Bobby.


"Dan satu lagi, gue bakalan ngerebut hak yang lo jaga selama ini dan baru gue buat hidup lo makin menderita." ucap Bobby dengan mencengkram rahang Nafisa dengan keras dan menghempaskan nya begitu saja.


Karena sudah tidak tahan dengan ucapan Bobby Nafisa pun mengambil balok kayu yang berada disana dan memukul punggung Bobby secara brutal.


"Gue cewe murahan kan? baiklah gue bakalan tunjukkin cewe murahan yang sok alim dan sok jual mahal seperti apa ketika marah harga dirinya diinjak-injak oleh cowo laknat seperti lo!!!" teriak Nafisa dengan menyerang Bobby secara membabi buta, karena serangan Nafisa Bobby pun tersungkur ke tanah akibat pukulan yang brutal itu. Tapi ketika Nafisa akan pergi dari sana Bobby pun menarik tangannya dan menampar nya dengan sangat keras, sehingga membuat Nafisa terjatuh seketika.


"INGET BAIK-BAIK NAFISA AZ-ZAHRA GUE BAKALAN BUAT HIDUP LO MENDERITA LAYAKNYA DINERAKA KARENA UDAH NOLAK GUE!!!" teriak Bobby dengan mata yang sudah sangat memerah mengancam Nafisa dan akan merebut kehormatan yang selama ini dia jaga dengan baik dan membuatnya bertekuk lutut kepada Bobby memohon belas kasihan.


Bobby pun pergi dari sana setelah puas menyakiti Nafisa, Nafisa pun menangis histeris tubuhnya sudah tidak kuat selalu dan selalu direndahkan semua orang ntah itu Bobby atau pun Bella. Dia hanya ingin kuliah dengan tenang tanpa gangguan orang-orang seperti mereka yang selalu memandang nya seperti wanita murahan, padahal dia menjauhi semua laki-laki demi menjaga nama baik keluarga takut jikalau pergaulan nya terlalu jauh maka akan berakibat buruk seperti teman-temannya dulu yang hamil diluar nikah dan sebagainya.


Ponsel nya pun berdering keras disana sudah tertera jelas nama Cika yang menelfon nya karena tidak melihat kedatangan Nafisa dari tadi.


"Assalamu'alaikum ka." ucap Nafisa dengan menghapus jejak air matanya.


"Waalaikumsalam Fisa kamu dimana? dosen udah ada dikelas nih nanti kamu kena hukum kalau ngga masuk!" jawab Cika berbisik.


"Maaf ka, gue izin dulu keknya matkul hari ini." seru Nafisa dengan mencoba bangun walaupun badannya sakit semua.

__ADS_1


"Loh, memangnya kenapa? lo sakit kah atau kecapean karena jualan kemaren?!" tanya Cika berbisik khawatir akan keadaan sahabat karipnya.


"Gue ngga papa kok ka, lo ngga usah khawatir." jawab Nafisa berjalan perlahan menuju UKS.


"Terus sekarang lo dimana?!" tanya Cika kembali.


"Gue ada di UKS ka, lo kalau mau kesini nanti aja kalau materi dah selesai." jawab Nafisa lemah sudah tidak kuat untuk berjalan kembali kepalanya sangat pening dan akhirnya semua pun tampak kabur dan dia pun jatuh pingsan sebelum sampai di UKS.


"Halo... Fisa...." panggil Cika.


"Halo.... Fisa...."


Satpam yang berjaga disana pun melihat seorang anak perempuan tergeletak di depan ruang laboratorium, satpam tersebut pun menghampiri anak itu dan mengeceknya. Akhirnya Nafisa pun dibawa nya ke ruang UKS demi bisa mendapatkan penanganan langsung.


"Ya allah nak...kamu kenapa sampek begini." ucap satpam itu memandangi wajah Nafisa yang penuh akan luka lebam yang sudah membiru.


"Bagaimana keadaan nya nak?!" tanya satpam itu kepada anak yang sedang bertugas menjaga ruang UKS.


"Alhamdulillah dia tidak apa-apa pak, tapi dia sampai seperti ini karena ulah siapa? untungnya luka nya segera ditangani jikalau tidak itu akan menyebabkan infeksi karena darah yang terus sana mengalir." jelas petugas itu.


"Alhamdulillah, baiklah kalau begitu bapak pamit dulu kembali bertugas jikalau anak ini sudah siuman beritahukan saja keluarga nya untuk membawa nya pulang dan beristirahat." seru satpam itu.


"Baiklah pak, terimakasih sudah membawanya kesini." jawab nya.


"Sama-sama bapak pamit ya." ujar satpam tersebut dengan keluar dari ruang itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Materi pun selesai Cika dan teman-temannya bergegas untuk segera ke UKS menemui Nafisa, ketika mereka akan sampai sungguh pemandangan yang tidak layak untuk dilihat dimana Bobby dengan mencium paksa Nafisa, Bobby sengaja melakukan itu demi bisa membuat hidup Nafisa tidak tenang karena sudah menolak nya secara mentah-mentah dan menghinanya.


"Brengsek lo b@jingan apa yang lo lakuin kepada Nafisa!!" seru Alvin memukul rahang Bobby dengan keras membuatnya terpental seketika, Nafisa sudah sadar dari tadi dia di tinggal sendiri oleh petugas UKS karena keluar sebentar ada urusan. Bobby memanfaatkan hal itu untuk masuk dan menuduh Nafisa lah yang meminta nya melakukan hal itu.


"Bukan gue yang lakuin itu, temen lo yang maksa gue buat ngejamah dia!!" tuduh Bobby.


"Bohong!! Bobby yang maksa gue buat menciumnya." ucap Nafisa dengan air mata yang terus mengalir. Alvin sangat mengenal Nafisa seperti apa dia tidak akan berbohong dan dengan gampang memberikan apa yang sudah selama ini dia jaga baik-baik terhadap lelaki seperti Bobby.


"Gue ngga akan percaya bualan lo brengsek!!" ucap Alvin kembali meninju rahang Bobby dengan keras membuat si empu nya batuk-batuk dan mengeluarkan darah.


Petugas UKS pun datang dan lantas menengahi pertengkaran mereka, karena kerusuhan yang mereka perbuat berhasil membuat mereka semua menjadi tontonan para mahasiswa lainnya dan menjugle Nafisa begitu saja tanpa melihat bukti sebenarnya. Di sana juga ada Bella dan teman-temannya, Bella pun kesal melihat perlakuan menjijikkan Nafisa yang memaksa Bobby untuk melakukan hal itu. Dia pun berniat akan memberikan Nafisa pelajaran setimpal untuk kesalahan yang tidak pernah Nafisa lakukan.

__ADS_1


...----------------...


Hai guys udah mulai masuk konflik nih harap siapkan tissu serta cemilan kalian ya, ujian seperti apa yang akan Nafisa terima nantinya dan akankah semua orang mempercayai nya setelah kejadian tersebut, apa yang akan Bella lakukan terhadapnya akan kah pelajaran tersebut bisa membuat Nafisa bertemu dengan sang pujaan hati atau mungkin sebaliknya?? yuk pantengin terus keseruannya momen seperti apa nanti ketika Nafisa bertemu dengan sang pujaan hati apakah mereka akan segera dipertemukan atau belum.....


__ADS_2